Manfaat Shalat Hajat – Raih Kesuksesan dengan Shalat Hajat

Ilustrasi manfaat shalat hajatSelain bermakna doa atau permohonan, shalat adalah wasilah. Jalan atau tali penghubung hamba dengan Allah. Shalat seakar kata dengan kata silah, yang sering dirangkai dengan kata rahim digabung jadi silaturahim. Percayalah bahwa manfaat shalat, termasuk salah satunya manfaat shalat hajat sangat baik untuk diri kita.

Di dalam shalat juga terkandung doa sehingga ada yang mengartikan shalat sebagai permohonan (doa). Doa-doa yang terkandung dalam setiap bacaan shalat, termasuk shalat hajat semakin memperkuat manfaat shalat hajat ataupun shalat-shalat lainnya.

Manfaat Shalat Hajat – Shalat Hajat

Sebelum mengetahui lebih jauh apa manfaat shalat hajat, mengetahui shalat hajat rasanya juga tidak kalah penting. Sebagai seorang muslim, tentu sudah paham betul bahwa shalat dalam ajaran agama Islam dibagi menjadi dua, shalat wajib dan shalat sunnah. Dan shalat hajat termasuk ke dalam shalat yang berhukum sunnah.

Shalat hajat adalah shalat sunah yang dikhususkan untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan segala keperluan duniawi. Sebagaimana shalat sunah lain, shalat hajat juga memiliki keutamaan dan manfaat. Manfaat shalat hajat akan sangat teras bagi mereka yang rutin melakukannya.

Sebagai seorang muslim, memang sudah sepantasnya memohon apapun kepada Allah Swt. Dalam shalat dan doa-doa yang dipanjatkanlah seorang manusia bermunajat kepada Allah. Shalat hajat dilakukan sebanyak 2 raka’at hingga 12 raka’at dengan salam di setiap dua raka’atnya.

Dengan melaksanakan shalat hajat, manfaat shalat hajat akan dapat kita rasakan. Baik lambat maupun cepat. Itu janji Allah kepada umat-Nya. Jadi, siapapun Anda yang memiliki keinginan khusus, dan melakukan shalat hajat, niscaya Allah akan mengabulkannya.

Manfaat Shalat Hajat untuk Kehidupan

Manfaat shalat hajat bagi orang yang selalu mengawali pekerjaannya dengan shalat hajat, ia akan mendapat balasan yang besar, yaitu kesuksesan dari Allah Swt. Rasulullah Saw. bersabda, “Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian sholat dua rakaat (Shalat hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat.” (HR Ahmad).

Manfaat shalat hajat bisa kita bagi ke dalam dua kategori, yakni manfaat zahir dan bathin. Secara zahir shalat hajat manfaatnya dirasakan, dilihat, dan dinikmati langsung dalam waktu yang singkat.Misalnya, kita membutuhkan uang sebesar Rp. 50 ribu untuk membayar iuran sekolah anak kita. Keesokan harinya ia memperoleh keuntungan sekitar Rp. 75 ribu dari hasil berdagangnya. Sedangkan manfaat shalat hajat secara batin ialah ketenangan diri yang diperoleh para pengamal shalat hajat.

Manfaat Shalat Hajat – Anjuran Shalat Hajat

Manfaat shalat hajat dapat terlihat dengan jelas dari riwayat Utsman bin Hunaif. Utsman bin Hunaif meriwayatkan ada seorang yang buta matanya menemui Nabi, kemudian ia berkata,

“’Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi Saw. bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat. Setelah itu, berdoalah: Allahumma Inni As`Aluka, Wa Atawajahu Ilaika Binabiyyi Muhammadin Nabiyir Rohmati, Yaa Muhammad Inni Astasyfa’u Bika ‘Ala Robbi, Fii Roddi Bashori (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, dan aku menghadap kepada-Mu atas (perintah) Nabiku, Muhammad sebagai rahmat, wahai Muhammad, sesungguhnya aku meminta syafaat kepada Tuhan-ku dengan dirimu agar Dia mengembalikan penglihatanku)

Utsman bin Hunaif berkata, “Dalam waktu singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.’ Kemudian Rasulullah Saw bersabda, ‘Jika kamu memiliki kebutuhan, lakukanlah seperti itu (shalat hajat).’” (HR Tirmidzi). Gambaran tentang lelaki buta itu benar-benar sebuah mukjizat Allah yang berasal dari manfaat shalat hajat.

