Sepuluh Peringatan Sebelum Masuk Hutan

Ilustrasi hutan

Alam Bebas Bernama Hutan

 

Hutan, baik  geografis atau tipologis, memiliki keadaan dan tantangan lingkungan berbeda. Keadaan alam liarnya menjadi daya tarik para penikmat alam. Bagaimanapun alasannya, kehidupan di alam bebas memiliki berbagai kemungkinan dan keadaan tidak menentu. Mulai dari kondisi tanah, cuaca, hewan, tumbuhan, air terbatas, terutama kemampuan adaptasi manusia.

 

Pengetahuan keadaan tak menentu ketika berada di alam bebas, disebut Jungle Survival, sangat dibutuhkan para petualang walau sekadar menyalurkan hobi kemping saja. Kemampuan diri sangat menunjang ekselamatan, sekaligus agar wisata alam liar kita berjalan baik.

 

Perhatikan Ini Sebelum Masuk Hutan

 

Ada banyak sekai hal yang perlu dipersiapkan oleh seseorang ketika hendak memasuki sebuah rimba. Persiapan tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan diri kita dari segala mara bahaya yang ada di dalam rimba.

 

Di dalam rimba terdapat berbagai hal yang kita sendiri tidak tahu apa yang ada di sana. Tempat tersebut masihlah sangat liar dan penuh dengan berbagai hal yang tidak terduga. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah persiapan dan perbekalan yang cukup bagi kita semua sebelum masuk ke dalam rimba.

 

Berikut ini hal-hal sederhana yang perlu Anda Anda persiapkan sebelum masuk rimba :

 

1. Siapkan bekal yang cukup

 

Siapkan perbekalan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan ketika berada di rimba nanti. Rimba adalah habitat yang sangat liar bagi manusia sehingga tidak semua yang ada di dalam rimba bisa dimanfaatkan oleh manusia.

 

Manusia yang tidak terlatih untuk mengenal medan rimba maka bisa mengalami berbagai musibah yang tidak diinginkan. Salah satu hal yang menakutkan adalah kehabisan bahan makanan sedangkan kita sendiri tidak membawa makanan. Ditambah lagi dengan pengetahuan yang minim mengenai jenis tumbuhan yang bisa digunakan untuk mengganjal perut.

 

Belum lagi di dalam rimba juga tidak ada lampu dan rumah sakit. Jadi kita harus pandai menjaga diri agar keselamatan bisa tetap terjaga, terutama yang berasal dari gangguan binatang ataupun hewan beracun.

 

Rencanakan kegiatan dan ikuti prosedur yang berlaku. Ini juga tidak kalah penting ketika seseorang masuk ke dalam rimba. Merencanakan dengan matang apa yang akan dilakukan di dalam rimba adalah sebuah langkah awal yang paling tepat.

 

Dengan adanya rencana yang matang maka kita bisa mengantisipasi segala kemungkinan resiko yang akan datang. Resiko bisa berupa kelaparan maupun terluka atau tersesat ketika berada di dalam rimba. Dengan adanya recana yang sudah disusun rapi ketika akan berangkat masuk ke rimba maka semua itu bisa diminimalisir agar tidak terjadi.

 

Tetap berkelompok, jangan mengasingkan diri. Memang paling baik jika berangkat ke dalam rimba adalah secara berkelompok. Dengan demikian kita akan bisa saling membantu ketika yang lain dalam kesulitan. Selain itu juga, antara yang satu dengan yang lainnya juga bisa saling menjaga.

2. Persiapan Mental

 

Siapkan sikap dan mental. Jangan mudah panik, disiplin, berpikir jernih, dan optimis agar selalu waspada dan membuat keputusan dengan tenang. Siapkan keyakinan dan kepercayaan diri. Miliki kemampuan belajar dari pengalaman dan alam sekitar, pengetahuan lingkungan rimba, laut, serta pengetahuan cukup pada biologi dan ekologi.

 

Persiapan mental yang sangat matang diperlukan ketika seseorang berada di alam liar. Mengingat lokasi yang dituju sangat liar dan tidak tahu apa yang akan terjadi maka dibutuhkan mental yang sangat kuat.

 

Mental yang lemah akan mampu membuat kita menjadi lemah pula. Selain itu, juga mampu membuat kita tidak bisa berpikir dengan jernih sehingga ketika bertemu dengan suatu masalah kita tidak bisa menyelesaikannya.

 

3. Pelajari tumbuhan hutan

 

Pelajari tumbuhan yang bisa dikonsumsi dan dijadikan obat. Konsumsi tumbuhan yang sudah dikenal dan masak lebih dahulu agar aman. Jangan mengkonsumsi tumbuhan dengan warna yang menyolok (biasanya putih atau kuning), berbau tidak enak, dan tidak memiliki getah susu.

 

Beberapa tanaman tersebut jika dimakan akan mengakibatkan kondisi tubuh mengalami sebuah kondisi yang tidak enak. Hal tersebut bisa terjadi karena adanya kandungan racun yang dimiliki oleh tumbuhan itu. Oleh karena itu, hindarilah mengkonsumsi tumbuhan yang memiliki ciri seperti itu.

