Perbedaan Ibadah Umrah Dan Haji

Ilustrasi Perbedaan Umrah Dan HajiSegala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwa tidak ada illah (sembahan) selain Allah, Pelindung bagi orang-orang saleh. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Dalam rukun Islam, terdapat rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh umat muslim bagi yang mampu. Rukun Islam tersebut ialah menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Namun, siapa saja umat Muslim yang mampu menunaikan ibadah haji tetapi tidak melaksanakannya maka umat muslim itu akan mati dalam keadaan sebagai orang Yahudi atau Nasrani.

Ibadah haji memang sangat dianjurkan bagi siapa saja yang mampu, namun pada kenyataannya banyak orang yang mampu lebih memilih menunaikan ibadah umrah daripada ibadah Haji.

Ibadah haji dan umrah memang sama-sama merupakan ibadah yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Akan tetapi diantara kedua ibadah tersebut terdapat beberapa perbedaan yang haruslah diketahui oleh semua umat muslim.

Seperti yang sudah kita ketahui, ibadah haji merupakan ibadah yang terdapat dalam rukun Islam. Ibadah haji ini merupakan ibadah wajib bagi umat muslim yang mampu. Akan tetapi, sebagian besar umat muslim lebih memilih untuk menunaikan ibadah umrah daripada ibadah haji yang wajib ini.

Hal ini dikarenakan oleh beberapa faktor yang melatarbelakangi ibadah umrah banyak dilaksanakan daripada ibadah haji. Beberapa faktor yang melatarbelakangi fenomena tersebut, seperti biaya haji lebih mahal dari pada biaya umrah, pelaksanaan haji lebih lama daripada ibadah umrah, dan lain sebagainya.

Umrah memang banyak dipilih oleh sebagian umat muslim sebagai ibadah haji kecilnya. Ibadah umrah ini memiliki beberapa persamaan dengan ibadah haji. Namun, pada dasarnya kedua jenis ibadah tersebut berbeda adanya.

Ibadah haji lebih diutamakan oleh agama Islam sebagai penyempurna rukun Islam yang kelima. Sedangkan Ibadah Umrah lebih sering disebut dengan ibadah haji kecil karena pelaksanaan ibadah umrah tidak selengkap dengan pelaksanaan ibdaha haji.

Meskipun disebut sebagai haji kecil, sebenarnya umrah merupakan ibadah yang lebih awal dari ibadah haji.

Ibadah umrah dilaksanakan pada Dzulqaidah tahun ketujuh Hijriyah, pada saat Mekah masih dalam genggaman kaum Kafir Quraisy. Sebutan “haji kecil” didasari dari kemudahan dalam prasyarat dan tata laksana hukumnya terhadap umat Islam.

Dalam bahasa Arab, umrah dapat diartikan sebagai “berkunjung ke suatu tempat berkumpul orang-orang”. Dalam ketentuan syariah, umrah bermakna, “Ihram dari Mikat, untuk melaksanakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dan melaksanakan Sa’i berkeliling antara Shafa dan Marwah.”

Perbedaan Umrah dan Haji menurut Pengertiannya

Ibadah umrah merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, yang diperbolehkan bagi semua umat Muslim tanpa harus memberatkannya. Tidak pula terikat waktu dan bisa dilakukan kapan saja.

Dalam sejarahnya, perjalanan umrah ini bertujuan untuk memberikan inspirasi spiritual bagi setiap Muslim yang melakukannnya. Sehingga, di Indonesia, Ibadah umrah sering dikategorikan sebagai bentuk wisata.

Tentu saja, walaupun diembeli wisata rohani, selayaknya ibadah umrah bernilai jauh dari sekadar leisure atau bersenang-senang. Karena amal tersebut hanya ditujukan kepada Allah Ta`ala.

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman dalam Surat AL-Bayyinah ayat 5;

“Padahal, mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS Al-Bayyinah [98]: 5).

Jika berniat selainnya, maka akan menerima konsekuensi sebagaimana adanya. Sehingga, patut disayangkan apabila ibadah umrah dilakukan dengan persiapan yang kurang mantap di hati. Adapun haji merupakan ibadah yang dilakukan sebagai bagian dari kewajiban umat Muslim untuk menyempurnakan agamanya. Menjadi bagian dari rukun atau terbentuknya keutuhan Islamnya seseorang.

