Pekanbaru, Kota Jasa di Provinsi Riau

Ilustrasi pekanbaru

Pekanbaru dikenal sebagai Kota Jasa. Kota ini merupakan ibukota dan kota terbesar di Provinsi Riau. Pintu gerbang Kota Pekanbaru adalah Bandar Udara Sultan Starif Kasim II, Pelabuhan Pelita Pantai, dan Pelabuhan Sungai Duku. Kedua pelabuhan ini terletak di Sungai Siak.

Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II, Kebanggan Masyarakat Pekanbaru

Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II merupakan home-base Skuadron Udara 12 TNI AU. Bandar udara ini sebelumnya bernama Bandara Simpang Tiga dan memiliki luas 321,21 ha. Saat ini, Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II diperluas untuk menyambut PON XVII pada 2012 sehingga nantinya mampu menampung pesawat-pesawat yang besar.

Berikut ini maskapai penerbangan yang beroperasi di Bandar Udara Sultan Syarif Kasim II

  • Garuda Indonesia
  • Merpati Nusantara Airlines
  • Lion Air
  • Batavia Air
  • Mandala Airlines
  • Pelita Air Service
  • Riau Airlines
  • Wings Air
  • AirAsia (Kuala Lumpur-Sepang)
  • Riau Airlines
  • Linus Airways
  • FireFly (Kuala Lumpur-Subang)
  • Silk Air Singapura (Efektif 28 Februari 2011)

Sungai Siak, Sungai Kebanggan Masyarakat Kota Pekanbaru

Sungai ini merupakan sungai terdalam di Indonesia dan terletak di Provinsi Riau. Dahulu, sungai ini sering dilalui kapal-kapal besar, seperti kapal tanker dan kapal peti kemas. Akibat pendangkalan sungai dari 30 meter menjadi 18 meter, kapal-kapal tersebut tidak lagi melintas di Sungai Siak.

Di bagian hilir sungai, terdapat banyak pabrik, di antaranya pabrik kelapa sawit, pabrik kertas, dan pabrik pengolahan kayu. Di sungai ini juga, dibangun beberapa jembatan, seperti jembatan Siak I (Jembatan Leighton) di Kota Pekanbaru.

Sejarah Kota Pekanbaru

Perkembangan kota Pekanbaru pada awalnya tidak lepas dari peran Sungai Siak. Bagi masyarakat kota Pekanbaru, Sungai Siak memiliki peranan penting, yaitu sebagai sarana jalur transpotasi untuk menyalurkan hasil bumi dari pedalaman dan dataran tinggi Minangkabau ke wilayah pesisir Selat Malaka.

Menurut sejarah, wilayah Sanapelan yang berada di tepi Sungai Siak sering dujadikan sebagai pasar (pekan) oleh para pedagang yang berasal dari dataran tinggi Minangkabau. Seiring perkembangan zaman, wilayah ini mulai berkembang menjadi wilayah hunian yang ramai.

Pada 23 Juni 1784, berdasarkan hasil musyawarah Dewan Menteri dari Kesultanan Siak yang terdiri atas 4 datuk Minangkabau, wilayah ini pun diberi nama Pekanbaru. Tanggal penetapan itupun dijadikan hari jadi kota Pekanbaru sekarang ini.

Menurut sejarah, Pekanbaru menjadi bagian dari Kesultanan Siak berdasarkan Besluit van Het Inlandsch Zelfbestuur van Siak No. 1 Tanggal 19 Oktober 1919. Akan tetapi, pada 1931, Pekanbaru masuk ke dalam wilayah Kampar Kiri yang dipimpin oleh seorang controleur dan memiliki status sebagai landschap hingga tahun 1940.

Dua tahun kemudian, tepatnya pada 1942, Pekanbaru menjadi ibukota Onderafdeling Kampar Kiri. Setelah Jepang memasuki Indonesia, Pekanbaru dipimpin oleh seorang gubernur yang disebut gokung.

Setelah masa kemerdekaan, pada 19 Maret 1956, berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1956, Pekanbaru menjadi daerah otonom dalam lingkungan Provinsi Sumatera Tengah (sekarang dipecah menjad Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.

Selanjutnya, pada 9 Agustus 1957, berdasarkan Undang-Undang No. 19 Tahun 1957, Pekanbaru termasuk wialayah dari Provinsi Riau yang baru dibentuk. Selanjutnya, pada 20 januari 1959, Pekanbaru didaulat menjadi ibukota Provinsi Riau.

Pada 2005 dan 2006, Kota Pekanbaru mendapat piala Adipura untuk kota terbersih dengan kategori kota besar di Indonesia.

Geografi dan Penduduk

Kota ini merupakan kota yang berada di posisi strategis, yaitu di jalur lintas timur Sumatera. Jalur ini menghubungkan beberapa kota besar di Pulau Sumatera, seperti Medan, Padang, dan Jambi.

