Obyek Wisata Jogja, Wisata Belanja Unik dan Menarik

Wisata belanja di Yogya, merupakan sisi lain dari tujuan wisata di Kota Pelajar. Yogyakarta tak hanya kaya akan kebudayaan. Kota yang sering disebut kota pelajar ini juga memanjakan wisatawannya dengan berbagai tempat belanja yang unik karena menjual berbagai barang khas daerah.

Jika di kota lain kita mengunjungi pusat perbelanjaan seperti toko dan mall, maka Yogya memberikan keunikan tersendiri. Tak heran, wisatawan yang pernah ke Yogya selalu terkenang ingin kembali ke kota ramah ini.

Selain unik, Yogya juga terkenal dengan harga barang dan makanan yang relatif lebih murah dibandingkan kota lain. Jadi kita bisa berbelanja barang unik dengan harga yang terjangkau kantong.

Lokasi Wisata Belanja di Yogya

  • Malioboro

Merupakan jalanan yang paling terkenal di Yogyakarta. Sepanjang jalan, selain toko-toko besar, kita disuguhi lapak pedagang kaki lima yang menjual berbagai barang dan cinderamata khas Yogyakarta seperti miniatur sepeda dan becak antik, tas, sepatu, perhiasan perak, baju batik berbagai corak, dan banyak lagi, menarik sekali.

Anda bisa menyusuri Malioboro dengan berjalan di koridor pertokoan. Jika ada yang menarik, Silakan menawar harga barang yang Anda inginkan. Tak hanya itu, berbagai lesehan makanan khas Yogya juga tersedia di sepanjang jalan.

Tapi, sebaiknya Anda tanyakan dulu harga makanannya. Dan buat Anda yang ingin merasakan sensasi naik becak dan delman yang mulai jarang kita temukan, di sini tempatnya. Anda akan dibawa berkeliling menikmati daerah seputar Malioboro.

/p>

  • Pasar Beringharjo

Masih di Jalan Malioboro, Anda akan menemui pasar tradisional yang unik. Namanya Pasar Beringharjo. Pasar ini berdiri sejak 1758. Bagian depan pasar dipenuhi penjual makanan khas Yogyakarta.

Hingga kini, masih menjadi pilihan utama wisatawan untuk berburu batik khas Yogyakarta. Selain kain, juga tersedia baju, sepatu, tas dan pernak-pernik berbahan batik. Harga batiknya pun beragam tergantung kualitas kain dan apakah itu batik tulis atau cap.

Selain batik, Anda juga bisa menemukan bagian pasar yang menjual jamu tradisional, kaset-kaset lama untuk dikoleksi, barang-barang antik yang indah untuk jadi pajangan di rumah Anda. Sungguh pasar yang memanjakan panca indera wisatawan.

/p>

  • Kotagede

Anda yang menyukai perhiasan atau pernak-pernik perak, kunjungi Kotagede. Di sinilah pusat kerajinan perak di Yogyakarta. Sentra kerajinan perak ini merupakan terbesar di Indonesia. Kerajinan perak Kotagede terkenal di mancanegara dan sudah diekspor ke berbagai negara di Asia.

Letak Kotagede sekitar 10 km dari pusat Kota Yogyakarta. Selain membeli perak, Anda juga dapat mengikuti kursus singkat membuat kerajinan perak langsung pada ahlinya. Asyik, ya.

/p>

  • Kasongan

Bagi pencinta kerajinan keramik, Kasonganlah tujuan wisata Anda. Desa Kasongan terletak di selatan Yogyakarta. Tak terlalu jauh dari Kota Yogyakarta. Di sini, banyak penduduk yang bekerja sebagai perajin tanah liat di banyak studio seni yang biasanya merupakan milik sebuah keluarga. Yang bekerja disana juga masih ada hubungan kerabat.

Awalnya, Mereka memproduksi berbagai mainan anak, dan peralatan rumah tangga seperti kendi, piring, yang terbuat dari tanah liat. Tapi kini tak hanya itu saja. Perajin Kasongan juga membuat berbagai benda seni bernilai tinggi seperti vas, guci, patung kuda, patung Loro Blonyo, asbak, dan berbagai pernak-pernik menarik lain yang dipajang di galeri.

Seiring berjalan waktu, perajin Kasongan melakukan inovasi pada desain keramiknya hingga nampak lebih menarik dan laris dibeli wisatawan. Oh iya, Selain membeli, wisatawan juga diperbolehkan untuk berkeliling studio dan mengamati bagaimana pernak-pernik keramik dibuat. Sungguh pengalaman yang mengesankan.

  • Manding sentra kerajinan kulit

Kalau Anda pergi Pantai Parang Tritis, Anda akan melewati Desa Manding, di sana terdapat sentra produksi sepatu, yang dikerjakan secara home industry oleh perajin asli desa Manding. Bahan utamanya terbuat dari kulit sapi asli. kwalitas sepatu bikinan perajin Manding tak kalah bagusnya dengan yang ada di Mall.

Awalnya desa Manding hanya sebuah desa kecil, yang sebagian penduduknya berprofesi tukang bikin sepatu, untuk keperluan dinas tentara, dan menerima pesanan dari konsumennya. Manding menjadi maju, berkat peran serta pemerintah daerah Kabupaten Bantul, yang memberi bantuan modal, pelatihan cara membuat desain baru dan promosi ke luar.

