Persiapan Melukis dengan Teknik Melukis di Kanvas

Teknik melukis di kanvas merupakan satu cara yang dilakukan untuk membuat gambar atau lukisan di atas hamparan lain kanvas. Dengan cara seperti ini, maka gambar atau lukisan yang kita buat semakin jelas dan mempunyai nilai tinggi. Teknik melukis di kanvas merupakan salah satu tenik melukis yang banyak diterapkan oleh para pelukis sebab teknik ini sangat efektif dalam menampung kreasi lukisan.

Seperti kita ketahui, untuk melukis, kita dapat menerapkan berbagai teknik melukis, dan salah satunya adalah teknik melukis di kanvas. Dengan menggunakan kanvas, maka kita dapat membuat gambar atau lukisan dengan ukuran sesuai dengan keinginan kita. Ukuran lukisan yang kita hasilkan sangat tergantung pada ukuran kanvas yang kita gunakan.

Dan, kanvas adalah media tempat kita melukis. Pada umumnya terbuat dari kain yang dibentang pada sebuah kerangka kayu. Dan, kain yang kita bentangkan itulah yang kita pergunakan. Tentunya dalam hal ini kita tidak langsung mempergunakan permukaan kain untuk melukis sebab permukaan kain tersebut harus kita lapisi dengan bahan pelapis sehingga pewarna untuk melukis tidak terserap secara langsung ke serat-serat kain.

Persiapan Melukis di Kanvas

Untuk menerapkan teknik melukis di kanvas, maka ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan agar kegiatan melukis lancar. Persiapan ini sangat penting sebab dengan persiapan ini, maka prosedur melukis dapat kita lakukan dengan sebaik-baiknya dan hasilnya dapat maksimal. Oleh karena itulah kita harus mempersiapkan beberapa hal sebelum melukis. Persiapan tersebut meliputi:

Kerangka atau bentangan

Kerangka ini kita persiapkan sebagai tempat kita membentangkan kain blacu yang kita gunakan sebagai ruang lukisan. Dengan kerangka ini, maka kita dapat memperkirakan luas atau ukuran bidang lukis yang akan kita pergunakan menuangkan obyek lukis kita.

Kerangka ini kita buat dari kayu dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan ukuran lukisan yang akan kita buat. Dengan demikian, maka kita harus membuat potongan-potongan kayu dan merakitnya dengan paku sehingga menjadi sebuah bentangan kotak.

Kain Blacu

Kain blacu ini merupakan salah satu jenis kain yang banyak digunakan sebagai bidang lukis di kanvas lukisan. Kain ini kita bentangkan di permukaan bentangan dan mengikatnya pada sekeliling bentangan dengan memaku pada sisi samping kayu serta bagian balik kayu.

Kita menggunakan paku sebagai pengikat kain di bentangan kayu. Untuk kondisi ini, kain yang kita bentang harus kencang dengan permukaan yang rata. Oleh karena itu, maka pada saat kita mengikat kain pada bentangan kayu, harus kita lakukan dengan sedikit menarik ke bentangan kayu dan memakunya kuat-kuat. Sebenarnya, dapat saja kita mempergunakan jenis kain lainnya, tetapi dari pengalaman, jenis kain blacu mempunyai efektivitas lebih dibandingkan jenis kain lainnya. Oleh karena itu, maka disarankan untuk menggunakan kain blacu sebagai bidang bentangan tempat melukis.

Plamir

Plamir adalah bahan yang kita gunakan melapisi permukaan kain blacu yang kita gunakan sebagai bidang lukis di bentangan kanvas. Hal ini sangat penting sebab kain blacu atau jenis kain yang lainnya merupakan kain yang mempunyai kemampuan untuk menyerap. Jika kondisi ini kita biarkan, maka kebutuhan cat pewarna pada saat melukis sangatlah banyak. Dengan plamir ini, maka permukaan kain bentangan dapat tertutup setiap pori-porinya dan hal tersebut jelas mengurangi jumlah butiran cat yang menutup pori-pori kain. Plamir ini kita oleskan ke seluruh permukaan kain blacu sehingga benar-benar tertutup dan selanjutnya kita keringkan.

