Sistem Reproduksi untuk Menjaga Keberlangsungan Makhluk Hidup

Ilustrasi sistem reproduksi adalah

Manusia adalah salah satu hasil ciptaan Tuhan Yang Maha Esabegitu juga dengan segala sistem yang ada di kehidupan manusia, termasuk sistem reproduksi adalah anugerah dari Tuhan. Dalam penciptaan ini, manusia disertai dengan banyak sekali potensi kehidupan. Yang semua hal tersebut amatlah dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dari manusia itu sendiri selama ia hidup.

Salah satu contoh mengenai hal ini adalah bagaimana peran yang dimiliki oleh otak manusia. di mana dengan memberdayakan kemampuan otak manusialah maka manusia dapat memikirkan bagaimana untuk memenuhi kehidupannya.

Ketika lapar harus dapat untuk menyiapkan makanan. Makanan yang menatk dapat diolah menjadi makanan yang matang untuk kemudian bisa dimakan dan membuat rasa lapar seketika juga hilang dan sirna. Hal ini hanyalah sebuah contoh kecil saja dari penerapan potensi manusia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa di dalam kehidupan manusia itu sendiri.

Sistem Reproduksi adalah Anugerah Tuhan

Salah satu yang juga menjadi potensi atau anugerah Tuhan yang disertakan manusia adalah sistem reproduksi. Dalam sistem reproduksi ini akan memungkin manusia untuk dapat memiliki keturunan. Sistem reproduksi inipun tak hanya dimiliki oleh manusia saja, namun juga seluruh dari makhluk hidup ciptaan Tuhan yang lainnya seperti halnya hewan dan juga tumbuhan.

Sistem reproduksi dikaitkan dengan kemampuan makhluk untuk dapat berkembang biak. Karena memang sistem reproduksi yang ada amatlah berkaitan dengan kemampuan makhluk tersebut untuk mampu menghasilkan keturunannya.

Dalam sistem reproduksi ini, memang dibutuhkan sebuah sel kelamin jantan dan juga sel kelamin betina. Pertemuan kedua jenis sel yang berbeda jenis ini akan kemudian menghasilkan sebuah zigot atau calon individu baru. Calon individu baru inilah yang kemudian akan terus berkembang dan tumbuh menjadi makhluk hidup baru.

Sistem Reproduksi pada Tumbuhan

Tumbuhan juga merupakan salah satu makhluk hidup ciptaan Tuhan. Dan sebagai salah satu potensi yang ada, Tuhanpun telah menyertakan kemampuan untuk berkembang biak dengan keberadaan dari sistem reproduksi yang ada.

Alat dalam sistem reproduksi tumbuhan ditemukan di bunga. Maka dari itulah, bunga disebt sebagai alat reproduksi tumbuhan. Hal ini karena di dalam bunga terdapat alat kelamin jantan yang berupa benang sari dan juga alat kelamin betina yang berupa putik.

Cara kerja dari sistem reproduksi tumbuhan ini dimulai ketika terjadi penyerbukan. Penyerbukan adalah proses menempelnya serbuk sari ke kepala putih. Hal ini adalah pertemuan dari sel kelamin jantan da sel kelamin betina. Kemudian akan dilanjutkan dengan proses pembuahan yang setelahnya akan terciptalah individu baru.

Proses reproduksi dari tumbuhan dapat dilakukan dnegan cara generatif ataupun vegetatif. Proses reproduksi atau kembang biak generatif ini adalah seperti yang telah dijelaskn yaitu membutuhkan adanya sel kelamin jantan dan sel kelamin betina.

Dan ternyata di dalam kehidupan tumbuhan, tak selama tumbuhan tersebut membutuhkan sel kelamin jantan dan betina ini untuk menghasilkan individu baru. Proses kembang biak inilah yang disebut dengan cara vegetatif.

Contohnya adalah tumbuhan pisang dapat memperbanyak diri atau berkembang biak dengan cara memperbanyak tunas dirinya. Di mana satu tunas yang dihasilkan akan dapat untuk tumbuh dan menjadi satu individu baru.

Sistem Reproduksi Hewan

Pada sistem reproduksi hewan, juga hampir sama dengan sistem reproduksi yang ditemukan pada tumbuhan. Pada tumbuhan yang telah memiliki banyak sel atau dikatakan sempurna, dalam sistem reproduksi akan membutuhkan pertemuan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina untuk dapat menghasilkan individu baru.

