Ratapan Anak Tiri – Film Sedih Sepanjang Masa

Ilustrasi film sedihSemua masyarakat rasanya suka nonton film. Film kini hadir dalam beberapa genre, dan film sedih menjadi salah satu film yang mendapat cukup banyak perhatian dari masyarakat. Film sedih atau bisa juga disebut film drama memiliki kekuatan pada jalan cerita yang menyedihkan. Air mata para pemainnya menjadi hal mutlak yang wajib ada. Begitulah kira-kira.

Film merupakan sebuah karya seni yang diabadikan dalam bentuk media gambar bergerak (hidup). Selain gambar yang bergerak, film dilengkapi dengan suara (audio). Zaman sekarang, film sudah menjadi satu media hiburan yang paling diminati masyarakat. Menonton film memberikan kesenangan dan kesan tersendiri bagi setiap orang. Begitupun ketika Anda menyaksikan film sedih.

Ada yang mengatakan bahwa film merupakan cerminan zaman. Mengapa demikian? Setiap orang menginginkan informasi kekinian sehingga para sineas berlomba-lomba mengabadikan peristiwa dengan mengangkatnya ke layar lebar. Hal ini mungkin juga bisa terjadi pada film sedih. Seperti film Soe Hok Gie.

Harus diakui bahwa film Soe Hok Gie adalah salah satu film sedih yang dimiliki dan digarap oleh sineas Indonesia. Film Soe Hok Gie memiliki latar belakang peristiwa pemberontakkan PKI. Jalan cerita yang disuguhkan memiliki sangkutan dengan latar belakang peristiwa yang sedang terjadi saat itu. Bagaimana pergolakkan batin Soe Hok Gie dengan keadaan sekitar lah yang menjadi kekuatan dalam film ini.

Meskipun demikian, tidak jarang sebuah film memiliki jalan cerita yang real fiktif. Sama halnya dengan cerita pada film sedih. Ceritanya hanya sebuah rekaan. Konfilk-konflik dalam film sedih tersebut juga bisa jadi merupakan presentasi dari perasaan sang sutradara atau kisah sedih milik seseorang yang menginspirasi.

Ditilik dari fungsinya sebagai media hiburan, film sudah pasti memberikan efek menyenangkan bagi penonton. Akan tetapi, ada film yang ceritanya justru membuat penonton menangis dan mengharu biru, termehek-mehek atau menangis bombay istilah anak muda sekarang. Film jenis inilah yang disebut dengan film sedih atau film drama.

Berdasarkan jalan ceritanya, film sedih atau film drama sendiri juga mengenal istilah film tragedi. Anda tidak perlu lagi meragukan kesedihan pada jalan cerita film tragedi. Menonton film tragedi bisa membuat Anda menangis.

Film sedih sebenarnya tidak harus selalu menyuguhkan air mata di setiap scene-nya. Jalan cerita yang sederhana tetapi memberi sebuah pelajaran hidup pun bisa dikategorikan sebagai film sedih. Lebih tepat jika disebut sebagai film drama.

Pernah melihat sinetron yang bercerita tentang sebuah keluarga sederhana yang diputar pada era 90-an? Sinetron tersebut berjudul Keluarga Cemara. Sinetron tersebut bisa juga digolongkan sebagai sebuah film sedih. Sebuah film yang berhasil menyentuh hati para pemirsanya.

Film sedih yang fenomenal pasti akan berhasil memberikan kesan tersendiri bagi para pemirsanya. Air mata yang tertumpah saat menyaksikan film sedih seolah menjadi saksi kesedihan dalam film sedih tersebut.

Kebahagiaan sejatinya bisa datang dari manapun, salah satunya adalah dari keluarga yang harmonis. Lalu, apa jadinya jika salah satu sumber kebahagiaan tersebut justru menjadi sumber penderitaan? Itulah yang kurang lebih digambarkan dalam film sedih yang cukup terkenal. Ya, Ratapan Anak Tiri.

Film Sedih – Film Tragedi

Mendengar namanya saja sudah tampak pelik. Tragedi seolah sesuatu yang menakutkan. Berbanding terbalik dengan komedi yang kerap menghadirkan jutaan kesenangan. Film tragedi termasuk dalam kategori film sedih. Kehidupan memang selalu seimbang. Orang Tionghoa menyebutnya yin dan yang. Ada kebaikan ada pula kejahatan. Ada laki-laki ada perempuan. Ada senang ada susah. Ada bahagia ada sedih.

