St Kiril

St Kiril atau dalam bahasa Inggrisnya ditulis dengan Saints Cyril merupakan seseorang yang berperan penting dalam keagamaan Kristen di wilayah Slavia. Dalam ajaran agama Kristiani, St. yang disematkan dalam nama seseorang merupakan singkatan dari kata saints. Saints sendiri merupakan sebutan untuk orang suci yang mengabdikan dirinya untuk agama. Oleh karena itu, St Kiril di sini dianggap sebagai orang suci yang bernama Kiril.

St Kiril dan Perkembangan Agama Kristen

Dalam sejarahnya, Saints Cyril atau Saints Kiril merupakan seseorang yang berperan penting dalam perkembangan agama Kristen di Slavia. Selama menyebarkan agama Kristen tersebut, St Kiril bersama dengan saudaranya bernama Methodius menjadi misionaris Kristen di wilayah tempatnya tinggal.

St Kiril dan Methodius merupakan dua bersaudara yang lahir di Thessaloniki pada abad kesembilan. Dua bersaudara ini menjadi misionaris Kristen di antara orang Slavia dari Moravia Besar dan Pannonia. Dengan pekerjaan sebagai  seorang misionaris Kristen tersebut, mereka banyak memengaruhi perkembangan budaya dari semua wilayah di Slavia. Selain itu, dengan menjadi misionaris Kristen tersebut, mereka juga mendapatkan gelar “Rasul yang turun ke Slavia”.

Dua bersaudara ini sangat dihormati di Gereja Ortodoks sebagai orang Kudus dengan sebutan “setara dengan Rasul”. Pada 1880, Paus Leo XIII memasukkan kehadiran mereka ke dalam kalender Gereja Katolik Roma. Kemudian pada 1980, Paus Yohanes Paulus II menyatakan kedua bersaudara ini sebagai orang suci dari Eropa yang sama dengan Benediktus dari Nursia. Setelah sepeninggalnya mereka ini, murid-murid yang mendapatkan ilmu dari kedua orang suci tersebut melanjutkan pekerjaan mereka sebagai seorang misinonaris Kristen di wilayah Slavia dan wilayah-wilayah lainnya.

Awal Perjalanan Hidup St Kiril dan Methodius

Awal kehidupan St. Kiril dan Methodius berlangsung dengan cukup baik. Dua bersaudara itu dilahirkan di Thessaloniki. St. Kiril lahir pada 827-828, sedangkan Methodius lahir pada  815-820. St. Kiril merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Menurut Vita Cyrilli, St. Kiril bukanlah nama asli dari orang yang dianggap suci ini. Nama Cyril atau Kiril sendiri diambil setelah ia menjadi seorang biarawan sebelum ajal menjemputnya. Dua saudara ini dilahirkan dari seorang ayah yang bernama Leo. Ayah mereka ini merupakan seorang angkatan militer untuk kekaisaran dari Bizantium desa Tema, Thessaloniki, sedangkan ibu mereka bernama Maria yang menjadi seorang Slavia.

St Kiril dan Methodius kehilangan ayah mereka ketika St. Kiril berusia 14 tahun. Sepeninggalnya ayahnya tersebut, menteri Theoktistos yang merupakan menteri palling kuat dan berpengaruh d Kekaisaran Bizantium ini menjadi pelindung keluarga St. Kiril. Menteri Theoktistos bersama dengan Bupati Baradas bertanggung jawab atas kelangsungan keluarga St Kiril.

Bersama Bupati Baradas, Menteri Theoktistos memasukan St. Kiril ke sebuah universitas yang dibentuk sebagai lembaga pendidikan Kekasisaran. Dalam universitas tersebut, St. Kiril dipercayai untuk menjadi tenaga pengajar universitas tersebut. Nama universitas yang menjadi awal mula St. Kiril mengajar ini ialah Universitas Magnaura.

Misi Pertama St Kiril sebagai Misionaris Kristen

Setelah mendapatkan pengetahuan dan penguasaan mengenai teolognya serta penguasaan kedua bahasa, yaitu bahasa Arab dan bahasa Ibrani, St. Kiril akhirnya dapat memenuhi syarat untuk menjalankan misi pertamanya. Sebagai misi pertamanya sebagai misionaris Kristen ini, ia kemudian dikirim ke Abbasiyah Khalifah Al-Mutawakkil. Pengiriman dirinya ini dilakukan untuk membahas prinsip Kudus Trinity dengan teolog Arab. Hal ini juga ia lakukan untuk meningkatkan hubungan antara kekhalifahan dan kekaisaran.

Dalam misinya yang pertama ini, St. Kiril memegang peran aktif dalam hubungan antardua agama lain seperti Islam dan Yudaisme. Dia juga menulis mengenai polemik yang terjadi dalam kelompok anti Yahudi. Hal ini berhubungan dengan misinya ke Khazar Khaganate yang merupakan sebuah negara di dekat Laut Azov.

