Mewaspadai Tanda-Tanda Flu Burung

Sejak beberapa tahun yang lalu, penyakit flu burung muncul dan akhirnya menyebar di beberapa wilayah Indonesia. Sayang, tanda-tanda flu burung  ini sangat sulit terdeteksi dan hampir tidak memiliki gejala khusus. Apalagi ketika pemberitaan tentang penyakit flu burung yang tidak gencar lagi dilakukan. Masyarakat seolah lupa betapa dahsyatnya daya serang virus flu burung ini.

Kematian Dalam Hitungan Jam

Penyakit yang disebabkan oleh virus H5N1 ini awalnya hanya menyerang burung atau hewan kelompok unggas. Namun, sekitar akhir tahun 2003, peneliti menemukan fakta bahwa virus flu burung telah mengalami mutasi dan mulai menular pada manusia. Flu ini pun tidak main-main, penyakit ini bahkan telah memakan banyak korban. Hanya dalam hitungan jam seseorang yang telah diserang oleh virus ini bisa menghadap Ilahi.

Bahkan korban awal virus ini yang diketahui berasal dari satu keluarga harus kehilangan 3 orang sekaligus dalam waktu yang sangat singkat. Rasa terpukul pasti sangat terasa. Betapa tidak, orang-orang terkasih itu masih ada dan masih bersenda gurau pada minggu sebelum kematiannya. Tiba-tiba mereka mengalami sesak napas dan batuk-batuk hingga tidak sadarkan diri. Selang beberapa jam, obat-obatan sudah tidak mampu memperpanjang kehidupan.

Jenazah mereka harus dibungkus dengan plastik dan tidak boleh dibuka lagi apalagi disentuh karena bisa menularkan penyakit. Rasa perih di hati pasti semakin menjadi. Biasanya, sebelum kain kafan jenazah dirapikan dan diikat, pihak keluarga masih diizinkan untuk mencium jenazah yang telah terbujur kaku itu. Tetapi bagi korban flu burung, jenazah mereka tidak boleh diperlakukan seperti itu. Hal inilah yang membuat keluarga yang ditinggalkan menjadi semakin menelangsa.

Tradisi yang Harus Dihilangkan

Tanda-tanda flu burung  itu mungkin saja dianggap sebagai satu gejala yang biasa. Serangannya yang sangat mendadak, biasanya akan membuat keluarga panik. Padahal ketika gejala itu telah membuat pasien tidak bisa bernapas, itulah pertanda bahwa sang penderita harus masuk ruang perawatan khusus dengan penanganan khusus pula. Biaya perawatan  yang dikeluarkan tentu juga sangat besar. Padahal biasanya yang terkena virus ini merupakan masyarakat dari kalangan bawah.

Melihat ayam mereka sekarat, bukannya ayam itu segera sembelih dan dikubur, melainkan disembelih dan dagingnya dimakan. Mereka mungkin tidak tahu bahwa ayam yang sakit itu pasti menyimpan potensi penyakit di dalam tubuhnya. Kebiasaan ini memang telah dijalankan selama bertahun-tahun dan menjadi tradisi turun-temurun. Ayam yang sakit itu sayang kalau dibiarkan mati. Mungkin proses inilah yang membuat penularan virus flu burung menjadi sangat cepat.

Untungnya, kampanye yang cukup intensif di beberapa media yang sering dilihat, didengar, dan ditonton oleh masyarakat dari berbagai kalangan, telah meningkatkan kesadaran bahaya virus flu burung ini. Masyarakat bahkan akan dengan kesadaran sendiri melaporkan kematian ayamnya secara mendadak. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti oleh yang berwenang dan akan dilakukan gerakan antisipasi. Bahkan ada pemerintah daerah yang mengganti kerugian masyarakat yang kehilangan ayam-ayamnya.

Seperti diketahui bahwa bagi kalangan masyarakat bawah, keberadaan ayam itu sangat penting. Ayam ini bukan hanya sebagai penambah gizi keluarga melainkan juga sebagai sumber pemasukan penghasilan keluarga. Jadi, kalau ada beberapa ayam yang mati mendadak, itu artinya kerugian yang cukup besar yang dialami oleh satu keluarga tersebut. Sangat dihargai kalau pemerintah daerah sampai mengganti dengan sejumlah uang yang walaupun angkanya tidak sama kalau ayam-ayam itu dijual.

Lebih Menganal Gejala Flu Burung

Gejala flu burung memang agak sulit dideteksi. Bila tanda-tanda flu burung di bawah ini terjadi pada Anda setelah berhubungan atau melakukan kontak langsung dengan unggas, Anda patut curiga dan harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah Anda terserang flu burung atau tidak. Berikut ini adalah contoh gejala penyakit flu burung yang bisa terjadi pada manusia.

Seseorang yang terinfeksi oleh virus flu burung akan mengalami demam yang sangat tinggi sebagai tanda virus sedang mengalami inkubasi di dalam tubuh. Penderita akan merasa pusing dan sakit kepala. Gejala-gejala flu burung yang lain adalah terjadinya gangguan pernapasan atau ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut). Cirinya adalah hidung tersumbat dan mengeluarkan ingus (pilek).