Dalam sebuah film berjenis tragedi, jalan cerita yang disuguhkan biasanya berdasarkan kisah nyata. Sebuah tragedi yang dialami manusia dalam hidupnya yang kemudian diangkat menjadi cerita sebuah film sedih. Tragedi yang terjadi dalam kehidupan manusia itu sifatnya bermacam-macam, seperti musibah, kecelakaan, atau sebuah penyakit sekalipun. Topik-topik dalam cerita film sedih tersebut rasanya akan berhasil membuat Anda menangis.

Film Sedih Sepanjang Masa- Ratapan Anak Tiri

Berbicara mengenai film sedih, pencinta film nasional pasti pernah mendengar, bahkan menonton, sebuah film yang menguras air mata. Film tersebut berjudul Ratapan Anak Tiri yang diproduksi sekitar 1973. Penulis skenario sekaligus sutradara film ini adalah Sandy Suwardi Hassan.

Berdasarkan judulnya saja, kita sudah tahu apa kira-kira isi cerita dari film sedih ini. Ya. Ratapan Anak Tiri adalah cerita tentang penderitaan dua orang anak yang kerap disiksa oleh ibu tirinya. Bukan hanya penyiksaan fisik yang mereka terima, penyiksaan secara psikologis pun mereka dapat dari ibu tirinya itu. Di rumahnya sendiri, kedua anak itu (Netty dan Susi) dijadikan pembantu oleh orang asing yang mengaku istri ayahnya dan akan sekaligus menjadi ibu bagi mereka.

Dalam film sedih itu diceritakan bahwa berbuat kesalahan sekecil apa pun adalah bencana bagi kedua anak itu. Tidak jarang mereka diberi makan nasi sisa. Sering mereka tidur di halaman rumah atau bahkan di luar pagar ketika ibu tirinya sedang pergi dengan selingkuhannya.

Awal penderitaan dalam film sedih itu terjadi ketika ibu kandung mereka meninggal dunia saat melahirkan adik ketiganya yang turut meninggal pula. Anak seusia mereka masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu, selain ayah. Adalah Ningsih. Perempuan yang semula bekerja di kantor Yuwono (ayah mereka) kini yang menjadi ibu mereka.

Diceritakan dalam film sedih tersebut bahwa awal pernikahan, keluarga mereka selalu bahagia. Ningsih memperlakukan Netty dan Susi selayaknya seorang ibu memperlakukan anak. Semua terasa baik-baik saja hingga Yuwono dipenjara karena dituduh menggelapkan uang perusahaan.

Keadaan ini membuat perangai Ningsih berubah, terlebih karena hasutan Harun yang ternyata sejak dulu mencintai Ningsih. Harun dan Ningsih pun terlibat dalam jalinan cinta terlarang. Mereka berselingkuh. Anak Yuwono hanya dijadikan pembantu yang setiap harinya mencuci piring, mengepel, dan mengurusi semua pekerjaan rumah. Setiap detik adalah lautan kemarahan dan penyiksaan bagi Ningsih terhadap kedua anak tirinya. Film sedih ini sangat tidak cocok untuk anak-anak.

Film sedih yang bercerita tentang nasib anak tiri serta ibu tiri ini cukup berpengaruh besar pada pemikiran serta kesan ibu tiri dimata masyarakat. Ibu tiri memang selalu jadi potret buram kehidupan di kalangan masyarakat Indonesia. Ibu tiri diidentikan dengan sesuatu yang menakutkan, bahkan dapat disejajarkan dengan monster. Ibu tiri selalu jadi sosok paling kejam yang hanya berlaku manis saat ada ayah.

Kekejaman ibu tiri ini terekam kuat dalam ingatan kita melalui sebuah lagu yang sempat pula dinyanyikan Iis Dahlia. Salah satu bagian reff-nya kurang lebih begini:

Ibu tiri hanya cinta kepada ayahku saja
Selagi ayah di sampingku aku dipuja dan dimanja
Tapi bila ayah pergi aku disiksa dan dicaci

Ratapan Anak Tiri merupakan salah satu film sedih sepanjang masa yang dapat membuat penontonnya menghabiskan “berliter-liter” air mata. Rasanya setiap orang sepakat bahwa Ratapan Anak Tiri adalah salah satu film sedih sepanjang masa. Film yang sarat dengan kekejaman seorang ibu tiri dalam memperlakukan anak di bawah umur yang seharusnya diberikan kasih sayang dan perhatian lebih.

Speak Your Mind

*