Tahallul Dalam Ibadah Umrah

Ilustrasi Tahallul dalam UmrahTahallul adalah rangkaian terakhir dalam ibadah haji dan umrah. Secara bahasa, tahallul dalam umrah artinya “menjadi halal” atau “menjadi boleh”. Maksudnya, setelah pelaksanaan tahallul, hal-hal yang diharamkan saat ihram menjadi batal. Pelaksanaan tahallul adalah dengan memotong rambut sedikitnya tiga helai.

Pelaksanaan tahallul dalam umrah didasarkan pada Surat Al-Fath (48) ayat 27. “Sungguh, Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan menggundul rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat.”

Praktik tahallul bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu halq yang artinya mencukur habis dan taqsir yang artinya memangkas. Kedua cara ini diperbolehkan. Namun, dalam beberapa riwayat hadis sahih, dijelaskan bahwa cara yang paling utama dan yang paling dicintai Rasulullah adalah halq.

Sahabat Ibnu Umar r.a. pernah berkata bahwa saat bertahallul dan membabat habis rambutnya, Rasulullah saw. berdoa, “Ya Allah, rahmatilah orang yang melakukan halq (mencukur habis rambutnya)…” dan beliau mengulangi doa itu sebanyak tiga kali. Ada seorang sahabat bertanya, “Lalu, bagaimana dengan orang yang hanya melakukan taqsir (memangkas rambut)?” Maka Rasulullah saw. berdoa, “Ya, Allah juga (rahmati) orang yang memangkas rambutnya.” (Muttafaq Alaihi)

Memerhatikan keterangan tersebut sangatlah jelas jika halq lebih utama dari taqsir karena bahkan Rasulullah saw. mendoakan sampai tiga kali orang yang melakukan halq. Sementara untuk mereka yang melakukan taqsir, beliau hanya mendoakannya satu kali.

Adapun cara mencukur halq yang dicontohkan Rasulullah saw. adalah dengan memulai dari mencukur habis bagian kanan, kemudian dilanjutkan dengan mencukur habis rambut bagian kiri.

Saat mencukur rambut ada doa yang harus diucapkan oleh jamaah, yaitu “Allahummaj’al likulli sya’ratin nuran yaumal qiyamah“. Artinya adalah “Ya Allah jadikanlah untuk setiap helai rambut (yang aku gunting) cahaya pada hari kiamat“.

Ada hadist lain tentang bercukur yang dianjurkan sebelum melakukan umrah, isi dari hadist itu adalah “Muawiyah berkata kepadaku: Tahukah engkau bahwa aku pernah memangkas rambut Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dengan ujung anak panah yang tajam di Marwah? Aku berkata kepadanya: Aku tidak tahu kecuali hanya suatu alasan yang akan memberatkan engkau” (HR. Hadits riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhu).

Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi perempuan. Tahallul bagi perempuan adalah taqsir. Ibnu Abbas r.a. berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Tiada keharusan bercukur bagi perempuan. Perempuan hanya harus memangkas.” (HR Abu Dawud, Daraquthni, dan Thabrani).

Lalu, bagaimana dengan orang yang telah melaksanakan rangkaian ibadah haji atau umrah, akan tetapi lupa melakukan tahallul? Jika dia telah terlanjur mengganti pakaian ihram dengan pakaian biasa, dia harus melepaskannya dan mengenakan pakaian ihram kembali dan mencukur rambutnya. Namun, bagi yang tidak melakukannya, alias melewatkan proses Tahallul maka baginya berlaku dam.

Dam arti harfiahnya adalah “darah”. Maksudnya, ia harus “mengucurkan darah” sebagai denda atas kesalahannya. Biasanya, denda tersebut berupa sembelihan kambing, sapi, atau unta yang akan dibagikan kepada fakir miskin.

Ada dua macam tahallul, antara lain :

1. Tahallul awal. Tahallul ini artinya melepaskan diri dari keadaan ihram yang dilakukan setelah melakukan dua di antara tiga perbuatan, seperti melontar jumrah dan mencukur, melontar jumlah dan tawaf ifadah, tawaf ifadah, serta sa’i dan mencukur.

Tahap ini dilakukan setelah Mabit di Muzdalifah, kebanyakan jamaah dari Indonesia melakukan tahallul dengan melontar jumrah, kemudian mencukur rambut karena jika memilih melakukan thawaf ifadah dan sa’i dan mencukur harus dilakukan di Masjidil Haram.

Mengapa demikian? Katanya karena transportasi menuju ke Masjidil Haram selalu macet apalagi jika rombongan. Setelah pergi ke Masjidil Haram mereka harus kembali lagi ke Mina untuk melaksanakan mabit dan melontarkan jumrah. Jadi di sini faktor waktu adalah yang paling diperhatikan oleh para jamaah Indonesia apalagi yang sudah tua yang tidak mungkin menempuh perjalanan bolak-balik seperti itu.

