Memahami Pengertian Mewarnai dan Teknik-teknik Dasar Mewarnai

 Pengertian mewarnai secara harfiah adalah membubuhkan warna atau cat pada suatu gambar. Mewarnai dalam arti lain juga bisa berarti memengaruhi, contohnya seperti dalam konteks kalimat “kehadiranmu telah mewarnai hidupku”.

Mewarnai telah menjadi bagian dari keterampilan yang sebaiknya dikuasai anak-anak sejak usia dini karena memahami warna sama pentingnya dengan menguasai berhitung, membaca, dan menulis. Dengan mewarnai, anak tidak hanya belajar mengenali warna, namun juga memberi kesempatan untuk mengekspresikan diri.

Kegiatan mewarnai melatih keterampilan motorik sekaligus kemampuan kognitif sebab dalam mewarnai sang anak dilatih menggunakan alat mewarnai secara tepat dan otot-otot tangannya menjadi terlatih. Selain itu, otak turut menganalisa warna yang disukainya atau membubuhkan warna pada gambar sesuai pengamatan.

Pengertian Mewarnai – Pengertian dan Pembagian Warna

Warna dapat diartikan secara fisik dan psikologis. Secara fisik atau obyektif, warna didefinisikan sebagai sifat cahaya yang dipancarkan. Ditinjau secara psikologis atau subyektif, terbentuknya warna adalah karena adanya panjang gelombang. Cahaya yang tertangkap mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi sebagai bagian terkecil dari gelombang elektromagnetik.

Cahaya yang tertangkap indera manusia memiliki gelombang 380 hingga 780 nanometer. Cahaya yang berada di antara dua jarak nanometer tersebut dapat terurai melalui prisma kaca menjadi berkas cahaya warna pelangi, yaitu berkas cahaya merah, jingga, kuning, biru, nila, dan ungu.

Warna dapat terlihat karena adanya cahaya yang menimpa suatu benda, kemudian benda tersebut menyerap warna tertentu dan memantulkan warna yang bercahaya ke mata melalui retina. Contohnya suatu benda berwarna merah karena benda tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya. Warna hitam suatu benda tertangkap mata karena benda tersebut menyerap semua warna pelangi.

Untuk menghasilkan pewarnaan yang sempurna, kita harus menguasai teknik dasar mewarnai, yaitu dengan memahami teori warna Brewster yang pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 1831. Menurut teori Brewster, warna-warna yang terdapat di alam pada dasarnya dikelompokkan menjadi empat kelompok warna, yaitu warna primer, sekunder, warna tersier, dan warna netral yang dapat dijelaskan dalam sebuah lingkaran warna. Keunggulan lingkaran Brewster adalah mampu menjelaskan teori kontras warna komplementer, split komplementer, triad, serta tetra.

Warna primer merupakan warna dasar yang tidak tercampur dengan warna lainnya. Warna primer terdiri atas tiga warna dasar, yaitu merah, kuning, dan biru atau dalam dunia seni rupa disebut sebagai warna pigmen. Warna sekunder adalah warna yang terbentuk dari kombinasi dua warna primer. Contoh warna sekunder adalah warna biru dicampur merah menjadi ungu, warna biru dicampur kuning membentuk warna hijau, dan kuning dicampur merah menjadi oranye.

Warna tersier adalah warna yang terbentuk dari campuran warna primer dan warna sekunder. Contohnya warna cokelat adalah warna campuran merah, kuning, dan biru. Warna jingga kekuningan adalah hasil campuran dari warna merah dan kuning. Campuran antara kuning dan hijau menghasilkan warna lime green.

Warna kuning jika dicampur oranye menghasilkan golden yellow (kuning oranye), merah dan oranye menghasilkan warna burn oranye, biru jika dicampur hijau menghasilkan warna turquoise, dan warna ungu jika dicampur biru menghasilkan warna indigo.

Warna netral merupakan warna yang dihasilkan dari kombinasi atau pencampuran warna primer, warma sekunder, dan warna terseier. Warna netral tidak mengacu pada ketiga jenis warna tersebut karena pencampuran warnanya bisa dilakukan dalam komposisi yang berbeda-beda. Jadi, dapat dikatakan bahwa warna metral tidak memiliki kemurnian.

Pengelompokkan Warna

Dalam memahami lingkaran warna Webster, sebagian orang mengelompokkan warna menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut.

