Pesona Alam Liar Sungai Amazon di Brazil

Ilustrasi sungai amazon di brazil

Daftar Isi

  1. Kehidupan Liar Sungai Amazon
  2. Keadaan Sungai Amazon Saat Ini
  3. Sungai Amazon dan Sungai Nil

Apa yang Anda bayangkan jika Anda mendengar seseorang mengucapkan sesuatu tentang Sungai Amazon di Brazil? Apakah terbayang oleh Anda negara Brazil? Atau Anda membayangkan bahwa sungai tersebut adalah sungai terbesar di dunia? Ya. Keduanya memang ada hubungannya dengan Sungai Amazon di Brazil tersebut.

Aliran air selalu berhasil menciptakan kesan tersendiri. Sebuah kesan yang menyejukkan dan menenangkan seperti aliran air itu sendiri. Begitupun dengan keistimewaan yang ditawarkan oleh Sungai Amazon di Brazil. Keindahan yang dimiliki oleh Sungai Amazon di Brazil bisa jadi merupakan satu-satunya keindahan sungai yang dimiliki oleh dunia.

Sebagian besar, bumi memang terdiri dari air atau lautan. Lautan-lautan tersebut merupakan muara akhir dari aliran-aliran sungai yang ada di berbagai negara. Sungai Amazon di Brazil pun memiliki andil yang sama untuk “menyumbangkan airnya” kepada lautan yang lebih luas.

Nama besar Brazil boleh jadi semakin membesar ketika ada nama Sungai Amazon di dalamnya. Ketenaran sungai ini memang tidak usah diragukan. Keberadaannya yang sudah ada sejak zaman dahulu membuat Sungai Amazon di Brazil ini menjadi sebuah sungai yang melegenda.

Habitat yang dimiliki oleh Sungai Amazon di Brazil ini juga ikut terkenal. Pernah mendengar nama ikan piranha? Ya, ikan tersebut menjadi salah satu habitat hewan yang menghuni aliran Sungai Amazon. Sebuah hewan yang menyimpan sebuah cerita tersendiri bagi masyarakat Brazil dan sekitarnya.

Sungai Amazon di Brazil memang sebagian besar berada di negara Brazil, Amerika Selatan. Amazon adalah sungai terbesar di dunia. Sungai ini membentang dari hulunya di Peru (disebut Aporimac) hingga bermuara di Brazil (disebut Solimoes), langsung ke lautan lepas Atlantik.

Nama besar Brazil boleh jadi semakin membesar ketika ada nama Sungai Amazon di dalamnya.

Sungai Amazon di Brazil dikatakan sebagai sungai terbesar, salah satunya karena memiliki aliran air dalam cekungan yang mempunyai luas sekitar 7.050.000 kilometer persegi.

Dengan lebarnya yang bervariasi, mulai 1,6 kilometer hingga 10 kilometer saat musim kering. Bahkan, sampai mencapai lebih dari 48 kilometer lebarnya saat musim hujan.

Lebar muara Sungai Amazon di Brazil ini saja mencapai Laut Atlantik sekitar 240 kilometer. Karena kondisi alamiahnya tersebut, belum pernah ada rencana pembangunan jembatan di atas Sungai Amazon. Terutama karena kondisi aliran airnya yang sangat deras dan volumenya yang juga sangat besar.

Menurut pengamatan para ahli, belum ditemukan rancangan jembatan yang paling memungkinkan untuk dibangun di atas sungai tersebut. Lebar dan luas yang dimiliki oleh Sungai Amazon di Brazil inilah yang menyebabkan belum ditemukan rancangan jembatan yang pas.

Kehidupan Liar Sungai Amazon di Brazil

Lingkungan disekitar Sungai Amazon di Brazil merupakan hutan hujan tropis, tempat lebih dari sepertiga makhluk hidup dunia berada. Jika digabungkan, luas keseluruhan hutan dan sungainya mencapai 5.400.000 kilometer persegi.

Hutan Amazon sendiri dikatakan sebagai hutan yang memiliki keragaman hayati terbesar di dunia. Sebanyak 3.000 spesies ikan yang berasal dari Sungai Amazon di Brazil saat ini sudah berhasil diidentifikasi. Tentunya masih banyak lagi spesies ikan yang masih belum dikenali di kedalaman sungai tersebut.

Sungai Amazon di Brazil juga dikenal sebagai tempat hidup (habitat) untuk sejenis lumba-lumba air tawar yang disebut boto.

Pertumbuhan lumba-lumba ini dapat mencapai ukuran hingga 2,6 meter panjangnya.

Lumba-lumba jenis ini dipercaya oleh penduduk pribumi Brazil dalam legenda mereka tentang boto yang berubah menjadi seorang pria.

