Menghilangkan Efek Samping Antibiotik

Antibiotik adalah salah satu jenis obat yang sekarang ini paling sering digunakan untuk penyembuhan suatu penyakit. Pada tahun ini, penggunaan antibiotik telah mencapai angka limapuluh ribu ton selama satu tahun di dunia. Ini merupakan jumlah penggunaan yang spektakuler, karena dosis penggunaan antibiotik selalu menggunakan dosis miligram saja.

Yang menjadi masalah adalah, masyarakat sering menggunakan antibiotik ini dengan kontrol yang tidak benar. Hal ini tentu sangat membahayakan, karena selain menyembuhkan, bila penggunaannya tidak tepat, akan timbul efek yang justru merugikan kesehatan. Efek samping antibiotik ini ada yang berat, dan ada yang ringan. Keduanya bila tidak segera ditangani bisa menimbulkan akibat yang fatal.

Efek Samping Penggunaan Antibiotik

Antibiotik bila pemakaiannya tidak benar, maka bukan kesembuhan yang akan didapat, namun akan  memunculkan beberapa gangguan yang justru bisa menimbulkan masalah baru bagi kesehatan kita. Efek samping antibiotik yang merugikan tersebut antara lain adalah :

1. Memunculkan kekebalan

Dalam tubuh kita terdapat kuman atau bakteri yang sebenarnya punya manfaat bagi kesehatan kita. Ketika kita menggunakan antibiotik, kuman dan bakteri ini punya sistem kekebalan baru. Selanjutnya sistem kekebalan ini akan menular pada kuman dan bakteri yang merugikan atau bisa menimbulkan penyakit lain.

Akibatnya adalah, obat yang kita minum untuk menghilangkan penyakit, tidak mampu melawan kekebalan dari kuman atau bakteri serta virus yang menimbulkan penyakit tersebut, sehingga kesehatan menjadi lebih sulit untuk didapat.

2. Menimbulkan efek alergi

Jika penggunaan dosisnya tidak tepat, efek samping antibiotik yang sering muncul adalah alergi pusing, gatal, perut mual dan lain-lain. Untuk itu seorang dokter yang peduli pasti akan bertanya pada pasiennya apakah dia punya alergi atau tidak sebelum memberi resep obat.

3. Gangguan kesehatan jantung

Bila antibiotik digunakan secara sembarangan dan melebihi dosis yang telah ditetapkan, maka akan menyebabkan detak jantung menjadi tidak normal. Bahkan bisa menimbulkan penyakit lain diantaranya ginjal, gampang kesemutan serta gangguan syaraf.

Meminimalkan Efek Samping Antibiotik

Meski ada efek samping antibiotik yang merugikan, namun antibiotik tetap diperlukan untuk menunjang kesembuhan serta kesehatan tubuh kita. Jadi yang dapat kita lakukan adalah meminimalkan efek samping antibiotik tersebut, bahkan kalau bisa menghilangkannya. Adapun cara yang bisa dilakukan diantaranya adalah :

  1. Konsumsi antibiotik sesuai dengan petunjuk dari dokter. Baik itu dosis maupun lama penggunaannya.
  2. Bila dokter tidak bertanya, ambilah inisiatif untuk menceritakan riwayat kesehatan kita. Misalnya alergi, gangguan jantung dan sebagainya. Ini untuk menghindari pemakaian suatu jenis antibiotik yang akan merugikan kesehatan.
  3. Bila tidak tahu dan memahami secara benar, jangan sekali-kali menggunakan antibiotik secara sembarangan. Akan menimbulkan akibat yang sangat fatal.
  4. Dalam satu resep dari dokter, gunakanlah hanya untuk satu orang saja. Meski ada orang lain yang punya kasus kesehatan sama, tetap harus berkunjung ke dokter. Meski jenis penyakit yang diderita tidak berbeda, namun setiap orang pasti punya kondisi stamina yang juga tidak sama. Demikian pula dengan stadium penyakit yang dideritanya.
  5. Bila merasa ada sesuatu yang mencurigakan pada resep yang diberikan dokter, silahkan bertanya langsung. Kita punya hak untuk melakukan itu. Karena bagaimanapun juga dokter juga seorang manusia biasa yang kadangkala bisa membuat kesalahan.

Pengganti Obat Antibiotik

Untuk mencegah penggunaan obat antibiotik yang berlebihan, dibutuhkan penyuluhan kepada masyarakat dengan berbagai saran. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan dengan berbagai cara tradisional sehingga masyarakat tidak kecanduan terhadap obat-obat kimia.