Akhirnya mereka bisa membikin aneka jenis sepatu dari perempuan maupun sepatu untuk laki-laki. Produk lain yang tak kalah bagus adalah jaket kulit, dompet, sabuk dan tas. Dilihat dari segi harganya yang mereka tawarkan pun lebih murah.

Manding menjadi ramai dikunjungi wisatawan ketika hari minggu dan musim liburan sekolah tiba. Sejumlah show room pun ramai diborong oleh tamu dari dalam negeri maupun turis asing.

Pusat Kuliner dan Makanan kecil

Melencong ke Jogja rasanya kurang komplit jika tak mencoba aneka kulinernya. Kasanah kuliner di Jogja tak hanya gudegnya saja. Ada sejumlah makanan khas Jogjakarta yang patut di coba.

  • Jalan Kornel Sasuitubun sentra bakpia

Ikon jajanan Jogja yang paling diburu adalah bakpia patuk. Makanan ringan yang terbuat dari dari tepung terigu dan tepung kacang ijo ini, menjadi makanan wajib diborong oleh wisatawan. Makanan ringan yang menyehatkan karena dimasak dengan cara dipanggang.

Sentra produksi bakpia terletak di Kampung Patuk, tepatnya di Jalan Kornel Sasuitubun, letaknya di barat jalan Malioboro. Jika Anda sedang di Malioboro bisa naik becak, ngomong saja ke abang becaknya, minta diantar ke patuk, dia pasti akan mengantarkan Anda ke sana.

Uniknya bakpia patuk menggunakan nomor lima sebagai merk dagangnya. Ada bakpia patuk 15, 25, 75. Nomor ini sebenarnya menunjukan sebagai nomor rumah tempat sentra produksi dan penjualannya, di sepanjang Jalan Kl. Sausitubun. Kalau masalah harga rasanya tak mahal untuk satu kotak bakpia yang masih hangat.

  • Jalan Perwakilan Pusat Penjual oleh-oleh

Masih di seputaran Malioboro, terdapat pusat penjualan oleh-oleh khas Jogja, datanglah ke Jalan Perwakilan, tepatnya di timur Malioboro. Lokasinya mudah ditemukan yakni di utara hotel Akur. Di sana terdapat sederetan toko yang menjual aneka makanan ringan khas Jogjakarta.

Di sana Anda bisa memborong bakpia patuk yang masih hangat, geplak Bantul yang terbuat dari serutan kelapa muda aneka rasa. Dan masih banyak lagi makanan khas Jogja yang ditawarkan dengan harga murah. Deretan toko makanan ini buka dari jam 9 pagi sampai malam.

  • Desa Jejeran Sentra penjual sate kambing

Di Jogjakarta ada sentra penjualan aneka masakan yang terbuat dari daging kambing. Tepatnya di jalan Imogiri barat, kalau dari perempatan Terminal Giwangan ke selatan. Di sepanjang jalan Imogiri barat menuju jejeran, berdiri deretan warung sate kambing dan sejenisnya.

Namun yang paling istimewa yang ditawarkan oleh penjual sate kambing adalah sate klatak. Sate klatak hanya jumpai di daerah ini saja. Diskripsi sate klatak adalah sate yang ditusuk dengan menggunakan jeruji sepeda. Tentunya bukan pakai jeruji bekas, tapi jeruji baru. Tujuan daging kambing ditusuk dengan juruji adalah agar panas yang dihantarkan dari jeruji besi ini bisa rata sampai ke dalam daging.

Bumbu sate klatak sangat sederhana, sebelum dibakar sate taburi dengan garam saja. Jadi sensasi rasanya lebih gurih dan asin, bagi yang tak suka asin, bisa pakai sambal kecap. Menu selain sate, ada tongseng, gulai, nasi goreng kambing dan tengkleng.

  • Jalan Wijilan Pusat Penjual gudeg

Gudeg Jogja memang bikin ketagihan bagi pecinta kuliner. Gudeg yang terbuat dari nangka muda ini, menjadi ikon utama bagi Kota Budaya. Ada sejumlah sentra penjualan gudeg di Jogjakarta, salah satunya ada di Jalan Wijilan, timur alun-alun utara. Lokasinya tak jauh dari Malioboro.

Di sepanjang jalan Wijilan dari Plengkung Wijilan terdapat deretan warung gudeg, yang buka dari pagi hingga malam hari. Wisatawan yang datang ke sini, ada makan ditempat ada juga yang beli untuk dibawa pulang ke daerah asalnya. Ada juga yang memborong untuk diberikan kepada sanak kerabatnya. Gudeg merupakan makanan yang tahan lama, sehingga bisa dibawa pergi jauh. Kemasan yang tak pernah berubah dari dulu adalah menggunakan kuali / kendil sebagai wadahnya. Jadi dalam satu kendil terdapat, gudeg, pindang telur bebek, daging ayam dan sambal krecek. Nah jika ingin di makan, kendil tinggal di taruh dalam kompor dan dipanasi.

Bagaimana, berbagai lokasi wisata belanja di Yogya sangat unik dan menarik, bukan? Jangan ragu-ragu, pada liburan nanti, silakan kunjungi Yogyakarta. Selamat berbelanja!

Speak Your Mind

*