Manfaat Shalat Bagi Manusia

Ilustrasi manfaat shalatIbadah Shalat atau sholat merupakan rukun Islam yang kedua setelah mengucap dua kalimat syahadat. Salah satu ritual ibadah umat Islam ini diperintahkan oleh Allah Swt. melalui petunjuk dan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah SAW dan manfaat shalat itu sangat banyak.

Ibadah adalah tunduk, patuh, setia, dan taat. Itu artinya, ibadah keagamaan yang biasa dilakukan adalah untuk menunjukkan kepatuhan, kesetiaan, dan ketaatan kepada Sang Maha Pencipta.

Dalam Islam, kebanyakan orang menilai bahwa ibadah hakiki umat Islam adalah shalat, puasa, zakat, dan naik haji. Padahal tidaklah demikian. Seperti yang tercantum dalam firman Allah Swt, bahwa manusia dihidupkan hanya untuk beribadah kepada-Nya, sehingga apapun yang dilakukan selama hidup di dunia adalah bentuk ibadah kepada-Nya.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (menyembah) kepada Ku”. (Az-Zaariyaat: 56)

Kemudian, ayat tersebut dilengkapi oleh firman selanjutnya yang menunjuk manusia sebagai pemimpin (khalifah) di muka bumi ini.

“Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah (penguasa-penguasa) di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa darajat untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu”. (Al-An’aam: 165)

Jadi, ibadah dalam Islam tidak hanya sebatas hubungan antara manusia dengan Tuhan. Tetapi juga, antara manusia dengan makhluk ciptaan lainnya, seperti sesama manusia, hewan, dan tumbuhan. Inilah yang disebut dengan keseimbangan hidup.

Ibadah yang baik adalah ibadah yang diawali serta diniatkan untuk Sang Maha Kuasa. Artinya, apapun yang dilakukan oleh manusia, bila ingin dinilai sebagai ibadah haruslah berniatkan dan bertujuan untuk Allah Swt. Itulah salah satu syarat penilaian sebuah ibadah. Adapun syarat-syarat lainnya adalah sebagai berikut.

    • Membenarkan niat.
    • Melaksanakannya sesuai dengan syari’at Islam.
    • Perkara yang dilakukan haruslah diperbolehkan oleh syari’at Islam.
    • Perkara tersebut memberi manfaat yang baik.
  • Tidak mengganggu dan meninggalkan ibadah utama kepada Allah Swt.

Kelima syarat utama itu tadi adalah landasan sebelum melakukan kebaikan (ibadah) kepada sesama ciptaan-Nya. Karena sebagai makhluk zoonpoliticoon, manusia mau tidak mau akan saling membutuhkan satu sama lainnya, sehingga diharapkan dapat membentuk kehidupan yang harmonis. Hubungan inilah yang disebut dengan hubungan ibadah secara horizontal.

Shalat Sebagai Tiang Agama

Agama Islam memiliki tiang-tiang penyangga yang menjadi sumber kekuatan agar bisa menjadi pedoman manusia dalam hidup di jalan Tuhan yang lurus. Salah satu tiang agama itu ialah shalat, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, assholatu immaduddin, sholat adalah tiang agama.

Setelah seorang manusia beriman akan keberadaan Tuhannya, maka kewajiban shalat itu menjadi prioritas utama baginya. Abdullah bin Mas’ud ra. berkata, saya pernah bertanya pada Rasulullah SAW,

“Amalan apakah yang paling dicintai Allah Swt?” Beliau menjawab, ”Shalat”. Kemudian saya bertanya lagi, ”Apalagi setelah itu, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Berbakti kepada kedua orangtua.” Saya bertanya lagi, ”Apalagi setelah itu?” Beliau menjawab, ”Jihad”.

Begitu tingginya kedudukan sholat sehingga ibadah ini menjadi amalan pertama yang akan dihisab di akhirat nanti. Tidak seperti perintah dan ayat yang diwahyukan melalui perantaraan Malaikat Jibril, perintah shalat Rasulullah SAW terima langsung dari Allah Swt, ketika peristiwa Isra’ Mi’raj. Sangat tinggi kedudukan shalat ini, di antaranya dapat kita simpulkan seperti di bawah ini.

    • Merupakan ibadah terpenting, perkara kedua dalam rukun Islam setelah mengucapkan syahadat (HR. Bukhari-Muslim)
    • Ciri orang yang bertakwa dan orang mukmin (QS. Al-Baqarah: 3 dan Al-Mukminun: 2, 9)
    • Sebagai tiang agama (hadits mahsyur)
    • Amalan yang pertama kali dihisab di Hari Kiamat (HR. Thabrani)
    • Ikatan terakhir yang terlepas dari agama, yang bila hilang maka hilanglah agama (HR. Ibnu Hibban)
    • Sarana untuk mengingat Allah Swt. (QS. Thaha: 14)
    • Pencegah perbuatan keji dan munkar, serta untuk memohon pertolongan (QS. Al-Ankabut: 45 dan Al-Baarah: 45)
  • Harus tetap dilaksanakan walaupun bermukim atau dalam perjalanan, baik waktu damai maupun perang. (QS. Al-Baqarah: 238-239 dan An-Nisa: 102-103)

Banyak sekali hadits dan pendapat ulama yang mengatakan bahwa orang yang sengaja meninggalkan shalat hingga habis waktunya adalah kafir dan murtad, keluar dari agama Islam. Maka diwajibkan baginya segera bertaubat dari kekufurannya tersebut.