Kemudian, pria ini berhasil menggoda para gadis yang tinggal di pinggiran Sungai Amazon di Brazil. Legenda tentang boto itu menjadi keunikan tersendiri yang semakin mempercantik keberadaan Sungai Amazon di Brazil ini.

Selain itu, di kedalaman Sungai Amazon di Brazil ini juga menjadi habitat untuk ikan-ikan duyung amazon (Amazonians Manatee), ikan pemangsa piranha (sejenis ikan karnivora), ikan hiu-bison, ikan arwana, ikan lele-listrik, dan juga anaconda.

Sungai Amazon di Brazil memang terkenal dengan habitat ikan piranha pemakan daging yang ganas. Meskipun dikenal keganasannya seperti demikian sebagai pemangsa makhluk hidup lainnya, piranha sebetulnya jarang memangsa manusia. Hanya sedikit dari jenis piranha tersebut yang biasa melakukannya.

Selain piranha, Sungai Amazon di Brazil juga terkenal dengan keberadaan anakonda. Anakonda merupakan sejenis ular besar (raksasa), yang hidup di bagian terdangkal di Sungai Amazon.

Namun, ular ini kerap menghabiskan waktunya di atas permukaan air hingga yang terlihat hanyalah lubang hidungnya mengambang di atas permukaan sungai.

Keadaan Sungai Amazon di Brazil Saat Ini

Sungai Amazon dan Sungai Nil

Saat ini masih diperdebatkan bahwa Sungai Amazon di Brazil dikatakan juga sebagai sungai terpanjang di dunia.

Para ahli ada yang menyebutkan bahwa Sungai Nil di Mesir adalah sungai terpanjang di dunia, sebagian ahli mengatakan Sungai Amazonlah yang terpanjang.

Perdebatan mengenai dua sungai tersebut, Sungai Nil dan Sungai Amazon di Brazil masih berlanjut di kalangan para peneliti.

Kedua sungai terbesar itu hingga kini juga seolah masih berlomba untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat luas.

Kedua sungai tersebut menawarkan keindahan alam yang unik satu sama lain.

Bangsa Eropa berhasil menemukan Sungai Amazon di Brazil pada hampir sekitar empat abad yang lalu. Saat ini, Manaus merupakan kota terbesar yang terdapat di sekitar Sungai Amazon.

Populasi penduduk yang terdapat di kota ini hampir mencapai 1,8 juta orang. Populasi Manaus dikatakan mendekati hampir 50 persen dari populasi Brazilian state of Amazonas, negara bagian terbesar di sekitar Sungai Amazon yang terletak di Brazil.

Pembangunan dan pengembangan banyak dilakukan pemerintah pada wilayah sekitar Sungai Amazon di Brazil. Pembangunan jalan bebas hambatan Trans-Amazonica (Trans-Amazonian Highway) dimulai pada tahun 1970.

Akan tetapi, proyek pembangunan jalan di sekitar Sungai Amazon di Brazil ini tidak pernah diselesaikan karena banyak hambatan saat pelaksanaannya. Salah satunya, akses jalan antardua kota Manaus-Porto Velho sulit untuk dibangun mengingat lintasan jalan di antara keduanya sulit dilalui selama musim hujan.

Saat ini, wacana penentuan sungai terpanjang antara Amazon dan Nil sudah banyak ditinggalkan oleh para ahli. Meskipun begitu, hal ini tidak menyurutkan semangat para ahli di Brazil untuk tetap melakukan penelitian akah hal itu. Sungai Amazon di Brazil tetap dianggap sebagai sungai terpanjang oleh para peneliti dari Brazil.

Setelah diadakan berbagai penelitian yang dilakukan di Sungai Nil yang terletak di Mesir dan Sungai Amazon di Brazil, ternyata sudah disepakati bahwa Nil dikatakan sebagai sungai terpanjang di dunia dan Amazon menempati peringkat kedua dengan panjang tidak kurang dari 6.400 kilometer. Sementara, panjang Sungai Nil disepakati sekitar 6.500 kilometer.

Adapun para ahli geografis Brazil berhasil menentukan bahwa Sungai Amazon di Brazil merupakan sungai terpanjang di dunia dengan ukuran panjang tepat 6.992 kilometer. Sementara, berdasarkan penelitian yang sama diketahui Nil memiliki ukuran panjang 6.853 kilometer.

Penemuan ini dipublikasikan pada 2007 oleh Guido Gelli, direktur sains pada Brazilian Institute of Geography and Statistics. Namun, sampai sekarang perjanjian yang telah dibuat oleh para ahli geografis mengenai sungai terpanjang belum direvisi berdasarkan penemuan tersebut. Tampaknya wacana mengenai sungai terpanjang di dunia antara Sungai Nil dan Sungai Amazon di Brazil ini akan dibiarkan mengambang dan terbuka untuk diperdebatkan.

Speak Your Mind

*