Tanah di Indonesia, Benarkah Subur?

Ilustrasi tanah di indonesiaSebagaimana yang sudah diketahui tentang asal-muasal tanah, bahwa ia berasal dari pengendapan bahan-bahan organik dan juga proses pelapukan batuan berbagai jenis yang terjadi secara kimiawi atau pun secara fisika, maka dapat ditentukan apakah Tanah di Indonesia tergolong subur atau tidak.

Terdapat  kriteria tanah yang dapat dikatakan sebagai tanah yang subur atau pun tanah yang tidak subur. Tanah dapat dikatakan sebagai golongan tanah yang subur jika:

  • Mempunyai kandungan zat hara (yaitu suatu unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman) yang banyak
  • Mempunyai kandungan zat H2O atau air yang cukup memadai
  • Dan memiliki struktur yang gembur, tidak banyak mengandung bebatuan.

Sungguh bersyukur masyarakat Indonesia sebab Tuhan memberikan lokasi yang strategis pada kepulauan yang menjadi wilayah Indonesia. Letak negara ini yang berada di daerah tropis membuat proses pelapukan batuan yang terjadi Indonesia terjadi secara sempurna yang membuat tanah menjadi subur.

Banyaknya sinar matahari serta curah hujan yang tinggi di wilayah ini membuat banyak sekali daerah di wilayah Indonesia yang memiliki jenis tanah yang termasuk dalam kriteria subur.

Berikut adalah nama jenis tanah di Indonesia yang dapat dikatakan sebagai jenis tanah yang subur. Yaitu:

  • Tanah Aluvial. Tanah ini biasanya terdapat di daerah sekitar aliran sungai. Ia terjadi karena pengendapan partikel-partikel lumpur yang terdapat di sungai. Banyaknya bahan organik yang dikandung membuat tanah ini  termasuk dalam jenis tanah yang subur.
  • Tanah Vulkanik. Jenis tanah yang terjadi karena proses letusan di gunung berapi. Tanah jenis ini asalnya dari partikel yang dikeluarkan dari perut Bumi, yang kemudian terjadi proses pelapukan.
  • Tanah Humus. Biasanya terdapat di hutan-hutan. Tanah jenis ini adalah hasil pelapukan daun serta batang dan ranting pepohonan di hutan.
  • Tanah Podzolik. Ia adalah tanah yang biasanya terdapat di daerah dengan curah hujan tinggi namun suhu udaranya rendah. Tanah ini dapat di jumpai di daerah Malang, atau Lembang Bandung.

Berdasarkan kriteria kesuburan tanah dapat dikatakan bahwa kebanyakan jenis tanah di Indonesia adalah jenis tanah subur.

Tanah sebagai benda alam mempunyai sifat-sifat yang bervariasi. Sifat tanah yang berbeda-beda pada berbagai tempat mencerminkan pengaruh dari berbagai faktor pembentuknya di alam. Tanah dipandang sebagai alat produksi pertanian, karena tanah berfungsi sebagai media tumbuhnya tanaman.

Produktivitas tanaman pertanian yang diusahakan banyak ditentukan oleh sifat-sifat tanah yang bersangkutan, baik sifat fisika tanah, kimiawi tanah, maupun biologi tanah yang bersangkutan. Sebagai media tumbuhnya tanaman tanah mampu berperan sebagai:

•    Tempat berdirinya tanaman

Tempat menyediakan unsur-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman

•    Tempat menyediakan air yang dibutuhkan oleh tanaman

•    Tempat menyediakan udara bagi pernafasan akar tanaman

Tanah sebagai benda alam mempunyai sifat-sifat yang bervariasi. Sifat tanah yang berbeda-beda pada berbagai tempat mencerminkan pengaruh dari berbagai faktor pembentuknya di alam. Tanah dipandang sebagai alat produksi pertanian, karena tanah berfungsi sebagai media tumbuhnya tanaman.

Produktivitas tanaman pertanian yang diusahakan banyak ditentukan oleh sifat-sifat tanah yang bersangkutan, baik sifat fisika tanah, kimiawi tanah, maupun biologi tanah yang bersangkutan. Sebagai media tumbuhnya tanaman tanah mampu berperan sebagai:

•    Tempat berdirinya tanaman

Tempat menyediakan unsur-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman

•    Tempat menyediakan air yang dibutuhkan oleh tanaman

•    Tempat menyediakan udara bagi pernafasan akar tanaman

Persebaran Jenis Tanah dan Pemanfaatannya

Ternyata kalau diamati jenis-jenis tanah di Indonesia itu memiliki karakteristik tersendirisesuai dengan bahan induknya. Karakteristik dari jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia serta penyebaranya antara lain:

