Menyiasati Pengganggu Pekerjaan Bernama Interupsi

Ilustrasi mengendalikan interupsiDalam pekerjaan, seringkali Anda telah membuat berbagai perencanaan penyelesaian tugas-tugas dengan rinci dan matang. Namun demikian seringkali muncul peristiwa atau orang yang secara tak terduga muncul dan merusak semua rencana Anda

Tentang Interupsi
Interupsi ini muncul dan mengganggu, bahkan menghalangi proses yang tengah berjalan. Sebab inilah kebanyakan orang tidak menyukai interupsi. Jika Anda mengetahui triknya, interupsi dapat dikendalikan agar tidak merusak rencana yang telah matang disusun.

Terdapat empat langkah umum untuk menangani interupsi, diantaraya adalah:

    • Anda harus mengetahui dengan rinci dan tepat apa yang harus Anda lakukan. Disinilah pentingnya koordinasi dan konsolidasi dengan atasan maupun teman sejawat.
    • Ketika ada orang yang datang mneginterupsi pekerjaan Anda dengan permintaannya, tanyakan kapan ia akan membutuhkannya. Cobalah untuk bernegosiasi masalah waktu tenggat dan sesuaikan dengan kemampuan Anda untuk menyelesaikan. Jika ada tugas atau permintaan mendadak, catatlah dalam agenda Anda dan masukkan dalam jadwal agar Anda tidak lupa. Inilah cara menjadwalkan interupsi.
  • Berpeganglah pada urutan prioritas tugas-tugas Anda. Seringkali Anda mendapatkan interupsi yang harus dikerjakan, tetapi pastikan bahwa pelaksanaannya tidak akan mengganggu prioritas yang lain.

 

Penggunaan Bahasa Tubuh 

Bahasa tubuh merupakan cara berkomunikasi yang efektif dalam menghadapi interupsi. Secara sadar maupun tidak sadar, biasanya Anda akan menunjukkan bagaimana perasaan Anda terhadap interupsi tersebut.

Hal ini berguna untuk menghindari perbincangan yang tak kenal batas waktu dan melantur. Berikut ini adalah tiga bahasa tubuh yang umum digunakan untuk membatasi pemicaraan:

    • Berdiri. Dengan berdiri, maka tamu yang tidak diharapkan akan mengerti bahwa Anda menginginkan pembicaraan yang to the point. Agar tamu tersebut tidak tersinggung, Anda bisa berdiri dengan wajah menatapnya tetapi arah tubuh Anda menghadap ke pintu.
    • Memalingkan wajah ke arah yang lain. Ketika seseorang merasa bosan dengan suatu pembicaraan, tanpa sadar pasti akan memalingkan wajah ke arah lain. Cara ini dapat dilakukan untuk mempersingkat pembicaraan karena Anda dapat memalingkan wajah ke arah lain dengan sadar tetapi tetap terukur agar tidak menyinggung lawan bicara.
  • Sering-sering melihat jam. Cara ini cukup efektif. Jika Anda merasa tak enak hati dengan sering melihat jam, Anda dapat bertanya pada lawan bicara Anda dan bertanya jam berapa sekarang. Dengan cara ini lawan bicara Anda akan menangkap pesan bahwa Anda ingin menyudahi pembicaraan karena ingin melakukan pekerjaan yang lain.

Demikianlah, dengan terampil mengendalikan interupsi maka pekerjaan kita akan selalu dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Selamat mengendalikan interupsi.

Speak Your Mind

*