Perintah “Beribadah haji bila mampu”, bisa diartikan sebagai kewajiban yang hanya disyaratkan kepada mereka yang telah siap lahir dan batin tanpa harus menunggu dan menunda lagi. Menunda dan tidak melaksanakannya padahal telah mampu secara lahir dan batin, sama saja telah melanggar ibadah yang diwajibkan kepadanya, sehingga dia mendapatkan dosa.

Haji dilakukan di bulan haji, Bulan Dzulhijjah, pada 8-13 Dzulhijjah. Disyaratkan pada 9 Djulhijjah melakukan Wukuf di Arafah sebagai syarat syahnya haji. Tata laksana haji sama dengan umrah, kecuali dari niat dan wukuf di Arafah.

Ketentuan dalam Pelaksanaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah

  • Haji Tamattu’

Haji Tamattu’ ialah berihram untuk umrah pada bulan-bulan haji (Syawal, Dzulqaidah, dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Pelaksanaan ibadah ini diselesaikan bersamaan dengan umrahnya pada waktu berhaji.

Selanjutnya, berihram untuk haji dari Mekah yang dilakukan pada Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) pada tahun umrahnya tersebut. Artinya, dia telah berihram untuk melaksanakan umrah, lantas melanjutkannya (menamatkannya) dengan melaksanakan haji di bulan Dzulhijjah.

  • Haji Qiran

Haji Qiran ialah berihram untuk umrah dan haji sekaligus, dan terus berihram (tidak tahallul) kecuali pada hari nahr. Artinya, haji dan umrah dilaksanakan sekaligus. Dengan niat umrah pada saat ihram, lantas memasukkan niat berhaji pada saat tawaf. Tidak bercukur kecuali di tanggal yang telah ditetapkan dalam ketentuan berhaji, yaitu pada 10 Dzulhijjah.

  • Haji Ifrad

Haji ifrad ialah berihram untuk haji dari miqat atau dari Mekah bagi penduduk Mekah, atau dari tempat lain di daerah miqat, kemudian tetap dalam keadaan ihramnya sampai hari nahr, selanjutnya melakukan thawaf, sa’i, dan bertahallul.

Ketentuan-ketentuan ini merupakan persyaratan dimana ibadah haji dan ibadah umrah dilakukan dalam waktu yang bersamaan. Dan hal ini merupakan sebuah ketentuan yang telah banyak dijelaskan dalam beberapa hadist.

Keutamaan Haji dan Umrah

Seperti yang sudah banyak kita ketahui, ibadah haji merupakan ibadah yang paling utama dan mulia. Ibadah haji adalah salah satu ibadah yang terdapat dalam rukun Islam dan wajib dilaksanakan bagi umat muslim yang mampu. Hukum ibadah haji merupakan fardhu ‘ain. Jadi, hukumnya wajib bagi setiap orang Muslim yang mampu. Berikut merupakan keutamaan ibadah haji.

  1. Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagi yang mampu.
  2. Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.
  3. Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah SWT.
  4. Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa. Ada dosa yang yang hanya dapat ditebus dengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.
  5. Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.
  6. Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.
  7. Haji merupakan amalan yang paling afdhol.
  8. Orang yang berhaji merupakan tamu Allah.
  9. Dengan melaksanakan Ibadah Haji dapat menghilangkan kefakiran dan dosa.

Pada intinya, haji mabrur merupakan haji yang sempurna dalam pelaksanaan semua rukun, wajib, sunnah haji, dan selamat dari semua hal yang bisa mengurangi pahalanya. Haji mabrur ini merupakan amalan yang paling utama setelah jihad di jalan Allah, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Hal tersebut dikarenakan, dalam ibadah haji, terkumpul semua jenis penghambaan kepada Allah Swt, seperti ibadah dengan hati, dengan lisan, dengan anggota tubuh, dan juga ibadah dengan harta. Oleh karena itu, Allah Swt menjanjikan pahala yang besar dan ampunan yang luas hingga diibaratkan orang yang hajinya mabrur akan bersih dari dosa sebagaimana ketika dia baru lahir.

Sedangkan untuk keutamaan umrah telah ditegaskan oleh Rasulullah SAW bahwa dengan mengerjakan umrah maka akan menghapuskan semua dosa. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa menggabungkan haji dan umrah walaupun memakan biaya yang cukup besar, tetapi tidak akan membuatnya jatuh miskin. Bahkan hal tersebut akan membuat kemiskinan jauh darinya dan akan mengundang kekayaan kepadanya.

Demikianlah pembahasan mengenai perbedaan haji dan umrah yang dapat disampaikan. Semoga dengan pembahasan ini dapat membuat kita terinspirasi untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima dan juga umrah tersebut.

Speak Your Mind

*