Serba-Serbi Baju Baby dan Balita

Ilustrasi baju babyBaju baby atau baju bayi harus sudah dipersiapkan jauh hari sebelum bayi itu lahir. Bagaimanakah memilih baju baby yang cocok dan nyaman untuk bayi Anda? Artikel ini akan memberi tips memilih baju baby yang nyaman dan cocok untuk si buah hati.

Selamat, rumah Anda kedatangan seorang penghuni baru. Ia mungil, berwajah lucu dan menggemaskan. Ya, kehadiran seorang bayi di rumah Anda benar-benar peristiwa membahagiakan. Sebelum sang bayi lahir, Anda dan pasangan tentu telah melakukan banyak persiapan. Di antaranya persiapan perlengkapan bayi. Kamar baru telah dihias dengan boks, pajangan, boneka, serta perlengkapan bayi yang berwarna lembut.

Salah satu perlengkapan yang paling penting tentu saja baju baby. Anda tidak ingin bayi Anda kedinginan karena persediaan bajunya kurang, bukan? Tapi, jangan pula Anda takut kekurangan baju hingga kalap membeli baju baby/ bayi hingga puluhan potong.

Tidak perlu seperti itu, karena walau bayi hobi mengompol dan butuh banyak baju, pertumbuhannya juga sangat cepat. Bayi baru lahir, dalam seminggu dapat bertambah berat badannya 500 gram-satu kg. Tentu saja, baju baby yang Anda beli akan cepat sekali sempit di badannya. Untuk itu, Anda harus membeli lagi ukuran lebih besar, bukan?

Di berbagai website ibu dan anak atau buku serba-serbi bayi, biasanya terdapat list atau daftar perlengkapan bayi yang Anda perlu beli. Di situ dengan detil dijelaskan berapa banyak baju baby dan perlengkapan lain dibutuhkan seorang bayi baru lahir.

Misalnya kebutuhan popok 2 lusin. Anda dengan mudah meng-copy atau mengunduh daftar tersebut dan membawanya saat belanja keperluan bagi bayi Anda.

Belanja Baju Baby

Berbelanja baju baby/bayi dan balita membutuhkan kesabaran ekstra. Selain desain dan pilihan model makin beragam, harganya pun tidak murah. Balita Anda biasanya akan merengek bila harus mencoba banyak baju baby. Berbelanjalah pada saat bayi Anda sedang segar, tidak mengantuk, atau lapar. Bujuk dia dengan mainan kesukaannya.

Pilihan baju baby/bayi perempuan lebih memusingkan lagi, setiap ke toko bayi, Anda akan dihadapkan dengan pilihan baju yang lucu dan menggemaskan. Rasanya, ingin diborong semua!

Tapi, sekali lagi, jangan terlalu lapar mata, ibu-ibu. Beli baju secukupnya saja. Harga pun jangan terlalu mahal dan menguras kantong karena bayi dan balita Anda tak lama memakainya. Baju bermerek, boleh saja. Tapi, cukup beberapa potong untuk dipakai bayi berjalan-jalan bersama keluarga.

Variasikan pilihan warna baju anak. Tak usah terlalu terpaku pada aturan bahwa baju anak perempuan harus merah muda. Sedangkan anak lelaki biru. Bebas saja, agar penampilan anak Anda tidak monoton.

Jangan hanya terpaku model yang lucu. Pilh bahan baju yang nyaman dipakai anak. Tidak panas dan dapat menyerap keringat. Karena anak bergerak aktif, tentu saja cepat berkeringat.

Pilih baju model sederhana, namun cantik. Jangan membeli baju yang terlalu banyak motif bertabrakan, berenda-renda atau aksen yang berlebihan, model jilbab yang panas dan bertumpuk. Anak akan kepanasan, gatal dan rewel.

Pilih model baju yang meng-anak. Jangan mendandani anak dengan model pakaian orang dewasa. Misalnya, tank top dan sepatu berhak ala penyanyi dangdut. Kasihan, ibu-ibu.

Untuk membeli baju baby/bayi dan balita, ITC bisa menjadi pilihan yang lebih murah dibanding membeli di mall. Pilihan modelnya pun beragam, tak kalah dengan butik bayi di mall. Ingin lebih miring lagi harganya? Baby online shop di internet bisa menjadi pilihan.

Agar tidak kecewa, tanyakan pada pemilik OS apakah baju yang ada difoto benar-benar sesuai aslinya. Jangan lupa pastikan ukuran baju anak Anda. Dan berbelanjalah di OS yang terpercaya. Cara mengetahuinya? Minta rekomendasi teman-teman.

