Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial merupakan lapisan sosial yang terbentuk dalam masyarakat. Sebagai contoh sederhana yang menunjukkan stratifikasi ini dalam masyarakat adalah pengelompokkan kelas dalam masyarakat, seperti masyarakat kaya dan miskin. Stratifikasi sosial dan kelas sosial tidak memiliki arti yang sama meski secara implisit kelas sosial berada dalam stratifikasi ini tersebut.

Stratifikasi Sosial

Kelas sosial skalanya lebih kecil dibandingkan dengan stratifikasi sosial, karena kelas sosial menunjukkan suatu lapisan masyarakat tertentu yang tergabung dalam sebuah stratifikasi ini. Stratifikasi ini sudah pasti terbentuk dalam setiap kehidupan masyarakat tertentu.

Setiap anggota lapisan stratifikasi ini terdiri dari kelas sosial yang berbeda-beda. Sehingga stratifikasi ini bisa menimbulkan persoalan-persoalan sosial terkait dengan kesenjangan hidup dalam masyarakat.

Stratifikasi ini terjadi dikarenakan kebiasaan, pola pikir dan perilaku yang dianut setiap anggota masyarakat berbeda-beda. Apabila anggota masyarakat memiliki kesamaan dengan anggota masyarakat yang lainnya, mereka cenderung masuk ke dalam lapisan stratifikasi yang sama.

Asal Mula Terbentuknya Stratifikasi Sosial

Jika Anda perhatikan, stratifikasi dalam masyarakat seperti sudah mengakar sejak zaman dahulu. Pasalnya, hampir setiap masyarakat adat di dunia memiliki sistem stratifikasi, begitu juga dengan berbagai suku yang tersebar di nusantara.

Karl Marx, seorang filsuf sosialis dari Jerman, memiliki teori yang disebut “materialisme histories”. Menurut teori tersebut, konon masyarakat yang hidup berkelompok secara primitive belum memiliki tingkatan kelas sosial. Mereka hidup secara sederhana dan berprinsip bahwa setiap orang harus menolong orang lain untuk bertahan hidup.

Setelah berbagai keterampilan muncul (berburu, bercocok taman), diferensiasi sosial mulai terbentuk. Awalnya pemisahan ini hanya berdasarkan gender dan usia; terkait dengan kemampuan kerja masing-masing (wanita bercocok tanam dan pria berburu).

Akan tetapi lama-kelamaan standar penentu pemisahan dalam masyarakat ini semakin banyak. Dimulai dengan harta benda kepemilikan hingga keterampilan khusus (kemampuan memimpin, berbicara dengan arwah nenek moyang, dan mengalahkan hewan tertentu yang dianggap sulit dikalahkan). Tempat tinggal masing-masing golongan pun berbeda-beda. Inilah yang memulai timbulnya kasta di masyarakat tradisional yang merupakan bentuk stratifikasi sosial tertutup.

Stratifikasi Sosial – Pembentukan Lapisan Sosial dalam Masyarakat 

Stratifikasi ini  secara sederhana bisa diartikan sebagai pengelompokkan masyarakat berdasarkan statusnya di dalam masyarakat. Namun secara hierarkis, stratifikasi ini  merupakan penggolongan yang terjadi dalam masyarakat yang dilakukan untuk membedakan anggota masyarakat dalam sebuah sistem sosial tertentu berdasarkan kekuasaan, prestise dan previlege.

Mengapa dalam statifikasi sosial dilakukan penggolongan? Penggolongan dalam stratifikasi sosial tersebut dilakukan guna membedakan anggota masyarakat tertentu. Maksudnya adalah setiap anggota masyarakat menyatakan dirinya sebagai bagian dari suatu lapisan masyarakat tertentu dan untuk dimasukkan ke dalam lapisan masyarakat yang sesuai dengan dirinya.

Stratifikasi ini cenderung menganggap diri lebih rendah atau lebih tinggi, lebih buruk atau lebih baik sekelompok individu dari individu lain. Stratifikasi ini  juga bisa dikatakan sebagai sebuah cara menempatkan diri dalam sebuah lapisan subjektif untuk memasukkan individu ke dalam stratifikasi ini  tertentu.

