Mengenal Permainan Tradisional Anak

Ilustrasi Permainan TradisionalKetika melihat permainan anak yang biasanya di mainkan saat kecil merupakan sebuah kenangan yang sangat indah dan lucu. Beberapa permainan yang biasanya dimainkan diantaranya yaitu bola bekel, congklak, gangsing, gobak sodor, petak benteng, petak jongkok, petak umpet, dan masih ada beberapa permainan menarik lainnya.

Permainan Tradisional Anak

Di sini kita akan lihat satu per satu permainan tradisional anak yang biasanya dimainkan saat kanak-kanak.

Bola Bekel

Permainan bola bekel merupakan permainan yang menggunakan bola berwarna-warni yang terbuat dari bahan karet serta biji yang berbentuk khusus yang terbuat dari bahan kuningan.

Cara permainan:

Di dalam permainan ini setelah menentukan orang yang mulai terlebih dahulu, permainan dimulai dengan melemparkan bola ke atas serta menghamparkan biji ke lantai. Setelah bola memantul, bola tersebut harus segera diambil kembali.

Selanjutnya, para pemain harus mengambil satu per satu biji yang terhampar secara langsung. Setelah terambil biji-biji tersebut semuanya, biji dihamparkan kembali serta diambil sekaligus dua buah biji. Begitu selanjutnya sampai sejumlah biji yang dimainkan.

Setelah mengambil biji secara langsung selesai, maka kini pemain harus mengubah biji menjadi bentuk tertentu sebelum diambil. Urutan posisinya yaitu pit (bentuk seperti kursi), ro (kebalikan dari posisi pit), cin (singkatan dari licin yakni posisi miring tanpa ada bintik di permukaan biji), dan peng (singkatan dari kata bopeng yaitu posisi miring dengan tanda ada bintik di permukaan biji). Dalam permainan ini biasanya biji yang digunakan  berjumlah 6 hingga 10 biji.

Para pemain ini akan mengalami kekalahan di dalam permainan ketika bola memantul lebih dari sekali, tidak dapat menangkap bola, lupa mengubah salah satu biji menjadi posisi tertentu saat sudah mencapai tahap permainan pit, ro, cin atau peng maupun ketika dalam permainan menyentuh biji yang harus diambil. Pemenang dalam permainan ini adalah pemain yang mencapai level paling tinggi di dalam permainan.

Congklak

Permainan congklak merupakan permainan yang menggunakan papan yang mempunyai 14 lubang  serta 2 lubang induk yang memiliki ukuran lebih besar. Permainan ini biasanya dimainkan oleh 2 orang. Satu lubang induk yang terletak di ujung papan dan lubang induk lainnya berada di ujung lainnya. Diantara kedua lubang induk terdapat dua baris yang setiap barisnya di dalam permainan berisi 7 lubang yang jumlahnya 14 lubang.

Cara permainan:

Cara bermain di dalam permainan ini yaitu setiap lubang kecil di isi dengan 7 biji yang biasanya terbuat dari kerang atau plastik. Terkecuali lubang induk yang berada di ujung papan permainan dibiarkan kosong. Setelah menentukan pemain yang akan mulai terlebih dahulu, maka permainan dimulai dengan memilih salah satu lubang dan menyebarkan biji yang ada di lubang tersebut ke dalam setiap lubang lainnya searah jarum jam.

Masing-masing lubang di dalam permainan di isi dengan 1 biji. Apabila biji terakhir jatuh pada lubang yang ada biji lainnya maka biji yang ada di dalam lubang tersebut diambil lagi untuk diteruskan mengisi lubang-lubang selanjutnya. Jangan lupa untuk mengisikan biji ke dalam lubang induk kita setiap kali melewatinya di dalam permainan. Sedangkan lubang induk lawan tidak perlu diisikan.

Apabila biji terakhir masuk ke dalam lubang induk kitra, berarti permainan tetap berlanjut dengan memilih lubang lainnya untuk memulainya lagi, namun apabila ternyata saat biji terakhir diletakkan pada salah satu lubang kosong, berarti giliran untuk lawan kita memulai permainannya.