Pada proses pengeringannya, kita tidak perlu sinar matahari yang panas. Kita cukup meletakkannya pada tempat-tempat yang banyak angin berhembus sehingga proses pengeringannya teratur. Jika kita mengeringkan di bawah sinar matahari yang panas, dikhawatirkan laburan plamir dapat pecah dan hal tersebut tidak baik bagi sebuah lukisan.

Sebenarnya, untuk mempersiapkan  kanvas sebagai upaya penerapan teknik melukis di kanvas tidak sulit dan rumit. Semua dapat kita lakukan sendiri. Tetapi, jika memang tidak mau ribet, maka kita dapat membeli kanvas yang sudah jadi di toko kertas atau buku. Mana yang kita pilih membuat sendiri ataukah membeli di toko?

Mengetahui Jenis Aliran Lukisan

Setelah mengetahui teknik melukis di kanvas, Anda juga perlu mengetahui berbagai jenis lukisan yang dibesakan menurut aliran yang dianut oleh beberapa seniman lukis. Jenis aliran yang dipilih dirunut berdasarkan aliran yang digunakan oleh seniman lukis lokal maupun internasional. Berikut adalah jenis-jenis aliran lukisan yang dimaksud :

1.    Aliran Surrealisme

Aliran ini merupakan jenis aliran yang lukisannya dibuat dengan bentuk-bentuk yang sering ditemukan dalam alam bawah sadar, terutama mimpi. Pelukis biasanya mengabaikan seluruh bentuk secara keseluruhan dan menjadikan bagian tertentu dari suatu objek tertentu untuk menghasilkan sensasi yang bisa dirasakan manusia tanpa harus mengetahui bentuk objek secara aslinya.

2.    Aliran Kubisme

Aliran ini merupakan aliran yang digunakan para pelukis dengan kecenderungan untuk melakukan usaha abstraksi terhadap suatu objek ke dalam bentuk geometri dalam mendapatkan sensasi tertentu. Salah satu pelukis dengan aliran ini adalah Pablo Picasso.

3.    Aliran Romantisme

Aliran ini adalah aliran terua dalam sejarah seni lukis modern di Indonesia. Lukisan yang dihasilkan oleh seniman lukis yang mengambil aliran ini adalah bentuk yang membangkitkan kenangan romantis dan keindahan dalam setiap objeknya. Pemandangan alam merupakan salah satu jenis objek lukisan yang sering diambil sebagai latar dari lukisan aliran romantisme.

Aliran ini dirintis oleh para pelukis di zaman penjajahan Belanda yang kemudian ditularkan kepada pelukis dalam negeri untuk tujuan koleksi dan galeri pada zaman tersebut. salah satu tokoh seni lukis aliran ini adalah Raden Saleh.

4.    Aliran Ekspressionisme

Aliran ini memiliki kecenderungan untuk mendistorsi kenyataan dengan membuat efek-efek secara emosional. Karya dengan jenis aliran ini bisa ditemukan dalam berbagai genre seni lainnya, seperti musik, sastra, film, dan arsitektur. Emosi yang dimaksud dalam aliran ini lebih kepada emosi kemarahan, depresi, dan kebahagiaan.

5.    Aliran Fauvisme

Aliran ini merupakan aliran yang cukup pendek sejak dimulainya era seni rupa modern. Istilah fauvisme sendiri diambil dari kata “fauve” yang berarti binatang liar oleh Louis Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d’Automme dalam tulisannya untuk  Suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905.

6.    Aliran Realisme

Aliran ini merupakan usaha untuk menampilkan subjek dalam sebuah karya sebagaimana mestinya terlihat dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada suatu interpretasi dan representasi yang lain. Hal ini merupakan bukti bahwa lukisan merupakan sebuah karya seni yang bisa memperlihatkan sebuah kebenaran tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.

7.    Aliran Naturalisme

Aliran ini merupakan aliran seni lukis yang berusaha untuk menampilkan objek realistis dengan penekanan terhadap setting alam. Aliran ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari aliran realisme pada abad ke 19 sebagai reaksi atas aliran romantisme. Salah satu seniman yang bergerak dalam aliran ini adalah William Bliss Baker yang menciptakan lukisan pemandangan dan lukisan tersebut dianggap sebagai lukisan realis terbaik dari aliran tersebut. salah satu hal penting yang menjadi bagian dari gerakan naturalisme adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang ditimbulkan oleh manusia terhadap kondisi alam.

Speak Your Mind

*