Mamuju – Gudang Uranium Baru, Akankah Menjadi Papua Kedua?

Mamuju – Bumi seperti surga bagi manusia. Tidak ada yang tidak bisa kita dapatkan di sini. Betapa baiknya Tuhan menciptakan bumi dengan segala potensi alam dan potensi dalam perut bumi. Indonesia adalah salah satu surga bagi jutaan manusia di bumi. Indonesia bukan hanya kaya dengan alam dan budaya, kekayaan tambang menjadi incaran baru pada investor-investor asing.

Mamuju

Inilah imperialisme baru berkedok bisnis. Indonesia yang minim dengan potensi Sumber Daya Manusianya sangat mudah ditipu oleh pihak asing. Perusahan-perusahan tambang asing ini selama bertahun-tahun “menjarah” isi perut bumi Indonesia untuk dibawa ke negara-negara mereka untuk kemudian diolah dan akhirnya ditawarkan kepada Indonesia untuk dibeli.

Minimnya Sumber Daya Manusia yang berkualitas di Indonesia menjadi salah satu penyebab penjarahan legal pada hampir semua barang tambang di Indonesia. Semua tahu bahwa Papua punya potensi jitu akan emas. Ekplorasi potensi tersebut sudah diambil alih oleh PT Freeport Indonesia. Jangan terkecoh dengan namanya.

Mayoritas saham yang dimiliki oleh perusahaan emas terbesar di dunia ini adalah milik Freeport-Mc Moran Copper and Gold. Perusahan ini telah bercokol di Indonesia 1967 hingga saat ini. Bayangkan betapa besar hasil tambang yang mereka dapatkan, tetapi keadaan Papua sampai saat ini tidak ada perubahan yang signifikan.

Mamuju adalah daerah potensi tambang baru di Indonesia. Mamuju menjadi gudang tambang baru. Banyak peneliti tambang memperkirakan potensi uranium terdapat di tiga kecamatan yang terletak di Kabupaten Mamuju, antara lain Desa Takandeang Kecamatan Tapalang, Desa Belang-Belang Kecamata Kalukku, dan di Kecamata Tobadak yang berjarak 100 km dari Kota Mamuju.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Mamuju adalah daerah tertinggi radioktifnya di Indonesia. Penelitian tersebut dilakukan oleh Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir). Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa laju dosis radiaktif di Mamuju sama dengan wilayah Pocos de Caldas Brazil yaitu 250 nsv pertahun.

Secara umum kondisi radioaktivitas lingkungan di sana berada pada tingkat di atas normal. Potensi paling tinggi di Mamuju ditemukan di wilayah bukit Desa Takandeang, Kecamatan Tapalang, sekitar 40 km dari Kota Mamuju. Tinggi radioaktivitas di desa tersebut berkisar antara 2.000 – 3000 nsw per jam.

Mamuju – Apa Itu Uranium?

Uranium ditemukan pada tahun 1789 oleh Martin Klaproth, seorang ilmuwan Jerman. Nama uranium diambil dari nama Planet Uranus yang ditemukan delapan tahun sebelumnya. Uranium terbentuk bersamaan dengn terjadinya bumi. Untuk itu, uranium dapat ditemukan di setiap bebatuan dan juga air laut.

Saat ini dan di masa depan, uranium merupakan sumber energi penting mengingat kelimpahannya yang cukup besar. Meskipun demikian uranium dikategorikan sebagai sumber energi tak terbarukan atau nonrenewable energy resource. Uranium adalah unsur terberat dari seluruh unsur alamiah dan diklasifikasikan sebagai logam. Kategori unsur terberat tersebut berdasarkan dalam tabel skala unsur-unsur yang diurutkan berdasarkan kenaikan massa inti atom. Simbol kimiawi untuk unsur ini adalah U.

Seperti unsur lainnya, uranium juga memiliki beberapa isotop. Isotop adalah elemen atau unsur yang memiliki nomor atom yang sama, tetapi jumlah neutron atau berat atomnya berbeda. Uranium alami sebagaimana yang terdapat pada kerak bumi utamanya tersusun atas campuran isotop U-238(99.3%) dan U-235 (0.7%).

