Mengulik (Lagi) Sejarah Friendster

Ilustrasi friendsterAnda tentu masih ingat 2 atau 3 tahun lalu, situs pertemanan ini begitu populer. Waktu itu, nyaris tidak ada anak muda yang tidak punya akun Friendster. Situs ini sudah lama melekat di benak pengguna internet, khususnya mereka yang hobi membangun jaringan pertemanan di dunia maya. Begitu populernya, sampai-sampai banyak anak muda yang punya slogan “Jangan ngaku anak gaul kalau nggak punya Friendster!”

Tapi sekarang, kehadiran Facebook dan Twitter seolah-olah sudah “menenggelamkan” Friendster. Meski demikian, tentu saja kalau kita tengok sejarahnya, Facebook dan Twitter hanyalah “pengekor” Friendster yang lebih dulu muncul. Hanya dengan penambahan fitur dan aplikasi menarik, orang sudah begitu cepat membuat akun baru di Facebook dan Twitter, dan tidak lagi mengupdate profil Friendsternya.

Sistem kerja Friendster sebenarnya hampir mirip Multi Level Marketing (MLM). Kalau kita punya teman di akun ini, secara otomatis kita akan masuk dalam jaringan teman kita itu. Terus seperti itu, sampai terbentuk satu komunitas besar yang terus berkembang. Uniknya, selain deskripsi diri lewat identitas dan foto, layanan ini juga menyertakan testimonial yang diharapkan bisa menggambarkan pemilik account dengan lebih obyektif.

Sejarah Friendster

Friendster pada mulanya dikelola perusahaan Friendster Inc. Perusahaan itu didirikan tahun 2002 berkantor pusat di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Pendirinya bernama Jonathan Abrams, yang sekaligus kreator dari Friendster. Jonathan sebelumnya adalah pendiri dan CEO HotLinks. Alumni Computer Science dari McMaster University ini juga pernah menjabat senior engineering di perusahaan internet terkenal Netscape dan Nortel.

Ketika Friendster menunjukkan tanda-tanda kemajuan, pengelolanya mendapat suntikan dana US$ 13 juta dari berbagai investor. Lalu, pada Juni 2004, Friendster merekrut Scott Sassa, mantan President stasiun televisi NBC Entertainment, sebagai seorang eksekutif. Sampai 2006, pengguna Friendster diperkirakan mencapai 20 juta orang dari berbagai belahan dunia.

Menurunnya Trafik Friendster

Menurut survei Score Media Metrix, dari tahun ke tahun, trafik pengunjungnya cenderung menurun. Kalau bulan Oktober 2005 Friendster dikunjungi 1,7 juta pengguna internet (unique visitor), maka pada bulan April 2006 pengunjungnya hanya 1 juta orang. Sekarang, meski Friendster sudah berbenah dengan menambahkan fitur dan aplikasi baru mirip Facebook, trafik pengunjung tetap saja tidak menunjukkan tanda-tanda kenaikan.

Penurunan traffik Friendster ini juga diikuti dengan mati-surinya Friendster “Lokal”. Situs-situs seperti temanster.com atau sohib.com sudah tidak lagi diminati karena jumlah membernya yang hanya ada di kisaran 3-ribuan.

Speak Your Mind

*