Ramalan Nostradamus: Benar atau Bohong?

Ilustrasi ramalan nostradamusDi dunia ini, mungkin tidak ada ramalan yang melebihi hebohnya ramalan Nostradamus. Ramalan yang berasal dari abad ke-16 ini disebut-sebut mampu meramal banyak hal dalam rentang waktu yang begitu luas. Bahkan, dikatakan ramalannya menyebutkan tentang kejadian 9/11.

Tidak heran, pasca kejadian 9/11, ramalan Nostradamus lantas disebut-sebut. Akan tetapi, siapa sebenarnya Nostradamus? Seperti apa ramalannya?

Sang Dokter yang Menjadi Peramal

Michel de Nostredame dilahirkan pada 14 Desember 1503 di St. Remy de Provence, Prancis. Dia lahir dari keluarga Yahudi. Namun, lantaran masa itu bangsa Yahudi sering menjadi target serangan, keluarganya memutuskan untuk memeluk agama Kristen.

Michel adalah pemuda yang cerdas. Dia berkeliling Eropa sebelum akhirnya memutuskan untuk kuliah kedokteran di Montpelier, salah satu pendidikan kedokteran terbaik di Eropa saat itu.

Masa-masa pengelanaan itulah yang menjadikan Michel kaya akan pengetahuan tentang wabah, melampaui rekan dan dosennya. Bahkan, seandainya Nostradamus tidak menjadi peramal, dia merupakan dokter yang luar biasa pada zamannya.

Ironisnya, Nostradamus justru kehilangan anak istrinya karena wabah tersebut. Hal ini yang membuat Nostradamus menjadi lebih suka hal-hal yang mistis. Dia mulai mendapatkan “penglihatan” pada usia 52 tahun. Konon kabarnya, dia bahkan meramalkan kematiannya sendiri.

Isi Ramalan Nostradamus

Ramalan Nostradamus terdiri atas 1000 sajak empat baris yang dia sebut sebagai quartrains (abad) dan sajak enam baris yang disebut sebagai sixtains.

Yang menarik, Nostradamus menggunakan tiga bahasa dalam ramalannya: bahasa Prancis, Latin, dan Yunani. Akan tetapi, dia juga menambahkan simbol-simbol yang memiliki kaitan dengan mitos, anagram (nama yang dibolak-balik), serta kata yang dibuatnya sendiri. Tidak heran kalau makna ramalan Nostradamus bisa diintepretasikan beragam oleh banyak orang.

Ramalan Nostradamus yang Terbukti

Nostradamus mendapatkan perhatian luas masyarakat setelah beberapa ramalan terbukti kebenarannya. Pertama-tama, Nostradamus meramalkan kematian raja Prancis, Henry II. Kemudian, kebenaran ramalan Nostradamus juga terlihat dalam kebakaran Kota London pada 1666, Revolusi Prancis, muncul dan jatuhnya Napoleon, dan Adolf Hitler.

Sebagai contoh, ini adalah ramalan Nostradamus yang bercerita tentang Adolf Hitler:

Dari bagian barat Eropa yang terdalam,

Dari kaum miskin seorang bocah akan terlahir,

Yang lidahnya  akan menggoda banyak orang,

Ketenarannya akan mencapai Kerajaan Timur, 

Adolf Hitler memang lahir di Austria dari keluarga miskin. Apakah suatu kebetulan kalau pemikiran Hitler akan menarik banyak pengikut dan terkenal hingga ke Jepang?

Tidak Selamanya Benar

Ketika terjadi kejadian 9/11 di New York, banyak orang yang mengatakan bahwa hal ini telah diramalkan oleh Nostradamus. Selain itu, dia meramalkan setelah 9/11 akan terjadi perang besar yang jauh lebih besar dari perang yang pernah dialami dunia.

Kita memang melihat adanya perang melawan teror. Akan tetapi, sampai detik ini belum ada tanda-tanda akan pecahnya perang dunia ketiga.

Ada juga yang mengatakan bahwa peristiwa 9/11 itu tidak diramalkan oleh Nostradamus. Disinyalir, beberapa orang hanya mengutak-atik ramalan Nostradamus agar terkesan Nostradamuslah yang meramalkannya.

Mengenai hari akhir, ada beberapa orang yang mengintepretasikan akhir dunia berdasarkan ramalan Nostradamus, yaitu pada 1999. Akan tetapi, beberapa “pakar” Nostradamus mengatakan tahun sebenarnya adalah 3786 atau 3797.

Menjadi komodifikasi

Di dunia hiburan dan media massa, ramalan dijadikan sebagai alat untuk memikat pembacanya.  Lihat saja ketika menjelang awal tahun, pasti kerap bermunculan acara infotainment yang mengulas berbagai ramalan tentang selebritis, keadaan politik dan lain sebaiknya.  Sederetan peramal pun silih berganti tampil di layar kaca. Peramal sebagian besar hadir dari kalangan “orang  pintar” mengerti supranatural.

Ambil contoh lain ketika ada pegelaran Piala Dunia 2010, muncul Paul si gurita koleksi Sealife Centere, Jerman.  Sembilan dari sepuluh ramalan pertandingan bola, berhasil ditebaknya dengan benar. Bahkan ketika Jerman lawan Spanyol, Si Paul ini memilih tim lawan yang menang dari pada Jerman, negerinya sendiri.  Tak pelak sosok si Paul menjadi terkenal saat itu.