Bila lubang tempat biji terakhir itu ada di salah satu dari 7 lubang yang ada di baris permainan kita, maka biji yang berada diseberang lubang tersebut berserta 1 biji terakhir yang ada di lubang kosong akan menjadi milik kita dan akan masuk ke dalam lubang induk permainan kita.

Setelah semua baris kosong, maka permainan dimulai lagi dengan mengisi 7 lubang milik masing-masing pemain dengan 7 biji dari biji yang ada di lubang induk kita. Dimulai dengan lubang yang terdekat dengan lubang induk, bila tidak mencukupi maka lubang lainnya dibiarkan kosong dan selama permainan tidak boleh diisikan oleh siapapun.

Gasing

Permainan gasing merupakan permainan yang terbuat dari kayu berbentuk kerucut serta menggunakan tali untuk memutarkannya.

Cara Permainan:

Cara memainkan permainan ini adalah dengan memutarkannya, dengan cara melilitkan tali pada ujung kerucut, lalu kemudian dilemparkan ke bawah hingga tali tertarik dan gasing berputar.

Lemparan dalam permainan gasing ini pula boleh diarahkan ke arah gasing lainnya agar terjatuh. Dibuat lingkaran untuk arena melemparkan gasing. Gasing yang berputar tidak boleh keluar dari lingkaran tersebut. gasing yang berputar paling lama adalah pemenang dalam permainan ini.

Bermacam Permainan Tradisional Lainnya

Jika kelak manusia ‘beruntung’, mereka akan memahami bahwa pernah dalam hidupnya mereka memainkan permainan tradisional dengan sesama kawannya. Berkenalan dengan jalan saling bersalaman itu sendiri sudah merupakan bentuk permainan yang mentradisi, ketika seseorang hendak memperkenalkan diri.

Namun bukan sekadar permainan macam itu yang akan dibahas di sini, melainkan murni permainan tradisional. Sesuatu yang memiliki akar tradisi sebagai permainan anak-anak untuk mengembangkan potensinya. Di antara permainan tradisional anak-anak itu, ada yang sudah punah di telan zaman. Namun, ada juga yang masih dibudidayakan.

Pada saat anak-anak mulai jauh dari lapangan, dan lebih suka mengisi ruang sempit virtual bernama internet dan game komputer di rumah. Sejatinya, di sekolah mereka harus bisa lebih diarahkan pula untuk bisa bermain yang lebih mentradisi. Karena permainan tradisional telah berhasil membuat masyarakat yang tumbuh besar melalui berbagai macam permainan tradisional lebih mengenal satu sama lain ketika mereka dewasa.

Game komputer itu sebenarnya pula berbasis dari permainan tradisional. Karena prinsip yang ada pada game komputer memperlihatkan adanya yang bermain, adanya peraturan permainan, dan adanya hasil atau garis finish yang dilalui. Oleh karena itulah, game komputer terbilang masih manusiawi untuk bisa diserahkan kepada anak-anak sebagai bagian dari proses belajar mereka.

Tentu saja bukan game komputer yang berisikan konten terlarang karena mengandung muatan yang bisa merusak psikologis anak untuk berkembang menjadi orang dewasa yang punya kepribadian dan tanggung hawab sosial yang tinggi, juga kepedulian kepada sesamanya.

Terdapat banyak macam permainan tradisional. Kali ini, penulis hendak menjabarkan satu per satu dari peraturan dan tingkat rasa asyiknya dalam review yang sederhana tentang permainan tradisional.

1. Petak Umpet Atau Hide and Seek

Permainan tradisional ini merupakan permainan ketangkasan yang membutuhkan kejelian untuk bersembunyi. Seseorang yang ditemukan lebih dahulu merupakan seseorang yang kelak bermain sebagai seorang yang mencari. Permainan ini telah dikenal dari masa lampau dan telah tersebar di seluruh penjuru dunia sebagai permainan yang bisa mendayagunakan fungsi otak anak, untuk kreatif menemukan imersi antara dirinya dengan tempat yang bisa dia anggap sebagai tempat persembunyian.