Apakah yang menjadi penyebab munculnya stratifikasi ini  dalam masyarakat? Berikut beberapa hal yang menjadi penyebab munculnya stratifikasi ini  dalam masyarakat:

  • Tiap anggota masyarakat memiliki sesuatu yang bisa dihargai seperti kecerdasan, harta, kekuasaan, pekerjaan atau profesi dan keanggotaan masyarakat.
  • Kecenderungan masyarakat yang membeda-bedakan beberapa hal tersebut sudah tentu akan menimbulkan lapisan sosial dalam masyarakat itu sendiri.
  • Selama ada bentuk penghargaan yang terjadi dalam masyarakat, serta setiap anggota masyarakat yang sudah tidak diragukan lagi memiliki sesuatu yang dihargai tersebut maka akan menjadi sumber yang bisa menumbuhkan sistem sosial masyarakat yang berlapis-lapis.

Sementara itu, stratifikasi ini  dalam masyarakat juga tidak muncul begitu saja. Ada beberapa dasar pembentukan dari stratifikasi sosial ini. Apa saja dasar-dasar terbentuknya stratifikasi ini? Dalam masyarakat ada kriteria yang sudah lazim digunakan untuk menunjukkan anggota masyarakat berasal dari suatu stratifikasi ini , sebagai berikut:

  • Dilihat dari ukuran harta yang dimiliki, siapa pun yang memiliki harta yang banyak akan ditempatkan dalam stratifikasi sosial atas. Demikian sebaliknya, jika memiliki harta yang sedikit akan ditempatkan dalam stratifikasi bawah.
  • Dilihat dari ukuran kekuasaan yang dipegang dalam masyarakat. Siapa pun anggota masyarakat yang memiliki kekuasaan atau wewenang yang tinggi akan ditempatkan dalam stratifikasi sosial tinggi, demikian juga sebaliknya.
  • Dilihat dari penguasaan ilmu pendidikan yang dimilikinya, anggota masyarakat yang memiliki pengetahuan bagus ditempatkan ke dalam stratifikasi yang baik, apabila tidak berpengetahuan akan ditempatkan ke dalam stratifikasi yang rendah.

Sistem-Sistem Stratifikasi Sosial

Stratifikasi sosial dalam masyarakat memiliki beberapa sistemnya masing-masing. Setiap stratifikasi tertentu tentu memiliki sistem yang berbeda-beda, mengingat faktor pembentukkannya yang berbeda pula. Berikut beberapa stratifikasi sosial berdasarkan sifat:

1. Sistem Stratifikasi Tertutup 

Sistem stratifikasi tertutup ini merupakan sistem stratifikasi yang tidak bisa memindahkan anggota stratifikasi tertentu ke stratifikasi yang lain, baik tingkat stratifikasi atas maupun bawah, kecuali jika ada faktor yang sangat mendukung seperti kelahiran, sistem kasta, rasialis dan feodal.

2. Sistem Stratifikasi Terbuka 

Sistem stratifikasi terbuka merupakan kebalikan dari sistem stratifikasi tertutup, yaitu setiap anggota masyarakat dengan tingkat stratifikasi dari manapun bisa berpindah dari stratifikasi di bawahnya atau di atasnya. Misalnya, orang miskin karena usahanya maju berubah menjadi orang kaya, demikian sebaliknya.

3. Sistem Stratifikasi Campuran 

Sistem stratifikasi campuran merupakan gabungan dari sistem stratifikasi tertutup dan stratifikasi terbuka. Contohnya, orang Bali yang masuk dalam kasta Brahmana yang memiliki kedudukan terhormat di tempatnya, apabila pindah ke tempat lain menjadi pekerja, secara otomatis orang tersebut mendapatkan stratifikasi yang rendah.

Fungsi Stratifikasi Sosial 

Jika kita melihat lebih jauh lagi, sebab munculnya, dasar pembentukan, sampai sistem stratifikasi dalam masyarakat terdapat perbedaan yang cukup mencolok berupa stratifikasi tinggi dan rendah. Hal ini otomatis memperlihatkan tingkat lapisan masyarakat seakan-akan masyarakat terkotak-kotak, tetapi itulah yang terjadi dalam masyarakat dan tidak dapat dihindari.

