Mengenal Sejarah Olahraga Bola Sodok

Bola sodok atau biliar termasuk kategori cabang olahraga konsentrasi. Untuk memainkannya, dibutuhkan ketahanan dan pemahaman mental yang benar serta ditunjang kemampuan fisik prima. Olahraga ini dimainkan di atas sebuah meja dengan peralatan bantu khusus dan peraturan tersendiri. Jenis permainan biliar, antara lain:

  1. carom;
  2. english billiard; dan
  3. pool.

Sejarah

Olahraga biliar memiliki sejarah yang panjang. Permainan ini dimainkan oleh segala kalangan, raja sampai rakyat jelata. Pada awalnya, biliar dimainkan di taman, seperti permainan croquet yang populer di Eropa Timur pada abad ke-15. Kemudian, permainan ini dipindahkan ke dalam ruangan dengan meja yang bertaplak hijau seperti rumput dengan pembatas kecil di pinggir meja. Bola-bola biliar dimainkan dengan cara mendorong bola menggunakan kayu panjang bernama mace.

Kata billiard berasal dari kata billart yang artinya ‘tongkat kayu’ atau berasal dari kata bille yang artinya ‘bola’. Pada 1600-an, olahraga ini sudah cukup dikenal. Shakespeare menyebutkan olahraga ini dalam karyanya Antony and Cleopatra. Setelah 75 tahun karya ini terbit, buku pertama tentang peraturan-peraturan biliar diterbitkan.

Awalnya, bola sodok dimainkan dengan dua bola pada meja yang berkantong enam, gawang dan tongkat lurus untuk sasaran. Pada abad ke-18, gawang dan sasaran tidak lagi digunakan dan hanya menyisakan bola-bola dan kantong-kantong. Waktu itu, biliar banyak dimainkan oleh kaum bangsawan yang populer dengan nama Noble Game of Billiard. Tapi, banyak pula bukti yang menunjukkan bahwa permainan ini dimainkan oleh orang-orang dari berbagai tingkat sosial.

Alat-Alat

Di akhir abad ke-16, tongkat biliar baru kembangkan. Saat bola berada di dekat pinggiran meja, tongkat ini sulit digunakan karena ujung tongkat terlalu besar. Jika hal ini terjadi, biasanya para pemain menggunakan ujung lain dari tongkat untuk memukul bola. Queue atau ekor adalah sebutan untuk ujung tongkat yang dipegang dan muncullah kata cue. Hanya laki-laki yang diperbolehkan menggunakan cue, sedangkan wanita menggunakan mace karena dikhawatirkan mereka akan merobek bahan pelapis meja jika menggunakan cue.

Pertama kali muncul, meja biliar mempunyai pembatas vertikal di setiap sisi meja yang berfungsi mencegah bola jatuh. Pembatas ini mirip dengan tepi sungai (riverbanks) dan disebut banks. Dengan pembatas ini, bola-bola biliar ini dapat memantul sehingga para pemain dengan sengaja mengarahkan pukulannya ke pembatas itu. Oleh karena itu, terciptalah pukulan “bank shot”.

Setelah adanya revolusi industri di Inggris, alat-alat yang digunakan untuk olahraga biliar berkembang. Kapur mulai digunakan untuk meningkatkan kualitas gesekan antara bola dan cue. Selain itu, ujung cue dari kulit mulai disempurnakan untuk menghasilkan putaran samping (side spin).

Cue dengan dua bagian diperkenalkan pada 1829. Sepuluh tahun kemudian, Goodyear menemukan cara melakukan vulkanisasi karet. Akhirnya, tepian meja biliar tersebut menggunakan karet yang telah melewati proses vulkanisasi. Pada 1770-1920, permainan biliar yang biasa dimainkan adalah English Billiards dengan tiga bola dan enam kantong di meja berbentuk persegi panjang. Pada abad ke-18, panjang dan lebar meja dengan perbandingan 2:1 mulai ditetapkan.

Sampai saat ini, olehraga biliar dengan gaya Inggris masih dimainkan dan lebih dikenal dengan nama Snooker. Permainan ini rumit, penuh dengan warna, dan menggabungkan aspek bertahan serta menyerang. Alat-alat yang digunakan pun sama seperti English Billiards. Hanya saja bola yang digunakan tidak lagi dengan tiga bola, tetapi 22 bola.

Speak Your Mind

*