2. Tahallul Sani/ Qubra. Maksud dari tahallul ini adalah melepaskan diri dari keadaan ihram, namun dari ketiga kegiatan harus dilakukan semuanya secara lengkap, seperti melontar jumlah, bercukur dan tawaf ifadah, serta sa’i. Jika jamaah melakukan tahallul ini mereka akan terbebas dari semua larangan ihram, termasuk melakukan hubungan suami istri.

Menguak Rahasia Tahallul

Allah memiliki perintah yang diberikan untuk para umatnya pastinya agar mereka senantiasa mendapat berkah. Allah memberikan kita aturan supaya hidup kita lebih baik dan Dia pasti mempunyai rahasia dari semua yang diberikannya. Alquran, kitab yang berisi firman-firman Allah juga memiliki aturan. Segala aturan mengenai pelaksanaan ibadah haji, termasuk tahallul (bercukur) juga ada dalam Alquran.

Di sana dituliskan bahwa saat yang terbaik untuk bercukur adalah pada tanggal 10 Dzulhijah atau setelah melontar jumrah.

Rasulullah pernah mendoakan dan memintakan ampun bagi siapa saja yang mencukur rambutnya sebanyak tiga kali. Jika sudah keempat kalinya, barulah beliau berdoa kepada orang-orang yang menggunting sebagian rambutnya. Begitu juga saat akikah, Rasul menyuruh umatnya agar mencukur habis rambut bayi yang sudah berumur 7 hari. Pastinya Rasul memberikan perintah itu karena ada hikmah yang bisa diambil.

Jika dilihat dari sisi lain (bukan dari agama) ada salah satu ahli astrobiologi bernama Dr. Lewis Dartnell yang memberikan penjelasan mengenai mengapa perlu mencukur rambut hingga botak (boleh percaya atau tidak). Suatu saat akan ada kepadatan bumi yang akan mendorong manusia untuk mencari tempat tinggal baru, yaitu luar angkasa.

Adanya migrasi tersebut akan membuat kita melakukan perjalanan dengan waktu bertahun-tahun atau mungkin puluhan tahun. Lama perjalanan itu akan membuat pengaruh besar pada tubuh manusia, otot juga tulang menjadi lemah dan berkembang lambat (tidak berkembang).

Akibat dari gaya gravitasi, para manusia akan mengalami perubahan bobot tubuh menjadi lebih gemuk dan akan bergerak dengan sedikit energi. Sementara itu, di kepala kita akan berkumpul cairan tubuh sehingga wajah menjadi tembem dan rambut akan rontok.

Menurutnya kepala botak adalah gambaran mas depan manusia. Untuk pernyataan yang satu ini memang belum terbukti kebenarannya, tidak seperti manfaat yang ditimbulkan menurut pandangan dari Allah dan Rasul. Jadi lebih baik Anda meyakini saja apa yang diperintahkan dalam Alquran maupun hadist adalah yang terbaik untuk kita.

Tempat-Tempat untuk Tahallul

Berikut ini adalah beberapa tempat yang digunakan untuk melakukan tahallul (jasa memotong rambut):

1. Di berbagai barbershop di dalam Mall Zam Zam Tower atau Big Ben Mekkah. Untuk mencukur rambut di beberapa barbershop dalam Mall Zam Zam Tower, tarif rata-ratanya adalah 10 real (30.000 rupiah, 1 real = 3000 rupiah) atau bisa ditawar lagi.

Jika tidak ada sesi tanya jawab sebelumnya, bisa-bisa Anda dikenakan tarif yang mahal untuk mencukur rambut Anda. Jika Anda tidak bisa berbahasa Arab, boleh saja berbahasa Indonesia karena mereka pasti akan mengerti.

2. Di plataran luar Masjidil Haram. Jika Anda binggung dimana tempat itu, maka Anda cari saja jalan keluar lewat pintu Babussalam kemudian berjalan ke arah Makam Ma’la, tidak jaug dari sana Anda akan langsung bertemu dengan banyak tukang cukur yang siap membuat kepala Anda plontos. Untuk harga, jika jemaah banyak maka para tukang cukur mau untuk dibayar 5 real walau rata-rata harganya adalah 10 real.

Namun, jika Anda tidak ingin dicukur sampai plontos Anda bilang terlebih dahulu kepada pencukur, jika tidak berbicara nanti kepala Anda akan diplontosi oleh mereka.

Bagaimana dengan penjelasan tahallul dalam umrah ini? Semoga bermanfaat!

Speak Your Mind

*