Superman Is Dead, Masih Termasuk Aliran Punk-kah?

Ilustrasi superman is deadApa pendapat Anda tentang musik punk? Aliran musik yang identik dengan nada-nada yang mengentak ini kerap membuat sebagian orang pusing saat mendengarkan. Namun, hal itu tidak akan berlaku bagi para penggemar Superman Is Dead.

Bagi pecandu musik punk pasti kenal dengan grup asal Kuta, Bali ini. Grup yang satu ini berisikan seorang vokalis bernama Bobby Cool, yang diiringi gebukan drum dari Jerinx dan Eka Rock dengan atraksi gitarnya.

Band yang awalnya bernama Superman Is Silver Gun ini, cukup digandrungi. Terbukti dari fansnya yang melimpah, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri

Kilas Balik Superman Is Dead

Apa sih maksud dari nama Superman Is Dead? Inilah pertanyaan pertama yang pasti berseliweran pada orang yang baru mengenal SID. Seperti yang diketahui, superman adalah sosok superhero dianggap sebagai lambang kesempurnaan yang tergambar dari kekuatan dan bentuk fisiknya.

Nah, dari sana bisa diketahui bahwa yang dimaksud dengan Superman is Dead adalah simbol matinya sebentuk kesempurnaan. Ya, SID meyakini bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna. Jika ada, itu hanyalah imajinasi dari kepala manusia.

SID mengawali perjalanan musiknya pada tahun 1995 dengan dipengaruhi oleh aliran musik NOFX dan Greenday.  Seiring berjalannya waktu, SID pun mulai menjajal musik punk yang lebih nge-rock, seperti yang dibawakan oleh grup punk Living End, Social Distortion dan Supersuckers.

Bersama-sama mereka memproduksi album indie hingga sukses mengeluarkan kurang lebih tiga album. Sungguh, prestasi yang layak diacungi jempol. Baru ketika bergabung dengan Sony Music, mereka menambah koleksi album menjadi tujuh. Album terbaru mereka dirilis pada tahun 2009, dengan judul Angels and Outsiders!

Idealis SID Terkoyak?

Punk adalah sebuah idealis yang menganut anti-kapitalis. Hal inilah yang pada awal-awal 2003, membuat para pecinta punk sempat, atau bahkan hingga saat ini, membenci SID. Mereka menilai Superman Is Dead telah mengoyak idealisme punk ketika memutuskan untuk bekerja sama dengan label Sony Music.

Para ‘aktivis’ punk menganggap mereka telah berkhianat, bahkan SID dinilai telah melacurkan diri. Mereka menilai, aliran punk Superman Is Dead telah terkontaminasi oleh kekuatan kapitalis, yaitu label musik. Bahkan menurut pengakuan anggota SID, pernah sekali waktu ketika manggung, lemparan air kencing dan bambu mewarnai aksi panggung.

Namun, cercaan itu langsung dijawab lewat nada-nada cadas dan lirik musik yang penuh dengan jiwa pembangkang dan perlawanan pada setiap albumnya.

Speak Your Mind

*