Membelah Sirkuit Arena MotoGp

Ilustrasi motogp
Grand Prix (GP) motor sekarang ini terbagi dalam tiga kelas mesin yang berbeda: 125cc, 250cc, dan MotoGP (800cc-untuk musim 2007). Kompetisi di antara para pembalapny acukup menghibur. Berbagai teknik mengendara dengan berbagai kontroversi yang dihadirkan membuat keberadaan balapan motor bertenaga besar ini sangat menarik untuk disimak. Bagi kaum Hawa, tidak hanya kecepatan yang dilirik, namun juga ketampanan para pembalap yang diperhatikan. Salah satu pembalap cukup tampan adalah Casey Stoner.

Sejarah singkat Balapan Motor Besar

Motor-motor yang dipakai MotoGP adalah motor yang dibuat khusus untuk balapan, dan tidak dijual untuk umum. Pemegang merek yang membuat motor-motor berkecepatan tinggi itu. Kecelakaan memang cukup sering menghiasi pertandingan di beberapa tempat terutama di Sepang, Malaysia. Sirkuit yang digunakan memang sangat menantang. Tidak saja para pembalap harus berhadapan dengan pembalap lainnya, mereka juga harus memperhatikan bentuk dan tata letak sirkuit yang akan digunakan.

Sesi latihan menjadi salah satu sesi yang sangat menentukan. Tanda mengerti keadaan lintasan yang sebenarnya, kecelakaan maut seperti yang terjadi pada salah satu membalap asal Italia, akan terjadi lagi. Balapan satu ini bukan sembarang balapan. Nyawa mungkin saja akan menjadi taruhannya. Walaupun telah menggunakan berlengkapan pelindung tubuh jika terjadi kecelakaan, benturan yang sangat keras dan kemungkinan dilindas oleh pembalap lain terkadang tidak mampu ditahan oleh pakaian pelindung paling baik sekalipun.

Meskipun korban telah banyak yang jatuh, kejuaraan balapan motor ini telap saja banyak diminati. Bahkan kelahiran pembalap baru dari berbagai negara seolah tidak terbendung lagi. Pembalap dari daratan Eropa memang masih mendominasi. Namun, pembalap dari negara lain pun berusaha melakukan yang terbaik bagi dirinya dan bangsanya serta sponsornya. Mereka dengan tekun melakukan berbagai latihan agar menampilkan hiburan sekaligus permainan yang memang bagus.

Kejuaraan dunia balap motor pertama kali diselenggarakan Federasi Sepeda Motor Dunia (FIM) pada tahun 1949. Waktu itu, secara tradisional sudah diselenggarakan beberapa balapan di tiap even untuk berbagai kelas motor. Memasuki tahun 1990an. Balapan ini tinggal menyisakan kelas 125cc, 250cc, dan kelas 500cc.

GP-500, kelas yang menjadi puncak balap motor Grand Prix, berubah drastis pada tahun 2002. Pada tahun 2002 sampai 2006, untuk pertama kalinya, pabrikan dibolehkan memperbesar kapasitas total mesin khusus untuk mesin 4 tak, menjadi maksimum 800cc di musim 2007. Kecepatan yang semakin mencengangkan ini menjadi salah satu tantangan yang harus ditakhlukan oleh berbagai pihak dan bukan saja oleh sang pembalap.

Dengan dibolehkannya motor 4 tak ber-cc besar itu, kelas GP 500 diubah namanya menjadi MotoGP. Setelah tahun 2003 tidak ada lagi mesin 2 tak yang turun di kelas kejuaraan ini.

Aturan main dalam Balapan

Balap untuk kelas Kompetisi motor Grand Prix sekarang diselenggarakan sebanyak 17 seri di 15 negara yang berbeda (Spanyol menggelar 3 seri balapan). Balapan biasanya digelar setiap akhir pekan dengan beberapa tahap.  Hari Jum’at digelar latihan bebas dan latihan resmi pertama, lalu hari Sabtu dilaksanakan latihan resmi kedua, di mana para pembalap berusaha membuat catatan waktu terbaik untuk menentukan posisi start mereka. Balapan sendiri digelar hari Minggu. Kecuali GP Belanda dan Qatar, yang balapannya digelar hari Sabtu.

Grid (baris posisi start) terdiri dari 3 pembalap perbaris dan biasanya diikuti sekitar 20 pembalap. Balapan dilaksanakan sekitar 45 menit dan pembalap berlomba sepanjang jumlah putaran yang ditentukan, tanpa harus mengganti ban atau mengisi bahan bakar.  Balapan akan diulang kalau terjadi kecelakaan fatal di awal balapan. Susunan grid tidak berubah sesuai hasil kualifikasi. Pembalap boleh masuk pit kalau hanya untuk mengganti motor karena hujan.

Kesuksesan Balap Motor GP tidak terlepas dari organisasi-organisasi yang terlibat di dalamnya. Beberapa organisasi yang tergabung dalam komisi Grand Prix antara lain FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) yang menjadi badan tertinggi di dunia yang mengurusi hal-hal seputar sepeda motor. Dorna, sebagai promotor atau organisasi penyelenggara balapan Motor Grand Prix, IRTA (International Road racing Team Association), terdiri dari tim-tim yang mengikuti balapan Motor GP.

