Profil Kota Kediri Kota Rokok di Jawa Timur

Profil Kota Kediri, Kota Rokok di Jawa Timur – Kota Kediri merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Kota Kediri dilintasi oleh Sungai Brantas yang merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa setelah Sungai Bengawan Solo. Kota Kediri pun merupakan satu-satunya kota di Provinsi Jawa Timur yang memiliki dua gunung, yaitu Gunung Klotok dan Gunung Maskumambang.

kota kediri

Kota Kediri merupakan salah satu kota penghasil rokok kretek. Di Kota Kediri, terdapat pabrik rokok kretek yang sangat populer, yaitu PT Gudang Garam. Di kota inilah, pabrik rokok berskala nasional itu berdiri dan berkembang.

Sejarah Kediri

Sejarah kota ini bermula dari sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Kadiri. Kerajaan ini akhirnya terbagi menjadi dua, yaitu Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu. Raja dari Kerajaan Kediri yang terkenal adalah Raja Jayabaya. Raja Jayabaya terkenal dengan ramalan-ramalannya yang akan terjadi pada negeri ini nantinya.

Pada masa kemerdekaan, Kota Kediri pun menjadi tempat yang pernah dilewati oleh Panglima Besar Jenderal Sudirman saat perang gerilya. Saat peristiwa pemberontakan PKI, Kediri pun menjadi saksi bisu para penduduk Kediri yang menjadi korban pemberontakan PKI.

Geografi

Kota Kediri terletak sekitar 128km dari ibu kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Letak kota ini berada pada ketinggian sekitar 67 m di atas permukaan laut. Kota Kediri terbelah menjadi dua wilayah oleh Sungai Brantas, yaitu bagian barat dan timur sungai. Kawasan timur Kediri merupakan daerah dataran rendah, sedangkan bagian barat merupakan daerah dataran tinggi yang kurang subur.

Secara administratif, Kota Kediri terbagi menjadi tiga kecamatan, yaitu:

  • Kecamatan Mojoroto (barat);

  • Kecamatan Kota (tengah); dan

  • Kecamatan Pesantren (timur).

Perekonomian

Di Kota Kediri, terdapat perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yaitu Gudang Garam. Perusahaan rokok Gudang Garam menampung sekitar 16.000 warga Kediri yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan itu. Selain itu, Pabrik Rokok Gudang Garam pun merupakan penyumbang pajak dan cukai terbesar bagi Pemerintah Kota Kediri.

Kota Kediri pun mulai berkembang seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kwalitas dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, pariwisata, pedagangan, pemerintahan, bahkan hingga olahraga.

Pada bidang pendidikan, Kediri mempunyai puluhan sekolah dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas, dan sekolah Menengah Kejuruan. Di kota ini pun, terdapat beberapa perguruan tinggi lokal, madrasah, hingga pondok pesantren. Kota Kediri yang letaknya jauh dari pusat keramaian, sangat tepat untuk mendukung proses belajar dan mengajar di sekolah.

Objek wisata

Pada bidang pariwisata, Kota Kediri menyimpan potensi wisata yang menarik dan wajib didatangi oleh wisatawan. Berikut ini penjelasan tentang tempat – tempat menarik di Kediri :

  • Monumen Simpang Lima Gumul

Inilah gedung kebanggaan masyarakat Kediri, Anda bisa lihat bentuknya menyerupai monument L’arch D ‘Triomphe yang ada di Kota Paris, Perancis. Namun Monumen Simpang Lima Gumul lebih besar dari pada kembarannya di Paris.  Lokasinya tak jauh dari kota Kediri, tepatnya di desa Tugu Rejo, Kecamatan Ngasem. Luasnya 804 meter persegi sedangkan tinggi bangunan mencapai 25 meter.

Di dalam monument terdapat ruangan-ruangan berbagai fungsi, seperti ruang pertemuan, audiotorium, sedangkan lantai atas di sekeliling dipasang kaca, jadi pengunjung bisa memandang kota Kediri dari atas.

Monument megah ini dibangun pada tahun 2003 dengan bentuk segi empat. Tujuan Monumen SLG untuk menunjakan bukti bahwa alam Kediri adalah gemah ripah loh Jinawi. Sehingga kesejahtaraan Kediri tak bisa diragukan lagi.

  • Bendungan Gerak Waru Turi

Bendungan Gerak waru merupakan bangunan mega raksasa yang membendung sungai Berantas. Fungsi bendungan gerak waru sebagai pengendali banjir, mengatur sirkulasi pengairan bagi pertanian. Objek wisata ini berada di Kecamatan Gampengrejo, jaraknya hanya 15 km dari pusat kota.

Letak kelebihan Bendungan Gerak Waru Turi adalah pada pinggir sungai dibangun taman / ruang terbuka yang bisa dijadikan sebagai taman bagi masyarakat Kediri. Di tambah lagi ada padang golf, drive range, kolam air dan tentu tempat pemancingan. Di Pinggir-pinggir sungai suasananya masih asri, pepohonan dibiarkan tumbuh sehingga tempatnya rindang. Sehingga orang betah berlama-lama main di sini, apalagi di komplek wisata terdapat warung makan dengan menu ikan goreng dan ikan bakar hasil tangkapan dari sungai Berantas. Pokoknya tak nyesal main di Bendungan Gerak Waru Turi.

