Penulisan Kreatif: Proses Menulis dan Cara Cepat Menjadi Penulis – ANN

Ilustrasi penulisan kreatifArtikel ini adalah petunjuk untuk belajar penulisan kreatif. Seperti berlari. Semakin sering Anda melakukannya, semakin baik hasilnya. Ketika Anda menulis, jangan katakan, “Saya akan menulis puisi.”

Perkataan itu akan membekukan Anda. Katakan saja, “Saya bebas untuk menulis apa pun, sejelek apa pun di dunia ini.”

Anda harus memberi diri Anda ruang untuk menulis sebanyak-banyaknya tanpa tujuan. Kontowijoyo, sastrawan dan budayawan ternama Indonesia pernah berkata, ada tiga cara untuk menjadi penulis, yaitu dengan menulis, menulis, dan menulis.

7 Modal Utama Menulis

Berikut ini adalah 7 modal utama menulis.

  1. Penguasaan bahasa dan cara penulisannya.
  2. Kaya kosakata.
  3. Memiliki akar dan wawasan.
  4. Kepekaan terhadap lingkungan.
  5. Memompa dan mengolah daya imajinasi.
  6. Konsentrasi.
  7. Disiplin.

Tulis segala sesuatu yang terlintas di benak Anda. Jangan khawatir jika tidak sempurna. Tulislah dengan sembarangan, abaikan tata bahasa dan tanda baca, layaknya ketika kecil Anda mewarnai hingga “belepotan” keluar garis.

Tulislah banyak sampah tanpa mencela kekotoran yang Anda buat. Kemudian periksa hasil karya Anda dengan teliti. Mungkin Anda akan menemukan beberapa harta karun.

6 Cara Memulai Menulis

Langkah-langkah untuk memudahkan proses permulaan penulisan adalah sebagai berikut.

  1. Tentukan gaya atau ciri khas penulisan.
  2. Menggunakan kata-kata pilihan sesuai dengan jiwa Anda.
  3. Perhatikan tata bahasa dan tanda baca.
  4. Hindari pembukaan cerita yang bertele-tele.
  5. Jangan ragu-ragu atau malu-malu.
  6. Hindari merevisi sebelum tulisan selesai.

Membaca adalah kakak kandung menulis. Anda dapat meningkatkan kemampuan menulis dengan cara banyak membaca, banyak melakukan perjalanan, dan banyak belajar mendengarkan kisah hidup orang lain. Setidaknya ada 6 jurus yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menulis.

5 Jurus Meningkatkan Kemampuan Menulis

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan kemampuan menulis Anda.

  1. Mencari referensi sebagai guru.
  2. Catatlah kata-kata “menarik “yang Anda temukan di koran, majalah, brosur, atau spanduk pada sebuah notes untuk memperkaya kosa-kata Anda.
  3. Belajarlah menulis di buku catatan harian, blog (diary online), atau menulis status di facebook dengan kalimat bermutu yang mencerminkan jalan pikiran Anda.
  4. Amati dan tiru kebiasaan para penulis besar dalam berkarya.
  5. Tulis lintasan pikiran Anda dalam ponsel, atau sebuah buku catatan kecil (yang harus selalu Anda bawa).

3 Cara Menarik Pembaca

Sebuah pusat perbelanjaan menarik pengunjung dengan memberikan diskon besar-besaran, cuci gudang atau memberikan pilihan beli satu dapat dua. Bagaimanakah cara menarik minat pembaca? Berikut ini adalah 3 cara untuk menarik pembaca.

  1. Penulis terlarang menggurui.
  2. Tulis objek yang Anda kuasai.
  3. Tunjukkan Anda memang tahu banyak.

Cara Cepat Menulis Agar Dimuat di Koran

Umumnya orang menulis ingin cepat berhasil dan mendapatkan uang. Namun terkadang mereka tak mengerti cara cepat bagaimana caranya? Mereka mencoba mengikuti saran-saran yang disampaikan para penulis buku cara menulis di koran. Padahal, cara tersebut, terkadang, kurang efektif.

Pasalnya, hanya diberikan teori-teori saja. Seharusnya, jika ingin menjadi penulis yang cepat dimuat tulisannya di koran, lakukan saja dengan menulis. Ya, menulis. Tapi maaf, menulis yang dimaksud berbeda dengan menulis yang dianjurkan oleh para penulis buku cara cepat menembus media massa.

Hemat penulis, ada tiga cara menulis yang dilakukan agar tulisan cepat menembus media massa. Yaitu, menulis dulu, menulis lagi dan menulis terus.

1. Menulis dulu

Yang dimaksud dengan menulis dulu adalah, Anda coba untuk menulis ulang artikel yang sudah dimuat di media massa selama seminggu. Ya, satu hari satu artikel Anda tulis. Anda tulis saja terlebih dahulu selama satu minggu. Jika Anda selama ini suka membaca tulisan opini, maka tulis ulang setiap hari satu judul artikel opini yang sudah diterbitkan surat kabar. Ingat, fokus pada satu koran saja.

Atau, jika Anda termasuk orang suka membaca tulisan penulis tertentu di surat kabar, maka Anda tentu memiliki klipping artikelnya, bukan? Nah, Anda juga menulis ulang artikelnya yang dimuat di surat kabar. Ingat, jumlah sebanyak tujuh artikel.