Dari sisi yang mencari, game ini bisa mengaktifkan semua potensi otaknya untuk bisa membedakan suatu ruang dalam abstraksi yang di bentuk di dalam kepala, pembayangan, analisis terhadap bentuk ruang besar dan kecil, serta analisis akan kemungkinan jarak dan waktu.

Permainan tiradisional ini dimainkan secara massal atau lebih dari 2 orang. Seorang pencari berhitung dengan mata tertutup sampai 10, sementara kawan-kawannya mencari tempat persembunyian. Yang tertangkap basah lebih dahulu, akan menjadi pencari selanjutnya.

2. Ular Naga Panjang

Permainan tradisional ini merupakan permainan yang dilakukan oleh 2 kelompok, yaitu kelompok ular, dan kelompok penangkap. Permainan tradisonal ini pun termasuk permainan purba, dari masa ketika ular Naga dikenal oleh manusia, dan pembunuh naga merupakan orang yang menjinakkan naga.

Permainan ini lantas menjadi permainan tradisional lagenda yang menyebar ke seluruh dunia. Fungsi dari permainan tradisional ini adalah mencoba memberikan semacam peringatan akan bahaya mahluk senjakala pada manusia, namun dengan kerja sama manusia bisa pula mengatasi permasalahan bahaya itu.

Dalam permainan sendiri, fungsinya adalah meningkatkan rasa waspada dari pihak yang menjadi ular agar tidak dipotong oleh sang penangkap. Permainan tradisional ini dimainkan secara massal, lebih dari 5 orang. Dua orang menjadi dragon slayer atau pemotong naga, membuat pola jala berpegangan satu sama lain, lantas dari pola itu dibentuk terowongan kecil yang akan di lewati naga.

Ketika naga yang dibentuk oleh kawan-kawannya melewati jala itu, maka si dua orang dragon slayer akan menjala si naga tepat di tempat di mana lagu yang dinyanyikan berhenti.

Lagunya sendiri begitu populer di mata anak-anak.

Ular naga panjangnya bukan kepalang,
menjalar-jalar selalu kian kemari,
umpan yang lezat itulah yang dicari,
ini dianya yang terbelakang.
Kosong isi kosong isi.

3. Adu Kata/Shiratori

Permainan ini merupakan permainan tradisional yang dikenal oleh anak-anak di Eropa Timur pada awalnya, Yakni melakukan tebak kata terhadap kata yang terakhir dengan segera. Permainan tradisional ini mendapatkan ruang yang menarik ketika di mainkan oleh orang Jepang dan Cina karena mereka melambangkan abjadnya untuk mewakili kalimat dan bahasa dalam bentuk satu suku kata.

Di Indonesia, permainan tradisional semacam ini telah dicobakan pula di beberapa playgroup karena membantu menstimulus otak untuk bekerja mengingat lebih baik.

Selain itu, Shiratori juga membantu melepaskan ketegangan emosional yang telah dihasilkan otak kanan, menjadikan seorang anak menjadi rilek dan mudah diatur. Permainan tradisional ini sangat sederhana dan bisa dimainkan oleh 2 orang. Caranya, merangkai kata bersahutan satu sama lain memotong tiga huruf (atau dua huruf sesuai kesepakatan) paling akhir dari sebuah kata lantas membentuknya menjadi satu suku kata baru.

Dalam bahasa Indonesia permainan ini mendapatkan tantangan hebat, karena orang Indonesia senang memberikan imbuhan pada kosa katanya.
Misalkan:
A : Berjuang
B : Angkutan
A : Tandem
B : Demokrasi…  dan begitulah seterusnya

4. Gatrik/Petak Kadal

Permainan tradisional ini merupakan permainan tradisional yang diinspirasikan oleh meener asal Inggris, dari permainan kompak asal mereka sendiri yang di namakan dengan kriket. Fungsi kriket adalah permainan tim, di mana satu tim akan bersaing dengan tim lainnya untuk menghancurkan bangunan kriket yang disusun.

Namun, bagi orang indonesia, permainan semacam itu dibikin lebih sederhana lagi. Yakni membuat benteng kecil dari tumpukan pecahan genteng tipis yang dihajar dengan batu atau kayu yang dipukul dengan kayu lainnya. Dan si penjaga harus bisa menyusun tumpukanitu kembali seraya mengejar kawan-kawannya.

