Menulis Resensi Buku Itu Asyik Lho!

Ilustrasi menulis resensi buku

Hakikat Menulis Resensi Buku

Menulis Resensi Buku pada dasarnya adalah kegiatan mengulas, menilai, menganalisa, mengkritisi atau mengapresiasi sebuah buku secara keseluruhan. Penilaian tidak hanya terfokus pada isi, tapi juga menyangkut pada penampilan fisik buku.

Jadi sebenarnya pada resensi buku hal terpenting bukanlah terletak pada seperti apa isi buku, melainkan bagaimana pandangan peresensi terhadap buku.

Pengertian Resensi Menurut Para Ahli

Setelah mengetahui pengertian sinopsis, alangkah baiknya jika dketahui pengertian resensi seperti yang tertera dalam KBBI. Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan mengenai buku, bisa juga berarti ulasan buku.

Resensi sendiri berasal dari kata “revidere” atau “recensere” yang memiliki arti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review.  Meski begitu ada beberapa lagi mengertian resensi menurut para ahli. Pengertian resensi tersebut adalah:

1. Resensi menurut Panuti Sudjiman

Adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini member arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

2. Resensi menurut Saryono

Adalah sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-kemahnya, bermanfaat-tidaknya, benar-salahnya, argumentative tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku, atau fotokopi sampul buku.

3. Resensi menurut WJS. Porwadarminta

Adalah mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut. Mengulas menarik tidaknya tema dan sisi buku tersebut dibaca dan dimilik atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.

Resensi dari asal kata, dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, maupun ketiga ahli tersebut, pada intinya sama, yakni penilaian terhadap suatu karya. Meski begitu masing-masing pengertian resensi tersebut memberi penekanan dalam hal yang berbeda. pengertian dari KBBI yang berarti “pertimbangan atau pembicaraan mengenai buku”

Pengertian itu mempunyai arti yang lebih luas, yakni mempunyai arti membicarakan atau mempertimbangkan buku. Pengertian tersebut sama luasnya dengan pengertian resensi menurut asal katanya yang berarti melihat kembali, menimbang, atau menilai. Dua pengertian di atas, lebih luas, karena tidak menspesifikkan apa yang ditimang, dinilai, dilihat kembali, dan apa yang dibicarakan.

Berbeda dengan resensi menurut para ahli, misalnya pengertian dari Saryono. Beliau mengartikan resensi sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya, benar-salahnya, argumentatif tidaknya buku tersebut.

Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi. Hal itu berupa foto buku, atau fotokopi sampul buku. Pengertian resensi menurut Saryono tersebut lebih spesifik, karena memberi penekanan apa yang dimaksud dengan menimbang dan menilai tersebut, yakni melihat baik buruknya, kuat lemahnya, bermanfaat tidaknya, benar salahnya, beralasan atau tidaknya.

Pendapat Saryono tentang resensi sama spesifiknya dengan pendapat WJS. Porwadarminta. Menurut beliau resensi secara bahasa berarti sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik tidaknya tema dan sisi buku tersebut untuk dibaca dan dimilik atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau majalah.

Dari pendapat di atas terlihat bahwa WJS. Porwadarminta menekankan bahwa resensi tersebut dimuat atau diperbicangkan dalam surat kabar atau majalah. Penekanan tersebut bukan penekanan mengenai pengertian resensi, namun lebih ditekankan pada kemunculan resensi buku yang biasanya terdapat dalam surat kabar ataupun majalah.

Asyiknya Menulis Resensi Buku

Menulis resensi buku adalah kegiatan yang sangat mengasyikkan, terutama bagi pecinta buku yang hobi menulis. Karena banyak manfaat yang bisa diperoleh dari meresensi sebuah buku. Sedikitnya ada empat manfaat asyik yang bisa diperoleh dari menulis resensi buku, yaitu:

1. Semakin Cerdas Bernalar

Dengan menulis resensi buku Anda dituntut untuk menilai, membandingkan isi dan penampilan sebuah buku baik dengan pembanding atau pun tidak. Kegiatan ini secara tidak langsung akan melatih kemampuan nalar Anda dalam menelaah karya orang lain.

2. Kaya Ilmu

Membaca karya penulis lain kemudian menelaahnya, membuat Anda mampu memetik pelajaran dari karya tersebut. Anda bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan sebuah karya tulis. Kemudian mengambil atau meniru setiap kelebihannya dan berusaha untuk menghindari kelemahan atau kekurangan yang serupa. Belajar dari karya orang lain akan membuat Anda selangkah lebih maju.

3. Kaya Materi

Asyiknya lagi menulis resensi buku juga berpeluang membuat Anda kaya secara materi. Ketika resensi yang ditulis kemudian dikirim ke media masa dan dimuat maka Anda berpeluang mendapatkan honor dari media masa tersebut.

Meskipun tidak begitu besar namun lumayan untuk mengobati letihnya menulis. Kemudian jika Anda mencantumkan  nama lembaga tempat bernaung, maka juga berpeluang mendapatkan insentif dari lembaga tersebut.

Contohnya anda saat ini tercatat sebagai mahasiswa fakultas sastra UGM. Maka ketika menulis resensi buku yang dikirim ke media massa Anda sebaiknya  mencantumkan nama lembaga tempat bernaung pada bagian bawah tulisan.