Ketentuan tata laksana shalat telah disimpulkan dengan singkat oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya, “shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat”. Sehingga tak ada lagi ketentuan lain selain yang telah dicontohkan oleh Rasul.

Kita dapat menemukan banyak hadits yang menerangkan tentang shalat beliau, penjelasan-penjelasan dari para ulama terdahulu hingga sekarang pun telah secara gamblang dan detil memaparkan tata cara shalat tersebut. Dengan demikian, tak ada lagi cara lain selain dengan tata cara yang telah ditetapkan selama berabad-abad ini.

Terdapat dimensi lain yang tidak bisa dilepaskan dari shalat, yaitu spiritual. Shalat adalah adalah perbuatan anggotan badan dan sekaligus pula hati dan pikiran.

Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, dan sesungguhnya shalat itu sangat berat kecuali bagi mereka yang khusyuk.” (Al-Baqarah: 45)

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, makna khusyuk diartikan sebagai suatu gambaran keimanan yang hakiki. Orang yang khusyuk adalah orang yang dipenuhi rasa takut kepada Allah. Orang tersebut penuh tawadhu’. Orang yang benar-benar tunduk penuh ketaatan dan takut kepada Allah.

Jika secara hukum fikih telah sah shalat seseorang jika telah memenuhi kriteria tata cara shalat. Tetapi dari segi kualitas, masih perlu dilihat seberapa khusyuk shalatnya itu.

Disimpulkan, shalat yang khusyuklah yang akan membimbing pada ketenangan dan kemuliaan perilaku seseorang. Karenanya para ulama terdahulu senantiasa mengajarkan cara melakukan shalat dengan penuh rasa khusyuk.

Manfaat Shalat

Sholat memiliki arti ‘doa’. Ini adalah jembatan vertikal yang menghubungkan manusia dengan Allah Swt. Secara istilah, sholat adalah ibadah yang terdiri atas beberapa ucapan atau doa dan gerakan yang sudah ditentukan aturannya yang dimulai dari takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Manfaat shalat bagi manusia dapat dilihat dari berbagai aspek. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Aspek rohani

Orang yang mengerjakan shalat akan mendapatkan ketenangan jiwa seperti janji Allah Swt. Tentu saja dengan kualitas shalat yang khusyuk, yaitu menghadirkan hati dalam shalat, konsentrasi, keseriusan, dan kedisiplinan dalam mendirikannya.

2. Aspek sosial

Orang yang melakukan shalat akan terhindar dari perbuatan keji dan munkar. Ia akan bertindak santun terhadap tetangga dan lingkungannya. Selain itu, shalat berjamaah juga akan mempererat hubungan silaturahim antara sesama manusia dan kokohnya persatuan umat.

3. Aspek medis

Shalat dapat mencegah kita dari terjangkitnya penyakit. Ritual khusus yang kita lakukan sebelum shalat adalah berwudlu. Dalam sehari kita berwudlu untuk shalat sebanyak lima kali.

Pada saat itu pula kuman dan bakteri yang menempel di tubuh kita terlepas. Tidak hanya itu, gerakan shalat juga mendatangkan manfaat tersendiri. Manfaat-manfaat gerakan shalat adalah sebagai berikut.

    • Takbiratul ihram, dapat melancarkan aliran darah, getah bening atau limfa, dan kekuatan otot lengan.
    • Ruku’, menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang sebagai penyangga tubuh dan pusat saraf.
    • I’tidal atau berdiri setelah ruku’, latihan bagi organ pencernaan.
    • Sujud, mempengaruhi daya berpikir seseorang, saat sujud aliran getah bening dipompa ke bagian leher, ketiak dan posisi jantung berada di atas otak sehingga darah yang kaya oksigen mengalir secara maksimal ke otak.
    • Iftirosy atau duduk saat tahiyat awal dan akhir, menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Sedangkan pada pria, ini bisa membantu mencegah impotensi.
  • Salam, sebagai relaksasi otot sekitar leher dan kepala untuk menyempurnakan aliran darah di kepala yang sering menimbulkan sakit kepala dan juga menjaga kekencangan kulit.

Di lingkungan keluarga, orang tua dapat mengajarkan ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari. Di mulai dengan mencontohkan berprilaku yang baik, seperti mengucapkan salam ketika akan pergi atau pulang ke rumah. Selanjutnya, dengan mengajak anak beribadah, seperti mengajak anak untuk shalat lima waktu. Ketika bulan puasa tiba, mengajak anak untuk ikut puasa.

Hal-hal yang sederhana tersebut, dapat melatih dan membiasakan anak untuk beribadah, ketika sudah tumbuh dewasa. Seorang anak banyak belajar dari lingkungan keluarganya, terutama orang tuanya.

Apabila keimanan seorang anak sudah dipupuk sejak dini, ketika dia terjun ke dunia luar, maka dia sudah punya tameng untuk menghalau segala macam pengaruh negatif. Anak tersebut sudah mengerti mana yang baik untuk diri dan agamanya, serta mana yang bisa membuatnya hancur.

Apabila, orang tua sudah berusaha mendidik anaknya dengan sepenuh kemampuannya, tapi anak tersebut masih berprilaku buruk, maka itu sudah menjadi urusan Allah Swt. Semoga pengetahuan mengenai manfaat shalat tersebut dapat menambah keimanan Anda dan bermanfaat bagi kehidupan Anda.

Speak Your Mind

*