Sekolah Rumah

Ilustrasi Sekolah RumahSetiap orang tua tentunya menginginkan anaknya bisa berkembang optimal serta merasa nyaman dalam melalui masa pendidikannya. Terlebih lagi saat ini berkembang istilah sekolah yang kegiatan belajarnya disebut dengan belajar di sekolah rumah. Masing-masing mereka berharap agar anak tersebut berkembang secara fisik dan psikologis sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya sehingga mencapai hasil yang maksimal.

Tentu saja hasil tersebut tidak hanya dapat dirasakan oleh orang tua atau gurunya saja, tapi masyarakat juga dapat menilainya sendiri. Dengan demikian, sekolah dengan kegiatan belajar berada di rumah bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak. Hal itu juga merupakan sebuah harapan bagi setiap orang tua yang memasukan anaknya ke dalam sekolah bermutu. Sebab, di Indonesia selama ini banyak dari orang tua memasukkan anak-anak mereka ke dalam lembaga pendidikan agar anak mendapatkan pendidikan sekolah yang tepat. Namun, beragam hasil yang terlihat setelah dianalisa ternyata belum sesuai harapan.

Gambaran Sistem Pendidikan Sebelum Munculnya Homeschooling

Sistem pendidikan saat ini memang sudah dipraktekkan selama bertahun-tahun dan memang memiliki berbagai kelebihan dan kekurangan di dalamnya. Namun, disisi lain, banyak pula masyarakat yang tidak mampu memasukkan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan yang sesuai seperti sekolah karena keterbatasan ekonomi yang mereka miliki, sulitnya dijangkau baik dari segi transportasi maupun geografis, maupun alasan lainnya.

Hal lainnya yang juga menarik adalah bahwa pada saat ini mulai banyak orang tua merasa lembaga pendidikan yang ada tidak lagi dapat memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya seperti sekolah pada biasanya. Itu seringkali dapat kita saksikan faktanya di berbagai media, baik elektronik maupun non elektronik.

Orang tua merasa bahwa metode pengajaran yang dipilih tidak sesuai lagi dengan tahap-tahap pertumbuhan, perkembangan, minat dan kebutuhan anak, sehingga anak-anak tidak merasa nyaman berada di lembaga pendidikan seperti sekolah. Anak-anak sering berkeluh-kesah menyampaikan apa yang menjadi keresahannya. Wajar saja jika pada akhirnya para orang tua berupaya untuk menemukan sistem pendidikan bagi anaknya yang nyaman dan cocok.

Sekolah dan pendidiknya dianggap hanya mengejar target kurikulum sehingga anak-anak dibebani dengan berbagai materi sekolah yang tidak sesuai dengan kemampuan atau kebutuhannya. Anak-anak di ajarkan di sekolah dengan berbagai materi yang tidak sesuai dengan kemampuan atau kebutuhannya. Akhirnya kesan menekan serta memaksa anak menjadi tampak dengan jelas. Belum lagi ditambah kondisi kurikulum yang mengalami perubahan demi mewujudkan target terbaik dalam pendidikan.

Gambaran penerapan pendidikan semacam itu membuat banyak para pemerhati pendidikan mulai memikirkan berbagai alternatif sekolah untuk memberikan pendidikan yang akan mencerdaskan anak. Alternatif sekolah yang dimaksud tentu saja dikemas dalam satu paket yang menyenangkan bagi anak.

Sebagai contoh kemudian muncul sekolah alam. Dalam sistem pendidikan sekolah alam, diterapkan di dalamnya untuk mengajak anak-anaknya belajar lebih banyak di alam. Sehingga tidak terlalu banyak belajar di dalam ruangan yang serba kaku dan tertutup. Mereka lebih bertarget pada kemampuan anak beradaptasi dengan sekitar secara baik selain adanya materi belajar yang disampaikan oleh guru.

Anak-anak lebih banyak diajak untuk berkreasi dan mengenal alam lebih dekat di sekolah mereka. Sehingga mencoba mengembalikan dunia anak-anak yang sangat dekat dengan alam. Sekolah alam dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menyenangkan anak. Kegembiraan serta kebebasan bereksplorasi menjadi aat utama untuk mendidik anak di sekolah ini. Para pemikir alternatif sekolah untuk anak pun berkreasi dengan maksimal selain alternatif sekolah alam.

