Mengintip Cerita 17Tahun di Biro Jodoh

Anda masih jomblo dan ingin mendapatkan jodoh? Manfaatkan saja Biro Jodoh. Benar, di berbagai kota banyak terdapat ‘lembaga comblang’ yang dapat mempertemukan Anda dengan jodoh yang diinginkan. Semuanya mudah dilakukan dan terjamin kerahasiaannya. Tak sedikit pula kisah yang terjadi dari Cerita 17tahun ke atas ini yang menarik, menggelitik, sekaligus manusiawi. Namun, kalau tidak menempuh cara ini, masih banyak cara lain yang mungkin lebih baik dan lebih bisa diterima oleh norma agama.

Menikah itu Penuh Masalah Tetapi Menyenangkan

Tidak sedikit yang gelisah ketika pasangan hidup belum juga didapatkan. Menikah itu bukan perkara mudah tetapi dalam pernikahan yang baik pasti ada ketenangan batin. Menikah itu sulit dan banyak hal yang harus diarungi dalam roda kebersamaan. Pertengkaran bisa saja terjadi. Belum pula masalah keluarga kedua belah pihak yang mau tak mau ikut juga mempengaruhi kebersamaan dalam biduk rumah tangga. Selaik lagi, walau ada kesulitan yang menghadang, hidup dalam pernikahan itu jauh lebih baik.

Beribadah lebih tenang. Memang untuk mendapatkan ketenangan itu tidak mudah. Banyak cobaan dan dibutuhkan pengertian dan saling memahami yang tulus. Kalau ada yang berpendapat bahwa lebih baik hidup sendiri, mungkin bisa dipahami memgingat mungkin ada trauma atau ada masalah keluarga yang cukup berat yang pernah ia hadapi. Tidak sedikit juga yang mempromosikan betapa indahnya dan bebasnya hidup sendiri.

Bahkan untuk urusan seks pun ia tidak masalah. Banyak cara yang bisa ditempuh apalagi kalau pergaulan banyak dan uang pun ada. Bagi yang mencari hubungan yang halal dan ketenangan batin yang sesungguhnya, hubungan dalam pernikahan tentu saja sangat ia butuhkan. Ketenangan itu menyangkut urusan dunia dan akhirat. Hanya orang yang beriman dengan hati yang lapang yang menginginkan kehidupan yang benar dan sesuai dengan norma agama.

Pasti ada solusi dari setiap permasalahan yang ada. Begitu juga dengan masalah yang ada dalam keluarga. Kalau orang di negara maju sudah lebih senang untuk hidup sendiri karena begitu banyaknya masalah yang akan mengganggu karir mereka, orang Indonesia masih berpendapat bahwa bagaimanapun keluarga itu masih yang paling utama.

Biro Jodoh

Selama ini Anda tentu mengenal adanya biro jodoh. Untuk mendapatkanjodoh, Anda diharuskan membayar sejumlah uang.   Sebelumnya, Anda diharuskan mendaftar terlebih dahulu dengan membayar sejumlah uang. Begitu juga untuk iuran bulanan, Anda juga harus membayar lagi sampai akhirnya mendapatkan jodoh. Uang itu digunakan untuk mengatur pertemuan dan biaya promosi serta biaya administrasi lainnya.

Negara Singapura bahkan memfasilitasi warga negaranya yang belum menikah untuk mendapatkan jodoh. Kesibukan bekerja telah membuat banyak anak muda tidak mengenal lawan jenisnya dengan baik. Mereka tidak tahu bagaimana memulai suatu hubungan. Mereka bahkan ada yang takut dengan cinta karena takut tersakiti. Itulah mengapa mereka lebih senang tidak menikah dan lebih senang melakukan banyak hal sendirian dan bebas mau mengerjakan apapun.

Bagi negara seperti Singapura, menambah jumlah populasinya memang penting. Karena pengertian keluarga masih dalam pernikahan, maka hubungan yang resmi itu tetap penting. Anak yang terlahir dari keluarga yang resmi itu akan tumbuh dengan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tumbuh dari lingkungan tanpa ikatan pernikahan.

Ragam Layanan

Terdapat beragam jenis layanan yang diberikan biro-biro jodoh itu. Dari sekadar mencarikan jodoh hingga layanan konsultasi tentang masalah perjodohan maupun pernikahan. Layanan yang diberikan ini umumnya sudah termasuk dalam pembayaran yang Anda keluarkan. Informasi tentang anggota biaya cukup bisa dipertanggung jawabkan. Apalagi bagi biro jodoh ekslusif yang sangat ketat dengan para anggotanya. Untuk mengetahui informasi yang sebenarnya itulah dibutuhkan survei sehingga ada biaya lain yang dibutuhkan.

Uang tentunya bukan sesuatu yang penting ketika kualitas yang dibutuhkan. Setiap kenyamanan dan keakuratan informasi membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan ada kode khusus yang diberikan kepada setiap anggota dengan cara memasukan kode anggota ke dalam kulit para anggota. Ketika akan memasuki klub khusus, mereka akan dipindai. Keamanan ini sangat penting karena para anggotanya memang merupakan orang-orang yang mempunyai privasi yang sangat terjaga.

