Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia

Sebenarnya, kehidupan kolektif atau berkelompok tidak hanya terjadi pada manusia. Kehidupan kolektif juga terjadi pada binatang. Perbedaannya, jika perilaku kolektif pada binatang terjadi secara alami, maka perilaku kolektif manusia terjadi karena proses belajar dalam masyarakat dan kebudayaan. Oleh sebab itu, polanya juga selalu mengalami perubahan, baik yang terjadi secara cepat maupun secara lambat.

Adapun pada binatang, karena terjadi secara alami, polanya cenderung tetap dan tidak berubah. Misalnya, bentuk dan pola membuat sarang pada lebah tidak pernah berubah dari beberapa generasi lebah. Akan tetapi, pada manusia dalam sebuah masyarakat dan kebudayaan, tentunya tidak demikian. Bentuk rumah manusia selalu mengalami perubahan dari generasi ke generasi, berdasarkan ketentuan yang berlaku dalam masyarakat dan kebudayaan.

Masyarakat dan Kebudayaan – Masyarakat

Wujud kehidupan kolektivitas manusia lebih sering atau lebih lazim disebut dengan istilah masyarakat. Istilah masyarakat berakar dari bahasa Arab, yaitu syaraka yang berarti “saling bergaul, ikut serta, atau partisipasi”. Istilah masyarakat dalam bahasa Inggris adalah society yang berasal dari bahasa Latin, yaitu socius yang artinya “kawan”.

Jika menilik dari pengertian tersebut, maka masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul. Atau, dalam istilah lain: saling berinteraksi.

Namun, tidak semua kumpulan manusia yang saling berinteraksi disebut masyarakat. Karena, suatu masyarakat harus mempunyai ikatan lain yang khusus. Misalnya, sekumpulan orang yang sedang antre membeli bakso tidak kita anggap sebagai masyarakat karena meskipun terkadang mereka saling berinteraksi, tetapi terbatas. Polanya juga tidak bersifat mantap dan kontinu.

Sekumpulan orang yang sedang mengantre membeli bakso, tiket, atau menonton bioskop lebih tepat disebut “kerumunan”  (crowd). Jadi, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.

Masyarakat dan Kebudayaan – Kebudayaan

Masyarakat dan kebudayaan dalam Antropologi sering diartikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia melalui proses belajar.

Dari pengertian ini, berarti hampir seluruh tindakan manusia adalah kebudayaan. Karena, hanya sedikit tindakan manusia yang berasal dari naluri tanpa melalui proses belajar. Misalnya, tindakan makan. Makan sebenarnya naluri manusia untuk bertahan hidup. Akan tetapi, setelah diselipi kebudayaan, muncul cara-cara makan yang berbudaya, sopan, pantas, atau sesuai dengan “estetika”.

Istilah kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta, buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Oleh karena itu, kebudayaan sering diartikan hal-hal yang berkaitan dengan akal.

Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture yang berakar dari bahasa Latin colere yang berarti mengolah atau mengerjakan. Kemudian, berkembang arti culture, yaitu segala daya upaya serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.

Kebudayaan juga sering diartikan sebagai semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Karya menghasilkan kebudayaan benda (material culture), termasuk teknologi. Rasa bersumber dari jiwa manusia menghasilkan norma dan nilai sosial untuk mengatur kehidupan bermasyarakat.

Adapun cipta merupakan kemampuan mental dan kemampuan berpikir manusia yang menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan. Rasa dan cipta disebut juga kebudayaan spiritual (spiritual culture).

Perbandingan Masyarakat dan Kebudayaan

Membicarakan masyarakat tidak akan terlepas dari kebudayaan. Konsep masyarakat dan kebudayaan batas-batasnya tidak begitu tegas.

Masyarakat merupakan organisasi manusia yang saling berhubungan satu sama lain. Sementara, kebudayaan bisa juga diartikan sebagai suatu sistem norma dan nilai yang terorganisasi yang menjadi pegangan bagi masyarakat tersebut.

Masyarakat sebagai sekumpulan manusia yang saling berinteraksi tentunya akan menghasilkan suatu ide, gagasan, atau karya yang selanjutnya disebut budaya atau kebudayaan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa masyarakat tanpa kebudayaan akan mati atau statis. Sedangkan, kebudayaan tidak akan muncul tanpa adanya masyarakat.

Masyarakat dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan, demikian juga tidak dapat dibedakan. Sebuah kebudayaan tidak akan terbentuk jika tidak ada masyarakat yang menjadi penciptanya. Bukankah kebudayaan itu merupakan hasil cipta dan karya manusia? Sedangkan manusia itu hidup berkelompok dan membentuk sebuah masyarakat, sehingga masyarakat dan kebudayaan sangat erat.

