Masa Balita – Masa Perkembangan dan Pertumbuhan

Ilustrasi masa balitaMasa balita adalah masa lima tahun pertama dalam setiap kehidupan anak manusia. Suatu masa golden age yang sangat penting, terutama untuk pertumbuhan fisik dan mental. Pembentukan kepribadian dan karakter diri yang tangguh dimulai pada masa ini.

Pembentukan Kepribadian Balita

Bagi balita yang mempunyai orang tua, terutama ibu yang bekerja di luar rumah, masa balita ini adalah masa-masa dia mulai melihat realita bahwa ibunya tidak bisa 24 jam bersamanya. Dia akan mulai terbiasa ditinggal dan bergaul bersama orang lain, seperti nenek, kakek, tante, om, pengasuh, ataupun orang lain yang menjaganya.

Di masa ini, balita mulai terbiasa dengan jadwal ibu dan ayahnya. Terkadang, dia berusaha mencari perhatian dengan menangis atau mengamuk sejadi-jadinya. Namun, pada akhirnya, si balita akan menyadari bahwa ada masa ketika dia harus berjauhan dengan ibunya.

Dia pun akan terbiasa main sendiri, tidur sendiri, dan menciptakan dunia sendiri. Dunia kecil yang hanya dia yang tahu. Dia pun sudah mulai melakukan hal-hal kecil sendiri. Misalnya, memilih pakaian mana yang akan dikenakan, sepatu warna apa yang dia sukai, dan makanan mana yang dia mau. Si balita mulai memiliki ‘kekuasaan’ atas apa yang dia inginkan. Siapapun harus mengikutinya kalau tidak ingin mendengar tangisannya yang keras.

Orang tua harus sangat menyadari betapa pentingnya membentuk kepribadian yang hebat pada masa ini. Terkadang, orang tua terlalu memanjakan balitanya sebagai kompensasi dari rasa bersalah. Hal ini tidak harus terjadi karena pada masa ini balita akan sangat mudah beradaptasi. Untuk mengatasi hal tersebut, orang tua harus melakukan hal-hal berikut ini.

  • Berdialog dengan si balita yang masih begitu imut. Ajaklah ia berdiskusi dan utarakan sejelas-jelasnya keadaan Anda. Bila Anda harus keluar kota, pamitlah kepadanya. Katakan berapa lama Anda akan meninggalkannya. Apa-apa saja yang harus dilakukan oleh sang balita ketika Anda tidak berada di dekatnya.
  • Usahakan untuk membuat sang balita paham akan makna waktu. Misalnya, “Sudah pukul 5, sayang. Yuk, bangun. Sholat shubuh berjamaah dengan ayah.” Walaupun sang balita tidak terbangun, kata-kata Anda sudah terekam dalam otaknya. Sesekali, agak paksalah ia untuk bangun. Bila perlu, tidurkan ia di dekat sajadah agar dia paham bahwa Anda sedang sholat.
  • Biasakanlah ia untuk memilih. Misalnya, sehabis mandi, ambillah dua helai pakaian. Tanyakanlah yang mana yang ingin dia pakai. Hal ini akan membuatnya tahu apa yang diinginkannya. Dikemudian hari, ia akan tahu bahwa ketika ia sudah memilih sesuatu, ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah diputuskannya.
  • Biasakanlah untuk melakukan tugas terlebih dahulu baru bersantai-santai. Jadi, jangan terlalu dibiasakan langsung menonton TV setelah bangun tidur. Ajaklah ia melakukan hal lain, seperti mandi, sarapan, atau melihat orang tuanya mengerjakan hal-hal rutin pada pagi hari. Ajaklah ia sibuk juga dengan cara memintanya membantu Anda, misalnya, membawa sendok ke meja makan.

Asupan Gizi Bagi Perkembangan Balita

Pembentukan kepribadian balita, selain dari apa yang dilihat dan dilakukannya, makanan yang bergizi juga sanangat mempengaruhi pertumbuhan badan dan otaknya. Untuk itu, sebagai orang tua harus memperhatikan asupan gizi yang dimakan oleh balita.

Pada masa pertumbuhannya, balita akan selalu memakan makanan yang disuguhkan oleh ibunya. Dia tidak akan memperhatikan asupan gizi yang terkandung di dalam makanannya. Untuk itu, sebagai orang tua, Anda harus dapat memperhatikan betul asupan gizi yang terdapat di dalam makanan balita Anda karena hal tersebut dapat mempengaruhi pola makan anak untuk selanjutnya.

Apabila Anda sering memberinya makanan yang bergizi, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, susu, atau bahan makanan lainnya, maka balita Anda ketik tumbuh dewasa akan terbiasa untuk memakan makanan tersebut.

Banyak kasus yang terjadi di kalangan anak-anak sekarang, yaitu anak susah untuk memakan sayur-sayuran. Padahal sayuran itu sangat penting untuk pertumbuhan anak sebagai sumber vitamin. Hal itu terjadi karena anak tersebut tidak dibiasakan memakan sayuran oleh ibunya, sehingga ketika makan dan ada sayuran, si anak tidak memakan sayuran tersebut.

