Sumber Sejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan Terlengkap

Ilustrasi sejarah perkembangan ilmu pengetahuanSejarah Perkembangan Ilmu Pengetahuan merupakan hal yang menarik untuk dikaji. Sebab, hal ini terkait dengan kisah perjalanan kemajuan peradaban dunia. Selain itu, dengan memahami sejarah ilmu pengetahuan, maka Anda bisa memahami tentang asal usul sebuah pemikiran dan belajar tentang hal yang baik dan buruk dari sejarah tersebut. Dengan demikian, akan diperoleh sebuah konsep pengetahuan yang lebih baik dan terbaru demi meningkatkan kualitas pengetahuan manusia.

Banyak kisah yang mewarnai sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Mulai dari beragam kegagalan hingga penemuan yang dianggap spektakuler. Diantaranya penemuan tentang lintasan orbit planet atau juga rahasia tentang air dan juga yang terbaru adalah penemuan sungai bawah laut terbesar di dunia.

Dari berbagai peristiwa yang terjadi terkait sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia, ada satu hal yang menghubungkan. Bahwa berbagai penemuan yang terjadi di era modern ini sebenarnya merupakan sebuah rahasia yang pernah dijabarkan dalam kitab suci Al Qur’an.

Ayat Dalam Al Quran

Penemuan orbit bumi ini merupakan sebuah hal baru. Setelah selama berabad-abad manusia terjebak dalam berbagai pemikiran tentang teori-teori orbit planet. Dunia sempat mempercayai teori geosentris dan heliosentris. Salah satunya ditunjukkan dalam surat Al Anbiya 33 yang berbunyi : “Dan Dia-lah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan . Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya”.

Demikian pula dalam kisah tentang rahasia air. “Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30). Dari salah satu ayat dalam Al Qur’an ini, seorang ilmuwan Jepang tertantang untuk membuktikan bahwa air pun memiliki kemampuan layaknya makhluk hidup lain. Ilmuwan tersebut adalah Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, Jepang.

Melalui berbagai penelitiannya, Masaru mampu membuktikan bahwa molekul air bisa berubah ketika mendengar suara-suara. Ketika dibacakan kalimat yang bernada baik, maka molekul air akan berbentuk indah. Namun, ketika diperdengarkan suara-suara yang tidak baik, maka molekul air pun turut berubah menjadi wujud yang mengerikan.

Sungai Bawah Laut

Dan penemuan besar lain terbaru adalah tentang kisah sungai di bawah laut. Allah berfirman dalam surat Al Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi”.

Ketika ayat ini diturunkan, begitu banyak cemoohan. Bagaimana mungkin air laut dan air sungai bisa bersandingan sedangkan kedua memiliki perbedaan karakter. Namun, manakala Mr Jacques Yves Costeau, ahli Oceanografi dan ahli selam terkemuka dari Prancis menemukan kenyataan tersebut.

Dari bukti-bukti yang ada, jelas menunjukkan bahwa Al Qur’an adalah sebuah bagian penting dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Di dalamnya tersimpan berbagai misteri yang masih menunggu untuk dipecahkan oleh akal manusia. Dan ini juga merupakan sebuah bukti bahwa Al Qur’an adalah ayat-ayat Tuhan, bukan sekadar karangan manusia buta huruf bernama Muhammad.

Evolusi Ilmu Pengetahuan

Jika menelaah sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, akan banyak hal yang perlu dipikirkan, dibahas, dipertimbangkan, dan diamati. Hal tersebut disebabkan oleh cakupan ilmu pengetahuan yang mesti dibahas sangatlah banyak dan memiliki sejarah yang panjang.

Dengan demikian, sejarah yang merupakan rekam jejak mengenai segala peristiwa perkembangan ilmu pengetahuan akan mengungkapkan segala sesuatunya sesuai dengan fakta, namun tetap mengalami distorsi dengan berbagai rekayasa yang disesuaikan pula dengan perkembangan zamannya.

Hal tersebut menjadi sebuah problematika yang tentu akan berpolemik pada beragam ilmu pengetahuan karena adanya perubahan informasi dari satu masa ke masa yang lainnya akan mengubah perjalanan sebuah sejarah, termasuk sejarah ilmu pengetahuan yang senantiasa berkembang dari zaman ke zaman.

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung secara evolutif sehingga untuk memahaminya, diperlukan pembagian masa perkembangan secara periodik dengan adanya periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan yang masing-masing memuat karakter tersendiri.

Hal tersebut juga didukung pula oleh beberapa faktor, seperti mitologi dan kesusastraan Yunani, serta pengaruh ilmu pengetahuan yang kemudian sampai kepada Timur Kuno. Perkembangan ilmu pengetahuan dalam tiap periode disebabkan oleh pola pikir masyarakat yang hidup di zaman periode tersebut berlangsung.

Semakin modern hidup sebuah kelompok masyarakat, maka ilmu pengetahuan pun akan semakin berkembang mengikuti pola modern yang dilakukan oleh masyarakat tersebut.

Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan

Pengetahuan dan ilmu pengetahuan memiliki makna yang berbeda sehingga kita tidak bisa mengeneralisasi keduanya. Ilmu pengetahuan merupakan kata yang dalam bahasa Inggris berarti mempelajari dan mengetahui. Namun, ilmu kemudian mengalami perluasan makna sehingga merujuk pada sesuatu yang bersifat sistematik.

Dengan demikian, ilmu pengetahuan pun tidak lagi sesuatu yang bersifat mengetahui dan mempelajari, tapi merupakan sesuatu yang tergolong, tersistem, dan terukur sehingga bisa dibuktikan secara empiris. Sementara itu, pengetahuan merupakan seluruh [pengetahuan yang belum tergolong, tersusun, dan bersifat menyeluruh baik metafisik maupun nonfisik.

Ilmu merupakan informasi yang bisa didapatkan oleh siapa pun, sedangkan ilmu merupakan bagian yang lebih tinggi dari hal tersebut sehingga bersifat lebih khusus dan memiliki persyaratan ilmiah tertentu yang bisa membuktikan kebenarannya.

Dengan kata lain, ilmu pengetahuan di sini bukanlah pengetahuan. Misalnya saja, ilmu pengetahuan sosial, yakni ilmu yang mempelajari berbagai informasi seputar dunia sosial. Ilmu pengetahuan alam merupakan ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan alam.

Periodisasi Ilmu Pengetahuan Zaman Pra Yunani Kuno

Pada zaman ini, ilmu pengetahuan mengalami perekambangan dalam tiga fase, yakni sebagai berikut:

1.    Zaman Batu Tua
Zaman yang sering disebut zaman prasejarah ini berlangsung sekitar empat juta tahun sebelum masehi dengan ciri kehidupan menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, hidup dari bercocok tanam dan beternak, dan didasari dengan pengamatan purba untuk bisa mengetahui segala hal tentang kehidupan.

2.    Zaman Batu Muda
Zaman ini berlangsung tahun 10 ribu sebelum masehi sampai 2000 sebelum masehi. Kemampuan yang dihasilkan dari perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini adalah munculnya tulisan kuno, kemampuan membaca, dan menghitung.

3.    Zaman Logam
Zaman yang berlangsung dari abad 20 sebelum masehi sampai abad 6 sebelum masehi ini dikenali dengan pemakaian logam dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya peralatan masak, perhiasan, dan peralatan perang berbahan dasar logam. Kerajaan yang mendominasi periode ini adalah Mesir.

Periodisasi Ilmu Pengetahuan Zaman Pra Yunani Kuno

Peradaban Yunani yang terjadi secara mendadak merupakan hal yang dianggap mengagetkan dan memukau karena banyak unsur peradaban yang telah ada sebelumnya di Mesir dan Mesopotamia. Akan tetapi, kedua unsur tersebut belum utuh sampai akhirnya Bangsa Yunani menyempurnakannya sebagai sebuah simbol peradaban.

Pada zaman ini, orang-orang bersikap kritis dan memiliki keinginan yang besar untuk meneliti serta menelaah sesuatu yang belum dapat dipastikan. Berbagai ilmuwan yang hingga sekarang masih berpengaruh di dunia pengetahuan pun bermunculan, di antaranya adalah sebagai berikut :

1.    Thales
Thales merupakan sosok yang menggebrak ilmu pengetahuan dengan pemikiran mitolgis masyarakat Yunaninya mengenai segala sesuatu. Ia sering melakukan muhibah dan melakukan perjalanan lawatan ke Mesir. Ia merupakan filsuf pertama sebelum masa Socrates tiba.

2.    Pythagoras
Ia merupakan filsuf yang lahir di daerah Samos dan menjadi salah seorang matematikawan Yunani paling terkenal melalui teorema. Orang yang dikenal sebagai Bapak Bilangan ini mengenalkan teoremanya dan menyatakan bahwa kuadrat hipotenusa dari sebuah siku-siku adalah sama dengan jumlah kuadrat dari kaki-kakinya.

3.    Socrates
Ia lahir di Athena sebagai generasi pertama dari tiga filsuf terbesar di Yunani, yakni Socrates, Plato, dan Aristoteles. Ia mengajar Plato dan selanjutnya, Plato mengajar Aristoteles. Kontribusi terbesarnya dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan adalah munculnya metode penelitian yang dikenal sebagai elenchos sebagai metode untuk menguji konsep moral pokok sehingga kemudian ia dikenal sebagai bapak filsafat moral.

4.    Plato
Ia menciptakan sebuah karya mengenai garis besar pandangannya terhadap “ide” dalam “Republika” dan menulis sesuatu tentang hukum. Kontribusi terbesarnya dalam sejarah ilmu pengetahuan adalah munculnya pengetahuan dan pendapat mengenai ide.

5.    Aristoteles
Ia adalah seorang filsuf yang bergerak di bidang fisika, etika, politik, ilmu kedokteran, metafisika, dan ilmu alam. Berbagai spesies biologi diklasifikasikannya secara sistematis, berbagai bentuk politik yang ideal diasumsikan sebagai gabungan dari bentuk demokrasi dan monarki.

Speak Your Mind

*