Tata Cara Ibadah Umrah

Ilustrasi Cara UmrahBerikut akan dipaparkan mengenai tata cara ibadah umrah berdasarkan apa yang dituturkan oleh Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya, dalam kitab “Lajnah Al Muslimin Al Judud“:

Pertama, berihram di miqat sifatnya wajib, dan menjadi rukun haji ataupun umrah. Jika telah sampai di miqat tempat ihram dimulai, mandilah sebagaimana Anda mandi junub. Memakai wangi-wangian, kemudian menggunakan pakaian ihram.

Bagi wanita, boleh menggunakan pakaian apa pun yang tidak berlebihan dan tidak memakai perhiasan yang menyolok, pula menggunakan pakaian yang mirip dengan laki-laki.

Berihramlah dengan mengucapkan (niat) umrah “لَبَّيْكَ عُمْرَةً”, kemudian lanjutkan dengan talbiah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad Saw,

 لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ

“Kupenuhi panggilan-Mu ya Allah, kupenuhi panggilan-Mu, kupenuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, kupenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya, segala pujian, nikmat, dan kerajaan hanya milik-Mu semata, tiada sekutu bagi-Mu.”

Kedua, dalam pelaksanaan haji dan umrah terdapat larangan sebagai berikut.

  1. Memotong rambut atau bulu dari semua anggota tubuh.
  2. Menggunakan wangi-wangian di badan.
  3. Bersetubuh. Ini adalah larangan terberat, sebab akan merusak ibadah haji dan umrah. Jika dilakukan sebelum tahallul awal, dia diwajibkan meneruskan ibadah haji tersebut, tetapi mengulang haji lagi tahun berikutnya, serta memotong hewan korban. Juga tidak boleh melangsungkan pernikahan atau menikahkan (orang lain).
  4. Khusus bagi laki-laki, tidak boleh memakai pakaian yang dijahit. Yaitu, pakaian yang dijahit menutupi badan.
  5. Laki-laki maupun perempuan yang sedang berihram, tidak boleh membunuh binatang, bahkan tidak boleh mengusiknya.
  6. Khusus bagi wanita yang berihram, tidak boleh menggunakan niqab (penutup wajah), yaitu menutup wajahnya dengan kain yang terbuka pada bagian matanya.

Ketiga, memperbanyak talbiyah hingga tiba di kota Mekah dan memulai thawaf di Ka`bah. Jika Anda sudah tiba di kota Mekah, thawaf di Ka`bah sebanyak tujuh putaran, yang bermula dan berakhir di Hajar Aswad. Kemudian, dianjurkan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, baik dari jarak yang dekat–jika mampu—ataupun jauh.

Keempat, jika telah selesai shalat dua rakaat, pergilah menuju bukit Shafa dan lakukanlah sa`i antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali dengan niat sa`i untuk umrah, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Dari Shafa ke Marwah dihitung satu putaran, demikian seterusnya sampai berakhir di Marwah.

Kelima, jika telah melaksankan sa`i, lakukan tahallul atau bercukur. Dengan demikian, berarti selesailah sudah rangkaian ibadah umrah. Anda boleh melepas pakaian ihram serta memakai baju (pakaian biasa).

Speak Your Mind

*