Mengenal Lagu Nasional Berbagai Negara

Mengenal Lagu Nasional Berbagai Negara – Lagu Nasional yang sejatinya merupakan lagu kebangsaan, memang setiap negara itu memiliki. Jenis lagu ini melambangkan bagaimana kehidupan atau rasa cinta kita terhadap negara yang kita tinggali selama hidup kita. Sama halnya dengan lagu Indonesia Raya yang menggambarkan kecintaan kita terhadap tanah air kita tercinta. Selain lagu milik negara kita sendiri tidak ada salahnya jika kita mau mengenal lagu kebangsaan milik negara lain.

lagu nasional berbagai negara

Lagu kebangsaan bisa juga disebut dengan lagu nasionalis, karena temanya yang sama yaitu tentang kecintaan kita terhadap negara yang kita tinggali dari lahir sampai dengan meninggal. Biasanya lagu nasional dinyanyikan pada saat upacara penyerahan medali kepada atlet yang telah bertanding. Lagu ini dikumandangkan juga ketika akan memulai sebuah pertandingan, misalnya pertandingan sepakbola antara Inggris vs Belanda maka yang akan dinyanyikan adalah lagu nasionalis miliki kedua negara tersebut.

Namun lirik lagu dari lagu kebangsaan yang akan dibagikan di sini bukan dari semua negara tapi beberapa negara saja. Baiklah tanpa berbasa-basi lebih panjang lagi, mari kita mulai mengenal lagu-lagu nasionalis berbagai negara.

Lagu Nasional Berbagai Negara dari Lagu Kebangsaan Belanda

Lagu nasional milik Negara Belanda ini berjudul Wilhelmus. Lagu ini bisa dibilang lagu yang panjang karena terdiri atas 15 bait yang huruf awal dari setiap bait akan membentuk nama Willem van Nassov. Pada zaman dulu ketika Indonesia masih bernama Hindia-Belanda, lagu ini juga pernah diterjemahkan ke bahasa Melayu.

Wilhelmus

Wilhelmus van Nassouwe
ben ik, van Duitsen bloed,
den vaderland getrouwe
blijf ik tot in den doet (=dood).
Een Prinse van Oranje
ben ik, vrij onverveerd,
den Koning van Hispanje
heb ik altijd geëerd.

In Godes vrees te leven
heb ik altijd betracht,
daarom ben ik verdreven,
om land, om luid gebracht.
Maar God zal mij regeren
als een goed instrument,
dat ik zal wederkeren
in mijnen regiment.

Lijdt u, mijn onderzaten
die oprecht zijt van aard,
God zal u niet verlaten,
al zijt gij nu bezwaard.
Die vroom begeert te leven,
bidt God nacht ende dag,
dat Hij mij kracht zal geven,
dat ik u helpen mag.

Lijf en goed al te samen
heb ik u niet verschoond,
mijn broeders hoog van namen
hebben ‘t u ook vertoond:
Graaf Adolf is gebleven
in Friesland in den slag,
zijn ziel in ‘t eeuwig leven
verwacht den jongsten dag.

Edel en hooggeboren,
van keizerlijken stam,
een vorst des rijks verkoren,
als een vroom christenman,
voor Godes woord geprezen,
heb ik, vrij onversaagd,
als een held zonder vreden
mijn edel bloed gewaagd.

Mijn schild ende betrouwen
zijt Gij, o God mijn Heer,
op U zo wil ik bouwen,
Verlaat mij nimmermeer.
Dat ik doch vroom mag blijven,
uw dienaar t’aller stond,
de tirannie verdrijven
die mij mijn hart doorwondt.

Van al die mij bezwaren
en mijn vervolgers zijn,
mijn God, wil doch bewaren
den trouwen dienaar dijn,
dat zij mij niet verrassen
in hunnen bozen moed,
hun handen niet en wassen
in mijn onschuldig bloed.

Als David moeste vluchten
voor Sauel den tiran,
zo heb ik moeten zuchten
als menig edelman.
Maar God heeft hem verheven,
verlost uit alder nood,
een koninkrijk gegeven
in Israël zeer groot.

Na ‘t zuur zal ik ontvangen
van God mijn Heer dat zoet,
daarna zo doet verlangen
mijn vorstelijk gemoed:
dat is, dat ik mag sterven
met eren in dat veld,
een eeuwig rijk verwerven
als een getrouwen held.

Niet doet mij meer erbarmen
in mijnen wederspoed
dan dat men ziet verarmen
des Konings landen goed.
Dat u de Spanjaards krenken,
o edel Neerland zoet,
als ik daaraan gedenke,
mijn edel hart dat bloedt.

Als een prins opgezeten
met mijner heires-kracht,
van den tiran vermeten
heb ik den slag verwacht,
die, bij Maastricht begraven,
bevreesde mijn geweld;
mijn ruiters zag men draven
zeer moedig door dat veld.