Misi ke Khazar Khaganate ini merupakan misi yang diperintahkan oleh seorang raja Yahudi yang mengizinkan orang-orang Yahudi, Muslim, dan Kristen, hidup secara berdampingan. Selain misi ke Khazar Khaganate, ia juga melakukan misi ke Arab. Menurut Vita Cyrili, St. Kiril memegang peranan diskusi semenjak ia belajar beberapa bahasa seperti bahasa Ibrani, Samaria, dan bahasa Arab, selama periode ia menjalankan misi pertamanya ini.

Setelah berhasil menjalankan misi pertama, St. Kiril kemudian menjalankan tugasnya yaitu misi kedua. Misi kedua ini ia lakukan pada 860 yang diperintahkan oleh Kaisar Bizantium Michael III dan Patriark Konstantinopel, seorang profesor untuk Cyril di universitas tempat ia menimba ilmu dan mengajar.

Misi keduanya ini merupakan misi yang dilakukan dengan ekspedisi misionaris ke Khazar Khaganate untuk mencegah adanya perluasan Yudaisme. Pada pelaksanaannya, misi ini tidak berhasil sesuai dengan keinginannya. Hal ini dikarenakan Yahudi dijadikan sebagai agama nasional yang harus dipegang oleh masyarakat Khaganate.

Setelah misi keduanya tidak berjalan dengan lancar, St Kiril pun kembali ke Konstantiopel. Sekembalinya St. Kiril ke Konstantinopel, ia kemudian menjadi guru besar filsafat di universitas yang dulu ia sempat belajar dan mengajar. Sementara saudara kandungnya, yaitu Methodius, berperan aktif dalam bidang politik dan administrasi Bizantium dan kepala biarawan.

Demikianlah pembahasan mengenai St Kiril yang dapat disampaikan. Kurang dan lebihnya semga bisa menjadi manfaat untuk kita semua.

St Kiril dan Gereja Slavia Tua

Apa Anda hubungannya antara Gereja Slavia Tua dengan ST atau Santo Kiril? Tentu saja ada. Gereja Slavia Tua adalah bahasa Slavia yang pertama kali dikembangkan pada abad ke-9. Orang yang pertama kali mengembangkannya adalah Missionaris Byzantium, Santo Metodi dan Santo Kiril.

Standarisasi bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan Al-Kitab dibuat oleh mereka, begitu juga dengan tulisan para rohaniawan dari Yunani. Tuliasn rohaniawan tersebut adalah bagian dari kristenasi untuk orang-orang Slavia.

Bahasa ini sangat penting perannya dalam perkembangan bahasa Slavia lainnya. juga menjadi dasar untuk tradisi penggunaan bahasa Gereja Slavia untuk gereja Katolik Timur atau gereja Ortodoks Timur yang terus digunakan hingga saat ini.

Sayangnya, akar utama bahasa tersebut sudah punah. Akar utama yang dimaksud adalah dialek bahasa Slavia yang digunakan di sekitar Thessaloniki. Tempat itu adalah kampung halaman Santo Kiril dan Santo Metodi yang dianggap rasul oleh orang-orang Slavia.

Dalam menuliskan bahasa ini, aksara yang digunakan bernama aksara Glagolitsa. Keduanya, baik bahasa maupun aksara diajarkan di Akademi Moravia Raya. Pemerintah juga mulai menggunakannya untuk beberapa catatan penting seperti berbagai catatan keagamaan dan buku yang ditulis pada tahun 863 dan 885. Dialek yang digunakan adalah bahasa Slavia yang digunakan di wilayah Moravia Raya.

Oleh karena pada tahun 885 Paus melarang penggunaan bahasa ini, semua murid St Kiril dan St Metodi keluar dari Moravia Raya sambil membawa bahasa Gereja Slavia juga aksaranya menuju ke Kekhanan Bulgaria. Larangan Paus itu beralasan bahwa dia lebih mendukung bahasa Latin daripada bahasa tersebut.

Di sana mereka mendirikan sekolah sastra di Preslav (ibukora Bulgaria), dan Ohrid yang sekarang dikenal dengan Makedonia. Di sekolah sastra yang pertama di Preslav, Santo Kliment yang berasal dari Ohrid membuat alfabet Kiril. Dengan tujuan mengganti aksara asli bahasa Gereja Tua, Glagolitsa. Dalam kelanjutannya berbagai naskah ditulis dengan logat Slavia yang digunakan di Bulgaria.

Setelah Bulgaria, wilayah lain juga mendapatkan “jatah” penyebaran alfabet Kiril. Wilayah tersebut adalah Kroasia, Serbia, Ceko, Polandia, dan lain sebagainya. Selain digunakan oleh masyarakat Slavia, digunakan juga oleh gereja-gereja Kristen Ortodoks yang ada di Romania.

Itulah bahasan mengenai St Kiril yang berperan penting dalam penyebaran agama kristen. Semoga Anda bisa mendapatkan manfaat setelah membaca artikel ini. Selamat membaca.

Speak Your Mind

*