Kota ini dihuni oleh beberapa etnis, seperti Minangkabau, Tionghoa, Melayu, Jawa, dan Batak. Etnis terbesarnya yaitu Minangkabau dengan jumlah kurang lebih 37,7 persen dari seluruh jumlah penduduk. Mereka berprofesi sebagai pedagang dan bahasa Minang sebagai bahasa pengantar selain, bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.

Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi di kota ini sangat dipengaruhi oleh Sungai Siak yang merupakan jalur perdagangan kota. Adanya cadangan minyak bumi memberi pengaruh besar terhadap perkembangan dan migrasi penduduk dari daerah lain.

Sektor andalan Pekanbaru adalah sektor perdagangan dan jasa. Hal ini ditandai dengan banyaknya dibangun pusat perbelanjaan modern, seperti:

  • Plaza Senapelan
  • Plaza Citra
  • Plaza Sukaramai
  • Mal Pekanbaru
  • Mal SKA
  • Mal Ciputra Seraya
  • Makro
  • Metropolitan Trade Center & Giant
  • Metro Swalayan Pekanbaru

Kesehatan, Pendidikan, dan Olahraga Kota Pekanbaru

Dalam hal masalah fasilitas kesehatan, kota Pekanbaru memiliki beberapa rumah sakait, baik yang dikelola pemerintah mapun yang dikelola pihak swasta. Dalam hal memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Kota Pekanbaru terus mencoba melengkapi dan memperbaharui sarana dan prasarana yang ada saat ini. Misalnya, Pemerintah Kota Pekanbaru akan membangun gedung baru untuk Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad.

Saaat ini, Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad hanya memiliki 264 kamar rawat inap. Hal itu sangat jauh dari standar rumah sakit umum daerah. Jika pembangunan gedung baru itu selesai, Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad akan memiliki kapasitas rawat inap yang lebih besar, yaitu sekitar 400 kamar.

Selain rumah sakit umum daerah, kehadiran rumah sakit swasta pun cukup membantu kota Pekanbaru dalam hal pelayanan kesehatan. Rumah sakit swastayang da di Kota Pekanbaru antara lain Rumah Sakit Santa Maria, Rumah Sakit Ibnu Sina, Rumah Sakit Awal Bros, Rumah Sakit Bina Kasih, Rumah Sakit Pekanbaru Medical Centre (PMC), dan Eka Hospital.

Sementara itu, untuk sarana dan pelayanan kesehatan, seperti puskesmas, hingga tahun 2006 masih belum merata. Tingkat kunjungan masyarakat ke puskemas pun relatif kecil sekitar 19 %. Mungkin hal ini disebabkan telah banyaknya rumah sakit swasta yang memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan optimal jika dibandingkan dengan puskesmas.

Sementara itu, dalam bidang pendidikan, Kota Pekanbaru memiliki beberapa perguruan tinggi, baik negeri mapun swasta. Perguruan tinggi yang ada di kota Pekanbaru antara lain Universitas Riau, UIN Suska, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Islam Riau, dan Universitas Lancang Kuning. Sampai 2008, sekitar 13,87% penduduk Pekabaru merupakan tamatan perguruan tinggi. Sementara itu untuk SMA sekitar 37,32 %.

Di bidang pendidikan, Kota Pekanbaru mempunyai perguruan tinggi bernama Universitas Riau. Selain itu, ada sebuah perpustakaan bernama Perpustakaan Soeman HS. Perpustakaan ini termasuk perpustakaan termegah di Indonesia dengan arsitektur unik dan koleksi bukunya mencapai 300 ribu (2008).

Dalam bidang olahraga, khususnya sepak bola, Kota Pekanbaru memiliki memiliki klub kebanggan PSPS Pekanbaru. Klub ini merupakan klub utama yang dimiliki oleh Kota Pekanbaru. Klub ini memiliki markas di Stadion kaharudin Nasution Rumbai.

Namun, karena stadion ini sedang direnovasi karena akan menjadi venue perhelatan Pekan Olahraga Nasional XVIII 2012 yang akan dilaksanakan di Riau. Jadi, untuk sementara klub kebanggaan kota Pekanbaru ini pindah markas ke Stadion Agus Salim

Tempat Wisata di Kota Pekanbaru

Bangunan-bangunan di kota ini banyak yang dijadikan tempat wisata karena memiliki ciri khas arsitektur Melayu. Bangunan-bangunan tersebut, antara lain: Balai Adat Melayu Riau, Gedung Taman Budaya Riau, dan Museum Sang Nila Utama.

Itulah profil singkat Kota Pekanbaru. Apakah Anda berminat mengunjungi kota ini? Selamat mencoba dan semoga perjalanan Anda menyenangkan!

Speak Your Mind

*