Ini terlihat paradox di zaman serba canggih, dan segalanya bisa diakses dengan internet, ternyata masih orang yang datang ke cenayang untuk meminta ramalan tentang bagaimana perjalanan hidupnya, jodoh, dan rezeki. Padahal ramalan sebenarnya hanya pepesan kosong belaka, belum tentu terbukti. Karena yang mengatur hidup seseorang adalah Tuhan, bukanya manusia.

Sebelumnya di koran maupun majalah sudah ada kolom ramalan zodiak yang berisi tentang ulasan ramalan cinta, nasib dan keuangan dan lain sebagainya.  Tujuannya  hanya sebagai hiburan bagi pembacanya. Walau pun demikian ternyata penggemarnya pun banyak.

Percaya atau Tidak?

Sebagaimana peramal-peramal yang lain, ramalan Nostradamus bisa benar atau salah. Hanya saja, orang sering lebih mengingat yang benar dibandingkan dengan yang salah.

Padahal, bisa jadi jumlah yang benar jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang salah. Pada akhirnya, masalah percaya atau tidak kepada suatu ramalan tentu saja kembali pada diri masing-masing.

Prediksi VS melamar

Lawan dari ramalan adalah prediksi. Kedua kata tersebut sekilas hampir sama artinya. Tapi ketika ditinjau secara mendalam antara kegiatan ramalan dan prediksi memiliki proses yang bertolak belakang.    Ramalan hanyalah sebuah omongan belaka tanpa ada analisanya. Belum pasti terbukti ramalannya.

Sedangkan prediksi merupakan ulasan yang dikeluarkan dari perhitungan dan analisa terlebih dahulu.  Prediksi kerap dipakai ketika menjelang ujian nasional, ujian masuk perguruan tinggi dan ujian CPNS.  Peserta ujian sebelumnya berlatih menggarap soal-soal ujian yang diprediksikan keluar ketika ujian sebenarnya.

Prediksi juga dipakai pada pertandingan sepak bola, basket, balap mobil F1 dan lain sebagainya.  Dengan analisa kekuatan yang dimiliki dan kekuatan lawan hasil akhir siapa yang menang bisa diprediksi.

Profil Peramal dari Indonesia

Tak hanya Nostradamus saja yang mahir meramal dunia, ternyata Indonesia sejak dahulu terdapat beberapa peramal legendaries. Bahkan ada ramalan dari zaman kerajaan Mataram yang ternyata terbukti adanya ketika Indonesia memasuki era millennium.   Berikut ini merupakan sejumlah peramal  legendary dari Indonesia.

  • Ramalan Jaya baya

Ramalan jaya baya merupakan hasil cenayang yang dilakukan oleh Raja Kediri, pada abad 1618 M. Ramalan  Jaya baya berisikan tentang pemimpin masa depan di Nusantara, teknologi, ekonomi dan perubahan prilaku masyarakat jawa yang hilang jati dirinya.    Ramalan ini ditulis dalam bahasa Jawa kawi kemudian digubah lagi oleh Sunan Giri dan berikut ini merupakan deretan ramalan tersebut :

Prahu mlaku ing dhuwur ing awang-awang, artinya kelak ada perahu yang berjalan sendiri di langit, dan ternyata ramalan terbukti. ketika ketika pesawat terbang temukan oleh Wright bersaudara, dan dikemudian hari menjadi transportasi modern.

Lemah jowo kalung wesi, artinya tanah jawa berkalung besi.  Mungkin saja ramalan ini berkaitan dengan pulau Jawa modern dilintasi dua rel kereta api jalur utara dan selatan.  Rel kereta api  menghubungkan barat dan timur. Pembangunan industry kereta api dimulai sejak zaman kolonialisme, hingga sekarang.

Pasar ilang kumandange, artinya pasar hilang pamornya sepi dari pembeli. Sekarang terbukti bahwa pasar tradisional mulai sepi pembeli.  Sekarang dikuasai supermarket, yang merambah sampai desa.  Entah benar atau tidak ini hanyalah kebetulan saja karena perekonomian kapitalis mengendaki demikian.

  • Ronggowarsito

Peramal kedua adalah Raden Ronggowarsito, dari Surakarta, Jawa tengah.  Dia hidup pada abad 18.  Sebenarnya Ronggowarsito merupakan pujangga besar di Surakarta.  Karya sastranya berupa tembang sinom, puisi dan serat jawa lainnya. Namun demikian  Ronggowarsito termasuk peramal ulung yang berasal dari kalangan keraton Kasunanan Surakarta.

Ramalan Ronggowarsito yang terkenal adalah Zaman Edan dalam Serat Kalitada, dia mengatakan suatu ketika masyarakat mengalami zaman yang gila dan serba tak menentu.  Kalau tak ikut gila tak akan kebagian.  Namun sebaik –baiknya orang edan, masih beruntung  orang yang ingat dan wasapada.   Sert Kalitada ada relevansinya dengan situasi sekarang  ini. Di mana masyarakat banyak yang keluar dari norma dan tataran hidupnya.

Ronggowarsito hidup dan berkarya ketika Belanda menguasai tanah Nusantara. Pada salah satu karya sastranya dia juga meramalkan,  suatu ketika Nusantara akan merdeka dan hidup berdaulat penuh.  Hebatnya dia meremalkan angka tahun kemerdekaanya dalam bahasa jawa, Wiku Sapta Ngesthi Janma, jika diartikan menunjukan tahun saka 1877  atau tahun masehinya 1945. Dan ramalannya pun terbukti adanya, Indonesia merdeka pada tahun itu.

Demikianlah tentang ramalan Nostradamus dan kenyataanya. Bagaimana pun ramalan hanyalah omongan kosong belaka, jangan terlalu dipercaya. Semoga bermanfaat.

Speak Your Mind

*