Pengertian Puasa dan Doa Puasa

Ilustrasi doa puasaApakah Anda hapal doa puasa? Sebelumnya, kita bahas terlebih dahulu, apa itu puasa. Berpuasa, selain untuk menunaikan kewajiban juga sangat baik untuk kesehatan, juga kita dapat mengistirahatkan organ-organ tubuh kita yang lelah bekerja setiap harinya. Oleh karena itu, berpuasa sangat dianjurkan.

Ada banyak macam puasa, setiap agama dan kepercayaan mempunyai caranya sendiri untuk melakukan ritual puasa, dan waktu yang dianjurkan juga berbeda-beda.

Puasa Bagi Kehidupan Manusia

Arti puasa bukanlah sekadar menahan rasa lapar dan haus atau sebuah tindakan yang seolah-olah menunjukkan sikap empati terhadap orang-orang yang sedang mengalami kelaparan, sehingga pada saat waktu puasa berakhir, terkadang kita jadi sedikit berlebihan dalam hal makan dan minum.

Selain itu, berlebihan juga untuk menunjukkan bahwa berpuasa adalah suatu tindakan untuk menunjukkan sikap empati kita kepada orang-orang yang kelaparan. Puasa kita memiliki batas akhir waktu dan kita punya makanan untuk mengakhiri puasa. Namun, puasa orang-orang yang sedang kelaparan tidak memiliki kejelasan akan batas akhir waktu. Begitu pula dengan persediaan makanan untuk mengakhirkan puasanya.

Arti puasa bagi umat Islam adalah menahan diri dari makan dan minum, serta menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa. Waktunya dimulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari. Itu pun harus disertai niat dan syarat-syarat tertentu.

Puasa sunah boleh dikerjakan dan boleh juga tidak. Apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak apa-apa. Contoh puasa sunah adalah puasa hari senin dan kamis atau puasa arafah.

Banyak manfaat yang dapat diambil dari berpuasa. Sebagai umat Islam puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga menahan lainnya, seperti yang sudah disebutkan tersebut.

Dalam agama Islam, berpuasa sangat dianjurkan. Bahkan ada waktu yang mewajibkan umat Islam untuk berpuasa, yaitu ketika bulan Ramadhan (dalam kalender Hijriyah). Pada bulan Ramadhan, umat Islam wajib berpuasa selama satu bulan. Mulai terbit fajar (sebelum shubuh) sampai terbenamnya matahari (waktu maghrib).

Puasa itu memiliki beberapa pengertian yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Pengertian puasa yang pertama adalah komitmen bahwa kita akan belajar jujur pada diri sendiri. Seseorang yang menjalani puasa secara ikhlas akan bersikap enggan untuk membohongi diri sendiri.

Sekalipun tidak ada orang yang melihat, dia tidak akan mencuri-curi kesempatan untuk makan dan minum atau melakukan hal lain yang dapat membatalkan puasanya.

Sikap ini didorong oleh keinginan untuk mendapatkan suatu kepuasan batin. Apabila ada seseorang yang mengaku berpuasa, namun tidak memiliki kejujuran pada dirinya sendiri, mungkin dia akan mendapatkan pengakuan kesalehan dari orang lain. Namun, jauh dilubuk hatinya, pengakuan yang dia dapat dari orang lain itu tidak akan pernah mendatangkan kepuasan bagi batinnya.

Kemenangan hakiki dalam setiap pertarungan hanya akan bisa memuaskan batin, jika didapat dengan cara-cara yang jujur. Di luar itu, kemenangan hanya akan jadi realitas semu. Demikian juga dalam pertarungan melawan hawa nafsu, hanya kita sendiri yang tahu. Dengan cara apa kita berhasil memenangkannya? Cara jujur atau curang?

Mengingat pengertian puasa adalah komitmen bahwa kita akan bersikap jujur pada diri sendiri, andai kita berbuat curang, dengan sendirinya kita telah berada di luar komitmen tersebut. Otomatis puasa yang kita jalani akan jadi kehilangan makna dan pahalanya tidak ada.

Bagaimana orang-orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, tapi melakukan tindakan yang tidak jujur, seperti mencuri. Hal tersebut dikembalikan lagi kepada pribadinya sendiri, apakah dia memahami arti puasa itu sendiri.

Jangan mencontoh pada yang buruk, tapi contohlah yang baik. Laksanakanlah puasa dengan kejujuran dan hasil yang kita dapat pun akan terasa ketika waktu berbuka puasa tiba.

Melatih anak berpuasa sejak dini juga, dapat melatih anak tersebut untuk bersikap jujur. Hal tersebut membuat anak menjadi mengerti apa arti berpuasa di kemudian harinya.

Pengertian puasa yang kedua adalah pengendalian diri (self control). Ketika menjalani puasa, kita akan berhadapan dengan hal-hal yang sebenarnya dihalalkan bagi kita. Namun, karena kita sedang berpuasa, hal-hal yang halal tersebut untuk sementara waktu diharamkan bagi kita. Kita pun dengan suka rela menerima ketentuan ini.