Walaupun juga ada beberapa hewan tingkat rendah yang mampu untuk menghasilkan individu baru tanpa melalui proses pertemuan dua sel kelamin ini. misalnya adalah pembelahan diri pada planaria atau cacing pipih. Di mana cacing pipih akan membelah bagian dari dirinya. Dan kemudian setiap bagian dari dirinya akan dapat untuk tumbuh menjadi makhluk hidup baru.

Sistem Reproduksi Manusia

Lain halnya dengan apa yang ada di dalam dunia hewan dan tumbuhan, sistem reproduksi yang ada pada manusia hanya akan bisa terjadi jika terjadi pertemuan dari sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Sel kelamin jantan adalah sel reproduksi yang dihasilkan oleh seorang pria. Sedangkan sel kelamin berina adalah sel reproduksi yang dihasilkan oleh wanita. Pertemuan inilah yang kemudian disebut dengan perkawinan.

Ketika manusia telah dewasa maka akan dilihat dari beberapa ciri. Salah satunya adalah kemampuan dari sistem reproduksi untuk dapat menghasilkan sel kelamin. Wanita akan mampu untuk menghasilkan sel telur sedangkan laki-laki akan mampu pula untuk menghasilkan sel sperma. Dan pada usia inilah manusia akan disebut sebagai manusia yang telah dewasa atau siap untuk melakukan reproduksi atau kembang biak.

Kemampuan wanita untuk mampu menghasilkan sel kelamin ini diawali dengan haid atau menstruasi pertama. Ini membutuhkan bahwa ovarium di dalam sistem reproduksi wanita tersebut telah mampu untuk menghasilkan sel telur untuk dibuah oleh sperma. Karena menstruasi atau haid ini menandakan adanya sel telur yang tak dibuah oleh sperma yang melekat pada dinding rahim.

Sedangkan kemampuan dari laki-laki dalam sistem reproduksi manusia adalah ketika ia mengalami mimpi basah dan mengeluarkan sperma untuk pertama kalinya. Setelahnya, iapun telah mampu untuk mengeluarkan sperma guna membuahi sel telur yang dihasilkan oleh si wanita.

Sistem Reproduksi Manusia untuk Menjaga Keberlangsungan Manusia

Hanya saja, dalam melakukan pertemuan antara sel telur dan sperma ini, manusia juga disertai dengan aturan mengenai kebolehan dalam melakukannya. Tuhan Yang Maha Esa telah mengatur bahwa hanyalah di dalam sebuah pernikahan pertemuan sel sperma dan sel telur ini dapat dilakukan.

Dengan adanya pertemuan sel sperma dan sel telur ini maka dalam diri si wanita akan menghasilkan sebuah janin. Yang kemudian dalam jangka normal selama masa sembilan bulan, si janin akan berada di dalam perut ibunya dan mengalami proses perkembangan dan pertumbuhan. Sampailah pada masa persalinan yaitu proses keluarnya janin dari perut atau rahim ibu untuk menjadi manusia baru.

Keberadaan manusia baru inilah yang kemudian akan menjaga jenis atau spesies dari manusia itu sendiri. Inilah yang menyebabkan bahwa manusia tak akan mengalami kepunahan. Dengan adanya sistem reproduksi atau proses kembang biak maka spesies manusia akan terus ada dan terus bertahan di muka bumi.

Inilah salah satu bukti kebesaran dari Tuhan Yang Maha Esa untuk menjaga keberlangsungan dari jenis manusia ataupun juga makhluk hidup yang lain. Kita melihat dari beberapa jenis atau spesies dari hewan yang telah punah adalah disebabkan kerena ketidakmampuan diri mereka untuk melakukan kembang biak.

dengan terus menjalankan apa yang ada di dalam sistem reproduksi yang telah dirancang oleh Tuhan dengan sedemikian rupa maka akan tetap menjaga diri dari makhluk hidup dari kepunahan. Itulah kemudian yang menjadi istilah bahwa sistem reproduksi adalah menjaga keberlangsungan dari makhluk hidup itu sendiri.

Speak Your Mind

*