Agar baju anak Anda awet, jangan dicuci di mesin cuci. Sayang kan, baju cantik buah hati Anda cepat belel? Perhatikan petunjuk perawatan di bagian dalam baju. Cuci baju dengan tangan, menggunakan sabun lembut dan tidak usah dikucek. Jemur di tempat teduh.

Bila Anda dan pasangan merencanakan ingin menambah momongan dengan jarak tidak terlalu jauh dengan anak pertama, silakan simpan baju bayi, celana, sepatu yang tidak dipakai lagi di kardus untuk memberi ruang pada baju yang akan dibeli nanti. Beri tanda ‘baju bayi’ di atasnya.

Namun bila Anda berencana akan memiliki anak kedua lima tahun lagi, misalnya. Sumbangkan saja baju bayi yang sudah sempit kepada saudara atau orang membutuhkan.

Hal yang Harus Dihindari Saat Memilih Baju Baby

Berikut ini hal-hal yang harus dihindari oleh para ibu ketika memilih baju baby.

    • Jangan memilih baju baby berbahan sintetis (seperti nylon dan polyester) karena tidak mudah untuk menyerap keringat. Akibatnya, si bayi berisiko kepanasan, mengalami gatal-gatal, dan kulitnya menjadi kemerahan.
    • Jangan memilih baju baby yang terlalu pas atau terlalu kecil karena alasan Anda telanjur “jatuh cinta” pada model baju baby tersebut. Ingat, bayi juga membutuhkan gerak yang leluasa.
    • Jangan memilin baju baby yang sempit di bagian leher, ketiak, lengan, perut, dan di bagian selangkangan.
    • Jangan membeli baju baby dengan model yang berlebihan, misalnya bertali-tali, karena akan menyebabkan bayi terjerat atau tercekik dan hal lainnya yang membahayakan.
    • Jangan membeli baju baby dengan kancing besar di bagian depan. Saat si bayi tengkurap, kancing besar itu akan menyakiti tubuhnya.
    • Jangan membeli baju baby dengan kancing logam, seperti di celana atau overall jeans. Hal ini untuk mengurangi risiko berkarat.
    • Hindari baju baby dengan kerutan (smock) di bagian dada yang sempit. Baju baby seperti ini dapat membuat bayi Anda sesak nafas.
    • Hindari baju baby yang berkerah tebal dan kaku karena dapat menyebabkan kulit leher si bayi gatal-gatal.
    • Hindari baju baby berkaret elastis di bagian pinggang, lengan, paha, dan pergelangan tangan, yang sangat ketat.
    • Hindari baju baby dengan aksesori kancing, tali, pita, mote/payet, dan lain-lain yang mampu diraih dan dijangkau tangan sang bayi. Perlu diketahui bahwa bayi sering memasukkan benda apa saja ke dalam mulut untuk “dikenalinya”.
  • Hindari celana panjang yang terlalu besar atau terlalu panjang karena bisa mengganggu dan membahayakan si bayi ketika bergerak dan merangkak.

Baju Baby – Ukuran Tubuh Bayi

Untuk membeli baju baby, sang ibu harus mengetahui ukuran tubuh sang buah hati.

  • Ukurlah lebar dada dari lengan bawah kanan si bayi sampai lengan bawah kiri bayi.
  • Setelah itu, ukur juga lebar pinggang si bayi.
  • Lalu, ukur juga panjang bayi dari atas garis tengah bahu atau pinggang.
  • Selanjutnya, ukurlah juga lebar panggul si bayi.
  • Langkah selanjutnya, ukur inseam (panjang kaki diukur dari pangkal kaki sampai pangkal selangkangan) agar bayi nyaman memakai celana.
  • Langkah terakhir adalah mengukur bagian torso. Awali dengan mengukur leher dari titik tertinggi bahu, kemudian mengukur ke bawah dada melewati selangkangan.

Baju Baby – Perhatikan Berat Badan

Pada umumnya, para ibu sudah merasa nyaman jika baju baby dilengkapi label ukuran badan. Padahal, ukuran yang tertera pada baju baby tersebut belum tentu pas dengan ukuran badan bayi Anda. Oleh karena itu, penting sekali memperhatikan ukuran dan berat badan si buah hati agar baju baby yang dipakainya pas dan nyaman.

Speak Your Mind

*