Penggunaan obat-obat tradisional sangat penting untuk dilakukan agar selain bisa menyehatkan dan menstabilkan kondisi tubuh secara maksimal dan tanpa efek samping, harga yang diperlukan untuk membuat obat tradisional pun jauh lebih mudah dibandingkan dengan obat-obat kimia yang biasa ditebus di apotik.

Hal tersebut juga memungkinkan untuk pihak rumah sakit dan kedokteran tidak lagi mempergunakan penyakit sebagai alasan komersil agar para pasien membeli obat-obat yang sebetulnya tidak terlalu dibutuhkan oleh pasien. Misalnya saja, obat antibiotik yang harus selalu habis dimakan dalam satu kali perawatan dengan harga yang cukup mahal akan menghabiskan biaya untuk pengobatan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Pemilihan alternatif obat-obat tradisional sepertinya memang dibutuhkan di zaman sekarang ini. Selain untuk membuat masyarakat tidak terlalu bergantung pada bidang spesialis dokter, mereka juga bisa menghemat biaya pengobatan dengan membuat obat atau ramuan tradisional sendiri.

Salah satu contoh ramuan tradisional yang bisa digunakan sebagai obat antibiotik adalah kunyit dan madu. Selain bisa digunakan sebagai bumbu yang bisa menyedapkan warna dan rasa masakan, kunyit juga memiliki khasiat yang cukup banyak untuk kesehatan juga stamina tubuh Anda.

Kunyit memiliki zat antiseptik sekalgus antibiotik yang bisa meregenerasi sel-sel tubuh yang mati atau rusak. Hal tersebut akan membuat proses penyembuhan dan proses pembersihan tubuh dari penyakit berjalan lebih mudah sehingga tidak mengakibatkan efek peradangan atau infeksi berkepanjangan.

Dengan mengonsumsi kunyit selama masa penyembuhan, Anda juga merasa aman dari ketergantungan terhadap obat-obat kimiawi dan bisa mengobati penyakit atau gangguan fungsi tubuh yang lain secara bersamaan. Misalnya saja, dalam masa penyembuhan penyakit dalam, Anda juga bisa sekaligus mengobati penyakit luar seperti halnya penyakit kulit.

Tidak hanya itu, kunyit juga sangat berguna untuk membuat stamina tubuh menjadi stabil sehingga tubuh tidak mudah terkena penyakit. Untuk memaksimalkan hasil pengobatan dan kandungan antibiotik di dalamnya, Anda juga bisa mencampur bahan kunyit dengan madu asli.

Keduanya bisa membuat tubuh bagian dalam dan luar menjadi bersih dari segala macam bakteri dan virus yang bisa menyebabkan tubuh menjadi berpenyakit. Kunyit madu juga memiliki khasiat lain yang bisa sangat bermanfaat bagi perempuan saat menjelang haid atau pascapersalinan.

Setelah melahirkan, tubuh perempuan mengeluarkan banyak darah kotor yang bercampur dengan bakteri dan kumat-kuman yang bisa saja menginfeksi tubuh terutama bagian dalam dan organ intim kewanitaan. Dengan meminum ramuan kunyit yang dicampur madu ini, Anda bisa membuat proses pascapersalinan menjadi lebih mudah dan lancar.

Sejak zaman dahulu, kunyit sudah digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menghentikan perdarahan sehingga kunyit juga sering dicampur dengan ramuan herbal lainnya yang sama-sama berfungsi untuk meningkatkan antibodi pada tubuh serta memberi zat antibiotik serta antiseptik pada tubuh.

Pengolahan kunyit dan madu pun bisa bermacam-macam, bisa dengan direbus dan dicampur dengan bahan-bahan rempah lainnya, atau bisa juga dijadikan obat luar pada bagian tubuh yang luka dan mesti disembuhkan dalam waktu yang relatif cepat.

Berbagai penyakit dalam bisa diobati dengan menggunakan ramuan tersebut, seperti halnya penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Kunyit juga sangat baik digunakan untuk menjaga kondisi tubuh yang sedang rentan terhadap penyakit agar tidak mudah terjangkit penyakit.

Dengan meminum ramuan kunyit secara rutin dan berkala pada masa penyembuhan, maka Anda tidak perlu lagi meminum obat antibiotik yang dijual di apotik. Selain lebih hemat secara biaya, Anda juga bisa mendapatkan manfaat lain dari meminum ramuan tradisional tersebut.

Jadi, sudah siapkah Anda untuk meminimalisasi penggunaan obat antibiotik dengan ramuan tradisional yang memiliki khasiat serupa, bahkan lebih banyak? Selamat menikmati pengobatan tradisional!

Speak Your Mind

*