Problematika Remaja Dengan 17 Video

Keterpurukan ekonomi yang melanda berbagai negara dunia juga menjadi faktor yang memacu seseorang untuk terjun di bisnis 17 video. Dengan kecanggihan berbagai alat-alat informasi, orang-orang dapat merekam dan menyebarluaskan tontonan film 17 video dengan mudah dan cepat.

Usia 17 tahun bagi seseorang merupakan waktu di mana tingkat libido seseorang tinggi. Dukungan energi yang berlebih dan proses keingintahuan yang berlebih, membuat seorang remaja selalu mencoba hal yang dianggapnya baru. Bahkan untuk hal-hal yang mungkin belum waktunya diketahui.

Dalam masalah seksual, banyak remaja yang belum mampu mendapat informasi yang benar. Akibatnya, mereka mencari sendiri informasi tentang hal tersebut dari sumber yang terkadang menyesatkan. Salah satunya melalui tontonan film 17 Video, atau juga browsing melalui situs internet.

Terkadang mereka juga mencari informasi tentang hal tersebut melalui proses diskusi dengan rekan sebaya. Sebab hal tersebut dianggap lebih nyaman dan tidak menjadikan mereka merasa malu. Tukar menukar informasi yang terjadi pun seringkali negatif.

Karena informasi yang diberikan bukan berupa sebuah pemahaman atas masalah seksual secara benar, melainkan beberapa lokasi yang berkaitan dengan dunia seksual. Seperti alamat situs yang memuat masalah seksual.

Munculnya Berbagai Situs 17 Video

Tidak dipungkiri banyak situs yang menyediakan konten pornografi dan begitu mudah diakses. Aturan pemerintah yang memblokir situs-situs tersebut, disikapi pengelolanya dengan bermain kucing-kucingan. Seperti mengganti nama situs.

Pada era 2000an awal, situs yang sempat melambung adalah www.ceritaseru.com. Setelah diblokir, bermetamorfosa menjadi 17tahun.com, dan terakhir berganti menjadi bebe17.com. situs ini pun sudah berganti menjadi k**cil.com.

Isi dalam situs tersebut selain berisi gambar untuk orang dewasa, juga ratusan cerita porno yang disajikan dalam bentuk tulisan atau video. Cerita ini berisi kisah tentang aktivitas seksual, yang dikemas melalui berbagai latar belakang. Namun kesemuanya memiliki tujuan sama untuk menciptakan sensasi dan fantasi seksual bagi pada pembacanya.

Remaja yang banyak mengkonsumsi konten tersebut, seringkali menjadi salah arah dalam proses pematangan mental. Fantasi dahsyat yang disuguhkan melalui beragam cerita porno tersebut, tak jarang tertempel di benak para remaja dan berpengaruh pada perilakunya.

Salah satunya adalah keinginan untuk bisa merasakan fantasi yang ada dalam cerita porno tersebut. Dilandasi keingintahuan yang kuat dan kesalahan pemahaman, remaja seringkali salah dalam mewujudkan rasa penasarannya tersebut.  Salah satu wujudnya adalah perilaku seks bebas di kalangan remaja yang ditandai meningkatnya kehamilan usia sekolah pra nikah.

Mengatasi Problematika 17 Video

Banyak orang tua dan pendidik merasa tabu dan malu untuk melihat atau membaca cerita porno atas nama norma. Padahal itu tidak selamanya tepat. Tak ada salahnya orang tua dan kalangan pendidik juga turut tahu cerita-cerita porno. Tujuannya tentu berbeda dengan para remaja.

Tujuannya adalah untuk mengetahui tentang hal apa saja yang diketahui para remaja tersebut. Dengan tahu, maka akan bisa dicari jalan keluar yang tepat dan solusi yang sesuai guna memberikan pemahaman yang benar tentang masalah seks. Hal ini tentu terkait dengan apa yang dibaca remaja melalui cerita porno.

Selama ini yang terjadi adalah para orang tua dan pendidik bercerita tentang masalah seks hanya dari sudut pandang mereka. Padahal belum tentu ini sesuai dengan apa yang ada dalam benak para remaja. Untuk itu harus dibuat kesepahaman sudut pandang dulu, sehingga pada nantinya bisa ditemukan solusi untuk memberikan pendidikan yang tepat guna mencegah dampak dari remaja yang suka membaca cerita porno.

Cara Menghindarkan Anak Dari Dampak 17 Video

Pengaruh dari 17 video lewat tontonan langsung melalui kaset ataupun internet akan berdampak negatif terhadap perkembangan mental anak-anak atau remaja. Tidak dapat dipungkiri bahwa media informasi adalah salah satu faktor pembentuk kepribadian anak dan remaja pada saat ini. Akses untuk  mendapatkan berbagai informasi yang sangat mudah merupakan pintu yang lebar bagi masuknya berbagai pemahaman dan kebudayaan non ketimuran.

