Suara Merdeka dan Sejarahnya

Suara Merdeka adalah koran masyarakat Jawa Tengah. Koran ini berisi tiga bagian, bagian pertama berisi tentang headline nasional. Di halaman ini biasanya berita-berita yang sedang hot dibahas di sini. Di bagian ini juga ada opini dan wacana lokal yang muncul tiap harinya.

Bagian dua diberi nama spirit, diantaranya ditulis berita-berita olahraga yang sedang terjadi di dunia. Mulai dari tenis, sepakbola, tinju hingga anggar. Di bagian belakang halaman spirit biasanya diisi dengan gosip para selebriti dan musisi, baik dari dalam dan luar negeri.

Tak lupa juga ada review film-film yang sedang menjadi box office di Indonesia dan dunia. Bagian ketiga adalah Seputar Semarang. Di halaman ini ditulis berita-berita yang sedang terjadi di Jawa Tengah, mulai dari Jawa Tengah bagian barat, utara, selatan dan timur. Tiap daerah mempunyai halamannya sendiri.

Sejarah Awal Suara Merdeka 

Suara Merdeka didiirikan oleh Hetami pada tahun 1950. Sebelumnya Hetami bersama Gadis Rasid dan Parada Harahap telah mengelola Harian Sinar Baroe sejak zaman Jepang dulu.

Hetami adalah seorang jurnalis yang luar biasa. Dia mampu menulis berita yang dengan segera menarik perhatian pembaca. Tidak hanya itu, dia juga melay out Suara Merdeka hingga mempunyai penampilan yang khas dan berbeda dengan penampilan koran lain. Berkat kepemimpinannya, Suara Merdeka berkembang pesat, dan bisa bertahan hingga tiga generasi seperti sekarang.

Hetami digantikan oleh Ir. Santoso setelah ia meninggal. Santoso adalah menantu Hetami yang akhirnya membawa Suara Merdeka memuncaki sirkulasi koran di Jawa Tengah. Dia juga dikenal sebagai seorang direktur dengan langkah manajemennya yang handal. Di bawah kepemimpinannya, grup yang dipimpinnya ini menerbitkan Harian sore Wawasan dan tabloid mingguan Cempaka.

Di Jalan Merak no 11 yang terletak di depan Stasiun Tawang kawasan kota lama, Hetami memulai usahanya. Di gedung ini pula sering diadakan pameran-pameran kesenian untuk tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dulunya, untuk mencari data dan informasi, surat kabar Suara Merdeka mengirimkan lima wartawan untuk mencari sumber informasi berita. Setiap wartawan yang ditugaskan tersebut harus mencari dan membuat berita sekitar lima hingga sepuluh berita dari berbagai topik.

Untuk pemiliohan dan pencarian berita luar negeri, surat kabar Suara Merdeka mengambil data mengenai berita melalui portal berita detik.com. Hal ini dilakukan karena antara Suara Merdeka dan Detik.com terjalin hubungan kerja sama.

Penyajian berita surat kabar Suara Merdeka terbagi menjadi beberapa segmen, yaitu ekonomi, sosial, politik, kriminal, dan liburan. Selain dalam bentuk koran cetak, Suara Merdeka pun tersaji dalam bentuk online yang dapat diakses melalui www.suaramerdeka.com

Struktur organisasi harian Suara Merdeka ini terdiri atas beberapa bagian, seperti redaksi, redaksi senior atau pengoreksi, pemimpin, wakil pemimpin, kordinator liputan, kordinator pelaksana, dan pracetak. Untuk menjadi bagian dari perusahaan koran ini, harus memiliki keterampilan dalam menulis, bahasa Inggris, memiliki ijazah S1, dan berpengalaman.

Dalam tugasnya, wartawan Suara Merdeka harus mendapatkan lima berita dan harus dikirim ke redaksi melalui e-mail. Setelah itu, berita dipilih dan diedit oleh editor yang selanjutnya dicetak. Surat kabar Suara Merdeka dicetak sebanyak 250.000 eksemplar per hari. Setelah itu, didistribusikan mulai jam satu malam dan diambil dari jarak terdekat terlebih dahulu.

Suara Merdeka tidak hanya memiliki cabang di Surakarta dengan nama Suara Solo. Sementara itu, di Kota Tegal berdiri perwakilan Suara Merdeka dengan nama Suara Pantura. Kedua cabang dari Suara Merdeka memfokuskan pada berita-berita yang terjadi di kota masing-masing dan kota-kota sekitarnya.

Suara Merdeka Sekarang

Pada usia ke-60, Suara Merdeka kian memantapkan posisinya. Media terus melakukan ekspansi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi masyarakat Jawa Tengah. Contoh kegiatan yang dilakukan mengadakan Semarang Art festival (SmarteFez).

