Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi

Teknologi Informasi komunikasi adalah seperangkat peralatan teknis guna memproses dan menyampaikan informasi yang berkenaan dengan dua aspek. Kedua aspek tersebut adalah yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.

Arti lain dari teknologi informasi komunikasi ialah kombinasi perangkat keras (hardware) dengan perangkat lunak (software) guna menghasilkan informasi melalui media komunikasi yang disesuaikan kegunaannya. Berikut ini akan dibahas hal-hal mengenai teknologi informasi komunikasi.

Teknologi Informasi

Dewasa ini jumlah informasi yang dibutuhkan dan digunakan oleh masyarakat dunia kian tinggi. Alat-alat bantu seperti mesin tik dan mesin fotokopi hingga jaringan dan basis data komputer telah memungkinkan manusia melakukan efisiensi pada proses penyimpanan dan pertukaran informasi.

Sejak dekade 1980-an, pengembangan komputer yang murah dan sistem telekomunikasi kian memungkinkan orang-orang dari segala penjuru dunia cepat mengakses informasi. Informasi yang semula disimpan dengan wujud dokumen tertulis (cetakan atau tikan) kini disimpan dalam bentuk digital, di dalam komputer atau piringan cakram (CD).

Program basis data (database program) menyimpan sejumlah besar informasi secara rapi. Program ini dapat mengambil informasi yang diperlukan untuk dipakai menghitung dan membuat laporan terkini dalam tempo sangat singkat, jauh lebih cepat jika dikerjakan manusia.

Ada berbagai macam informasi yang tersimpan di dalam basis data. Perpustakaan biasanya memiliki basis data yang merekam nama pengarang, judul, dan tanggal penerbitan dari setiap buku. Basis data yang lebih rinci dapat mencakup data tentang seberapa sering setiap judul dipinjam.

Menyimpan informasi di dalam basis data memungkinkan organisasi berjalan dengan efisien. Namun, informasi yang menyangkut kinerja perseorangan dalam perusahaan atau kinerja perusahaan sendiri umumnya harus selalu terlindungi. Untuk itulah, basis data hanya dapat diakses oleh kata sandi (password).

Jaringan dan Internet

Informasi yang tersimpan di dalam suatu basis data biasa dipakai oleh beberapa orang atau mesin sekaligus. Dengan teknologi informasi komunikasi ini para pengguna dapat saling berbagi informasi dan berkomunikasi dengan cara menghubungkan komputer mereka dengan jaringan.

Suatu jaringan dapat melayani kepentingan satu ruangan atau satu gedung. Sambungan telepon dapat meluaskan jaringan sehingga meliputi beberapa lokasi yang berjauhan, termasuk beberapa negara yang berbeda. Internet adalah tipe jaringan yang khusus.

Internet dikembangkan sejak dekade 1960-an ketika pemerintah Amerika Serikat membuat jaringan yang disebut ARPANET. Jaringan ini dirancang agar tetap bertahan di saat terjadi serangan nuklir sekalipun, yaitu tetap mampu menyalurkan informasi bahkan ketika salah satu dari jaringan mengalami kerusakan.

Sejak 1989, yaitu saat WWW (World Wide Web) ada, jaringan akses internet melebar ke seluruh penjuru dunia. Ratusan juta manusia kini dapat mengakses internet. Mereka menggunaan teknologi informasi komunikasi internet untuk berkirim pesan elektronik yang disebut e-mail, yang dapat segera dibaca oleh tujuannya saat itu juga.

Banyak juga yang mencari informasi melalui mesin pencari (search engines). Pencari mencari di situs-situs web yang terkait topik yang diinginkan. Selain itu, internet juga dapat dilengkapi dengan informasi gambar, misalnya hasil jepretan kamera dan file komputer atau musik dapat dikirim lewat ASI Eksklusif-mail atau dapat juga dilihat pada situs web (website).

Teknologi Komunikasi

Sejak ribuan tahun lalu, manusia perlu berkomunikasi dengan sesamanya yang terpisahkan jarak cukup jauh. Pada mulanya cara tercepat untuk mengirim berita dan informasi lain adalah dengan memakai jasa “pelari”, yaitu kurir yang membawa pesan lisan atau tertulis dengan berlari ke tempat tujuan, pada perkembangannya pembawa pesan menunggang kuda atau naik perahu.

Lalu, manusia memakai tanda sinyal tampak yang diteruskan secara berantai oleh pengamat sinyal. Mereka menggunakan asap, pantulan cahaya matahari, atau alat-alat sandi khusus seperti bendera. Dengan cara-cara seperti ini, mereka mengantarkan pesan jauh lebih cepat.

Telegraf menjadi sistem komunikasi elektris pertama yang mampu membawa pesan secara rinci, melintasi jarak sangat jauh. Sistem ini mengandalkan sandi pulsa atau denyut listrik.

Tahun 1876 ketika sedang memperbaiki telegraf, Alexander Graham Bell menemukan telepon. Bell melakukannya dengan menemukan cara menyalurkan suara manusia melalui kawat atau kabel dalam bentuk sinyal listrik. Bell saat itu belum menyadari betapa suksesnya telepon di masa yang akan datang. Pada waktu itu bell hanya percaya bahwa alatnya akan membantu dan dibutuhkan.