U-235 merupakan isotop uranium yang penting karena dalam kondisi tertentu inti ini dapat dibelah yang diikuti pelepasan energi dalam jumlah besar (sekitar 299 Mev per pembelahan). Reaksi pembelahan inti atom dikenal dengan “fisi nuklir”, dan isotop U-235 disebut sebagai bahan fisil. Inti atom dari U-235 terdiri dari 92 proton dan 143 neutron (92+143=235).

Saat sebuah inti atom U-235 menangkap neutron, ia akan membelah menjadi dua inti atom baru dan melepaskan sejumlah energi dan bentuk panas, disertai pelepasan 2 atau 3 neutron baru. Apabila neutron yang dilepaskan tersebut dapat memicu reaksi yang sama pada atom U-235 lainnya, dan melepaskan neutron baru yang lain, reaksi fisi berantai dapat terjadi.

Reaksi ini dapat terjadi dan terjadi lagi, sampai berjuta-juta kali maka energi panas dalam jumlah sangat besar dapat dihasilkan dari sedikit uranium. Secara hitungan kasar, energi panas dari reaksi inti 1 gram U-235 adalah sama dengan energi panas dari pembakaran 1 ton batubara. Inilah potensi yang sangat besar yang ada di Mamuju saat ini.

Proses membelah atau membakar uranium secara terkendali adalah sebagaimana yang terjadi di dalam reaktor nuklir. Panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk membangkitkan uap air. Selanjutnya, uap air tersebut dapat digunakan untuk bmemutar turbin dan akhirnya menghasilkan listrik.

Pada dasarnya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) dan PLT Fosil, dengan kapasitas yang sama, memiliki banyak kemiripan. Keduanya membutuhkan panas untuk menghasilkan uap guna memutar turbin dan generator. Dalam PLTN, fisik atom uranium menggantikan pembakaran batubara atau gas. Biji uranium dapat ditambang melalui metode terowongan atau metode tembang terbuka, tergantung dari kedalamannya. Setelah ditambang, biji dihancurkan dan diolah dengan asam untuk melarutkan uranium, yang kemudian uranium dipungut dari larutan.

Uranium juga dapat ditambang dengan metode pemisahan dari batuan langsung dari tempat atau biasa disebut ISL (in situ leaching), di mana uranium dilarutkan dari batuan berpori biji bawah tanah dan dipompa ke permukaan. Produk akhir dari penambangan dan pengolahan bijih atau ISL adalah konsentrat uranium oksida (U3U8) yang dikenal dengan istilah “yellow cake”. Dalam bentuk inilah uranium diperjualbelikan.

Mamuju – Pengguna Energi Nuklir

Lebih 16% listrik dunia dipasok dari PLTN yang menggunakan uranium sebagai bahan bakarnya. Jumlah ini mencapai 2600 milar kWh setiap tahun dan sama jumlahnya dengan pasokan listrik dunia tahun 1960. Daya ini berasal dari 440 reaktor nuklir dengan total kapasitas sekitar 370.000 MWe yang beroperasi di 31 negara.

Sekitar 30 reaktor sedang dalam konstruksi dan 40 lainnya dalam perencanaan. Belgia, Bulgaria, Finlandia, Prancis, Jerman, Hungaria, Jepang, Korea Selatan, lituania, Slowakia, Slovenia, Swedia, Swiss, dan Ukraina mendapatkan pasokan listriknya 30 % atau lebih dari nuklir. Amerika Serikat memiliki lebih dari 100 reaktor nuklir beroperasi menyuplai 20% listriknya.

Sementara itu, Prancis memenuhi lebih dari 75% kebutuhan listriknya dari uranium. Dalam hal ini yang menarik adalah hampir semua negara operator PLTN tidak memiliki tambang uranium di negaranya., khususnya negaranya Eropa Barat, Jepang, dan Korea.

Uranium tersebar dalam bantuan dan bahan bakar dalam air laut. Namun, uranium jarang terkonsentrasi secara cukup untuk bernilai ekonomis. Uranium hanya dijual kepada negara-negara penandatanganan NPT dan mengizinkan inspeksi international untuk memverifikasi penggunaan hanya untuk tujuan damai, misalnya konsumen untuk uranium Australia juga harus memiliki perjanjian safeguard bilateral dengan Australia.