Selain terbit secara cetak, Suara Merdeka juga terbiat secara online di www.suaramerdeka.com. Ada berbagai rubrik menarik di sana, seperti: Berita Aktual, SM Cetak, Entertainmen, Gaya, Kejawen, Layar, Lelaki, Sehat, Sport, Wanita dan Surat Pembaca.

Sedangkan edisi cetak, harian ini terdiri dari tiga bagian yaitu: halaman utama berisi berita yang dijadikan headline Suara Merdeka, Seputar Tugu Muda berisi berita-berita yang terjadi di wilayah Kedungsapur, Solo, Purwokerto, Salatiga, dan Keresidenan Kudus.

Berita yang ditawarkan biasanya berita lokal seputar Jawa Tengah dan untuk headline biasanya peristiwa yang sedang dibicarakan secara nasional pada hari tersebut.

Usia Suara Merdeka telah memasuki setengah abad lebih. Dengan usia yang semakin matang, Suara Merdeka semakin menancapkan kiprahnya dalam dunia surat kabar Indonesia. Suara Merdeka terus melakukan inovasi dan terobosan-terobosan yang bertujuan meningkatkan eksistensi Suara Merdeka.

Suara Merdeka terus melakukan ekspansi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi masyarakat Jawa Tengah, misalnya sengan menyelenggarakan kegiatan Semarang Art Festival (SmarteFez).

Selain terbit secara cetak, Suara Merdeka pun terbit secara online. Rubrik yang ditawarkan Suara Merdeka online ini antara lain Berita Aktual, Suara Merdeka Cetak, Entertaiment, Gaya, Kejawen, Lelaki, Sehat, Sport, Wanita, dan Suara Pembaca.

Sementara edisi cetak Suara Merdeka berisi dalam beberapa bagian, yaitu halaman utama yang biasa memuat headline dan Seputar Tugu Muda yang berisi tentang berita-berita yang terjadi di wilayah Solo, Purwokerto, Salatiga, dan Keresidenan Kudus.

Berita yang ditawarkan Suara Merdeka umumnya berskala lokal seputar Jawa Tengah. Sementara untuk headline, Suara Merdeka membahas peristiwa berskala nasional yang sedang hangat dibicarakan.

Mengais Rezeki Di Harian Suara Merdeka

Tak banyak orang yang memanfaatkan surat kabar Suara merdeka menjadi pundi uang. Jika pun ada, kebanyakan orang menjual surat kabar-surat kabar Suara Merdeka yang sudah dibaca ke pencari barang bekas. Tentu saja, untungnya sangat sedikit. Padahal, ada pundi uang yang lain yang bisa dimanfaatkan langsung. Tak hanya itu, malah bisa mem populerkan diri di Surat Kabar yang terbit di kota Semarang tersebut.

Pertanyaannya, bagaimana mendapatkan pundi uang di Suara Merdeka? Caranya dengan menulis. Ya, menulis di surat kabar tersebut. Apa pun status Anda, Anda bisa memanafaatkan Suara Merdeka menjadi pundi uang.

Peluang Menulis Untuk Mahasiswa

Anda yang masih mahasiswa, bisa memanfaatkan rubrik “Debat Mahasiswa”. Rubrik ini tayang setiap hari Sabtu. Sebelum mengirim tulisan, Anda lihat dulu seperti apa jenis tulisan yang dimuat di rubrik tersebut. Jelasnya, rubrik “Debat Mahasiswa” adalah rubrik dengan tema yang tematik alias temanya ditentunkan oleh pihak redaksi.

Tips untuk menulis di rubrik ini, Anda menulis artikel tidak boleh bertele-tele. Anda menulis artikel langsung ke ide pokok yang Anda tawarkan. Panjang tulisan berkisar antara 2.000-2.500 karakter. Untuk judul, jangan dibuat panjang-panjang. Maksimal panjangnya, tiga kata.

Untuk pengiriman artikel, Anda dapat mengantar langsung ke kantor redaksi atau mengirimkannya via email ke kampus_sm@yahoo.com, dengan disertakan scan foto dan kartu mahasisa. Honor menulis dirubrik ini Rp. 175.000, belum termasuk potong pajak 5 persen. Anda bisa mengambil honornya langsung ke kantor redaksi atau dikirim ke rekening Anda.

Selain rubrik “Debat Mahasiswa”, Suara Merdeka juga menyediakan rubrik “Forum Halaman Kampus”. Tema yang diangkat dirubrik ini adalah seputar creative writing atau dunia tulis menulis mahasiswa. Biasanya, yang menulis di rubrik ini adalah mahasisw yang aktif di Lembaga Pers Mahasiswa.