Inilah satu kenyataan hidup yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Mereka berusaha mendapatkan jodoh yang setara secara ekonomi, cara pandang, kecerdasan, dan lain-lain. Hal ini tentu saja bisa dipahami karena memang kalau pemikiran tidak sama dan kekayaan yang tidak sama, akan ada masalah yang kurang menyenangkan mengenai keuangan. Bahkan masalah keuangan ini bisa menjadi satu masalah yang akan membuat mereka mengajukan perceraian.

Setelah menjadi anggota, selanjutnya Anda dapat memilih anggota lain yang diinginkan. Untuk mengetahui profil anggota lain, biasanya lembaga jodoh sudah memiliki biodata anggota beserta fotonya. Setelah memilih, selanjutnya lembaga akan mencoba mempertemukannya dengan Anda. Kalau Anda dan pasangan saling merasa cocok, tinggal melanjutkan ke hubungan yang lebih serius. Namun bila tidak, maka Anda dapat memilih anggota lain hingga menemukan jodohnya.

Waktu berkenalan antara satu orang dengan orang lain bisa memakan waktu yang berbeda. Ada juga acara kencan buta. Dalam acara ini setiap orang akan bertemu dengan orang yang belum pernah ia ketahui karena memang ia akan mendapatkan suatu kejutan yang menyenangkan. Ketika tidak mengetahui apa yang akan dihadapi, orang hanya datang tanpa mempunyai harapan apapun. Tidak heran kalau mereka akan menikmati keadaan yang mengejutkan itu.

Selain itu, ada juga pesta yang diadakan untuk membuat semua anggotanya bisa menyatu dan bertukar informasi. Walaupun mungkin ada yang mempunyai penyimpangan seksual, biasanya untuk klub perjodohan yang baik, mereka tidak akan menerima anggota yang mempunyai penyimpangan itu. Tentu bukan sesuatu yang menyenangkan mengenal seseorang yang ternyata tidak menyukai lawan jenis.

Perkembangan Biro Jodoh

Dalam perkembangannya, biro jodoh kemudian mulai merambah media massa. Penerbit surat kabar atau majalah menyediakan rubrik kontak jodoh. Ada juga biro jodoh yang bekerja sama dengan media massa dalam menyelenggarakan kontak jodoh bagi pembacanya. Dalam banyak kasus, jumlah anggota yang terdaftar pada kebanyakan rubrik jodoh di media massa terbilang banyak. Bahkan di facebook pun ada akun khusus tentang perjodohan ini.

Sayangnya banyak yang menyalahgunakan dengan membuat status yang kurang sopan. Admin juga tidak bisa berbuat banyak karena ia tidak tahu siapa yang  menjadi anggotanya. Biro jodoh yang ada di jejaring sosial seperti ini sangat rentan terjadi kejahatan. Banyak yang telah menjadi korban. Foto yang ditampilkan bukan foto yang sebenarnya sehingga wanita banyak yang tertipu. Banyak kejadian yang kurang menyenangkan yang berkaitan dengan perkenalan di facebook ini. Sebaiknya memang tidak menggunakan facebook untuk mencari jodoh.

Untuk berkenalan dengan anggota kontak jodoh di media massa, Anda diharuskan mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan menyertakan biodata dan foto. Pendaftaran biasanya dilakukan dengan gratis. Setelah itu Anda dapat meminta untuk dikenalkan dengan anggota lain yang fotonya dipajang di media massa. Selanjutnya, pengasuh rubrik yang akan melayangkan permintaan itu kepada yang bersangkutan.

Namun karena proses perkenalan dilakukan melalui mekanisme persuratan, respon yang diberikan anggota umumnya cukup lama. Apalagi kalau persuratan itu dilakukan dengan perangko biasa, bisa lebih lama lagi. Belum lagi kalau responnya ternyata bertepuk sebelah tangan. Perasaan harus menanti yang tak tentu hasilnya itu pasti sangat menggelisahkan.

Kisah Menarik
Tidak sedikit kisah menarik saat pertemuan dilakukan untuk pertama kalinya. Kisah cinta ini merupakan cerita 17tahun ke atas, khususnya bagi yang ingin serius dalam menjalin hubungan. Ada yang malu-malu, ada yang sok tahu, dan tak sedikit pula yang sok jaga gengsi. Perkenalan pertama masih diwarnai banyak selubung diri.

Begitu juga ketika lembaga jodoh menyelenggarakan temu darat dalam bentuk pesta atau piknik bersama. Pada acara terbuka semacam ini, tidak sedikit anggota yang merasa malu. Apalagi ketika bertemu dengan teman lama atau orang yang dikenalnya. Sebaliknya, tak sedikit pula yang cukup agresif dalam berkenalan dengan sebanyak mungkin teman baru.  Apapun kisah yang mewarnai cerita 17tahun di biro jodoh, namun inilah realitas sosial yang sangat manusiawi. Apakah Anda masih menjomblo, kenapa tidak mencobanya?

Speak Your Mind

*