Pusat Primata Schmutzer, Tempat Piknic Asyik

Ilustrasi picnikKebun Binatang adalah objek wisata edukatif untuk segala usia yang tak pernah membosankan untuk dikunjungi.  Ini menjadi tempat picnik alternatif Anda dan keluarga. Termasuk didalamnya adalah Pusat Primata Schmutzer di Kebun Binatang Ragunan.

Pusat Primata Schmutzer ini adalah tempat pelestarian primata yang lokasinya di tengah-tengah Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan. Pusat Primata ini adalah yang terbesar di dunia yang memelihara orang utan, gorila, simpanse, owa, bekantan, dan berbagai jenis primata lainnya.

Pemeliharaan primata di dalam Pusat Primata ini lebih ketat dibandingkan yang diluar Pusat Primata. Contohnya, kandang Orang Utan di luar Pusat Primata terlihat lebih kotor, karena memang kondisinya terbuka sehingga tidak aman dari sampah yang dilemparkan oleh pengunjung yang tidak menghiraukan larangan memberikan makanan apapun kepada hewan. Keadaan yang demikian tidak terlihat di dalam Pusat Primata.

Para primata di Pusat Primata ini tidak dipelihara dalam kandang, melainkan dalam sebuah enklosur, yang dirancang seperti habitat asli primata. Beberapa berdinding kaca dan suhu dalam enklosur berkaca itu memang diatur seperti habitat aslinya. Kita dapat melihat jalan setapak yang mengelilingi enklosur gorila dari jembatan tinggi berkanopi.

Feeding Time Primata

Feeding Time adalah saat yang sangat menyenangkan. Pengunjung diperbolehkan membantu melempar buah-buahan yang disediakan petugas kepada para primata. Pengunjung berkesempatan memberi makan Gorila Kumbo, Kihi dan teman-temannya.

Makanan kesukaan gorila adalah sawi, apel, jambu, dan buah-buahan lain yang manusia juga menyukainya. Saat pemberian makan, kita diajak untuk memanggil nama gorila bersama-sama, dan ketika gorila yang dipanggil sudah menampakkan dirinya, baru kita lemparkan buah-buahan dan sayuran itu ke dalam enklosur.

Menyenangkan sekali. Anak-anak sangat senang melakukannya, walaupun banyak juga yang menangis ketakutan melihat gorila yang besar dan hitam itu muncul.

Mengenal kehidupan primata, khususnya gorila merupakan hal yang menarik. Gorila adalah primata yang suka tertawa dan tidak suka marah-marah. Jadi siapa yang berpikir bahwa gorila itu galak, harus segera minta maaf pada mereka karena telah salah sangka.

Gorila ternyata mengalami ancaman yang luar mengerikan, karena gorila ternyata diburu untuk dimakan, diperdagangkan dan mengalami kepunahan karenanya. Sungguh tidak terbayang ada orang yang tega memakan daging gorila.

Pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa makanan dan minuman ke dalam kawasan Pusat Primata. Pada pintu masuk, diberlakukan pemeriksaan yang cukup ketat oleh petugas. Namun jangan khawatir karena petugas pemeriksanya cukup ramah.

Agar tidak terhambat pada proses pemeriksaan ini, kumpulkan makanan dan minuman yang kita bawa dalam 1 tas khusus untuk dititipkan pada loket penitipan barang. Minuman dalam botol khusus minuman yang bukan botol minuman bermerk boleh dibawa masuk, demikian juga dengan susu bayi dalam botol susu (dot bayi).

Di dalam kawasan Pusat Primata disediakan kran air yang siap minum. Jadi, pengunjung akan tetap nyaman berpetualang di dalamnya, tanpa khawatir kehausan.

Museum, Perpustakaan dan Teater Kecil

Pusat Primata Schmutzer juga memiliki museum, perpustakaan dan teater kecil yang memutar film tentang primata di Indonesia dan dunia. Di museum ini kita dapat belajar mengenai jenis-jenis primata di dunia sejak jaman purba. Kita Juga bisa melihat wajah dan lukisan Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh yang merintis dibangunnya Pusat Primata ini.

Berkunjung ke Pusat Primata Schmutzer ini kita mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Benar-benar menyenangkan sekali dapat melihat kelucuan tingkah primata dan kehebatan atraksinya yang mirip sirkus itu, kita mendapatkan pengetahuan yang banyak mengenai kehidupan primata di dunia.

Rasanya, harga tiket masuknya yang hanya Rp.5000 tidak sebanding dengan pengetahuan dan pengalaman yang kita dapatkan, dan tempat ini layak masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi.

Alternatif Lain

Selain kota besar seperti Jakarta dan Bandung, alternatif wisata lain untuk menghabiskan waktu berpiknik bersama keluarga adalah Puncak. Untuk yang tinggal di Jabodetabek, tidak perlu pergi jauh-jauh sampai menginap atau membawa budget banyak.Tinggal putuskan mau naik kendaraan apa, karena ada beberapa tempat asyik di Puncak buat berpiknik ria.

