Serunya Film Serigala Terakhir

Ilustrasi film serigala terakhirIngin menghabiskan weekend Anda bersama dengan teman-teman tetapi bosan menonton film romantis, komedi, drama dan horror yang mendominasi perfilman Indonesia saat ini? Tenang saja, Upi (sutradara sekaligus penulis skenario film) menggarap sebuah film dengan genre drama action. Genre film yang jarang sekali muncul di bioskop tanah air yaitu film Serigala Terakhir.

Film yang telah dihasilkan ini diharapkan mampu mengisi kekosongan film aksi dalam negeri saat ini. Seperti yang kita tahu bahwa industri perfilman dalam negeri untuk saat ini selalu banyak didominasi oleh genre film horor. Tidak sembarangan horor, setiap film horor yang muncul selalu dibumbui dengan adegan-adegan syur yang lebih menonjol daripada detil cerita itu sendiri.

Film serigala terakhir adalah film dengan genre aksi. Banyak sekali adegan laga yang ditampilkan dalam film ini. Tentunya tidak lupa juga masih ada kisah romantis yang disisipkan sebagai bumbu penyedapnya.

Dalam dunia perfilman indonesia belakangan ini, jarang sekali rumah produksi perfilman yang memproduksi film aksi. Jika waktu dulu kita bisa melihat banyak sekali film aksi laga yang bisa kita lihat. Bahkan sampai aktrisnya pun kita kenal dengan baik yang biasa bermain di film aksi.

Salah satu aktris yang paling dikenal dalam film aksi adalah barry prima. Di dalam setiap film yang dibintanginya pastilah film tersebut bergenre aksi laga. Semua penonton pasti tahu bahwa barry prima adalah seorang aktris laga.

Film-film yang berkisah tentang kekerasan tersebut laris manis dan sangat banyak waktu itu. Tidak ada yang tidak disukai dalam film laga atau film aksi yang diperankan oleh barry prima. Semua penonton pasti langsung duduk manis dengan perasaan tegang dan was-was.

Perasaan akan keingintahuan atas apa yang akan terjadi dalam film aksi kali ini. Bagaimana sepak terjang serta jurus-jurus yang dikeluarkan ketika berkelahi. Setiap adegan yang dimainkan dalam film aksi laga waktu itu selalu menjadi hal yang sangat dinanti-nantikan.

Berbeda dengan yang ada saat ini. Film-film kita lebih banyak berkisah seputar percintaan ataupun drama keluarga. Sangat sedikit sekali film aksi yang dihasilkan dari rumah produksi perfilman kita.

Selain itu yang lebih parah lagi adalah dominannya perfilman yang berbau horror dengan campuran seksualitas yang sangat tinggi. Dalam setiap film yang dimunculkan atau diputar di bioskop banyak yang bercerita tentang horor dan tentunya dengan pemain yang aduhai luar biasa.

Hal ini tentunya membuat sebuah kebosanan bagi penonton yang haus akan suguhan film yang menarik. Sebagian orang menyindir dan sedikit memberikan kritik pedas akan dunia perfilman kita.

Banyak sekali yang merasa bosan dalam perfilman. Tema yang diangkat selalu sama dan adegan yang dimunculkan juga hanya mengumbar aurat saja. Ide cerita dan kegeregetan dalam penggambaran alur cerita masih kurang dirasakan oleh para penikmat film.

Tidak jarang yang tidak suka melihat film yang dihasilkan oleh rumah produksi film kita. Lebih banyak yang memilih film luar, walaupun tidak semuanya seperti itu. Perfilman kita dirasa hanya banyak menampilkan adegan syur saja sedangkan mutu atau kualitas filmnya kurang diperhatikan. Begitulah sedikit kritik dari penikmat film yang tidak puas akan film horor yang berbau seksualitas.

Minimnya film aksi juga membuat para penikmat film indonesia beralih ke film luar negeri. Film-film kita dirasa tidak cukup bagus karena hanya mengumbar adegan syur saja, sedangkan isi cerita dan alurnya dirasakan masih kurang bisa dinikmati.

Apalagi ditambah lagi dengan tidak adanya adegan aksi yang menarik. Sungguh ini menambah kekecewaan para penikmat film aksi di negara ini. Oleh karena itu dimunculkannyalah film serigala terakhir untuk memuaskan para penikmat film aksi negeri ini.

Walaupun sebelumnya sudah ada film aksi selain film serigala terakhir. Namun diharapkan dengan hadirnya film serigala terakhir ini mampu menambah antusiasme penikmat film aksi negeri ini semakin bertambah. Kecintaan akan film-film dalam negeri pun semakin bertambah. Diharapkan pula dunia perfilman akan kembali jaya seperti pada waktu dulu.

Alur Cerita Film Serigala Terakhir

Film Serigala Terakhir menceritakan tentang 5 orang sahabat yang tinggal di pinggiran kampung. Mereka berlima terdiri dari Ale yang diperankan oleh Fathir Muchtar, Jarot diperankan oleh Vino G. Bastian, lalu Dion Wiyoko sebagai Lukman, Sadat yang dimainkan oleh Ali Syakieb, dan Jago diperankan oleh Dallas Pratama.