Sebuah kebudayaan tidak akan berjalan jika tidak ada masyarakat sebagai punggawanya. Dalam mengatur kehidupannya, masyarakat juga memerlukan seperangkat aturan dan norma yang ada berlaku dalam sebuah kebudayaan. Sehingga, masyarakat dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang utuh. Dengan kata lain, masyarakat adalah subjek yang menjalankan nilai dan norma yang berlaku dalam sebuah kebudayaan.

Pada dasarnya masyarakat dan kebudayaan tidak bisa kita perbandingkan, mengingat saling keterkaitan satu sama lainnya. Hal yang menjadi pembanding di antara masyarakat dan kebudayaan hanya terletak pada esensinya saja, atau dari definisinya saja. Pada pelaksanaannya masyarakat dan kebudayaan tidak bisa kita perbandingkan.

Masyarakat dan Kebudayaan di Indonesia

Indonesia terdiri dari berbagai budaya bangsa yang beragam. Di setiap wilayah di seluruh Indonesia memiliki seperangkat acuan hidup yang dianut dalam sebuah kebudayaan. Ragam kebudayaan Indonesia itu sendiri juga tidak lepas dari partisipasi masyarakatnya. Masyarakat di Indonesia bisa dibedakan dari kebudayaan yang mereka anut. Oleh karena itulah setiap masyarakat dan kebudayaan tertentu di Indonesia terdiri dari berbagai bahasa daerah, yang dipengaruhi oleh kebudayaan masing-masing.

Untuk memahami bagaimana masyarakat dan kebudayaan secara menyeluruh, bisa kita pelajari dari kebudayaan yang beragam di Indonesia. Kita patut bersyukur memiliki keanekaragaman budaya di setiap wilayah Indonesia. Keanekaragaman kebudayaan yang kita miliki menjadi media pembelajaran untuk mengenal budaya lain. Pengenalan kebudayaan yang dianut oleh sekelompok masyarakat di Indonesia sangat penting. Hal itu dilakukan terutama untuk meminimalisir sikap etnosentrisme.

Masyarakat dan kebudayaan di Indonesia yang beragam menjadi aset berharga bagi bangsa Indonesia yang patut kita jaga. Kita memiliki budaya yang berbeda-beda, berarti kita memiliki bentuk kebudayaan yang berbeda-beda pula. Kebudayaan yang ada di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Kita tentu masih ingat beranekaragam kebudayaan di Indonesia seperti adat-istiadat, upacara pernikahan, tarian adat, bahasa daerah, sistem kepercayaan yang ada di setiap daerah. Itu semua merupakan kekayaan yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan.

Setiap masyarakat dan kebudayaan di Indonesia memiliki ciri khas budayanya masing-masing. Seperti yang telah sedikit disinggung di atas, ada adat-istiadat, upacara pernikahan, bahasa daerah dan sebagainya. Berikut beberapa ciri khas dari setiap masyarakat dan kebudayaan yang ada di Indonesia, yang bisa kita lihat dari beberapa aspek budaya sebagai berikut:

  • Bahasa Daerah. Setiap kebudayaan tentu menggunakan seperangkat bahasa sebagai media komunikasinya. Demikian halnya dengan masyarakat dan kebudayaan di Indonesia. Perbedaan bahasa yang digunakan disebabkan oleh acuan dalam sistem komunikasi setiap kebudayaan itu yang digunakan.
  • Upacara Adat. Upacara adat merupakan salah satu sentral kebudayaan yang ada di Indonesia. Setiap kebudayaan yang di anut oleh masyarakat memiliki seperangkat adat-istiadatnya sendiri. Adat-istiadat ini terbentuk berdasarkan adat kebiasaan yang dilakukan secara turun-temurun oleh pelaku budaya setempat.
  • Upacara Pernikahan. Setiap budaya di Indonesia memiliki sistem upacara pernikahan yang berbeda-beda. Kita tentu saja bisa melihat dari pelaksanaan pernikahan di setiap daerah yang berbeda satu sama lain. Perbedaan sistem upacara pernikahan ini dipengaruhi oleh latar belakang sejarah, adat-istiadat, serta filosofi hidup.
  • Nilai dan Norma. Pada dasarnya setiap kebudayaan memiliki seperangkat nilai dan norma yang ditetapkan untuk mengatur kehidupan masyarakatnya. Nilai dan norma ini akan berlaku selamanya, sekalipun dunia terus mengalami perkembangan zaman. Nilai dan norma dalam masyarakat dan kebudayaan inilah yang menjadi semacam seperangkat hukum bagi masyarakat suatu kebudayaan.
  • Pakaian Adat. Kita tentu bertanya-tanya mengapa setiap daerah di Indonesia menggunakan pakaian adat yang berbeda-beda. Hal ini tentu saja tidak lepas dari kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat, termasuk dalam hal pemilihan busana. Salah satu faktor yang membuat setiap daerah menggunakan pakaian adat yang berbeda adalah faktor geografis dan kondisi alam.

Speak Your Mind

*