  • Litosol, yaitu tanah yang baru mengalami pelapukan dan sama sekali belum mengalami perkembangan tanah. Berasal dari batuan-batuan konglomerat dan granit, kesuburannya cukup, dan cocok dimanfaatkan untuk jenis tanaman hutan. Penyebarannya di : Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, Maluku Selatan dan Sumatera.
  • Latosol, yaitu tanah yang telah mengalami pelapukan intensif, warna tanah tergantung susunan bahan induknya dan keadaan iklim. Latosol merah berasal dari vulkan intermedier, tanah ini subur, dan dimanfaatkan untuk pertanian dan perkebunan. Penyebarannya di seluruh Indonesia, kecuali di Nusa Tenggara dan Maluku Selatan.
  •  Aluvial ialah tanah muda yang berasal dari hasil pengendapan. Sifatnya tergantung dari asalnya yang dibawa oleh sungai. Tanah aluvial yang berasal dari gunung api umumnya subur karena banyak mengandung mineral. Tanah ini sangat cocok untuk persawahan. Penyebarannya di lembah-lembah sungai dan dataran pantai seperti misalnya, di Kerawang, Indramayu, Delta Brantas.
  • Regosol, belum jelas menampakkan pemisahan horisonnya. Tanah regosol terdiri dari: regosol abu vulkanik, bukit pasir, batuan sedimen, tanah ini cukup subur. Jenis tanah latosol terdiri dari ; latosol merah kuning, cokelat kemerahan, cokelat, cokelat kekuningan. Tanah ini cocok dimanfaatkan untuk pertanian padi, palawija, kelapa, dan tebu. Penyebarannya di sekitar lereng gunung-gunung berapi.
  • Grumusol atau Margalit, terdiri dari beberapa macam; grumusol pada batu kapur, grumusol pada sedimen tuff, grumusol pada lembah-lembah kaki pegunungan, grumusol endapan aluvial. Kesuburan cukup. dimanfaatkan untuk pertanian padi, dan tebu. Penyebarannya di Madura, Gunung Kidul, Jawa Timur dan Nusa Tenggara.
  • Organosol, mengandung paling banyak bahan organik, tidak mengalami perkembangan profil, disebut juga tanah gambut. Bahan organik ini terdiri atas akumulasi sisa-sisa vegetasi yang telah mengalami humifikasi, tetapi belum mengalami mineralisasi. Tanah ini kurang subur. Tanah ini belum dimanfaatkan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk persawahan. Penyebarannya di Sumatera sepanjang pantai Utara, Kalimantan dan Irian Barat/Papua.
  • Tanah Podzol, Tanah ini terbentuk akibat pengaruh  curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah. Tanah podzol bercirikan miskin unsur hara, tidak subur, dan berwarna merah sampai kuning. Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete. Tanah podzol banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua.
  • Tanah Laterit, Tanah laterit adalah tanah hasil ‘pencucian’ sehingga kurang subur, kehilangan unsur hara, dan tandus. Tanah ini awalnya subur namun karena zat haranya dilarutkan oleh air maka menjadi tidak subur. Warna tanah ini kekuningan sampai merah. Tanah ini baik untuk kelapa dan jambu mete. Tanah jenis ini banyak terdapat di Jawa Tengah, Lampung, Jabar, Kal-Bar, dan Sulawesi Tenggara.
  • Tanah Kapur, Tanah kapur merupakan hasil pelapukan batuan kapur (gamping). Tanah ini terbagi jadi dua jenis.
  • Renzina. Tanah ini merupakan hasil pelapukan batuan kapur di daerah dengan curah hujan tinggi. Ciri tanah ini yaitu berwarna hitam dan miskin zat hara. Tanah renzina banyak terdapat di daerah berkapur seperti Gunung Kidul (Yogyakarta).
  • Mediteran, merupakan hasil pelapukan batuan kapur keras dan batuan sedimen. Warna tanah ini kemerahan sampai coklat. Tanah jenis ini meski kurang subur namun cocok untuk tanaman palawija, jati, tembakau, dan jambu mete.
  • Tanah Pasir, Tanah pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan beku serta batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil. Sepertinya jenis tanah ini dijumpai di mana-mana.

Klasifikasi Tanah di Indonesia

Berdasarkan perbedaan temperatur dan kelembaban udara. Klasifikasi tanah di Indonesia khususnya Jawa dan Sumatera seperti berikut:

  • Tanah kuning hingga coklat, terjadi pada temperatur tinggi dan curah hujan tinggi.
  • Tanah merah terjadi pada temperatur tinggi dengan musim hujan berselangseling.
  • Tanah pucat dengan temperatur rendah dan curah hujan tinggi.
  • Tanah kristal garam, temperatur tinggi curah hujan rendah.
  • Tanah kelabu, temperatur tinggi dan tanah selalu tergenang air.
  • Tanah hitam, bertemperatur tinggi, musim hujan dan kemarau seimbang.

 

Speak Your Mind

*