Makan Makanan Seimbang Bagi Anda Yang Sedang Diet

Ilustrasi Makanan SeimbangMakanan yang Anda konsumsi sekarang ini selama satu hari dapat dikatakan makanan seimbang jika mengandung zat gizi sesuai kebutuhan Anda. Baik jumlah maupun jenis zat gizinya. Makanan seimbang juga merupakan makanan wajib yang harus Anda makan untuk memastikan tubuh badan Anda dapat berfungsi dengan normal.

Makanan seimbang juga sebaiknya dipilih karena makanan tersebut memberikan tenaga yang cukup. Sebuah makanan dapat dikatakan seimbang jika makanan tersebut mencukupi, karbohidrat, vitamin, protein dan lemak secara optimum. Selain itu kandungan fiber juga harus mencukupi kebutuhan harian Anda.

Nah, begitu pula dengan menu diet bagi seorang wanita. Biasanya wanita yang sedang diet tidak memperhatikan pola makannya. Kebanyakan wanita menganggap tidak makan dapat mengurangi berat badannya. Padahal sejatinya anggapan tersebut salah total, mengingat bukan tidak makan sama sekali, tetapi kadar menunya yang sedikit dikurangi,

Misalnya seperti ini, setiap hari Anda memakan nasi dengan berat 1000 kalori, pada saat diet Anda jangan mengurangi semua kalori yang Anda butuhkan, cukup sebagian. Jika setiap hari membutuhkan 1000, maka pada saat diet Anda cukup mengurangi setengahnya menjadi 500 misalnya.

Walau bagaimanapun, kebutuhan gizi tetap diperlukan. Jangan sampai Anda diet, Anda menjadi manusia yang kekurangan gizi. Akibatnya, jika kebutuhan gizi berkurang akan berdampak buruk bagi tubuh Anda.

Anda menjadi malas beraktifitas, produktifitas otak Anda juga menjadi menurun, Anda kekurangan gairah, dan banyak dampak lainnya yang dapat menyerang tubuh Anda jika Anda kekurangan gizi. Selain itu hindarilah obat-obatan kimia yang dapat merusak tubuh Anda.

Mungkin Anda perlu melihat tips berikut, tentang bagaimana menghasilkan tubuh yang langsing tanpa mengkonsumsi obat diet yang sebetulnya belum tentu aman untuk tubuh Anda.

    1. Pentingnya mengenali tubuh sendiriTubuh yang Anda punya jangan sekali-kali dibandingkan dengan tubuh orang lain. Karena tingkat kinerja tubuh seseorang itu berbeda. Anda harus lebih mengetahui dan mengenal tubuh Anda sendiri, sebab dari situlah Anda akan lebih mudah mengetahui kebutuhan diet harian Anda. Dan jangan sekali-kali mengikuti pola diet orang lain.
    1. Makan harus disesuaikan dengan menu dan porsi yang cukupSeperti yang tersebut diatas, jangan tidak makan sama sekali hanya karena ingin mengurangi berat badan. Tapi ikutilah pepatah berikut, “Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang”. Jangan mengikuti hawa nafsu yang membuat Anda semakin tidak terkontrol.
    1. Konsumsi buah dan sayuran 

      Makanan berserat membuat saluran dalam perut Anda menjadi sangat lancar. Tidak menumpuk kotoran dalam tubuh, sehingga Anda pun tidak menumpuk lemak.

    1. Jangan lupa untuk mengkonsumsi air putihCukupi kebutuhan air Anda dengan mengkonsumsi air 2 liter perhari. Air putih dipercaya dapat mencegah berbagai macam penyakit. Yang dapat keluar  melalui saluran air seni.
    1. Jaga perasaan Anda 

      Anda tipikal orang yang mudah stress dengan melimpahkan stress Anda tersebut pada makanan. Ini adalah kebiasaan yang sangat tidak baik, bila kita makan berlebihan disaat perasan dan kondisi dalam keadaan buruk ataupun sedang gembira, kontrol emosi Anda. Dan ingat Anda sedang dalam keadaan diet.

  1. Jangan lupa berolahraga 

    Olahraga dapat membakar berbagai macam lemak dalam tubuh Anda. Jika Anda ingin langsing, maka sering-seringlah berolahraga. Jika Anda tidak suka dengan kegiatan berolahraga, jadikan kegiatan itu kegiatan yang sangat menyenangkan untuk Anda. Buang semua pikiran buruk tentang olahraga.

Ternyata, langsing itu menyenangkan. Selain tubuh indah dipandang mata. Anda akan lebih sangat percaya diri jika berjalan berdua dengan pasangan Anda. Mempunyai tubuh langsing juga membuat nafas Anda menjadi gampang teratur, karena konon kabarnya. Kelebihan lemak juga dapat menekan saluran pernapasan.

Oleh sebab itulah mengapa orang gemuk sangat sulit sekali untuk bernafas panjang. Selain itu, mempunyai tubuh langsing membuat Anda bebas memilih pakaian yang ingin Anda beli. Menyenangkan bukan mempunyai tubuh langsing? Maka, dietlah dengan menu yang seimbang.

