Ragam Job Artis Panggilan

Profesi sebagai artis merupakan harapan banyak orang, khususnya orang muda. Mereka berusaha menggapai kondisi tersebut dengan mengikuti berbagai acara audisi dan sebagainya. Tetapi, karena jumlah peserta yang relative sangat banyak, maka tingkat persainganya sangat tinggi. Bagi mereka yang memang mempunyai talenta bagus dalam bidang seni, baik seni peran maupun seni suara atau seni lainnya, mungkin tidak menjadi masalah.

 

Salah satu  profesi yang dapat dijalaninya adalah sebagai Artis Panggilan. Artis panggilan adalah satu julukan yang diberikan kepada mereka yang menjalani profesi keartisan dengan system panggilan. Mereka harus melakukan kegiatan keartisannya sesuai dengan job yang diberikan pada saat tertentu. Job ini dapat berupa tampil pada pesta pernikahan ataupun pesta khitan.

Tentunya hal tersebut bukan sesuatu yang sulit untuk didapatkan sebab dalam periode tertentu dalam kehidupan ini, pesta-pesta banyak sekali digelar dalam kehidupan kita.

 

Artis panggilan adalah Artis Senyatanya

 

Setiap saat, kita mendapatkan bahwa selalu ada masyarakat yang mengadakan hajatan untuk berbagai acara, misalnya pernikahan, khitan, temu kenal pimpinan, atau sekedar acara ulang tahun anak. Pada saat itulah mereka membutuhkan  untuk memberikan hiburan bagi mereka.

Memang, tempat aksi sang artis seringkali bukanlah tempat yang begitu wah dan sebagainya karena seringkali mereka dipanggil tampil di terop atau di rumah pemanggil mereka. Jika pesta dilaksanakan di rumah, maka mereka tampil di rumah. Jika acara dilaksanakan di terop, maka mereka lakukan disitu. Jika acara dilakukan di gedung, maka mereka melakukan perannya di gedung tersebut.

 

Ditempat-tempat seperti itulah  harus menunjukkan kemampuannya. Memang, jika kita membaca sekilasan julukan ini, pasti yang muncul adalah kesan negatif atas sang artis, artis yang dipanggil. Kita pasti berpikir bahwa artis yang dipanggil adalah artis yang mudah dipanggil, diajak untuk melakukan sesuatu yang di luar kompetensinya. Kesan ini tidak salah, tetapi juga tidak benar.

 

Hal ini karena yang kita maksudkan dengan artis yang dipanggil adalah artis yang siap menunjukkan kemampuannya di tempat-tempat yang diharapkan, misalnya di pesta pernikahan dan sebagainya.

Justru, jika kita telaah lebih dalam, kita dapat mengetahui bahwa artis yang dipanggil adalah artis yang benar-benar terjun seutuhnya dalam profesi keartisannya. Mereka benar-benar berbekal kemampuannya sebab masyarakat secara langsung dapat mengetahui kemampuan sang artis. Pada saat tampil, artis yang dipanggil tampil secara langsung di depan publiknya. Tentunya dengan kondisi tersebut, public dapat secara langsung mengetahui tingkat  kemampuan atau kualitas sang artis.

 

Artis yang dipanggil adalah Sang Penjuang Sejati

 

Ketika seseorang merasa mempunyai sebuah kompetensi dalam dirinya, maka mereka segera mengembangkannya secara maksimal. Berbagai kegiatan mereka lakukan untuk dapat menghadirkan kompetensi tersebut sehingga dapat mereka tampilkan dan tunjukkan kepada masyarakat. Begitulah artis yang dipanggil berporses dalam menekuni profesinya.

Artis yang dipanggil adalah sosok dengan kemampuan khusus yang berusaha sekuat tenaga untuk dapat menumbuhkan eksistensi dirinya dalam bidang peran, khususnya dalam seni suara, ini yang paling banyak. Mereka berusaha menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka mempunyai kemampuan lebih dibandingkan yang lainnya.

Pada saat menjalani profesinya tersebut, sang artis dengan segala dayanya berusaha agar dapat mencapai keberhasilan. Dari satu panggil ke panggung lainnya didatangi atas undangan atau panggilan sang punya pesta. Artis yang dipanggil ini tidak merasa enggan untuk tampil dimana saja, walaupun nilai kontrak yang mereka dapatkan sangat kecil. Tetapi, mereka tidak mundur hanya karena itu.

Perjuangan mereka untuk menunjukkan eksistensi dirinya memang begitu kuat. Mereka tidak memperdulikan apapun sebab yang terpenting mereka melaksanakan tugas sebagai artis yang dipanggil sebaik-baiknya. Jika mereka dapat tampil secara maksimal dan masyarakat merasa senang, khususnya yang punya hajat, maka pada kelanjutnya mereka pasti memanggilnya lagi. Inilah sebuah perjuangan hebat yang dilakukan sang artis yang dipanggil.

 

Mereka tidak perlu sponsor lewat media, melainkan mereka langsung tunjukkan kepada masyarakat atas kemampuan yang dimilikinya.Seharusnya begitulah sang artis dalam mengembangkan dirinya. Tidak sebagaimana yang sering kita dengar dari banyak artis di negeri ini. Masih banyak artis yang ingin berproses instan. Mereka ingin tujuan dan kemauan mereka segera terwujud, walaupun untuk itu mereka harus berjuang sekuat tenaga sebagai artis yang dipanggil.