Tenggorokan penderita flu burung terasa perih dan sakit sehingga susah untuk menelan sesuatu. Penderita mengalami batuk-batuk. Badan akan terasa sakit dan nyeri ketika demam. Tubuh akan menjadi lemah. Dalam jangka waktu tertentu, penderita flu burung akan mengalami radang paru-paru yang berbahaya. Bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani secara benar.

Penularan cepat sekali terjadi. Oleh karena itulah, paramedis yang menangani pasien flu burung ini harus melengkapi diri sengan peralatan yang canggih dan dengan baju perlindungan diri. Bila tidak seperti itu, tidak menutup kemungkinan bahwa para medis pun bisa tertular penyakit yang sangat mematikan ini. Gerakan memberantas flu burung memang harus dilakukan secara bersama-sama dan dengan kesadaran tinggi terutama bagi orang-orang yang rentan dengan penyakit ini.

Bagi pemelihara unggas, memperhatikan vaksinasi dan kesehatan peliharaannya adalah sesuatu yang wajib dilakukan. Bila perlu, peternakan ayam tidak dilakukan di tengah-tengah lingkungan yang padat penghuninya. Adalah satu kebiasaan yang mungkin akan sangat sulit dihilangkan ketika banyak masyarakat yang memelihara ayam di belakang rumahnya. Ayam-ayam itu bahkan dibiarkan berkeliaran di sekeliling rumah.

Kotoran ayam itu bisa membawa virus. Begitu juga dengan telur ayam yang tidak dicuci bersih. Kotoran yang menempel di telur bisa menjadi sarana penularan virus flu burung yang sangat efektif. Oleh karena itulah, kalau membeli telur ayam, pada saat memilih telur, lapisi tangan dengan plastik. Setelah telur dibeli, jangan lupa mencucinya bersih sebelum disimpan di lemari pendingin. Perhatikan keadaan telur sebelum dimasak. Jangan sungkan mencucinya lagi kalau masih ada kotoran.

Mencuci tangan dengan sabun sebelum memasak, sebelum makan, adalah tindakan yang bijaksana sebagai upaya menghindarkan diri dari tertular virus flu burung. Anak-anak yang juga cukup rentan terkena virus ini, harus dididik sedemikian rupa agar mereka sadar kesehatan dan tahu bagaimana menjaga kesehatan. Tidak mungkin orangtua mengawasi anak-anak selama 24 jam. Pendidikan adalah jalan menjaga anak-anak tetap sehat.

Tips Mencegah Flu Burung

Tanda-tanda flu burung sangat mirip dengan penyakit influenza biasa. Hal inilah  yang membuat penyakit ini kerap memakan korban. Orang mengira bahwa ia tidak terkena virus yang sangat mematikan. Berikut adalah tips-tips untuk menghindari flu burung sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga. Pertama, jika daerah tempat tinggal merebak kasus flu burung, jangan melakukan kontak fisik dengan unggas apapun. Sebaiknya menjauh dari unggas, cara penularan flu burung tidak hanya dari kontak fisik, namun juga lewat udara.

Kedua, bila menemukan unggas mati, segera lindungi pernapasan  dengan memakai masker. Bila hendak membuang unggas mati tersebut, pakailah sarung tangan, pastikan tidak ada kulit yang bersentuhan dengan unggas tersebut. Cucilah tangan dan bila perlu buang dan bakarlah pakaian yang dikenakan ketika mengubur atau memusnahkan unggas yang mati mendadak tersebut. Hal ini menjadi salah satu tindakan antisipasi yang cukup baik.

Ketiga, bila selesai melakukan kontak dengan unggas, segera cuci tangan atau mandi hingga bersih. Pakaian pun sebaiknya dicuci sendiri. Kalau orang lain yang mencucinya, belum tentu orang tersebut tahu bagaimana prosedur yang tepat menghindarkan diri dari serangan virus flu burung.

Keempat, hindari memakan produk unggas bila sedang merebak kasus flu burung. Kalaupun kasus flu burung sudah mereda dan ingin mengkonsumsi produk unggas. Pastikan Anda memasak dengan suhu tinggi agar virus flu burung mati dan tidak membahayakan kesehatan. Kelima, hindari bepergian ke tempat atau daerah yang terkena wabah flu burung sehingga menurunkan resiko  tertular penyakit ini.

Keenam, Bila  berdekatan dengan pasien flu burung, pastikan memakai masker. Walau penularan virus lewat manusia jarang terjadi, namun tidak ada salahnya bila tetap melakukan antisipasi. Ketujuh, bila Anda adalah pengusaha ternak unggas, pastikan hewan peliharaan bebas dari penyakit mematikan ini dengan memberi vaksin tertentu. Selanjutnya, jagalah daya tahan tubuh diri Anda sendiri, agar tidak mudah terserang penyakit, termasuk virus flu burung.

Speak Your Mind

*