Bila kawannya tidak mau ditangkap ia harus bisa memukul kembali benteng itu, hingga ada semacam hukum mereka yang menjaga benteng harus kembali dan kembali menyusun bentengnya, sebelum menangkap kawannya untuk gantian menjaga benteng. Peraturan permainan sudah disebutkan disini langsung, adapun permainan ini dimainkan oleh empat atau lebih banyak peserta. Dan fungsi permainan ini lebih kepada konsentrasi.

5. Kelereng atau Marbles

Permainan tradisional ini memiliki banyak varian dan aturan. Permainan ini bisa membuat dan mengangkat moral si anak dalam hal pola penyusunan strategi, dan ekonomi. Karena biasanya mereka yang menang dalam permainan adu kelereng berhak mengambil si kelereng dari mereka yang di kalahkan. Maka dari itulah permainan ini bagus untuk memberikan wacana awal pada anak untuk strugling dalam urusan ekonomi. Sayang sekali permainan ini sudah tidak dimainkan lagi secara umum pada anak-anak.

Permainan tradisional ini dapat dimainkan secara individual dalam pengertian masing-masing anak bermain on behalf self atau mewakili diri sendiri, dimainkan oleh satu sampai lebih dari dua anak. Dengan peraturan permainan yang bisa secara sederhana, adu pukul di lapangan. Caranya mudah, buat lingkaran pada tanah, masukan kelereng yang hendak di jadikan modal bertaruh. Lantas dengan kelereng andalan masing-masing, si anak akan menyerang kelereng musuhnya bergantian.

Banyak pula permainan tradisional lainnya. Misalnya, lompat tali, congklak, lompat bata, bentengan, gambaran, ular tangga, monopoli, gaya terkejut, dan beragam permainan tradisional lainnya, yang mudah-mudahan bisa di bahas secara lebih spesifik.

Nilai Lebih Permainan Tradisional

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan dan tidak bisa dianggap sepele. Sebab, dari sebuah permainan tradisional yang dulu kerap dimainkan melahirkan banyak nilai-nilai kearifan yang tanpa disadari berperan dalam proses pembentukan karakter seorang manusia. Nilai-nilai moral dan pendidikan yang terkandung dari permainan tradisional memang luar biasa, dan bisa dikatakan mencakup segala aspek yang diperlukan dalam perkembangan dan pertumbuhan anak-anak.

Secara fisik dan psikologis sangat diperlukan rangsangan agar seorang anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Aspek psikologis, aspek motorik, merupakan dua hal penting pada perkembangan dan pertumbuhan seorang anak, dan keduanya akan didapat dari permainan tradisional baik yang bisa dilakukan dua orang maupun dalam permainan masal seperti bebentengan misalnya.

Namun seperti telah disebutkan sebelumnya, ada banyak sebab yang membuat permainan tradisional semakin jauh dan sengaja dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Ketidak tersediaan lahan yang memadai, membuat permainan tradisional kehilangan tempat mengekspresikannya.

Di beberapa kota dan perumah mewah, memang telah disediakan lahan terbuka dan taman bermain. Namun karena tidak diiringi dengan pengetahuan dan tanggung jawab untuk secara bersama-sama mempertahankan permainan tradisiona, tetap saja di ruang terbuka dan taman yang disediakan cukup nyaman tersebut tidak akan ditemukan kegiatan anak-anak melakukan permainan tradisional.

Memang kondisi seperti inilah yang membuat permainan tradisional semakin jauh terpinggirkan. Kalaupun ada niat untuk kembali memperkenalkannya, kemudian mempertahankan mengingat nilai-nilai utama yang dikandung setiap permainan tradisional tersebut, kegiatan ini tidak bisa dilakukan secara perseorangan melainkan harus dilakukan secara memasyarakat. Perhatian pemerintah sebagai pemegang kebijaksanaan, sangat diperlukan untuk mempertahankan permainan tradisional dari keterasingannya.

Speak Your Mind

*