Merawat Bayi Kuning di Rumah

Ilustrasi bayi kuningDefinisi Bayi Kuning

Bayi kuning dikenal dengan berbagai istilah, antara lain Jaundice dan Ikterus. Kondisi ini umum terjadi pada bayi yang baru lahir, yaitu tubuh dan skleranya (bagian putih pada mata) berwarna kekuningan. Warna kuning berasal dari kelebihan zat bilirubin pada tubuh bayi sebagai hasil perombakan sel-sel darah merah yang seharusnya dikeluarkan melalui feses (kotoran bayi).

Belum sempurnanya organ hati pada bayi menyebabkan kadar bilirubin tinggi dalam tubuh. Dalam tahap normal, keadaan bayi kuning tidak perlu dirisaukan. Dengan penanganan tepat, warna kuning pada bayi dapat berangsur-angsur hilang. Hal ini menunjukkan bahwa kerja organ hati telah berfungsi dengan baik.

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai

Bayi kuning dianggap normal apabila kondisi tersebut berlangsung kurang dari dua minggu. Warna kuning pada tubuh pun tidak menjalar sampai telapak tangan dan telapak kaki.

Kondisi bayi kuning yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Tubuh bayi sudah berwarna kuning sebelum 24 jam semenjak dilahirkan
  • Warna kuning pada bayi berlangsung selama lebih dari 2 minggu
  • Warna kuning menjalar hingga ke telapak tangan dan telapak kaki
  • Feses bayi bewarna pucat, tidak kekuningan
  • Kadar bilirubin dalam darah lebih dari 10% pada bayi prematur atau 12% pada bayi cukup usia.

Pada kondisi ini, bayi diduga mengalami infeksi berat, hemolisis autoimun (yaitu sel-sel darah putih menghancurkan sel-sel darah merah), atau kekurangan enzim tertentu. Jika tidak segera ditangani, bilirubin dapat meracuni otak atau dikenal dengan istilah acute bilirubin encephalopathy. Selain itu, dapat juga merusak syaraf sehingga menyebabkan tuli, cacat, terhambatnya pertumbuhan hingga kematian.

Karena itulah, segera periksakan bayi kuning ke rumah sakit jika terdapat tanda-tanda yang perlu diwaspadai sebagaimana yang tertera di atas.

Tips Merawat Bayi Kuning di Rumah

Meskipun bayi kuning merupakan gejala penyakit yang fatal, namun sebaiknya kaum ibu tetap tenang. Bayi kuning tidak perlu dikhawatiri jika orang tua yakin bisa menanganinya dengan tepat. Jika rumah sakit menyediakan inkubator untuk menangani bayi kuning, bagaimana dengan ibu yang ingin merawat bayinya di rumah? Berikut ini tipsnya:

  • Jemur dibawah sinar matahari pagi antara pukul 7.00 sampai dengan 8.00 WIB selama 30-60 menit. Jemur bagian depan dan punggung bayi, namun jangan sampai mata bayi menghadap matahari langsung.
  • Tambahkan asupan ASI dengan meningkatkan frekuensi pemberian 8-12 kali sehari.
  • Hindari pemberian air atau air gula untuk mencegah kenaikan bilirubin

Speak Your Mind

*