Manfaat Makanan Seimbang pada Ibu Hamil

Asupan gizi yang optimal dari makanan seimbang dan proporsional merupakan faktor esensial bagi optimalisasi tumbuh kembang janin di dalam rahim. Dengan kata lain, asupan gizi yang seimbang menjadi kondisi yang ”wajib” ada pada seorang ibu hamil. Mengapa?

Kekurangan gizi pada masa kehamilan bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan di bawah normal. Kondisi semacam ini sangat berisiko bagi perkembangan si kecil di kemudian hari. Selain ancaman kematian, kekurangan gizi bisa menghambat perkembangan fisik dan mental bayi.

Menurut para pakar kesehatan, kekurangan gizi yang berlangsung lama, akan menyebabkan jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini selanjutnya akan memengaruhi perkembangan kecerdasan anak.

Ibaratnya, janin itu adalah “tumbuhan parasit” yang menggantungkan kebutuhannya pada pohon tempat dia menumpang. Dia bisa bertahan hidup dengan cara mengambil makanan dari ibu secara total.

Bahan-bahan nutrisi seperti asam amino, vitamin-vitamin, zat besi, kalsium, fosfor, yang ada dalam tubuh ibu sebagian akan berpindah ke dalam tubuh janin melalui perantaraan plasenta. Itulah sebabnya, seorang ibu hamil harus benar-benar memperhatikan asupan makanannya.

Terlebih kalau melihat adanya ”standar minimal” bahwa dalam waktu sembilan bulan masa kehamilan, seorang ibu harus “menghasilkan” bayi dengan berat minimal 2500 gram. Artinya, pertambahan berat badan ibu harus berkisar antara 10-12 kg dari berat badan normal.

Agar kondisi ini bisa tercapai, asupan makanan yang dikonsumsi ibu harus beragam, seimbang, dan proporsional. Ibu hamil dianjurkan untuk memperbanyak mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam, asparagus, brokoli, dan buah-buahan segar, serta mengonsumsi beberapa organ tubuh hewan, seperti hati.

Pada bahan-bahan makanan ini terkandung banyak asam folat (folic acid) yang termasuk golongan vitamin B. Asam folat berperan penting dalam proses pembentukan sel-sel darah merah atau eritrosit dan untuk perkembangan sistem saraf. Pada saat hamil, kebutuhan asam folat meningkat pesat, antara 800 mikrogram hingga 1 miligram perharinya.

Kekurangan asam folat akan menimbulkan anemia megaloblastik. Gejalanya sama seperti anemia pada umumnya, yaitu lesu, mudah lelah, kurang darah, napas pendek, nafsu makan hilang, sakit kepala, cepat ngantuk, dan gejala-gejala lainnya.

Secara umum, konsumsi makanan ibu hamil harus mewakili tiga golongan zat gizi utama, yaitu sebagai berikut.

1. Protein (sejumlah 10-15 persen)

Protein berfungsi sebagai zat pembangun dan pemelihara sel-sel tubuh, sekaligus menjadikan rahim sebagai tempat yang ideal bagi optimalisasi tumbuh kembang janin. Protein bisa didapatkan dari susu, daging, ikan, hati, tahu, tempe, kacang hijau, kacang-kacangan, dan lainnya.

2. Lemak (sejumlah 20-25 persen)

Lemak akan difungsikan tubuh sebagai cadangan dan sumber energi yang besar; pelarut berbagai vitamin; pelindung organ vital tubuh, dan pembentuk jaringan. Pada ibu hamil, pemenuhan kebutuhan lemak memiliki manfaat tambahan lain, yaitu tubuh dapat mengolahnya sebagai cadangan energi untuk menjalani persalinan dan pemulihan pasca persalinan, sekaligus membantu proses pembentukan ASI. Lemak bisa kita dapatkan dari minyak zaitun, minyak kedelai, daging, telur, mentega, keju, pisang, dan lainnya.

3. Karbohidrat (sejumlah 50-60 persen)

Karbohidrat (hidrat arang) merupakan sebagai sumber tenaga yang memungkinkan tubuh menjalankan berbagai aktivitas. Sumber utama karbohidrat adalah beras, roti, makaroni, kentang, tepung beras, terigu, havermut, jagung, ubi, dan lainnya.

Selain tiga golongan nutrisi utama tersebut, ibu hamil pun membutuhkan tambahan zat gizi dalam bentuk vitamin dan mineral. Keduanya berfungsi sebagai sumber pengatur, yaitu mengatur penggunaan zat-zat gizi di dalam tubuh sehingga proses kemahilan bisa berjalan secara optimal.

Sumber utama vitamin dan mineral adalah sayur-sayuran, semacam bayam, kangkung, labu siam, buncis, wortel, oyong, dan lainnya; serta buah-buahan, semacam pepaya, jambu biji, jerus, avokat, pisang, melon, apel, dan sebagainya.

Speak Your Mind

*