Manfaat Shalat Hajat – Tata Cara Shalat hajat

Waktu shalat hajat tidak menentu, namun tidak diperbolehkan mengerjakan shalat hajat pada waktu yang dilarang, seperti setelah shalat Ashar dan shalat Subuh. Shalat hajat dilakukan sendiri, tidak berjamaah. Banyaknya rakaat dalam shalat hajat yaitu minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.Dengan melakukan shalat hajat minimal dua raka’at saja, manfaat shalat hajat akan terasa.

Dalam pelaksanaanya, jika dikerjakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya. Berikut ini tata cara shalat hajat, agar manfaat shalat hajat dapat benar-benar dirasakan.

  1. Niat shalat hajat di dalam hati (aku niat shalat sunah hajat karena Allah);
  2. Takbiratul Ihram;
  3. Membaca doa Iftitah, dilanjutkan dengan surat Al-Fatihah kemudian membaca salah satu surat di dalam Al-Quran;
  4. Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali;
  5. I’tidal sambil membaca bacaannya;
  6. Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali;
  7. Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya;
  8. Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali;
  9. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara di atas, kemudian Tasyahhud akhir, setelah selesai maka membaca salam dua kali;
  10. Jika dilaksakan sebanyak empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rakaat ketiga dan keempat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali;
  11. Setelah selesai menunaikannya, kita dianjurkan membaca doa hajat berikut:

“Laa ilaaha illallahul haliimul kariimu subhaaanallahi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin. As ‘aluka muujibaari rahmatika wa ‘azaaima maghfiratika wal ghaniimata ming kulli birri wassalaamata min kulli itsmin. Laa tada’ lii dzamban illa ghafartahu walaa hamman illaa farajtahu walaa haajatan hiya laka ridhan illa qodhaitahaa yaa arhamar raahimiin.”

(Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang).

Selesai berdoa dan shalat hajat, kita hendaknya memperbanyak membaca zikir terutama bacaan istighfar minimal 100 kali. Adapun bacaan istighfar adalah, “Astagfirullahal ‘azhiima rabbi min kulli dzanbin-wa atuubu ilaih” (Aku memohon ampunan kepada Allah Tuhan Yang Maha Agung, dari setiap dosa dan saya bertaubat kepada-Nya). Selesai melaksanakan shalat hajat, cepat atau lambat manfaat shalat hajat akan Anda rasakan.

Setelah membaca istighfar, kemudian membaca shalawat Nabi minimal 100 kali sbb, “Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammadin shalaatar ridhaa wardha ‘an ashhaabir ridhar ridhaa” (Wahai Tuhanku limpahkan kesejahteraan kepada junjungan kami nabi Muhammad Saw. kesejahteraan yang diridhai, dan ridhailah shahabat-shahabat beliau semuanya).

Setelah itu, sampaikan atau mohonlah apa yang menjadi kebutuhan atau hajat kita kepada Allah dengan penuh khusyuk sambil bersujud.Kemudian, mintalah segala kebutuhan (hajat) kepada Allah Swt. Insya Allah atas kehendak-Nya, keinginan memenuhi kebutuhan terkabul.

Imam Al-Hakim mengatakan, ketika hendak melakukan shalat hajat, mandilah dulu. Kenakan pakaian bersih. Lalu, shalatlah menjelang fajar (subuh). Dan berniat agar dikabulkan seluruh permintaan yang diinginkan. Apabila Allah Swt. menghendaki, Insya Allah keinginan Anda akan terkabulkan.

Speak Your Mind

*