 

Seharusnya, jika kita ingin memberikan penghargaan terhadap para artis, maka artis yang dipanggil ini harus kita data sedetail-detailnya dan kita berikan mereka penghargaan tertinggi sebagai artis yang ulet dan setia pada profesi, walaupun kemudian setelah popular ternyata beralih profesi, sebagaimana Inul Daratista yang setelah bernyanyi dari panggung kepanggung dan berhasil ternyata telah kehilangan atau menghilangkan kenangan tampil sebagai artis yang dipanggil terop ke terop dalam acara pesta masyarakat.

 

Pandangan Negatif Artis yang dipanggil

 

Pandangan negatif yang tersematkan pada artis yang dipanggil memang bukan secara asal saja. Istilah panggilan sendiri memiliki sebuah makna yang negatif. Panggilan dalam keseharian kita memiliki makna bawa seseorang tersebut dipanggil oleh orang lain untuk mengerjakan seseuatu. Dalam kesehariannya, hal tersebut mengalami sebuah pergeseran makna yang sebelumnya adalah panggilan biasa menjadi sebuah panggilan untuk berbuat yang tidak-tidak.

 

Hal tersebut biasa disematkan pada beberapa istilah seperti wanita panggilan. Di sini seorang wanita memang memiliki tujuan atau kerja untuk dipanggil melalui alat komunikasi atau yang lainnya kemudia bekerja untuk melakukan tugas asusila. Dari sinilah arti panggilan memiliki sebuah persepsi yang negatif. Padahal tidak semua yang memiliki istilah panggilan bisa dimaknai sebagai hal buruk.

 

Artis dengan istilah panggilan sendiri merupakan artis yang memiliki keahlian untuk memainkan sesuai dengan yang diminta oleh orang yang menggelar acara. Jadi para pemilik sebuah acara baik di televisi maupun di tempat seperti hotel melakukan kontak dengan manager artis tersebut kemudian memberikan penawaran pekerjaan yang sudah ditentukan. Artis ini kemudian datang dan melakukan pagelaran sesuai dengan tempat yang diinginkan.

 

Jadi sebenarnya tidak ada yang salah dengan istilah tersebut, hanya saja beberapa masyarakat menganggap artis yang memiliki gelar ini memiliki kelakuan yang negatif. Hal ini didorong juga oleh beberapa kejadian yang memang demikian adanya.

 

Ada beberapa artis yang sengaja melakukan tindakan nakal tersebut demi mendapatkan uang yang banyak dalam jumlah yang singkat. Terutama yang biasa mendapatkan gelar sebagai artis panggilan adalah para penyanyi dangdut wanita. Meskipun tidak semua penyangi dangdut seperti yang disebutkan tersebut.

Bahkan ada yang pada awalnya tidak ingin melakukan kegiatan negatif tersebut menjadi kepincut untuk melakukannya karena iming-iming uang yang banyak dari para produser. Apalagi jika ditambah dengan iming-iming akan dijadikan sebagai artis yang terkenal, maka siapa yang akan tahan dengan godaan yang seperti itu?

 

Mendapatkan uang dengan cara yang mudah dan cepat dengan hasil yang sangat banyak akan membuat seseorang terlupa akan dunia yang sebenarnya. Beberapa norma dan aturan pun terkadang harus ditabrak dan dilanggar karena nikmatnya syurga duniawi tersebut. Maka tidak heran jika gelar atau sebutan dari artis panggilan ini memiliki makna yang negatif.

 

Pengaruh terhadap Masyarakat

 

Kehidupan seorang artis yang serba mewah dan penuh dengan harta yang berlimpah memang bukanlah hal yang terlalu asing di telinga masyarakat. Bahkan kehidupan sosial dan perilaku yang kurang sopan pun terkadang sudah terasa biasa di masyarakat.

 

Pencitraan dari kehidupan artis yang demikian buruknya itulah yang terkadang dimanfaatkan oleh sebagian orang yang berwatak jahat. Meskipun sebenarnya kehidupan seorang artis tidak ubahnya seperti masyarakat pada umumnya yakni ada yang baik dan ada yang buruk, tapi rata-rata digambarkan sebagai sesuatu yang buruk.

 

Modus kejahatan yang sering terjadi adalah pengajakan korban oleh pelaku yang akan dijadikan menjadi seorang artis terkenal lewat jejaring sosial. Tentunya hal tersebut disambut dengan senang hati oleh para korban tanpa menyadari maksud jahat yang terselubung di balik itu semua.

 

Ketika pelaku berhasil mengajak korban pergi ke suatu tempat yang dijanjikan akan menjadikannya artis maka pelaku tidak bosan-bosannya untuk memberikan sebuah pengarahan yang negatif. Pengarahan yang negatif tersebut adalah dengan melakukan tindakan asusila jika ingin berhasil sebagai seorang artis yang terkenal. Padahal gambaran yang seperti ini adalah tidak benar seluruhnya. Ini hanya dilakukan oleh mereka yang memiliki otak kriminal.

 

Jadi berhati-hatilah terhadap gambaran dan pencitraan terhadap dunia artis yang diberitakan miring. Tidak selamanya menjadi seorang artis harus dengan jalan yang kotor.

Speak Your Mind

*