Zo het den wil des Heren
op dien tijd had geweest,
had ik geern willen keren
van u dit zwaar tempeest.
Maar de Heer van hierboven,
die alle ding regeert,
die men altijd moet loven,
en heeft het niet begeerd.

Zeer christlijk was gedreven
mijn prinselijk gemoed,
standvastig is gebleven
mijn hart in tegenspoed.
Den Heer heb ik gebeden
uit mijnes harten grond,
dat Hij mijn zaak wil redden,
mijn onschuld maken kond.

Oorlof, mijn arme schapen
die zijt in groten nood,
uw herder zal niet slapen,
al zijt gij nu verstrooid.
Tot God wilt u begeven,
zijn heilzaam woord neemt aan,
als vrome christen leven,-
‘t zal hier haast zijn gedaan.

Voor God wil ik belijden
en zijner groten macht,
dat ik tot genen tijden
den Koning heb veracht,
dan dat ik God den Heere,
der hoogsten Majesteit,
heb moeten obediëren
in der gerechtigheid.

Wah, panjang sekali ya lirik lagunya. Susunan lagu yang unik, bukan?

Lagu Nasional atau Kebangsaan Jepang

Setelah tadi ada lagu nasional milik Belanda, sekarang kita beralih ke Jepang. Dari lagu dengan teks terpanjang dan bait terbanyak ke teks tersingkat dan baik paling sedikit. Iya, lagu milik Jepang yang berjudul Kimi Gayo ini adalah salah satu dari National Anthem terpendek di dunia. Hanya terdiri dari satu bait saja.

Kimigayo

Kimigayo wa
Chiyo ni yachiyo ni
Sazare-ishi no
Iwao to narite
Koke no musu made

Jika diartikan menjadi bahasa Indonesia, maka:

Semoga kekuasaan Yang Mulia,
Berlanjut selama seribu, delapan ribu generasi,
Sampai kerikil,
Berubah menjadi batu karang,
Hingga diselimuti lumut.

Lagu Nasional atau Kebangsaan Malaysia

Walau satu rumpun dengan Indonesia, namun akhir-akhir ini banyak konflik yang terjadi dalam tubuh Indonesia dan Malaysia. Apalagi kalau bukan diakuinya berbagai warisan budaya Indonesia yang telah turun temurun oleh Malaysia. Namun tak ada salahnya juga jika kita tahu dengan lirik lagu national anthem Malaysia ini.

Negaraku

Negaraku
Tanah tumpahnya darahku,
Rakyat hidup
bersatu dan maju

Rahmat bahagia
Tuhan kurniakan,
Raja kita
selamat bertahta,

Rahmat bahagia
Tuhan kurniakan.
Raja kita
selamat bertahta

Lagu kebangsaan Malaysia pun termasuk ke dalam salah satu lirik lagu nasional yang terpendek di dunia.

Lagu Nasional atau Kebangsaan Korea Selatan dan Korea Utara

Lirik lagu terakhir yang akan dibagikan di sini adalah lagu kebangsaan dari Negara Korea Utara dan Korea Selatan yang telah lama berseteru walau dengan “saudaranya” sendiri. Namun ternyata lagu ini bukanlah lagu kebangsaan yang resmi karena belum diakui oleh Negara.

Aegukga

Donghae mulgwa Baekdusani mareugo daltorok
haneunimi bouhasa urinara manse.
Namsan wie jeo sonamu cheolgabeul dureundeut
baram seori bulbyeonhameun uri gisangilse.
gaeul haneul gonghwalhande nopgo gureum eopsi
balgeun dareun uri gaseum ilpyeondansimilse.
i gisanggwa i mameuro chungseongeul dahayeo
goerouna jeulgeouna nara saranghase.

Reffrain

mugunghwa samcheolli hwaryeogangsan
Daehan saram Daehaneuro giri bojeonhase

Jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, kira-kira liriknya seperti ini.

Hingga hari di mana Gunung Baekdu layu dan air Laut Timur mengering datang,
Tuhan akan selalu menjaga kita, Hiduplah negaraku!
Bagai cemara di puncak Gunung Namsan yang tegak berdiri, tak tergoyahkan melalui angin dan badai
Layaknya berlapiskan baju zirah, akan selalu menjadi semangat kita dalam berpegangan
Langit musim gugur cerah dan cemerlang, sangat tinggi dan tak berawan
Bulan yang terang bersinar ibarat jiwa kita, utuh dan nyata adanya
Dengan semangat dan tekad ini, mari berikan seluruh kesetiaan kita,
Dalam suka maupun duka, cintaku ini hanya untuk negeriku

Refrain:

Oh, Mawar Sharon dan tiga ribu li tanah yang indah ini, Rakyat Korea Raya, Jagalah selalu demi Korea Raya.

Nah, demikianlah sedikit ulasan mengenai beberapa lagu nasional yang berasal dari beberapa negara di dunia. Semoga bermanfaat.

Speak Your Mind

*