Setelah itu, kemudian muncul alternatif lainnya yang membebaskan anak didiknya untuk belajar apa saja sesuai dengan minatnya. Di sekolah ini tidak ada kelas seperti halnya di sekolah formal. Pendidik hanya berfungsi membimbing dan mengarahkan minat anak-anak dalam mata pelajaran yang disukainya. Gambarannya memang menarik bagi anak serta memudahkan guru maupun orang tua.

Di samping itu juga masih banyak sekolah alternatif lain yang mempunyai metode pelajaran sendiri. Dari berbagai alternatif sekolah itu kemudian muncullah sekolah rumah atau homeschooling. Inilah sistem pendidikan yang makin meningkat perkembangannya hingga kini. Terlebih lagi perkembangan maupun kemajuan di bidang teknologi semakin luas serta cepat.

Memahami Homeschooling

Sekolah rumahan atau homeschooling memungkinkan anak belajar sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Di samping itu juga memungkinkan anak belajar dengan menyenangkan karena suasana dibuat sedemikian rupa sehingga anak merasa aman dan nyaman. Tentu saja rasa aman dan nyaman menjadi target utama dalam pelaksanaannya di samping prestasi belajar anak

Kemudian bagaimana dengan legalitasnya? Pertanyaan tersebut sering muncul di benak orang tua. Alasannya tentu saja berkaitan dengan sistem pendidikan di lembaga pendidikan formal yang masih ada hingga kini sebagai standart pemerintah memandang tingkat akademik setiap anak.

Homeschooling adalah bentuk sekolah pendidikan yang legal. Alasannya yaitu karena sekolah yang kegiatan belajarnya berada di rumah atau homeshooling adalah salah satu model belajar bagi anak-anak. Model ini memiliki harapan yang mendukung prestasi akademik maupun non akademik anak.

Menuntut ilmu di Homeschooling atau sekolah yang kegiatannya berada di rumah bukan berarti tidak belajar. Mempersiapkan masa depan anak atau mengajar mereka bukan hanya bisa ditempuh lewat sekolah saja. Keberadaan sekolah yang kegiatan belajarnya di rumah memiliki dasar hukum yang jelas di dalam UUD 1945 maupun di dalam Undang-Undang No. 20/2003 mengenai sistem pendidikan nasional.

Sekolah disebut jalur pendidikan formal, homeschooling disebut jalur pendidikan informal. Siswa homeshooling dapat memiliki ijazah sebagaimana siswa sekolah dan dapat melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi manapun jika menghendakinya. Segalanya dapat diproses seiring perkembangan model sekolah ini.

Mengingat bahwa setiap anak dilahirkan dengan bakat dan kemampuan yang istinewa serta kepandaian yang unik, sekolah rumah atau homeshooling dapat menjadi salah satu cara untuk menghormati keistimewaan anak dan potensinya untuk berkemban, karena pada pelaksanaannya, sekolah rumah dapat disesuaikan dengan gaya belajar, minat, kesiapan dan kecerdasan masing-masing anak.

Hal ini dapat menjadi sebuah alternatif pilihan sekolah untuk anak, sehingga seluruh potensi yang dimilikinya dapat berkembang secara optimal baik itu di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Salah satu homeschooling yang terkenal di Indonesia yaitu homeschooling keluarga kak Seto.

Demikianlah ulasan mengenai sistem pendidikan alternatif bagi anak-anak. Peran orang tua dalam hal ini tetap yang utama. Perannya tidak dapat digantikan oleh guru meski dengan penerapan sistem homeschooling sekalipun. Karena itulah, sistem pendidikan yang utama berada pada orang tua untuk kemudian anak siap berada di lingkungan sekitar dengan model sistem pendidikan yang ada.

Orang tua sebagai pondasi anak dalam melewati masa pertumbuhan maupun perkembangannya. Segala prestasi mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan bakat maupun minat, semua harus dioptimalkan oleh orang tua anak dengan cara serta jalan yang tepat. Sekolah dengan segala sistem pendidikannya hanya berperan membantu meningkatkan atau mungkin menyalurkannya.

Orang tua, guru maupun anak pada akhirnya akan bekerja sama dengan baik. Saling memberikan dukungan serta memaksimalkan potensi demi prestasi anak di mana saja mereka berada. Kualitas serta kuantitas anak di dunia yang semakin cepat perkembangan teknologinya pun akan terlihat siap mengikuti hingga meraih cita-cita tertingginya.

Speak Your Mind

*