Anda mesti melakukannya secara rutin, jangan sampai ada satu hari tak selesai mengetik atau menulis ulang satu artikel. Artinya, biar jangan tumpang tindih tulisan yang bakal diketik. Biar terasa tentang berat menjadi penulis artikel.

Tujuan ini sebenarnya sama dengan ketika Anda membuka usaha pertama kali. Saat itu, Anda bakal merasa berat. Pasalnya, terkadang tak ada pengunjung yang datang. Tapi tahukah Anda bahwa saat itu Anda sedang belajar bagaimana mengenal waktu dalam membuka usaha.

Ini jugalah yang diajarkan dari menulis dulu. Anda terlebih dahulu diajarkan sebarapa banyak halaman kertas yang mesti Anda tulis untuk menjadi seorang penulis surat kabar. Sehari hingga lima hari memang terasa sekali beratnya menulis artikel yang dimuat di media massa. Namun ketika sudah tujuh hari akan menjadi terbiasa.

2. Menulis lagi

Setelah Anda melakukan aktivitas “menulis dulu” selama seminggu, Anda sekarang diminta menulis terus. Cara awalnya sama, Anda diminta menulis ulang lagi selama seminggu artikel yang dimuat di surat kabar yang Anda pilih, tapi Anda tak hanya cukup menulis ulang saja. Anda mesti memasukkan pendapat Anda di dalam artikel itu.

Artinya, jika Anda merasa ada yang kurang di artikel tersebut, akan menjadi sempurna bila ditambahkan pendapat Anda. Maka masukkan pendapat Anda ketika menulis artikel tersebut.

Kenapa ini harus dilakukan? Jawabannya, agar Anda terbiasa membangun opini Anda di dalam sebuah artikel. Tentu saja, opini yang disampaikan harus memiliki bukti yang nyata alias ada referensinya.

Praktet “menulis terus” ini, jika Anda lakukan pertama kali juga memang terasa berat. Karena Anda diminta memasukkan pendapat. Namun percayalah ini tak lama terjadi. Paling lama tiga hari, hari keempatnya Anda sudah merasa mudah untuk memasukkan pendapat Anda.

Di sinilah Anda sedang dilatih bagaimana membangun hubungan antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain. Anda pun bakal menjadi belajar, kata apa yang bisa digunakan untuk menghubungkan antar paragraf.

3. Menulis Terus

Setelah Anda belajar “menulis dulu” dan “menulis lagi”, kini Anda mesti melakukan aktivitas “menulis terus”. Maksudnya, sudah saatnya Anda membuat tulisan sendiri. Tentunya, dengan belajar dari dua aktivitas, yaitu “menulis dulu” dan “menulis lagi” Anda sudah paham bagaimana mengawali sebuah tulisan yang baik.

Anda pun sudah paham topik apa yang selalu dibutuhkan surat kabar. Yaitu, topik aktual. Anda pun menjadi paham bahwa topik aktual adalah berita yang tengah hangat dinikmati pembaca. Dan Anda pun menjadi paham bagaimana membangun “body” tulisan. Bahkan Anda pun menjadi paham bagaimana mengakhiri tulisan yang bagus.

Nah, yang lebih penting adalah, Anda pun menjadi paham jumlah karakter kata yang dibutuhkan surat kabar. Karena tidak semua surat kabar sama jumlah karakternya. Dengan belajar menulis seperti ini, Anda menjadi paham tentang jumlah karakter yang diinginkan oleh surat kabar yang ingin Anda incar supaya menerbitkan tulisan Anda.

Atau, Anda pun bisa mempelajari cara membuat lead (kalimat pembuka) berdasarkan proses menulis dulu. Bahkan, untuk mengakhiri sebuah tulisan juga bisa Anda gunakan caranya.

Lakukan proses ini untuk pertama kali sekitar satu minggu. Memang awalnya sulit, tapi lama kelamaan akan menjadi mudah. Setelah lepas satu minggu, cobalah kirimkan artikel Anda ke surat kabar. Tak sampai dua minggu, tulisan Anda bakal dimuat. Asal, Anda rutin mengirim artikelnya.

Jangan Anda tunda menulis. Teruslah menulis dan bila telah siap diedit kirimkan ke surat kabar tersebut. Kemudian tulis lagi, bila sudah selesai dan sudah diedit, segeralah kirim ke surat kabar.

99 % tulisan Anda bakal cepat dimuat. Pasalnya, Anda sudah menulis dengan menggunakan jurus andalan utama yang ditetapkan oleh surat kabar. Anda sudah menulis berdasarkan kriteria yan mereka tetapkan. Tingga kemampuan Anda mencari ide yang segar dan rujukan yang kuat sehingga artikel yang Anda tulis berbobot dan bernas.

Cara “menulis dulu”, “menulis lagi” dan “menulis terus” akan membuat Anda cepat menjadi penulis. Tak perlu menunggu hingga berbulan-bulan. Cukup belajar satu bulan, maka pada bulan selanjutnya tulisan Anda bakal dimuat. Percaya atau tidak, silahkan dibuktikan.

Inilah proses penulisan kreatif dan bakal bisa membuat Anda cepat menjadi penulis. Selamat mencoba sobat Ahira!

Speak Your Mind

*