Indonesia sebagai salah satu negara yang terletak di kawasan Asia sesungguhnya mempunyai karakter yang khas ketimuran dalam memandang berbagai persoalan. Bila membahas masalah seksualitas terutama terkait dengan 17 video sepatutnya anak bangsa kita berhati-hati dan merasa malu ketika membicarakannya. Di beberapa tahun yang lalu kita masih ingat bahwa pergaulan bebas dipandang sebagai tindakan yang memalukan dan mendapatkan hukuman norma atau adat di masyarakat.

Namun ketika era memasuki zaman keterbukaan informasi dan globalisasi menjadikan pertukaran kebudayaan timur dan barat semakin melaju dengan cepat. Kehidupan orang-orang barat yang mengusung nilai-nilai kebebasan masuk ke dalam kebudayaan Indonesia yang penuh dengan toleransi dan tertutup. Tertutup masudnya menghindari tingkah laku yang tidak sesuai dengan fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

Anak-anak dan remaja adalah mangsa yang empuk bagi bisnis 17 video. Maka sebagai orang dewasa yang berkewajiban membimbing mereka sebaiknya kita memperhatikan segala perkembangan dan melindungi mereka dari dampak negatif tontonan seperti itu. Sebagai orang tua misalnya tidak bisa hanya mengandalkan sekolah atau madrasah sebagai pembimbing dan pengarah akhlak anak-anaknya.

Memang benar sekolah dan madrasah adalah lembaga pendidikan yang mesti dilalui oleh anak-anak. Tapi pendidikan moral dan akhlak terbaik adalah dari orang tua. Orang tua merupakan guru terbaik bagi anak-anaknya bila membahas masalah kehidupan, karena anak akan melihat langsung tauladan orang tuanya di rumah dalam mengatasi dan memandang persoalan moral. Jangan sampai anak kita larut dalam dunia gelap yang hanya mementingkan kesenangan sesaat serta melupakan nilai-nilai agama.

Mengenalkan anak dan remaja kepada pembahasan seks dipandang sebuah kebaikan dan kemajuan. Di satu sisi memang merupakan tindakan yang berusaha memperbaiki kondisi moral anak bangsa sekarang. Tetapi perlu diingat bahwa masalah kesehatan seks adalah sesuatu yang naluriah pada manusia. Artinya kita tidak perlu membelajari remaja tentang kesehatan seks karena mereka akan mengerti dengan sendirinya sewaktu menginjak dewasa.

Internet merupakan jalur terbesar bagi penonton 17 video. Karena di dunia maya seseorang tidak akan dapat dibatasi gerak dan tindakannya. Disini kita memerlukan aturan atau regulasi dari pemerintah Indonesia untuk lebih ketat dalam mengatur masalah di dunia maya. Dengan memblokir situs-situs yang berbau muatan dewasa sebenarnya kita sudah dapat membatasi celah anak dan remaja untuk menonton tayangan yang negatif tersebut. Dan yang paling memprihatinkan adalah Indonesia masuk rangking teratas dalam survei jumlah pengakses situs-situs dewasa di dunia. Padahal Indonesia berdaulat sebagai negara yang beragama tetapi fakta yang pahit kita dapatkan dari hasil surveri tersebut.

Setelah membatasi ruang tontonan 17 video melalui jalur internet dengan memblokir situs-situs dewasa untuk user dari Indonesia. Dikarenakan hal tersebut belum dapat terlaksana saat ini, maka kita harus dapat memproteksi DNS internet di rumah agar tidak dapat mengakses situs-situs tersebut. Ada beberapa cara untuk melakukan hal tersebut. Salah satunya dengan memakai nawala project, ini merupakan DNS yang gratis dipakai siapa saja untuk memblokir website atau situs yang negatif atau berbahaya bagi pengunjungnya. Namun perlu diingat bahwa dengan memakai DNS Nawala project kita dapat meminimalisir akses terhadap situs-situs bermuatan konten dewasa tetapi tidak menjamin seratus persen berhasil. Karena DNS Nawala Project memakai sistem database yang perlu diupdate setiap hari oleh admin sehingga ada kemungkinan bocor oleh situs-situs yang baru.

Selanjutnya tugas kita untuk menjaga anak dan remaja di rumah akan bahaya tontonan dewasa adalah dengan memberi mereka pengetahuan dan ilmu agama yang mendalam. Agama merupakan benteng paling ampuh dalam mengatasi berbagai persoalan hidup terutama dalam menjaga tingkah laku atau akhlak. Sejak kecil jika seseorang dibina dengan ilmu agama yang memadai maka di umur dewasanya dia akan menjahui tindakan yang buruk bertentangan dengan ajaran agamanya. Perlu dipahami bahwa pemberian ilmu agama di rumah harus dengan cara yang mudah dimengerti oleh anak-anak. Agar mereka dapat mencerap apa yang disampaikan oleh orang tuanya. Tontonan seperti halnya 17 video memang perlu dijauhkan dari generasi muda Indonesia agar diperoleh generasi berakhlak emas di waktu yang akan datang.

Speak Your Mind

*