Kabel dan Kawat

Kerja telepon bergantung kepada ketersediaan jaringan kabel dan kawat untuk mengirim sinyal listrik dari pesawat pengirim ke pesawat penerima. Sambungan telepon dapat direntangkan di antara tiang-tiang, dikubur di bawah tanah, atau diulur di dasar laut. Sinyal elektris yang dilewatkan pada kawat telepon menempuh jarak sangat jauh dengan kecepatan ribuan kali lebih cepat dibandingkan kecepatan suara di dalam udara.

Sinyal elektris juga menempuh jarak berkali-kali lebih jauh dibanding yang dapat ditempuh oleh suara manusia dan penguat (amplifier) di sepanjang sambungan. Sambungan menjaga sinyal agar tetap kuat. Namun, mutu suara untuk sambungan jarak jauh dapat berkurang karena ada gangguan interfensi elektris.

Banyak jaringan sambungan telepon yang telah menggunakan serat optik. Serat optik adalah serabut benang kaca yang tipis. Mula-mula sinyal elektris diubah menjadi sinyal cahaya yang dapat merambat lewat serat optik tanpa gangguan interfesi. Sepasang serat optik dapat dipakai 6.000 pemanggil sekaligus.

Pemanfaatan Gelombang Radio

Banyak sistem teknologi informasi komunikasi yang menggunakan gelombang radio frekuensi tinggi yang disebut gelombang mikro. Stasiun relai dan satelit dapat menyalurkan sinyal tersebut ke seluruh dunia. Jaringan telepon selular (handphone/HP) menggunakan antena lokal untuk mengirim dan menerima sinyal di dalam wilayah sempit yang disebut sel.

Untuk satu jaringan, dibutuhkan banyak antena lokal. Ketika seorang pemanggil menggunakan telepon selulernya, sinyal gelombang mikro dikirim ke antena terdekat yang menghubungkan pemanggil dengan jaringannya. Sinyal reguler dari telepon seluler pemanggil tersebut akan terbaca oleh komputer pusat sehingga dapat mengetahui asal panggilan tersebut.

Memanfaatkan Teknologi Informasi Komunikasi dengan Bijak

TIK atau Teknologi Informasi Komunikasi dewasa ini berkembang dengan pesat. Perkembangannya tidak hanya dalam perangkat keras (hardware) seperti fisik komputer yang semakin ramping dan kecil, bahkan sudah bisa bergerak dan perangkat lunak (software) seperti penemuan berbagai aplikasi program sesuai dengan kebutuhan.

Kemajuan ini tidak hanya membuat intenet sebagai teknologi informasi komunikasi, tapi juga sebagai sumber pengetahuan, media pemasaran/bisnis, sumber hiburan, dan media sosial sampai tempat berkampanye calon pemimpin. Teknologi informasi komunikasi sekarang ini makin inovatif dan interaktif sehingga menjadi kebutuhan manusia. Inilah tren yang terjadi saat ini.

Berdasarkan beberapa penelitian, manfaat teknologi informasi komunikasi dapat dibagi menjadi 2 jenis. Pertama, TIK sebagai alat untuk mendukung aktivitas manusia seperti pekerjaan, sosialisasi, komunikasi, pembelajaran.

Kedua, TIK sebagai alat untuk mendapatkan sumber daya (resources) seperti musik, pembelajaran, software, berita, hiburan, pengetahuan informasi, dan informasi. Selain personal, pemanfaatan TIK juga sangat dibutuhkan bagi perusahaan, lembaga pendidikan sampai negara.

Sering penyampaian informasi dari pemerintah kepada masyarakat dihadapkan berbagai permasalahan, misalnya seringnya terjadi kesimpangsiuran penyampaian kebijakan dan aturan pemerintah sehingga memunculkan polemik, ditambah lagi infrastruktur publik di Indonesia yang belum begitu optimal. Oleh sebab itu, pengguaan teknologi dan informasi begitu memainkan peranan penting dalam pembangunan.

Pada sisi kebijakan regulasi, perkembangan Teknologi informasi komunikasi telah mendapatkan Inpres No. 3 Tahun 2003 tentang kebijakan dan strategi pengembangan e-goverment. Untuk urusan TIK sendiri, pemerintah membentuk kementerian khusus, yaitu Kementrian komunikasi dan Informasi.

Sebagaimana banyaknya manfaat TIK, ternyata tidak tertutup banyak keburukannya. Dari sisi perilaku, pengguna TIK dapat menghabiskan waktu berlama-lama di depan komputer, informasi yang bersifat privacy dapat dilihat publik, bahaya lainnya juga penipuan, pencurian identitas, pelecehan seksual dan menyebarkan pornografi.

Belum lagi dari sisi sosial, teknologi informasi komunikasi menjadi sarang narsisme, pergeseran makna pertemanan karena orang lebih percaya kepada teman virtualnya daripada saudaranya sendiri, budaya konsumerisme, sulit berkonsentrasi, kebergantungan, sosialisasi berkurang, merusakkan lingkungan dengan menghasilkan limbah elektronik dan merusakkan kesehatan, serta boros energi.

Dengan begitu, kemajuan teknologi informasi komunikasi haruslah bisa disikapi dengan bijak. Ambil manfaat yang terdapat di dalamnya untuk kemudahan serta keefektifan kinerja, tapi juga harus waspada terhadap dampak buruk yang bisa ditimbulkannya karena teknologi dibuat untuk kebaikan manusia, bukan justru menghancurkan manusia.

Speak Your Mind

*