Mengenal Penyakit Batuk Kering

Penyakit batuk kering merupakan salah satu dari jenis penyakit batuk yang banyak menyerang manusia. Selain batuk kering, ada juga jenis batuk yang disebut dengan batuk berdahak. Perbedaan dari batuk kering dan batuk berdahak adalah, pada batuk kering manusia yang menderita batuk tidak mengeluarkan dahak sebagaimana yang terjadi pada batuk berdahak. Apapun jenis batuk yang menyerang tubuh, semuanya pasti tidak menyenangkan. Orang yang mendengarnya juga merasa kasihan bahkan mungkin merasa terganggu.

Penyakit Musiman

Penyakit batuk kering ini biasanya menyerang manusia, terutama pada saat pergantian musim. Pada masa itu, cuaca menjadi tidak menentu dan juga lingkungan menjadi lebih kotor karena angin yang disebabkan adanya perbedaan suhu secara ekstrem. Debu-debu inilah yang membawa partikel-partikel negatif yang bila masuk ke dalam tubuh manusia, melalui makanan atau saluran pernafasan bisa berdampak buruk. Ketika tubuh tidak kuat menerima serangan kuman itu, maka batuk merupakan salah satu cara tubuh bertahan agar tidak terkena penyakit yang lebih parah.

Sayangnya, malah penyakit satu ini bisa bertahan hingga berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Pasti akan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketika batuk menyerang, tenggorokan terasa sangat gatal dan rasanya ingin menggaruknya. Tidak ada satu orang pun yang bisa menggaruk tenggorokan dari dalam. Yang bisa dilakukan adanya berdehem atau batuk berkali-kali agar bisa mengurangi rasa gatal yang begitu menyiksa. Minum air hangat dicampur dengan garam sedikit, terkadang bisa menjadi penawar rasa gatal.

Tetapi kalau garam yang digunakan malah terlalu banyak, hal ini akan berdampak pada kenaikan tensi darah. Bagi yang terkena hipertensi, teknik satu ini jangan terlalu sering digunakan. Bisa juga dengan meminum ramuan kecap asin dan jeruk nipis. Namun, bagi yang mempunyai penyakit maag, teknik ini pun harus diwaspadai. Jangan sampai niat hati mau mengobati sakit batuk, tetapi malah sakit lambung yang kambuh. Mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tubuh itu sangat penting agar langkah yang diambil tidak salah.

Kesalahan yang dilakukan bisa fatal. Misalnya, apa yang terjadi kepada salah satu jamaah haji Indonesia yang baru pulang dari tanah suci. Ia berkisah bahwa ketika mengalami batuk di Mekkah, ia mengobatinya dengan ramuan kecap dan jeruk nipis. Yang terjadi adalah maagnya kumat. Batuknya tidak sembuh, ditambah dengan maag yang kumat, membuatnya harus membayar dam karena ia tidak melakukan salah satu tawaf wajib.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang ketika pada masa yang begitu genting, keputusan diambil dengan tergesa-gesa. Selain mungkin telah takdir, hal ini bisa menjadi satu pelajaran yang sangat berharga. Mengetahui kondisi tubuh dan ingat apa yang dibutuhkan oleh tubuh masing-masing itu sangat penting. Ada juga yang mengkonsumsi obat dari dokter. Karena tidak memberitahu dokter kalau ia elergi terhadap obat tertentu, akhirnya ia makan obat itu lagi dan ia mengalami efek elergi lagi.

Untungnya, efek elergi itu hanya gatal-gatal dan bukannya hingga menggangu kerja jantungnya. Tetapi efek ini tetap saja menyakitkan dan tidak menyenangkan. Kalau masih bisa menggunakan ramuan herbal yang tidak mendatangkan efek samping apa-apa, hal itu malah lebih baik. Misalnya, mengobati batuk ini dengan makan buah tiin. Buah tiin yang biasanya telah dibuat manisan itu ternyata cukup mujarab sebagai obat batuk. Tentu saja cukup susah mendapatkan buah tiin di Indonesia.

Biasanya buah khas tanah Arab ini bisa dijumpai di tempat penjualan oleh-oleh haji. Rasanya yang manis membuat obat batuk satu ini sangat menyenangkan. Buah tiin ini mujarab karena mengandung banyak sekali vitamin dan mineral. Bukannya apa-apa, buah satu ini patut diyakini sebagai obat karena menjadi salah satu pembahasan di al-Quran. Allah Swt sendiri malah bersumpah dengan buah ini. Kurma juga menjadi obat batuk. Tetapi orang lebih yakin, buah tiinlah yang merupakan obat batuk yang mujarab.

