Membincang Aurat dalam Shalat

Ilustrasi auratAurat di dalam shalat merupakan bagian hal yang terpenting. Penting untuk dijaga jangan sampai tersingkap atau terbuka. Pasalnya, terbukanya aurat bisa membatalkan shalat.

Apa itu Aurat?

Aurat berasal dari kata aar yang secara bahasa dimaknai dengan kekurangan, celah, sesuatu yang memalukan. Sedangkan dalam istilah fikih dimaknai dengan sesuatu yang dipandang buruk dari anggota tubuh manusia dan yang membuatnya malu  bila dipandang orang lain.

Pemaknaan istilah aurat di atas beracuan pada  dua sumber:

    1. Firman Allah Swt., “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
  1. Sabda Rasulullah Saw. yang diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa Asma binti Abu Bakar masuk ke rumah Rasulullah Saw., dia memakai pakaian yang tipis, maka Rasululllah Saw. pun berpaling  darinya seraya berkata:“Wahai Asma,  sesungguhnya  perempuan itu kalau sudah sampai  (umur) haidh tidak pantas  untuk dilihat dari tubuhnya, kecuali ini dan ini. Rasulullah Saw. menunjuk ke arah muka dan [kedua] telapak tangan baginda Saw.”

Berdasarkan kedua sumber tersebut, para ulama fikih sepakat menyatakan bahwa aurat harus ditutup dari pandangan orang lain dengan pakaian yang tidak tembus pandang dan tidak membentuk lekuk tubuh.

Semua ulama fikih sepakat menyatakan bahwa menutup aurat adalah hal yang penting di dalam shalat. Imam Abu Hanifah dan Asy-Syafi’I mengatakan bahwa  menutup aurat termasuk kewajiban-kewajiban shalat. Lain halnya dengan imam Malik, ia berpendapat bahwa menutup aurat adalah sunnah (sunnah ash-shalah).

Perbedaan Aurat Laki-laki dan Perempuan

Lalu, apakah ada perbedaan aurat laki-laki dengan wanita? Ada. Untuk laki-laki aurat yang harus ditutup antara pusar dan kedua lulut kaki. Untuk perempuan, seluruh tubuh kecuali muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangan.

Lalu bagaimana jika telapak kaki wanita terbuka? Apakah membatalkan shalatnya? Menurut al-Muzanni, ulama dari mazhab syaf’I, bahwa kedua telapak kaki juga tidak termasuk aurat yang wajib ditutup. Berbeda dengan Abu Yusuf dari kalangan hanafiyyah, ia lebih mentolelir hingga hampir separuh dari betis kaki tidak termasuk aurat yang mesti ditutup. Sedangkan mazhab maliki mengharuskan kedua telapak kaki wajib ditutup.

Intinya, menutup aurat di dalam shalat adalah hal yang harus dilakukan. Tak akan sempurna atau sah shalat yang dikerjakan jika tidak menutup bagian yang dianjurkan oleh baginda Rasulullah SAW.

Speak Your Mind

*