Biasanya tumbuhan berbahaya hidup menyendiri, berduri dan pahit. Tumbuhan yang bisa dikonsumsi, di antaranya : gadung (Uwi, dioscorea hispida), buah senggani (harendong, malastoma polyantum), sintrong atau gynura arrantiaca, rebung bambu, pisang, jamur kuping, dan jamur tiram. Sebagai saran, jadikan kelapa sebagai menu utama agar aman untuk bertahan hidup.

 

Disarankan untuk tidak mengkonsumsi sembarang jamur. Jika ragu apakah jamur tersebut adalah jamur yang aman maka jangan mengkonsumsinya karena berbahaya. Bahaya yang ditimbulkannya bisa macam-macam karena racun yang terkandung di dalamnya.

 

3. Kenali tanaman obat

 

Ketahui tumbuhan obat sebagai pengobatan pertama (P3K). Simplisia nabati atau tumbuhan obat banyak hidup di alam Indonesia. Biasanya diketahui dari mulut ke mulut dan menjadi obat tradisional masyarakat.

Beberapa tumbuhan obat yang biasa digunakan di antaranya: Daun kaki kuda atau antanan untuk obat sariawan, batuk, sakit perut. Daun dan biji muda kaliandra bisa digunakan untuk obat sariawan. Daun sembung manis untuk sakit perut dan panas. Ki Urat, numpong, getah kamboja untuk mengobati luka, bengkak, keseleo.

 

Memiliki pengetahuan seputar tanaman obat yang bisa dimanfaatkan di dalam rimba adalah sebuah karunia tersendiri. Ketika kita sakit dan perbekalan obat kita habis maka dengan mudah kita bisa mencari di sekitar tempat kita berada tersebut. Jadi kita tidak akan merasa panik karena banyak sekali tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk menghilangkan sakit yang sedang mendera.

 

4. Hindari tanaman beracun

 

Hati-hati dengan beberapa tumbuhan di bawah ini, terutama jika kontak langsung dengan bagian tubuh Anda. Di antaranya: Pulus atau kemadu, ingas atau rengas, raweh atau rarawean, dan buah aren mentah, yang akan menimbulkan iritasi kulit, gatal-gatal, kulit panas dan bengkak.

Biji jarak membuat kepala pusing, mencret, selalu buang air besar, dan muntah-muntah. Bunga dan daun kecubung, jamur psilocybe sp dapat menimbulkan halusinasi. Seluruh bagian pohon picung atau pangi dan jamur amanita verna sangat beracun dan mematikan.

5. Kenali Hewan yang aman dimakan

 

Ketahui jenis hewan yang bisa dijadikan makanan. Pelajari habitat, bentuk fisik, makanan, pola tingkah hewan itu, dan cara menangkapnya. Hewan lebih sulit ditemukan daripada tumbuhan sebagai sasaran makanan. Sebagian besar binatang liar bisa dikonsumsi. Tetapi hindari hewan yang memiliki duri, memiliki alat penyengat, berwarna menarik dan menyolok, dan serangga yang memiliki bulu. Sebagai saran, berburu ikan itu lebih aman.

 

6. Hindari Hewan Beracun

 

Sebaiknya hindari beberapa hewan di bawah ini. Karena mengandung racun dan berbahaya bagi keselamatan manusia. Di antaranya: Nyamuk agas, biasa hidup bergerombol di rawa dan rimba. Nyamuk malaria, penyebab penyakit malaria. Gigitan semut api yang biasa merayap di tanah dan dedaunan, membuat panas dan gatal pada kulit. Sengatan lebah atau tawon, kalajengking, lintah atau pacet, dan kelabang. Terutama hindari kontak dengan harimau, macan, ular, dan buaya.

7. Jaga Kebersihan

 

Jagalah kaki tetap kering, karena beresiko infeksi jika basah terlalu lama disebabkan air yang tidak higienis. Konsumsi air jernih dan telah dimasak. Jika terpaksa minum air mentah, maka gunakan daun lebar untuk mengumpulkan air hujan atau embun. Potongan bambu biasa digunakan untuk menampung air hujan.

8. Kenali Tanaman Untuk Api

 

Gunakan kayu bakar dari pepohonan dan tumbuhan yang mengandung terpetin, seperti ranting kering, kayu kering, getah pohon pinus, dan getah pohon damar. Buatlah api untuk penerangan, penghangat, memasak, penghilang takut, menghindari hewan buas, dan sebagai alat isyarat bagi orang lain.

10. Usahakan Tidak Tersesat

 

Jika Anda tersesat, usahakan kembali ke jalur semula. Gunakan tanda sebagai jejak ketika telah melewati jalur tertentu, di ranting, pohon, atau tanah. Berjalanlah di punggung gunung, biasanya jalur daki menggunakan punggungan sebagai jalur. Hindari jalur lembah yang akan membuat Anda sulit dilihat orang lain. Turunlah ke sungai hanya untuk mengambil air, karena binatang liar menjadikan sungai sebagai sumber kehidupan mereka.

 

Inilah sepuluh peringatan singkat agar Anda siap bertahan di hutan. Selamat berpetualang!

Speak Your Mind

*