Penyebab Batuk

Batuk sebenarnya merupakan cara tubuh melindungi dirinya dari kehadiran benda asing. Benda asing itu bisa berupa debu atau kuman. Rasa gatal biasanya akan mengikuti ketika benda itu masuk ke dalam tubuh. Pada bagian tenggorokan tersebut, terdapat bagian yang dinamakan bulu getar yang sangat sensitif. Akibatnya, terjadilah alergi pada tenggorokan karena masuknya partikel asing yang mengenai bulu getar di tenggorokan manusia  itu. Buluh getar yang sangat sensitif itu harusnya dijaga dengan tidak sembarangan makan makanan yang bisa menyebabkan buluh getar bereaksi.

Hal ini ditambah pula jika manusia banyak mengkonsumsi makanan yang memiliki suhu ekstrem seperti es atau makanan yang sangat pedas. Akibatnya, bulu getar tersebut menjadi lebih sensitif dan memunculkan batuk kering tersebut. Sebaiknya ketika suhu sangat panas, yang diminum itu bukan air es melainkan air hangat. Air dengan suhu hangat ini ternyata akan terasa dingin di dalam tubuh. Efeknya adalah rasa haus cepat tertangani. Hal ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

Pada saat suhu sangat panas, yang mereka cari adalah air es. Bisa dimengerti mengapa hal ini terjadi. Selain telah menjadi satu kebiasaan yang ada di mana-mana, logika umum mengatakan kalau air es itu akan memulihkan rasa haus dengan cepat. Kalau hal ini dilakukan oleh ibu hamil, bisa berakibat fatal apabila es itu ditambah dengan sirup dan berbagai jenis makanan lain seperti santan. Kalau hanya air es, tidak menjadi masalah. Tetapi berbagai tambahan itu membuat kalori yang disantap sang ibu menjadi sangat besar.

Kalori yang sangat besar inilah yang bisa menaikan tekanan darah dan gula darah dalam tubuh ibu hamil. Kalau batuk malah menyerang ibu yang sedang hamil, masalahnya menjadi semakin rumit. Ibu hamil tidak boleh meminum obat sembarangan. Ia harus berusaha tidak mengkonsumsi obat kimia sama sekali. Obat kimia aakn membuat sang ibu menyakiti janinnya. Janin yang terpapar oabt-obatan dalam jumlah yang besar bisa mengakibatkan penyakit yang gawat seperti autisme.

Batuk memang bukan satu penyakit yang bisa dianggap enteng. Obat-obatan yang dijual bebas di pasaran belum tentu manjur. Oleh karena itulah dibutuhkan pengetahuan yang lebih agar tahu obat-obatan dengan kandungan herbal. Jahe bisa menjadi salah satu tumbuhan yang akan menyembuhkan batuk kering. Sebaiknya memang tetap bertahan pada obat herbal sebelum terlanjur mengkonsumsi obat kimia.

Selain itu, adanya polusi yang ditimbulkan dari asap rokok, juga menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit batuk kering tersebut. Pada perokok, asap yang dihisap masuk melalui kerongkongan, menjadikan bulu getar yang berfungsi untuk menyaring benda asing menjadi kurang berfungsi sebagaimana mestinya. Inilah yang kemudian memudahkan benda asing masuk ke tenggorokan dan memicu terjadinya batuk.

Pengobatan Batuk

Untuk menentukan jenis obat batuk,  tentunya harus bisa mengetahui jenis batuk yang akan diobati. Apakah tergolong sebagai batuk kering atau juga batuk berdahak. Sebab, kedua batuk tersebut memiliki perbedaan dalam memilih obatnya. Untuk penyakit batuk berdahak, obat yang dipilih lebih cenderung untuk memunculkan relaksasi pada penderitanya. Jenis obat batuk yang dipilih adalah obat batuk antitusif yang berfungsi untuk menekan batuk.

Jangan sampai memilih obat batuk berjenis ekspektoran yang berfungsi mengeluarkan dahak untuk penyakit batuk kering. Karena hal ini akan menyebabkan munculnya batuk berdarah pada penderitanya. Selain itu, yang harus diperhatikan adalah masalah dosis minum. Jangan sampai penderita mengkonsumsi obat di luar dosis yang dianjurkan. Karena hal itu tidak akan membawa dampak poositif bagi kesembuhan penderita.

Dan yang perlu diingat adalah, apabila batuk tidak kunjung sembuh, segera kunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan detail, agar diketahui dengan pasti jenis penyakit dan obat yang harus dikonsumsi. Batuk yang telah berlangsung cukup lama harus dicurigai. Tidak boleh hanya bertahan pada pendapat bahwa batuk itu bukan satu penyakit berbahaya. Batuk yang terlalu lama bisa jadi menjadi bronchitis atau TBC. Kalau memang TBC, maka pengobatan yang minimal 6 bulan harus dijalani.

Jangan sampai TBC ini malah menular kepada banyak orang termasuk anak-anak. Cukup kasihan kalau anak-anak harus terkena TBC dan harus menjalani pengobatan yang begitu intensif selama berbulan-bulan setiap hari. Bila sehari tidak makan obat, maka pengobatan harus diulangi lagi.

Speak Your Mind

*