Pesan Moral Lirik Lagu Benci Bilang Cinta

Ilustrasi benci bilang cintaBenci Bilang Cinta adalah satu lagu hit dari grup musik Radja. Lagu yang bertema cinta memang selalu cepat populer di kalangan masyarakat, terutama remaja, karena cinta selalu memawarnai kehidupan mereka. Kadang, lirik lagu memiliki kesesuaian dengan kehidupannya nyata seseorang. Jadi wajar, jika ada yang merasa terharu atau tergila-gila kepada sebuah lagu. Mungkin karena liriknya sebuah ironi kehidupannya.

Lirik Lagu Benci Bilang Cinta

Berikut ini akan dibahas lirik lagu, Benci Bilang Cinta

Sudah berulang kali aku pecaya

Namun tak ada beda

 

Kau anggap mudah yang dulu ku salah

Hingga aku menyangka

Diri ini bagaikan tak berarti di matamu

//

Bila kau malam gelap aku bintangmu

Kuterangi dirimu dengan cintaku

Agar kau bisa mencintai cinta

Dan menyayangi cinta

Setulus engkau menyayangi dirimu kekasihku

//

Jangan benci bilang cinta

Jangan marah bilang sayang

Jangan mendustai hati

Bila engkau memang suka

//

Jangan kau merasa jauh

Bila kau dekat denganku

Jangan kau menganggap cinta

Mudah datang mudah pergi

//

Pesan Kandungan Lirik Lagu

Jika kita memperhatikan lirik lagu Benci Bilang Cinta di atas, kita dapat berempati pada lagu ini, bahwa lagu ini mengungkap hati seorang yang sedang jatuh cinta, namun orang yang dia cintai cuek-cuek saja.

Nah, sekarang posisikan diri Anda. Jika Anda punya kekasih, tapi kekasih Anda itu sangat dingin kepada Anda. Tidak pernah bilang cinta atau bilang sayang kepada Anda.

Perasaan itu sudah terlihat dari larik pertama:

sudah berulang kali aku percaya, namun tak ada beda, kau anggap mudah yang dulu aku salah, hingga aku menyangka, diri bagaikan tak berarti di matamu”

Dalam kalimat ini jika ditinjau dari kajian heurmeneutik mengukapkan bahwa tokoh aku di dalam lirik lagu tersebut ingin memperbaiki hubungannya dengan kekasihnya. Namun, kekasihnya masih saja tidak ada beda dalam memperlakukan dirinya. Kekasihnya selalu menganggap salah apa pun yang dilakukan tokoh aku.

Jika berkorban, tokoh aku dalam larik lagu tersebut tergambar pada larik kedua yang mengatakan:

bila kau malam gelap aku bintangmu, kuterangi dirimu dengan cintaku

Mungkin inilah yang namanya cinta sejati, sebuah cinta yang bisa menarangi dalam gelapnya hidup seseorang. Percayakah Anda bahwa hidup tanpa cinta sama seperti hidup tanpa cahaya. Maka belajarlah untuk mencintai seseorang, seperti pesan dalam lagu ini.

“agar kau bisa mencintai cinta, dan menyayangi cinta, setulus kau menyayangi dirimu kekasihku”

Dalam larik di atas dapat diambil kesimpulan bahwa lagu ini ingin menyampaikan bahwa seseorang harus menghargai cinta. Bagaimana pun cinta adalah sebuah anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Kita harus mencintai cinta setulus kita mencintai diri kita. Kira-kira begitulah pesan moral yang ingin disampaikan pencipta lagu tersebut.

Jadi jangan pernah benci bilang cinta, jangan pernah bilang sayang, ungkapkan cinta anda dengan setulus-tulusnya.

Mengapa Bisa Terjadi?

Peristiwa mencintai seseorang, namun orang tersebut tak memberikan balasan yang sama ini sudah sering kali terjadi. Kejadian ini terjadi lantaran orang yang mencintai begitu terpesona dengan orang yang dicintainya. Sedangkan bagi orang yang dicintai, orang yang mencintainya tak memberikan nilai plus di matanya. Baik, untuk lebih jelasnya penulis haturkan dalam cerita fiktif.

Ada seorang wanita bernama Rahma tertarik dengan pria bernama Dayat. Ketertarikan Rahma dengan Dayat tak mendapatkan sambutan positif.  Rahma begitu mencintai Dayat dari sejak pertama kali mereka kenal di masa duduk di bangku sekolah menangah. Rahma terus mendekati Dayat yang begitu mempesona baginya. Keterpesonaannya terhadap Dayat bukan lantaran wajahnya yang tampan, tapi lebih kepada pribadinya yang dinilai Rahma pintar.

Mulai dari memandang dari jauh yang diawali dengan membuat puisi-puisi yang menunjukkan kecintaannya terhadap Dayat hingga melalui pendekatan melalui teman dan teror via telepon pun dilakukannya. Namun tetap saja, Dayat menganggapnya dengan dingin. Anggapan tersebut terjadi lantaran Rahma yang memiliki kulit putih tetap tak memberi kesan menarik baginya.

