Mengarang Cerita untuk Anak

Ilustrasi cerita untuk anakMendongeng mendatangkan banyak manfaat untuk orang tua dan anak-anak. Mendongeng akan mempererat hubungan orang tua dengan anak. Banyak sekali buku cerita untuk anak yang dapat dibeli di toko buku. Namun demikian, kadang orang tua merasa kesulitan untuk mendapatkan cerita yang pas dengan kondisi dan situasi yang dihadapi oleh anaknya. Sering orang tua ingin menyampaikan sebuah pesan moral khusus untuk anaknya. Untuk kondisi seperti ini, sebenarnya kreativitas orang tua sangat diperlukan karena orang tua dapat membuat sendiri cerita untuk anaknya.

Berikut ini adalah tips untuk membuat cerita untuk anak:

  1. Buat cerita dalam bahasa yang baik benar. Hal ini berguna untuk mengasah keterampilan berbahasa.
  2. Buatlah cerita yang tidak terlalu panjang, antara 100 – 200 kata. Ini berguna agar anak mudah membaca pesan moral dalam cerita.
  3. Beri nama tokoh utama cerita yang mudah diingat anak. Nama anak dapat dijadikan tokoh utama agar lebih menarik.
  4. Sisipkan humor dalam cerita agar lebih menarik
  5. Mengaranglah dengan penuh cinta, maka cerita Anda akan dapat dinikmati oleh anak.

Berikut ini adalah contoh sederhana cerita untuk anak sepanjang 100 kata:

Habiskan Makananmu

Rozak sering kali tidak menghabiskan makanannya. Ibunya sering menasihatinya. Tetapi Rozak tidak mau mendengarkan nasihat ibunya. Ibunya mencari cara supaya Rozak mau menghabiskan makanannya. Suatu hari Ibunya menunjukkan foto anak yang kelaparan di Afrika.

“Masya Allah, Kok badannya kurus sekali, Bu?”

“Iya, karena di sana tanahnya gersang sehingga tidak ada tanaman yang tumbuh untuk dimakan. Sementara disini, tanah kita subur dan tidak kekurangan makanan. Allah masih mau memberi rezeki pada kita. Makanya kita harus bersyukur, Zak. Jangan membuang-buang makanan sementara orang lain masih banyak yang kelaparan.”

Rozak merasa menyesal sekali dan berjanji akan selalu menghabiskan makanannya.

Jatuh dari Sepeda

Yanto baru saja bisa naik sepeda roda dua. Yanto senang sekali, apalagi ayahnya membelikan sepeda baru untuknya. Yanto bercita-cita menjadi pembalap sepeda. Yanto suka sekali ngebut ketika naik sepeda. Ibunya berkali-kali menasihatinya untuk berhati-hati, tetapi Yanto tetap saja ngebut. Pada suatu sore, Yanto main kebut-kebutan dengan Akbar temannya. Karena kurang berhati-hati, Yanto menyenggol roda belakang sepeda Akbar. Yanto kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh terguling-guling bersama sepedanya. Bibir Yanto berdarah, keningnya luka dan kakinya memar. Yanto menangis kesakitan.

“Huuuuhuuu… sakit sekali Bu…”

“Masya Allah Nak, tadi Yanto main kebut-kebutan lagi, ya?”

“Huuuuhuuu… Maafkan Yanto Buuuuuu…. Lain kali Yanto nggak akan ngebut lagi…”

***

Demikian, selamat mengarang cerita untuk anak Anda tercinta.

Speak Your Mind

*