Kita tidak boleh memakan dan meminum semua makanan dan minuman halal yang kita punyai. Kita juga dilarang melakukan hubungan suami istri dengan pasangan hidup kita yang sah. Anehnya, kita tidak berkeberatan  dengan hal itu. Bahkan, mematuhinya. Kenapa?

Karena kita betul-betul menyadari tentang arti puasa bahwa mengendalikan diri adalah aspek penting bagi kehidupan manusia. Tanpa adanya kemampuan dalam mengendalikan diri, sangat sulit untuk membedakan mana manusia dan mana binatang.

Bisa dibayangkan jika setiap orang sanggup untuk mengendalikan dirinya, sanggup untuk mengendalikan keinginannya dalam kehidupan sehari-hari, dunia ini akan tentram tanpa kejahatan.

Bayangkan, dengan berpuasa, seseorang bisa menerima ketentuan yang mengharamkannya untuk menikmati sesuatu yang sebenarnya halal baginya.

Dengan hal tersebut, sesuatu yang benar-benar haram pasti akan segera ditinggalkan. Bukannya mencari dalih bagaimana caranya menghalalkan sesuatu yang nyata-nyata haram supaya bisa dikorupsi secara aman.

Dengan rajin beribadah puasa, manusia bisa terhindar dari segala macam penyakit hati, seperti sombong, kikir, iri hati, dendam, dan sebagainya. Hati kita akan tentram dan damai, apabila kita bisa mengendalikan diri kita.

Doa Puasa

1. Doa Berpuasa Ramadhan

“Nawaitu Shauma ghadin ‘an adhaa’I fardis-syahri Ramadhana hadzihis-sanati lillahi ta’alaa.”

Artinya, “saya berniat berpuasa esok hari untuk menjalankan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini fardlu karena Allah ta’alaa.”

2. Doa berbuka puasa

“Allahumma laka shumtu, wabika amantu, wa’ala rizqika aftortu, birahmatika ya arhamar-rahimin.”

Artinya, “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan untuk-Mu akau tenang, dan karena rizki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Selain doa niat berpuasa dan doa berbuka puasa di atas, ada lagi doa-doa yang biasanya dibaca dalam ritual-ritual di bulan Ramadhan, seperti sholat tarawih, sholat witir, dan lain sebagainya.

Sholat tarawih adalah sholat sunnah yang dilakukan setelah sholat isya. Sholat tarawih hanya boleh dilakukan di bulan Ramadhan saja. Sholat tarawih keseluruhannya berjumlah delapan atau dua puluh rakaat (dipilih salah satu), dengan melakukan salam di setiap dua rakaatnya. Adapun niat sholat tarawih adalah sebagai berikut.

“Usholli sunnata at-tarawihi rok’ataini imaman/makmuman lillahi ta’ala”

Artinya, “saya berniat sholat sunnah tarawih dua rakaat, menjadi imam/ makmum karena Allah ta’ala.”

Sholat witir adalah sholat yang jumlahnya ganjil. Witir artinya ganjil. Sholat witir sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan. Namun, sholat witir juga boleh dilakukan di bulan-bulan yang lain. Sholat witir berjumlah 3,5,7, atau 9 rakaat. Setiap dua rakaat mengucap salam, lalu pada rakaat terakhir hanya berjumlah satu rakaat saja. Adapun niat sholat witir adalah sebagai berikut.

“Usholli sunnata al- witri rok’ataini imaman/ makmuman lillahi ta’ala”

Artinya, “Saya berniat sholat sunnah witir dua rakaat, menjadi imam/ makmum karena Allah ta’ala.”

Adapun niat pada rakaat terakhir adalah sebagai berikut.

“Usholli sunnata rakaata al- witri rok’ataini imaman/ makmuman lillahi ta’ala”

Artinya, “Saya berniat sholat sunnah satu rakaat witir, menjadi imam/ makmum karena Allah ta’ala.”

Berpuasa bagi umat agama yang lainnya juga memiliki arti yang sangat penting, yaitu untuk mengendalikan diri. Tapi, tidak semua manusia dapat mengendalikan dirinya sendiri. Untuk itu, perlu dilatih dalam mengendalikan diri sendiri.

Biasanya, orang tua selalu melatih anaknya untuk berpuasa sejak kecil, sehingga arti puasa bagi mereka tidak asing lagi apabila saatnya mereka melakukan ibadah puasa wajib.

Dari kecil dimulai dengan mengikuti puasa Ramadha bersama orang tuanya. Mungkin tidak satu hari penuh, tapi bisa dimulai dengan puasa sesuai dengan kemampuan si anak. Lama-lama anak tersebut akan terus terlatih berpuasa, sehingga anak itu dapat berpuasa sehari penuh.

Apabila tidak dilatih seperti itu, anak akan malas dan kaget, ketika datang bulan Ramadhan, puasa wajib, bagi dirinya. Puasa yang seharusnya dilaksanakan sehari penuh, tidak dapat dijalankan, hanya mampu setengah hari.

Untuk itu, bagi orang tua, terutama seorang muslim, latihlah anak Anda berpuasa sejak dini. Hal itu dapat membantu anak mengenal arti puasa lebih dini lagi. Dan, jangan lupa untuk mengajarkan doa puasa. Semoga uraian tersebut bermanfaat

Speak Your Mind

*