Pernahkah mereka menjalin cinta? Pernah. Dayat yang memahami Rahma menyukainya. Ia mencoba untuk  menjalin cintanya. Namun ia merasa tak memberikan efek yang baik, hingga akhirnya diputuskannya. Rahma pun akhirnya menikah dengan orang lain, namun cintanya kepada Dayat tak pernah lekang. Kepada orang lain, ia memang menyatakan tidak menyukai dan sangat membenci Dayat. Namun hatinya, tak pernah bisa untuk membencinya.

Bahkan, ketika telah menikah pun dengan rela ia membuat akun facebook samaran lalu berbagi cerita tentang kisahnya. Rahma menuturkan benci dengan tingkah Dayat yang tidak mencintainya, namun ia tak bisa melupakan Dayat dari pikirannya. Dayat pun memberikan komentar-komentar positif meski ia sendiri tak tahu bahwa yang menceritakan kepadanya adalah Rahma, wanita yang pernah dicintainya sesaat namun ditinggalkannya karena tak memiliki rasa cinta dan ketertarikan kepadanya.

Sejatinya, kasus yang terjadi pada Rahma, benci tapi cinta ini memang banyak terjadi. Semua itu berawal dari ketertarikan terhadap seseorang. Betapa pun jeleknya perilaku orang yang dicintainya, bahkan hingga menyakitinya, namun tak pernah terlupakan baginya untuk terus mengenang dan mencintainya.

Solusinya

Tentu saja, kita ingin menjadi orang yang tak mengalami kisah di atas. Kita mesti mendapat orang yang benar-benar dicintai dan mencintai kita. Tujuannya, agar hati ini tak pernah membandingkan orang yang dicintai dengan orang lain. Bila kita menikah dengan orang yang tidak kita cintai, maka kita akan membandingkannya dengan orang yang dicintai namun tak dimiliki. Meski, kita tak menceritakan secara lisan kepada orang lain, namun hati selalu mengingat-ingatnya. Bagaimana solusinya?

1. Jangan Pernah Ingat Kelebihannya

Untuk menghapus orang yang dicintai namun tak bisa dimiliki, maka cara utamanya adalah dengan tidak pernah mengingat-ingat kelebihannya. Sekiranya pun teringat, coba hubungkan dengan kejahatan yang pernah dilakukannya terhadap. Dari kejahatan yang pernah menelantar cinta sejati hingga perbuatan nakalnya yang mungkin saja pernah dilakukannya dengan kita.

Bandingkan terus kelebihan yang dimilikinya hingga membuat kita kagum dengan tindakan-tindakan jelek yang pernah dilakukannya. Lama kelamaan kita bisa melupakannya. Plus, jangan pernah simpan barang-barang yang diberikannya kepada kita.

2. Unggulkan Orang yang Mencintai Kita

Untuk melupakannya, jangan pernah pandang dia lebih dari pacar kita. Ungkapkan dalam hati bahwa pacar atau pasangan kita lebih baik darinya. Pacar kita bangga dengan diri kita. Semantara dia, tak sedikitpun menimbulkan rasa suka kepada kita. Suami kita tetap bertanggungjawab terhadap cintanya kepada kita, sementara dia tidak demikian.

Penilaian seperti ini memang mesti dimunculkan. Karena jika tidak, maka bayang-bayangnya tak akan pernah terlepas dari dirinya. Tentu saja, akan memberi efek. Satu sisi kita membencinya, namun di sisi lain kita sangat menyayanginya. Maka dari itu, jelas sekali bahwa kita harus menimbulkan penilaian bahwa orang yang kita cintai lebih unggul dari orang yang tak mencintai diri kita, tapi tertarik atau mencintainya.

3. Berusaha untuk Tidak Pernah Bertemu Dengannya

Agar tak timbul lagi benci bilang cinta, jangan pernah bertemu dengan orang tersebut. Berusahalah sebisa mungkin untuk melupakannya. Jika pun harus bertemu dengannya, maka berusahalah untuk segera berpisah dengannya. Kenapa ini mesti dilakukan? Jawabannya, agar tidak timbul rasa suka dengannya kembali. Jika pun timbul berusahalah untuk segera menghilangkannya dengan cara menjauhinya.

Namun, tak sedikit wanita membencinya namun karena masih ada rasa cintanya, ia pun tetap berusaha untuk berbicara dengannya. Berbicara meski sekedar say hallo, tetap saja bisa menimbulkan rasa suka. Bila rasa suka telah timbul, maka bisa merusak hubungan yang telah dibina dengan orang yang dicintai. Tentunya, yang terjadi adalah, benci tapi cinta. Kalau sudah seperti ini, maka perasaan hati yang akan mengalami kegundahan  di dalamnya.

Maka dari itu, melalui artikel ini bila dijadikan pelajaran. Bila mencintai seseorang namun ia tidak menyukai kita, jangan pernah berharap dengannya. Demikian halnya juga, bila ada yang dibenci tapi hati bilang cinta dengannya, maka berusahalah untuk menghilangkan perasaan tersebut. Hilangkan rasa benci bilng cinta yang dapat membuat hati terus terluka.

Binalah cinta dengan orang yang benar-benar mencintai kita. Karena dengannya kita bakal mendapatkan kebahagiaan. Mungkin saat ini belum dirasakan, karena masih baru membina hubungan cinta dengannya. Namun, di belakang hari, kamu akan merasakannya. Betapa tak salah mencintai orang yang benar-benar mencintai kita.

Speak Your Mind

*