Lalu apakah stratifikasi yang membedakan lapisan masyarakat itu memiliki fungsi? Berikut beberapa fungsi stratifikasi dalam masyarakat:

  • Stratifikasi sosial berfungsi untuk menentukan kriteria sistem pertentangan. Apakah kriteria dari sistem  pertentangan tersebut? Kriteria yang didapat melalui kualitas individu, keanggotaan sebuah kelompok dalam sebuah stratifikasi, kekerabatan tertentu, kepemilikan terhadap sesuatu, kewenangan atau kekuasaan.
  • Fungsi stratifikasi berikutnya adalah untuk menentukan lambang-lambang atau status berupa kedudukan, contohnya tingkah laku, tata cara berpakaian, serta dersain rumah.
  • Stratifikasi berfungsi sebagai ukuran apakah mudah atau tidak individu dalam sebuah lapisan sosial bertukar kedudukan atau tingkat stratifikasinya.
  • Sementara itu fungsi terakhir dari stratifikasi adalah dapat dijadikan sebagai alat memupuk solidaritas di antara individu atau kelompok dalam satu tingkat stratifikasi dalam masyarakat.

Unsur-Unsur Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat

Stratifikasi dalam sebuah masyarakat tidak bisa berdiri sendiri begitu saja, jika tanpa didukung oleh unsur-unsur penting di dalamnya. Setiap unsur yang ada dan membangun dalam stratifikasi masyarakat saling terkait satu sama lainnya. Dengan kata lain unsur-unsur tersebut saling bekerja sama membentuk sebuah stratifikasi dalam masyarakat.

Apa saja unsur-unsur yang ada dalam stratifikasi? Berikut beberapa unsur yang membentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat:

  1. Status atau Kedudukan. Setiap anggota masyarakat memiliki status yang berbeda-beda sebagai penanda bahwa mereka berasal dari sebuah stratifikasi yang mana, serta di antara sesama mereka bisa saling bekerja sama. Kedudukan berupa posisi individu di dalam kelompok serta posisi kelompok yang berhubungan dengan kelompok yang lainnya.
  2. Peran atau Peranan. Peran ini dalam stratifikasi menunjukkan eksistensi seseorang dalam sebuah tingkat stratifikasinya. Peran atau istilah sosiologinya disebut dengan role merupakan unsur yang dinamis. Bisa juga dikatakan sebagai perilaku dari seseorang yang diharapkan mempunyai status dalam sebuah stratifikasi.

Status dan peran yang disebutkan di atas, juga memiliki unsur-unsurnya tersendiri. Apa saja unsur-unsur dari status dan peran yang ada dalam setiap stratifikasi dalam masyarakat?

  • Unsur yang pertama adalah status set, untuk menyebutkan seseorang yang memiliki status ganda dalam sebuah stratifikasi.
  • Unsur status dan peran yang kedua adalah status simbol. Status simbol tersebut berfungsi sebagai kontrol untuk anggota stratifikasi yang melakukan perannya dalam kelompok stratifikasi tersebut.
  • Unsur yang ketiga berupa role distance, berupa cara memisahkan individu perannya yang sebenarnya. Gejala ini muncul jika individu merasa tertekan, serta tidak mampu melaksanakan perannya.
  • Unsur yang keempat adalah role set, berupa sejumlah peran yang saling berhubungan satu sama lain.
  • Unsur kelima berupa tidak sesuainya status individu dengan status individu yang lainnya dalam sebuah stratifiaksi sosial.
  • Unsur yang terakhir adalah role strain, yang mengacu pada kesulitan yang dihadapi individu ketika menghadapi peran mereka masing-masing.

Dengan mengetahui status dan perannya dalam sebuah stratifikasi, setiap individu dapat menggunakan wewenangnya ketika menjalankan perannya masing-masing dalam sebuah stratifikasi.

Itulah informasi singkat mengenai stratifikasi sosial. Semoga bermanfaat dan dapat dijadikan bahan acuan!

 

 

 

Speak Your Mind

*