Potensi Tambang di Mamuju

Seperti yang telah dijelaskan  bahwa laju radioaktif uranium yang ada di Kabupaten Mamuju sama dengan wilayah Pocos De Caldas di Brazil. Di atas titik uranium tersebut terdapat potensi tambang yang melimpah diantaranya potensi tambang batubara, nikel, logam dan mangan.

Mamuju kaya akan potensi tambang yang tersebar pada beberapa kecamatan di daerah tersebut. Bebrapa potensi tambang yang saat ini diekplorasi diantaranya tambang minyak dan gas (migas) oleh perusahaan asing, yakni Conoco Philips, Marathon International, Stat Oil dan PT Tately. Kebanyakan perusahan tambang yang beroperasi di Indonesia termasuk di Mamuju adalah perusahaan asing.

Saham-saham perusahaan ini sebagian besar bahkan mungkin seluruhnya adalah bukan milik Indonesia. Selain keuntungan, seharusnya kita melihat dampak negatif yang dihasilkan dari perusahaan-perusahaan tambang tersebut. Perusahan-perusahaan tambang tidak hanya menghasilkan pundi-pundi uang baru, tetapi juga limbah-limbah yang dapat mencemari lingkungan.

Terkadang dampak lingkungan sering menjadi pembahasan akhir ketika kasus pencemaran lingkungan sudah mencapai tahap kritis. Setelah mereka membabat habis kekayaan Indonesia serta mencemari lingkungan mereka akan pulang ke negara masing-masing sambil membawa kekayaan yang berlimpah. Seringkali pembagian keuntungan dari perusahaan-perusahaan asing ini tidak sepadan dengan dampak yang dihasilkan.

Masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan yang sering mendapatkan efek buruk tersebut. Pajak-pajak berlimpah akan mengucur kepada pemerintah setempat dan negara, sementara penduduk setempat akan tetap seperti sebelum perusahaan ini ada. Beberapa perusahaan tambang asing membuat program pendidikan dengan memberi beasiswa atau mendirikan sekolah, alih-alih membantu penduduk sekitar sambil membuat pencitraan yang baik.

Sampai saat ini masyarakat sangat sulit mengakses informasi yang jelas dan menyeluruh mengenai dampak kegiatan pertambangan skala besar di Indonesia. Ketidakjelasan informasi ini akhirnya berbuah konflik, kekerasan, pelanggaran HAM, dan korban terbanyak adalah masyarakat yang berada di lokasi sekitar pertambangan.

Kasus penembakan pegawai Freeport di Papua bukanlah tanpa alasan. Konflik-konflik ini adalah hasil akumulasi masalah yang tidak ada ujungnya. Perjanjian dengan perusahaan asing selama ini lebih sering merugikan daripada menguntungkan.

Mamuju adalah salah satu daerah dengan potensi sebagai gudang tambang baru di Indonesia. Sebelum eksplorasi dilakukan, sebaiknya pengkajian tentang dampak lingkungan dilakukan terlebih dahulu. Jangan sampai Mamuju menjadi Papua baru dalam konteks ketimpangan kemakmuran. Uranium memang dapat menghasilkan energi yang melimpah akan tetapi sudah siapkah masyarakat sekitar dengan eksplorasi dan dampak dari eksplorasi tersebut?

Mengingat sumber daya manusia Indonesia yang tinggal di Indonesia yang minim dan kekurangtahuan masyarakat tentang uranium, apa tidak sebaiknya pengekplorasian uranium oleh perusahaan asing ditunda beberapa saat. Indonesia mempunyai SDM yang sangat baik yang tersebar diberbagai perusahaan asing di luar negeri.

Akan sangat baik jika memberdayakan manusia Indonesia sendiri untuk mengelola kekayaan negeri sendiri. Jangan biarkan Mamuju menjadi surge bagi para imperialis modern tetapi menjadi neraka bagi “pewaris” tanah wilayahnya sendiri

Speak Your Mind

*