  1. Warna dingin, yaitu kelompok warna dalam area setengah lingkaran yang berupa warna mulai dari hijau hingga warna ungu. Warna ini merupakan simbol kelembutan, suasan sejuk, dan nyaman.
  2. Warna panas, merupakan warna yang terdapat dalam area setengah lingkaran mulai dari warna merah hingga kuning. Warna ini melambangkan suasana penuh semangat, riang gembira.
  3. Warna kontras, merupakan warna yang menimbulkan kesan berlawanan satu dengan lainnya dan dapat diperoleh dengan cara memotoong titik tengah segitiga yang terdiri atas warna primer dan warna sekunder. Selain itu, dapat dibentuk dari mengolah kembali kemurnian warna.
  4. Warna netral, bukan merupakan warna murni namun warna yang bukan warna primer maupun sekunder namun merupakan campuran ketiga warna dalam komposisi yang tidak tepat sama.

Mengenal Alat Mewarnai

Selain menguasai teknik pewarnaan dengan memahami warna primer, sekunder, tersier dan normal serta mendapat ide dari pencampuran warna, mengaplikasikan pengertian mewarnai sebaiknya juga mengenal dan memahami serta rajin berlatih menggunakan alat yang digunakan dalam aktivitas mewarnai sehingga dapat menghasilkan pewarnaan yang maksimal sesuai dengan harapan dan kemampuan.

Beberapa alat atau media yang digunakan dalam mewarnai adalah sebagai berikut.

1. Krayon

Krayon merupakan media pewarna yang terbuat dari lilin berwarna, air, serta kapur. Bentuknya yang unik, mudah dipegang, serta teknik menggunakannya yang familiar dengan tangan membuat anak-anak menyukai mewarnai menggunakan krayon. Krayon dapat mewarnai bidang gambar yang luas dan merata. Warna yang dihasilkannya pun sangat cerah.

Kekurangan mewarnai menggunakan krayon adalah karena ujungnya yang tumpul, sehingga sulit digunakan untuk membuat garis runcing atau mewarnai bidang gambar yang sempit dan kecil. Perlu juga memperhatikan bahan pembuat krayon dan hindari bahan karsinogenetik karena mewarnai menggunakan krayon menyebabkan tangan sangat mudah bersentuhan dengan krayon.

2. Pensil Warna

Seperti pensil pada umumnya, pensil warna terbuat dari campuran tanah grafit yang terbungkus kayu. Ada pula pensil warna yang terbungkus dalam bahan plastic. Grafit yang digunakan tidak hanya berwarna hitam, namun terdapat berbagai pigmen warna sebagai campurannya. Kekurangan pensil warna jika digunakan untuk mewarnai bidang gambar yang luas harus dilakukan dengan tekun dan ekstra hati-hati agar diperoleh hasil pewarnaan yang merata. Namun, kelebihannya dapat mewarnai bidang yang lebih detil.

3. Spidol

Hasil mewarnai dengan spidol lebih cerah dibandingkan krayon atau pensil warna namun jika pewarnaan terlalu tebal tintanya bisa tembus hingga bagian belakang kertas sehingga mengurangi kerapian. Jika tak hati-hati dalam menyimpan isi tintanya mudah menguap dan tidak bisa digunakan

4. Cat Air

Kelebihan menggunakan cat air sebagai pewarna adalah variasi warna yang dihasilkan cat air sangat beragam dan mudah dikombinasikan atau dicampur sehingga terbentuk warna-warna baru dan bisa digunakan untuk melukis pula. Cat air terbuat dari campuran gum arab, pigmen serbuk warna, dan gliserin serta madu sehingga jika akan digunakan harus dicampur air terlebih dahulu.

Menyimpannya juga harus hati-hati. Jika menggunakan cat air yang dikemas dalam tube, penutupnya harus tertutup rapat agar tidak mudah kering. Karena sifatnya yang mudah luntur ketika belum kering benar, menggunakan cat air sebagai media pewarna memerlukan keahlian khusus, terutama untuk mewarnai bidang sempit.

Memahami teknik dan pengertian mewarnai melatih otak untuk berpikir sistematis dan konstruktif serta mengasah imajinasi sehingga mewarnai bukan hanya merupakan kegiatan yang menyenangkan dan bersifat sekedar relaksasi. Hal ini juga sekaligus bermanfaat bagi kesehatan dan melatih otak peka terhadap rangsangan.

Speak Your Mind

*