  • Gunung Kelud

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung volcanic yang masih aktif. Gunung ini berada di perbatasan wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar. Lokasi sekitar 27 km dari Kota Kediri.

Pada tahun 2007, Gunung Kelud sempat erupsi mengeluarkan lahar panas yang menggunung membentuk kubah baru ditengah-tengah gunuh, sehingga menguras habis air pada danau kawah lamanya. Karena aktifitas vulkanic yang meningkat, objek wisata ini sempat ditutup selama tiga bulan.

Namun sekarang setelah aman, dan tingkat bahayanya diturunkan pada level tiga. Objek wisata gunung vulkanic dibuka kembali untuk umum. Pengunjung bisa melihat langsung bentuk kubah baru yang berdiri diatas danau kawah. Selain itu pemerintah Kediri telah membangun sejumlah prasarana pendukung objek wisata ini. Seperti flying fox, tangga menuju puncak, area parkir untuk bus dan kendaraan, kios makanan dan souvenir.

  • Gereja Puh Sarang

Gereja Puh sarang merupakan salah satu objek wisata spiritual untuk umat Nasrani yang ada di Kediri. Gereja Katolik ini termasuk bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh UU. Menurut catatan sejarah gereja Puh Sarang dibangun pada tahun 1936, atas prakarsa Jan Wolters CM misionaris Eropa yang ditugaskan melayani umat Katholik di Kediri. Desain gereja dirancang oleh Henri Maclaine Pont arsitek kebangsaan Belanda. Bentuk Gereja Puh Sarang merupakan hasil perpaduan gaya Eropa, Majapahit dan gaya Jawa.

Komplek Gereja Puh Sarang terdiri dari Gapura yang dibuat dari mozaik batu alam,Bangunan induk yang dipakai sebagai tempat sembayang umat Katholik. Ada pendopo yang dibangun dengan sentuhan budaya Jawa. Ruangan ini difungsikan sebagai tempat baptis. Selain itu juga ada Gua Maria Lourdes, Jalan Salib Bukit Golgota.

Gereja Puh Sarang terbuka bagi umat Nasrani yang ingin retret mendalami agama, dan berkonsultasi dengan ahli agama. Guna menunjang kegiatan tersebut, di komplek ini disediakan penginapan yang respensentatif.

Kuliner Kediri

Kediri menyimpan banyak kuliner lezat yang patut Anda cicipi, berikut ini merupakan contoh kuliner khas Kediri :

  • Tahu Kuning

Tahu GTT merupakan salah satu ikon kuliner Kediri yang terkenal. Ciri khas tahu Kediri permukaannya berwarna kuning cerah. Warna kuning diberasal dari air perasan kunyit. Sedangkan bagian dalam tahu berwarna putih. Tahu Kediri dijual dalam bentuk setengah matang, jadi kalau mau dikonsumsi harus digoreng terlebih dahulu. Tahu dijual dalam bentuk paket dan satuan. Kemasannya berupa besek dari anyaman bambu.

  • Sate bekicot

Bekicot hewan moluska bercangkang ternyata bisa dijadikan sebagai sumber pangan yang lezat.  Di sebuah desa di Kediri, tepatnya di Desa Plosoklaten terkenal dengan sentra penghasil makanan yang terbuat dari bekicot. Daging bekicot diolah menjadi berbagai sajian seperti keripik bekicot dan sate bekicot. Dari kedua jenis makanan tersebut, ternyata bekicot sangat diminati oleh pelanggan. Daging bekicot sangat enak, dijadikan sate. Tak ada kesan jijik sekalipun pada seporsi sate, karena bekicot telah mengalami serangkai proses pencucian dan perebusan sampai siap makan.

Menurut ahli gizi bekicot mengandung protein tinggi,selain itu juga mengandung kalsium, Omega 3 dan vitamin. Jadi, Anda jangan ragu ketika datang ke Kediri dan segera mencicip sate bekicot dengan bumbu kecap.

Selain itu, Kota Kediri pun menawarkan hiburan jalanan yang terletak di pusat kota. Hiburan jalanan ini merupakan pusat perbelanjaan pakaian dan kuliner. Pusat kota Kediri pun sering menjadi pusat hiburan bagi masyarakat Kediri, baik kawula muda maupun tua.

Di Taman Sekartaji, tersedia aneka kuliner khas Kediri. Taman ini pun menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana malam Kota Kediri. Di pusat Kota Kediri pun, terdapat fasilitas bagi masyarakat ataupun wisatawan, seperti hotel bintang tiga, mall, pasar swalayan, transportasi, dan biro perjalanan.

Kediri mengalami perubahan besar yang positif, seperti dibangunnya mall, hotel berbintang, hingga kawasan wisata Selomangkleng yang bertaraf nasional. Kota Kediri pun mendapat penghargaan sebagai kota paling kondusif untuk berinvestasi. Hal ini pun berdampak pada kemampuan daya beli penduduk Kediri. Itulah sekilas tentang profil Kota Kediri. Semoga bermanfaat!

Speak Your Mind

*