Puncak yang bisa ditempuh kurang lebih 2 jam dari Jakarta adalah wilayah wisata pegunungan dengan tempat rekreasi seperti agrowisata. Sebelum tiba di Puncak, ada satu tempat pemberhentian yang unik di Jalan Raya Puncak KM 85, Bogor, namanya Dino Land. Ada apa saja di dalamnya? Macam-macam. Ada bale-bale buat sekedar nongkrong, tempat main golf, dan memetik buah strawberry di taman bersetting jaman purba yang ceritanya sudah punah sejak 150 juta tahun yang lalu.

Tempat yang paling enak adalah danau buatannya yang dikelilingi bale-bale dan beberapa Dinosaurus. Di kolam mini ini, kita bisa mengayuh sampan kecil, naik titian ban, memanjat jala-jala atau meluncur dari atas (dengan posisi duduk) sambil menyebrangi air. Wiiih, seru!

Jika ingin ngaso, masuklah ke Restoran Dino. Tidak kalah unik, pilihan menunya hampir semua berbau Dinosaurus. Ada Nasi Goreng Dinosaurus, Cah Kangkung Tyrex, sampai Steak Kaki Dinosaurus. Dino Land juga dilengkapi fasilitas Museum Dinosaurus. Dengan membeli tiket Rp 8000, kita bisa melihat fosil, rangka, tulang, juga telur Dinosaurus asli yang didatangkan dari Amerika Serikat.

Kemudian, inilah saatnya gelar tikar di bawah pohon dan membawa keranjang piknik. Karena pemberhentian berikutnya adalah Taman Bunga Nusantara yang terdapat di Desa Kawungluwuk KM 7, Kecamatan Sukaresmi, Cipanas.

Di Botanical Garden ini, selain bisa berpiknik, kita bisa jalan-jalan ke berbagai Taman Bunganya. Tempatnya sangat indah. Taman-taman dari berbagai negara membuat kita tahu ciri khas masing-masing negara. Jangan lupa untuk mampir ke Labyrinth Park (Maze Garden). Tiket masuknya cukup Rp 15000.

Selanjutnya adalah Telaga Warna. Tidak susah mencari papan petunjuk tempat Wisata ini di Puncak Pass. Setelah beli tiket Rp 2000, disini kta bisa lihat berbagai panorama alam, seperti bukit, tebing, dan kabut. Ada sedikit cerita misteri mengenai tempat ini.

Konon, di Telaga Warna hidup dua ekor ikan purba yang masih hidup sampai sekarang. Yang merah bernama “Si Layung” dan “Si Tihul” berwarna hitam. Jika ada yang bisa melihat ikan tersebut, maka segala cita-citanya akan tercapai. Cerita Mitos memang pemanis sebuah tempat Wisata yang tidak bisa dilepaskan. Disini juga banyak Monyet liar berkeliaran.

Sudah sampai Puncak, berhenti dulu di Puncak Pass. Selain bisa istirahat, kita bisa menikmati pemandangan hamparan bukit dan kebun teh ditemani dinginnya udara Puncak dan secangkir minuman hangat.

Lalu untuk yang muslim, bisa mampir beribadah di Masjid Atta’awun. Cuci muka menggunakan airnya yang sejuk, segar sekali! Kalau mau jalan-jalan, di sekitar sini juga ada penyewaan Kuda dengan harga Rp 35000 (bisa ditawar kok). Untuk track-nya, bisa pilih mau mendaki bukit atau menuruni jalan berliku.

Liburan di Venecia dan duduk di atas perahu Gondola sambil menikmati pemandangan sekitar, pastinya romantis banget! Tapi kapan ya kesananya? Nah, daripada cuma mengkhayal, Venecia ala Puncak juga ada.

Di Kota Bunga, Puncak, ada tempat rekreasi bernama Little Venice. Biaya masuknya Rp 15000/orang. Suasana tempat ini mirip di luar negeri dengan pemandangan yang indah. Di Little Venice ada Gondola khas Venecia yang mengajak kita berputar-putar di danaunya. Untuk naik Gondola, kita harus bayar lagi Rp 15000 per orang.

Dari atas kapal, kita akan menikmati suasana mirip di kota Venecia yang romantis, melewati kota-kota di pinggir sungai dan jembatan di atasnya. Naik kapal Missisipi juga tak kalah seru, bisa melewati canal yang dikelilingi bangunan bernuansa Eropa. Pokoknya rugi jika tidak mencoba!

Selain itu kita juga dapat menikmati jajanan khas puncak yaitu Bakso Hangat, Ubi Cilembu, Strawberry, Jagung Bakar, dan Kue Mochi.

Nah, sudah tidak bingung lagi kan memilih tempat picnik yang asyik? Selamat menikmati.

Speak Your Mind

*