Untuk itu, sebagai orang tua tentu saja harus tahu kandungan apa saja yang harus ada di dalam makanan balita Anda agar pertumbuhan dan perkembangan balita Anda sehat. Berikut ini kebutuhan nutrisi yang diperlukan oleh balita Anda.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan nutrisi pokok yang diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh manusia. Tanpa karbohidrat, tubuh manusia akan lemas dan tidak bertenaga, begitu juga dengan balita Anda. Balita Anda bisa memperoleh karbohidrat dari makanan pokok, seperti beras, roti, sagu, dan jagung.

2. Lemak

Mayoritas kita memandang negatif akan fungsi lemak bagi tubuh manusia karena sebagian besar manusia langsung mengkaitkan lemak dengan kolesterol dan obesitas atau kegemukan. Padahal, pandangan tersebut tidak selamanya benar.

Lemak justru sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber energi juga untuk menjaga kestabilan suhu tubuh manusia, termasuk balita Anda. Lemak bisa diperoleh dari daging, telur, dan ikan yang dikonsumsi.

3. Protein

Kita mengenal protein sebagai zat yang berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak dan pengatur metabolisme tubuh. Protein akan banyak diserap oleh tubuh jika balita kita mengonsumsi ikan dan daging.

4. Vitamin

  • Vitamin A. Vitamin A baik untuk nutrisi balita, khususnya kesehatan mata si kecil. Selain itu, vitamin A juga mampu berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin A bisa Anda dapatkan dengan memberikan balita Anda buah-buahan, seperti pepaya, pisang, dan apel. Selain itu, vitamin A terdapat dalam sayuran, seperti bayam, brokoli, dan wortel.
  • Vitamin B. Ada beberapa jenis vitamin B, seperti B1, B2, B3, B5, B6, dan B12. Sebagian besar vitamin B berfungsi sebagai zat yang membantu pertumbuhan dan fungsi pencernaan. Vitamin B akan dengan mudah diperoleh jika balita Anda mengkonsumsi susu, telur, daging, dan ikan.
  • Vitamin C. Vitamin C dikenal sebagai zat yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dan sebagai antioksidan. Vitamin C bisa diserap tubuh ketika mengkonsumsi buah-buahan, seperti jeruk dan alpukat.
  • Vitamin D. Kekuatan tulang dan gigi disusun oleh vitamin D, selain mineral, seperti kalsium dan zat besi. Mendapatkan vitamin D tidaklah sulit. Bila balita Anda mengonsumsi, telur, susu, daging atau keju, kebutuhan vitamin D pasti terpenuhi.
  • Vitamin E. Kekuatan struktur kulit dan bentuk fisik akan terjaga dengan mencukupi kebutuhan vitamin E. Balita Anda dapat memperolehnya dengan mengonsumsi ikan, daging ayam, dan roti.
  • Vitamin K. Vitamin K berhubungan langsung dengan proses penyembuhan luka dan pembekuan darah. Oleh karena itu, vitamin K sangat penting diperoleh dengan mengonsumsi susu dan kuning telur.

5. Mineral

  • Kalsium. Seperti yang telah disebutkan, vitamin D bersama kalsium memiliki peran besar dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium didapatkan ketika balita Anda mengonsumsi brokoli, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran lain yang berwarna hijau.
  • Magnesium. Tanpa adanya magnesium, penyerapan gizi yang dilakukan oleh tubuh tidak akan berlangsung optimal. Magnesium didapatkan jika balita Anda mengonsumsi kacang, udang, dan sayuran hijau.
  • Zat besi. Mineral yang satu ini berfungsi vital untuk membantu darah untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Zat besi bisa didapatkan dari telur, kerang, dan coklat.
  • Seng atau Zinc. Mineral terakhir yang sangat penting adalah seng. Sangat baik untuk kekebalan tubuh dan pertumbuhan. Mineral ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi daging, telur, kacang, dan susu.

Dari informasi tersebut, Anda sudah dapat memulai memberikan makanan yang bergizi bagi balita Anda. Akan tetapi, takaran kandungan gizi yang terdapat dalam makanan balita tersebut harus Anda perhatikan juga dengan cara menjaga pola makan balita Anda.

Jangan khawatir jika balita Anda susah makan atau tidak suka memakan makanan yang kaya akan nutrisi tersebut. Anda dapat mengakalinya dengan menciptakan menu makanan yang bermacam-macam dan menarik perhatian balita Anda.

Mungkin terkadang balita Anda akan bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja. Akibatnya mereka akan mogok makan atau susah makan, sehingga asupan gizinya akan kurang.

Untuk itu, Anda jangan patah semangat untuk tetap memberikan makanan yang bergizi pada balita Anda. Anda dapat membuat menu makanan yang sama tapi berbeda cara pengolahannya. Seperti membuat kue yang berasal dari sayur-sayuran atau membuat minuman jus dari sayur-sayuran.

Banyak cara yang dapat Anda lakukan pada balita Anda agar pertumbuhan dan perkembangannya berjalan baik dan sehat. Masa balita anak Anda sangat penting untuk pola hidup anak Anda ke depannya. Selamat mencoba.

Speak Your Mind

*