Untuk menulis di rubrik ini, mahasiswa hanya cukup mengangkat topik yang berhubungan dengan proses kreatif dalam menulis, baik ihwal proses belajar menulis, pengalaman mengirimkan tulisan ke surat kabar maupun jatuh-bangun dalam menggeluti dunia tulis menulis.

Panjang tulisan di rubrik ini sekitar 2.500 karakter kata. Jika tulisan sudah selesai, proses pengiriman dapat dilakukan dengan mengirimkannya via email ke kampus_sm@yahoo.com. Jangan lupa untuk men-scan foto dan kartu tanda mahasiswa. Di dalam biodata penulis, jangan lupa cantumkan nomor ponsel dan nomor rekening Anda. Honor tulisan di rubrik ini sebesar Rp. 200.000 dengan dipotong pajak 5 persen.

Selain rubrik “Debat Mahasiswa” dan “Forum Halaman Kampus”, ada satu rubrik lagi yang khusus disiapkan untuk mahasiswa juga, yaitu rubrik “Kampus”. Rubrik “Kampus” adalah rubrik yang memang dikhususkan untuk mahasiswa menceritakan aktivitas atau peristiwa yang terjadi di kampusnya. Rubrik ini juga terbit setiap hari Sabtu.

Jika tertarik untuk menulis dirubrik ini, buatlah tulisan semenarik mungkin tentang aktivitas yang tengah hot di kampus Anda. Usahakan disertai dengan foto, sehingga dapat memperkuat data tulisan yang Anda kirimkan. Panjang tulisan di rubrik ini sekitar 5000-6000 karakter kata dan dapat dikirim via email ke kampus_sm@yahoo.com. Honor menulis di rubrik ini sebesar Rp. 250.000

Peluang Menulis Untuk Masyarakat Umum

Untuk Anda yang bukan mahasiswa, Anda juga memiliki peluang untuk meraup uang dengan menulis di Suara Merdeka. Ada dua rubrik yang disediakan untuk masyarakat umum oleh Suara Merdeka. Kedua rubrik tersebut tayang setiap hari kecuali hari minggu.

  • Rubrik Wacana Lokal

Rubrik Wacana Lokal milik surat kabar Suara Merdeka ini hadir untuk diisi oleh masyarakat dengan mengangkat tema yang menyangkah masalah lokal seputar Jawa Tengah dan Yogyakarta. Artinya, temanya bebas, tapi hanya mengikat kasus lokal yang ada di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Jika menulis di rubrik ini, Anda mesti memahami bahwa panjang tulisan yang disediakan redaksi sekitar 5.000-6.000 karakter kata. Jika tulisan sudah selesai, Anda dapat mengirimkannya via email ke wacana_lokal@suaramerdeka.info. Jangan lupa untuk menyertakan scan KTP dan foto Anda dengan fose santai. Adapun honor tulisan menulis di rubrik ini adalah Rp. 250.000 dipotong pajak 5 persen.

Tips menulis dirubrik ini, Anda mesti menulis dengan bentuk tulisan yang sederhan dan ringan. Diksi yang digunakan juga bukan diksi ilmiah yang sulit dicerna oleh masyarakat. Intinya, bahasa tulisan harus dikemas dengan bahasa santai dan tidak kaku. Intinya, tulisan harus mengalir dari awal hingga akhir.

  • Rubrik Wacana Nasional

Rubrik ini berbeda dengan rubrik Wacana Lokal. Rubrik di sini mengangkat isu-isu nasional yang tengah hangat atau tengah berkembang di negeri ini. Anda bisa memberikan opini terhadap isu-isu tersebut. Tentunya, bahasa yang dikemas dalam tulisan ini tidaklah bahasa santai. Anda pun perlu menampilkan referensi untuk memperkuat opini yang dituangkan.

Rubrik ini terbuka untuk siapa saja. Tak hanya orang Jawa Tengah saja yang dapat menulis di rubrik ini, Anda yang tinggal di luar pulau Jawa juga memiliki kesempatan. Intinya, ide yang Anda tuangkan masih baru dan dilengkapi dengan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Jika tulisan yang Anda gagas telah siap, dapat dikirimkan ke email redaksi wacana_nasional@suaramerdeka.info. Anda jangan hanya mengirimkan naskah tulisan saja, tapi mesti juga disertai dengan scan identitas diri dan foto diri dengan fose santai. Honor menulis di rubrik ini sebesar Rp. 350.000.

Inilah seputar surat kabar Suara Merdeka dan pundi uang yang dapat diraih oleh pembaca Suara Merdeka. Semoga artikel ini bermanfaat.

Speak Your Mind

*