Mereka berlima berjanji untuk setia bersahabat sampai mati dalam suka dan duka. Tetapi suatu hari, tanpa sengaja Jarot membunuh seorang preman yang melukai Ale. Karena perbuatan Jarot tersebut akhirnya Jarot pun dipenjara.

Ketika dipenjara Jarot mengingkan agar keempat sahabatnya mendukung dia. Namun nasib naas telah menimpa jarot. Ibarat sebuah pepatah, sudah jatuh ditimpa tangga pula. Begitulah penggambaran nasibnya dipenjara. Selama ada dipenjara, tak ada satu pun sahabat Jarot yang menjenguknya. Jarot merasa sangat kesal dan sakit hati pada teman-temanya.

Ia merasa dikhianati oleh sahabat sendiri. Semua teman-temannya telah mengkhianati dia karena tidak mau mendukungnya ketika ia dipenjara. Tidak ada satupun dari temannya yang telah berjanji bersahabat sehidup semati yang datang menjenguknya di penjara. Tempat dia menerima ujian terberatnya.

Setelah keluar dari penjara akibat kasus pembunuhan, Jarot mencoba melakukan balas dendam. Jarot akhirnya bergabung dalam Geng Mafia Naga Hitam untuk melancarkan balas dendamnya kepada teman-temannya.

Sedangkan teman-teman Jarot yakni Ale, Fathir, Lukman dan Sadat sangat memusuhi Geng Naga Hitam. Maka konflik demi konflik pun dimulai dalam Film Serigala Terakhir ini. Dan adegan laga pun tidak elak bisa dihindari.

Jarot akhirnya menjadi pengedar narkoba. Siapapun dilayaninya ketika ingin membeli narkoba termasuk adik Lukman. Lukman merasa adiknya sebagai korban dari Jarot akibat narkotika. Adik Lukman sendiri over dosis narkotika hingga meninggal.

Lukman tidak terima akan hal itu. Akhirnya Lukmanpun menyalahkan Jarot atas kejadian tersebut. Rasa marah membuat Lukman gelap mata. Lukman bertekad untuk membalas perbuatan Jarot yang telah menewaskan adiknya.

Masalah mereka semakin pelik ketika Jarot ternyata jatuh cinta kepada Aisyah, adik kandung Ale. Tentu saja hubungan percintaan Jarot dengan Aisyah tidak akan mulus. Hubungan percintaan kedua insan tersebut selalu menghadapi rintangan dan cobaan.Konflik yang mengalir dan dekat dengan keseharian, membuat alur Film Serigala Terakhir asyik untuk diikuti.

Behind The Scene

Meski masih dipoles dengan unsur drama, secara keseluruhan, film Serigala Terakhir lebih mengangkat action. Aksi bertarung antar geng menjadi kelebihan dalam cerita ini. Karena mengangkat tema tentang kejahatan di seputar kita, maka mau tidak mau, film ini mengandung banyak adegan kekerasan.

Perkelahian berupa gerakan silat dan kungfu menjadi pemanis dalam film aksi ini. Peralatan dalam aksi keroyokan pun tak kalah ketinggalan. Semisal pentungan dan golok juga ikut mewarnai dalam aksi pertarungan yang ada dalam film serigala terakhir.

Vino G Bastian mengatakan, ia dan 4 pemain utama Film Serigala terakhir yang lain tidak diajarkan gerakan-gerakan karate, silat atau kungfu. Jadi di film ini, aksi bertarung dilakukan secara alamiah. Vino menambahkan bahwa mereka hanya diajari untuk koreografi saat berantem. Vino dan Fathir mendapatkan penghargaan sebagai Pasangan Terfavorit dan pasangan terbaik pada IMA atau Indonesia Movie Awards 2010.

Upi selaku sutradara dan penulis scenario Film Serigala Terakhir mengatakan bahwa ia tidak ingin tanggung-tanggung dalam membuat film action. Maka jangan heran bila melihat banyak adegan baku hantam, kejar-kejaran mobil, saling tembak menembak, serta banyaknya darah berhamburan, menjadi film ini benar-benar terasa actionnya.

Dalam film yang ditulis oleh Upi ini penuh dengan adegan kekerasan. Tentu saja penuh dengan kekerasan karena ini adalah film aksi dan bukan hanya film drama percintaan. Diharapkan bagi yang membawa anak dibawah umur untuk dihindari. Namun jika terpaksa melihat maka silahkan diberikan pengarahan ketika melihat film ini.

Upi yang mendapatkan penghargaan sebagai penulis skenario terpuji (Film Serigala Terakhir) pada Festival Film Bandung 2010 yang lalu, berharap agar penonton dapat memetik hikmah dan pesan moral dari film ini. Bila Anda penasaran, segera saja cari DVD asli Film Serigala Terakhir. Full Action!!

Dengan bertambahnya film-film aksi diharapkan geliat perfilman indonesia kembali berdiri seperti pada waktu dulu. Film serigala terakhir merupakan salah satu sumbangsih kembangkitan film-film aksi dalam negeri.

Speak Your Mind

*