MSMA (Motor Sport Manufacturer Association) yang terdiri dari pabrikan-pabrikan motor dalam MotoGP seperti Honda, Ducati, Yamaha, Kawasaki dan pabrikan lainnya. Mereka berusaha membuat pertandingan menarik.

Pembalap Motor Grand Prix

Para pembalap Motor GP yang turun di balap motor dunia juga mempunyai jenjang karir. Kalau seorang pembalap berprestasi, dia akan direkrut tim yang ada dikelas berikutnya (misalnya dari kelas 125cc, kelas 250cc, kemudian kelas puncak MotoGP) Pembalap yang turun di kelas 125cc sendiri berasal dari pembalap yang berprestasi di kejuaraan regional atau nasional di negaranya masing-masing, seperti All Japan road racing di Jepang, ataupun kejuaraan Eropa.

Para pembalap yang turun di kelas puncak Motor Grand Prix  berasal dari beberapa kejuaraan. Selain berasal dari kelas 250cc seperti Valentino Rossi dan Dani Pedrosa. Ada juga pembalap yang berasal dari AMA Superbike seperti Nicky Haiden, juga dari World Superbike seperti Noriyuki Haga dan Colin Edwards.

Rekor kecepatan Motor Grand Prix  sekarang adalah 347,4 km/jam, yang dipegang Loris Capirosi dengan motor Ducati di sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol pada tahun 2004. Asal tahu saja, kecepatan motor Capirosi saat itu hampir sama dengan rata-rata kecepatan balap mobil F1!

Pada tahun 2006 mesin-mesin yang dipakai di Motor Grand Prix  adalah mesin empat dan lima silinder. Honda memakai lima silinder, sementara Yamaha, Ducati, Kawasaki, dan Suzuki memakai empat silinder. Hasilnya, semua mesin-mesin Motor GP dibuat dengan bahan yang sangat mahal dan ringan seperti titanium, dan carbon-fiber-reinforced plastic.

Motor-motor itu juga memakai teknologi yang tidak tersedia untuk umum, misalnya perangkat elektronik canggih, engine management systems, kontrol traksi, rem cakram karbon, dan teknologi mesin modern yang diadopsi dari teknologi mesin mobil F1.

Pembalap Legendaris Motor GP

Motor GP adalah salah satu ajang olahraga otomotif yang menampilkan adu kecepatan motor di sirkuit balap motor. Arena ini merupakan ajang gengsi yang menampilkan para pembalap kelas dunia dengan menggunakan motor dari produsen motor dunia, seperti Honda, Suzuki, Yamaha, Ducatti, Kawasaki, Apprilia dan lain-lain.

Motor Grand Prix digelar selama satu tahun di tempat yang berbeda-beda. Asia merupakan salah satu kawasan yang mendapat kehormatan penyelenggaraan arena balap motor paling bergengsi di dunia tersebut. Jepang yang memiliki wakil produsen motor terbanyak dalam ajang tersebut, merupakan negara yang hampir selalu mendapatkan kehormatan menyelenggarakan arena motor GP.

Suzuka adalah nama sirkuit balap di Jepang. Sementara negara Asia lain yang juga pernah mendapat kehormatan menjadi penyelenggaraan arena balap motogp adalah Malaysia. Negara jiran tersebut bahkan sudah menyiapkan arena balap khusus di kawasan Sepang untuk menjadi tuan rumah adu balap tersebut.

Ajang motor GP pada dasarnya bukan sekedar sebagai ajang adu kecepatan saja. Pada ajang tersebut, setiap pembalap mempertaruhkan nama besar mereka untuk menjadi yang paling terampil mengendalikan kuda besi. Sementara bagi para produsen motor, ajang motogp menjadi sebuah promosi agar produk mereka dikenal sebagai yang paling baik daripada produk pesaing. Hal ini tentu untuk mendongkrak penjualan motor mereka di pasaran umum.

Pembalap Legendaris Motor GP

Dalam perjalanannya, ada beberapa nama pembalap besar yang dilahirkan dari ajang sirkuit motogp ini. Mereka adalah pembalap-pembalap yang mampu menorehkan prestasi dan menciptakan beberapa rekor di arena balap.

Salah satu pembalap besar tersebut adalah Kevin Schwantz. Pembalap bergaya koboi ini selalu setia menunggangi motor RGV Gamma 500. Saat berlaga, Schwantz dikenal sebagai raja tikungan. Sebab, dengan dukungan motor berjarak sumbu pendek tersebut, menjadikannya sangat lihai untuk menyalip lawan di tikungan. Itulah salah satu cara yang dilakukannya sehingga mampu meraih predikat sebagai juara motogp pada tahun 1993.

Selain Schwantz, nama besar lain adalah Mike Doohan. Berbeda dengan Schwantz, Doohan merupakan raja yang menggunakan Honda sebagai pilihannya. Disponsori oleh salah satu merk pelumas Repsol, Doohan beberapa kali menjadi juara motogp. Hingga pensiun, nomor start 1 masih dipakainya pada musim terakhirnya di arena balap motor.

Nama terakhir yang layak disebut adalah Wayne Rainey. Pembesut motor Yamaha ini mengakhiri karir balapnya di atas kursi roda atas cedera yang dideritanya. Dan atas loyalitasnya, maka Yamaha pun memberikan sebuah tim tersendiri untuknya, yaitu Yamaha Rainey.

Speak Your Mind

*