Misalnya: “Penulis saat ini tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir Universitas Gadjah Mada Jurusan Sastra Arab”.  Maka anda bisa menyerahkan guntingan bukti terbit resensi tulisan anda pada bagian humas UGM, kemudian pihak HUMAS akan memberi insentif sebagai bentuk ucapan terimakasih atas promosi gratis pada tulisan Anda.

4. Kaya Buku

Keuntungan asyik lainnya adalah mendapatkan buku gratis dari penerbit yang salah satu bukunya kita resensi (tentunya setelah dimuat di media masa). Bagaimana cara mendapatkannya. Gampang sekali, tinggal gunting bukti terbit di media cetak (ingat usahakan bukti terbit yang asli bukan foto kopi), kemudian kirim ke alamat penerbit.

Jangan lupa sertakan pengantar seperlunya. Biasanya penerbit akan memberikan hadiah satu atau dua buku baru gratis! Belum beredar di pasaran pula. Nah itu berarti Anda diharapkan untuk meresensi buku lagi dan dapat hadiah buku lagi. Asyik kan?

Tips Asyik Menulis Resensi Buku

Anda tertarik untuk menulis resensi buku? Menulis resensi buku tidak sulit. Karena yang terpenting dalam resensi buku adalah penilaian pribadi Anda terhadap buku yang diresensi.  Sederhananya, ada enam unsur yang sebaiknya tercantum dalam resensi buku yaitu:

1. Anatomi Awal Buku

Anatomi buku minimal memuat judul, penulis, penerbit, harga dan tebal buku. Dari anatomi buku ini pembaca mendapat gambaran umum tentang buku.

2. Judul yang Menarik

Dalam setiap tulisan, judul selalu menjadi pemikat pertama seseorang melanjutkan membaca tulisan itu atau tidak.

3. Garis Besar Isi buku

Memuat gambaran umum tentang isi buku yang kita resensi, sehingga pembaca memiliki gambaran tentang isi buku yang diresensi meskipun tidak secara keseluruhan.

4. Penilaian terhadap Buku

Disinilah letak hakikat dari meresensi buku. Penilaian ini bisa berupa substansi isi (kelebihan atau kekurangan), lebih bagus lagi jika dibandingkan dengan buku sejenis. Penampilan cover meliputi kualitas kertas, lay out dan sebagainya. Dan tidak menutup kemungkinan juga penilaian dalam bentuk kualitas cetak seperti ukuran hurup, jenis kertas, editing dan sebagainya.

Manfaat Buku bagi Pembaca

Di sini penulis resensi diharapkan memberi gambaran manfaat yang akan di dapat pembaca dari membaca buku tersebut. Sekaligus memberikan rekomendasi kepada pembaca sasaran.

Khusus untuk novel, perlu juga diperhatikan unsur-unsur pembangun novel yang bisa diresensi seperti alur, plot, penokohan, setting, sudut pandang, gaya bahasa dan sebagainya. Tidak perlu seluruhnya cukup mengulas unsur yang yang paling menonjol.

Syarat Resensi Buku Sastra

Berikut ini adalah syarat menulis resensi buku sastra yang bagus dan bisa dimuat di media massa.

1. Judul

Hal yang paling penting dalam setiap tulisan adalah judul. Judul dibuat seringkas mungkin dan mengundang penasaran pembaca. Di bawah judul, tulis identitas buku seperti yang diuraikan di atas

2. Perhatikan Paragraf Pertama

Pada paragraf pertama, seorang penulis harus mempunyai kepekaan analisis. Kepekaan analisis ini sangat dibutuhkan sekali. Biasanya, paragraf pertama berisi pengantar.

Usahakan sebelum meresensi buku harus benar-benar paham isi buku dan tamat membaca buku tersebut. Hal ini membantu ketika menuliskan dan saat pengambilan masukan, saran, dan simpulan.

Misalnya, contoh resensi buku sastra berupa novel. Paragraf pertama yang perlu Anda tuliskan adalah hasil analisis penulis, melihat, atau mengkritik keadaan yang berkembang. Hal yang perlu diperhatikan adalah paragraf pertama harus bisa bersangkutan dengan paragraf kedua.

3. Paragraf Kedua

Paragraf kedua adalah hasil review isi buku. Saat melakukan review ini, penulis harus mempunyai kepekaan dan kejelian. Sangat penting sekali bagi seorang penulis untuk dapat merangkum resensi menjadi kalimat demi kalimat yang mengalir. Seorang penulis resensi buku juga harus mempunyai kemampuan membuat pembaca tertarik ingin membaca buku secara utuh atau memancing pembaca untuk segera membelinya.

4. Paragraf Ketiga

Pada paragraf ini, penulis menuliskan kelebihan dan kekurangan atau nilai positif dan negatif yang terkandung dalam isi buku tersebut. Jika perlu, lakukan perbandingan dengan contoh resensi buku sastra yang lain. Dalam paragraf ini, penulis tidak boleh membuat jalan cerita sendiri, harus mengacu pada buku tersebut.

Nah, Anda gemar membaca? Jangan malas untuk menuliskan resensinya. Karena menulis resensi itu mudah dan menghasilkan. Pokoknya asyik!

Speak Your Mind

*