Menulis Bahasa Arab, Yuk!

Ilustrasi menulis bahasa arabDi Indonesia, bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing sebagaimana bahasa Inggris dan bahasa Eropa lainnya yang diajarkan di lembaga pendidikan, terutama lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Departemen Agama. Mulai dari Madrasab Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyah.

Karena penduduk Indonesia yang mayoritas muslim, maka mau tak mau kedudukan Bahasa Arab juga sangat penting untuk dimiliki dan dikuasai oleh masyarakat Indonesia yang ingin mendalami dan mengetahui agama Islam secara utuh dan benar.

Hal ini disebabkan karena sumber ajaran Islam yaitu, Al-Quran dan Hadist diturunkan dan ditulis dalam Bahasa Arab termasuk buku-buku ilmu pengetahuan warisan dari ulama-ulama terdahulu juga ditulis dalam Bahasa Arab,

Jadi, sangat mustahil untuk memahami ajaran agama Islam secara utuh dan menyeluruh tanpa dilandasi dengan menguasai Bahasa Arab dengan baik dan benar. Oleh karena itulah maka pada sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan agama apakah lembaga pendidikan seperti madrasah yang dikelola oleh swasta dan pemerintah mata pelajaran bahasa arab termasuk mata pelajran inti yang wajib diberikan kepada semua anak didik dalam segala tingkatan.

Pelajaran bahasa arab oleh sebagian besar dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga ketika siswa menerima mata pelajaran Bahasa Arab terlihat kurang bergairah. Untuk itu, mari kita kenal Bahasa Arab secara sederhana sehingga kita bisa menulis Bahasa Arab dengan baik.

Mengenal Bahasa Arab

Menulis Arab sama halnya dengan menulis Bahasa Asing lainnya, harus ada structure, grammar, dan gaya bahasa. Strukture dan grammar penulisan Bahasa Arab bisa dipelajari dan banyak buku panduannya, sementara gaya bahasa itu tergantung tingkat kemahiran dari penulisnya.

Bentuk kalimat dalam bahasa Arab ada dua, yaitu berbentuk isim dan fiil. Kalimat yang diawali dengan fiil disebut dengan jumlah fi’liyah. Contoh jumlah fi’liyah “Uridu an tatakallam bilughatil arabiyah” artinya kurang lebih “saya ingin berbicara dalam Bahasa Arab”. Contoh kalimat sebut diawali dengan fiil mudhori’ (kata Uridu), sehingga dinamakan jumlah fi’liyah.

Sementara kalimat yang diawali dengan isim disebut dengan jumlah ismiyah. Sebagai contoh “Zaidun ya’kulun nahla” artinya kurang lebih “Zaid sedang makan madu”. Kalimat “Zaidun ya’kulun nahla” diawali dengan kata “Zaidun” merupakan “mubtada” yang merupakan salah satu ciri isim sehingga disebut dengan jumlah ismiyah.

Jadi, mudah bukan menulis Bahasa Arab, Selamat berlatih..!!

Speak Your Mind

*